Most Wanted School

Most Wanted School
Bertemu Fahri


__ADS_3

Skip jam istirahat


Revan, Randi dan Reno sedang berjalan menuju kantin, sampai di kantin mereka sudah di tunggu oleh anggota White Eagle yang lain.


"Lho tumben gak sama Ziva bang??" Tanya Gio.


"Ziva bolos!!" Seru Reno yang membuat beberapa anggota White Eagle tersedak minuman nya.


"Hah?? Serius??" Tanya Vito tak percaya.


"Ho oh, gue bahkan di suruh bawain tas nya pulang!!" Ujar Randi.


"Wahhh, gila gak nyangka gua.... Secara kan Ziva tuh anak nya suka banget belajar!! Dan lagi gue gak pernah denger track record dia buruk deh di sekolah lama nya!!" Seru Gio.


"Yeahhh itu karna dia siswa berprestasi wehhh, jadi berita yang tersebar yah yang baik baik doank..." Ujar Randi dengan santai.


"Maksud lo??" Kini Revan pun ikut penasaran.


"Yah, Ara mah udah biasa bolos kayak gini!! Apalagi kalo suasana hati nya lagi gak baik baik aja!!" Seru Randi.


"Wahhh beneran nih..."


"Iya gak nyangka gue..."


"Tapi bukan nya tadi Ziva baik baik aja yah??" Tanya Gio.


"Gue juga gak tau, tanya aja tuh sama Revan!! Dia ada bikin salah apa, tafi kayak nya Ziva menghindar banget dari dia!!" Ujar Reno yang membuat mereka semua memandang Revan.


"Apa??" Tanya Revan.


"Gue juga gak tau apa apa!! Tiba tiba aja dia jadi kayak gitu!!" Seru Revan.


"Lo coba chat atau telpon dia gih!!" Seru Randi.


"Udah gak di bales dan gak di angkat!!" Lirih Revan.


"Yah bang jangan jadi sad boy donk!!" Canda Gio.


"Gue geplak juga lu!!" Kesal Revan.


"Udah udah ntar balik sekolah kita samperin!!" Seru Randi.


"Emang lu tau dia di mana??" Tanya Revan penuh harap.


"Tadi Mike nanya gue soal Ziva, kayak nya dia tau Ziva di mana..." Jelas Randi.


"Oke, ntar kita langsung samperin bang Mike..." Ujar Revan.


Mereka pun melanjutkan mengobrol sambil memakan makanan pesanan mereka. Sementara di sisi lain, Ziva terbangun karena aroma masakan yang menggugah selera. Ia mengucek mata nya, dan beranjak turun dari ranjang. Ia langsung berjalan menuju dapur yang tak jauh dari sana, terlihat bang Zidan tengan menyusun beberapa makanan di atas meja makan.

__ADS_1


"Dah bangun!!" Ujar Bang Zidan ketika melihat kedatangan nya Ziva.


"Hmmm... Masak apa bang??" Tanya Ziva sembari duduk di meja makan.


"Your favorite food!!" Seru Bang Zidan.


"Wahhhhh...." Ziva melihat menu di hadapan nya dengan sangat antusias.


"Makan gih!!" Seru Bang Zidan.


Tak menunggu lama lagi Ziva segera menyantap makanan di hadapan nya. Setelah selesai makan, Ziva merengek minta pergi ke taman dekat sana, namun Zidan tak mengizinkan nya. Karena ia tak bisa ikut untuk menjaga Ziva karena harus segera ke flow cafe, tapi Ziva kekeh dengan keinginan nya.


"Ayo lah bang!! Boleh yah?? Ara cuma bentaran kok!!" Rengek Ziva.


"Ntar Mike marah Ra...." Ujar Bang Zidan.


"Gak kok, Ara bisa jaga diri Ara sendiri janji deh!!" Mohon Ziva.


"Aissshhh lo keras kepala banget sih!! Ya udah sono tapi jangan lama lama karna nanti Mike bakal jemput lo di sini!!" Seru bang Zidan yang akhir nya mengalah dengan keras kepala nya Ziva.


"Oke!!" Seru Ziva dengan antusias.


"Ya udah gue berangkat dulu, baju lo di lemari ada kan??" Tanya bang Zidan.


"Ad lah kalo kagak lo buang..." kekeh Ziva.


Setelah kepergian Zidan, Ziva pun pergi kembali ke kamar tamu tadi dan segera membuka lemari di sana. Yah Ziva sering ke sini, bahkan menginap jadi wajar saja kalau pakaian nya ada di sini. Ia memilih kaos polos berwarna hitam dan celana jeans, setelah memakai pakaian nya Ziva pun mengikat rambut nya. Ia menguncir satu rambut nya, dengan menyisakan sedikit poni. Kemudian ia menyambar tas kecil berwarna merah di atas nakas yang tadi sudah ia persiap kan. Tak lupa ia memasukan ponsel nya ke dalam tas tersebut. Kemudian ia bergegas keluar rumah, tak lupa ia mengunci pintu dengna kunci yang diberikan oleh Zidan tadi. Setelah mengunci pintu, ia menaruh kunci nya di dalam pot sesuai instruksi Zidan, dan langsung berjalan menyusuri jalan setapak di sana. Yah taman nya tak jauh dari sana hanya sekitar dua ratus meter jadi ia tak perlu memesan taksi atau menggunakan kendaraan lain.


Tak lama Ziva sampai di tempat tujuan, ia segera menghampiri salah satu ayunan yang ada di sana.


"Wahh, makin bagus nih tempat!!" Seru Ziva sembari bermain di ayunan itu.


Saat tengah asyik bermain, Ziva tak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasi nya sedari ia memasuki taman tersebut.


"Kenapa gue kayak kenal sama tuh cewek??" Tanya pemuda itu.


"Lo kenal Ri??" Tanya teman nya.


"Dia.... Dia itu...." Pemuda tu langsung berlari ke arah Ziva.


Saat melihat sepasang kaki berdiri di hadapan nya Ziva langsung mendkngak karena posisi nya Ziva sedang menunduk. Mata Zita terbuka lebar ketika mendapati pemuda yang sangat ia kenali ada di depan nya. Tubuh nya mulai bergetar, namun ia berusaha tetap tenang dan seperti tak mengenal pemuda itu.


"Kalian siapa??" Tanya Ziva yang sedang berakting.


"Lo gak kenal gue??" Tanya Fahri memastikan dan Ziva langsung menggeleng geleng kan kepala nya.


"Yakin??" Tanya Fahri sembari menunjukkan senyum smirk nya.


"Lo siapa sih?? Emang lo anak presiden yang harus gue kenal gitu!!" Ujar Ziva pura pura kesal.

__ADS_1


"Gue Fahri, Fahri Alzheir!!" Seru Fahri mengulurkan tangan nya pada Ziva dengan menekankan nama Alzheir.


"Ah Ziva, Zivara William Melson!!" Seru Ziva menyambut uluran tangan Fahri meski sebenarnya ia sangat ketakutan sekarang.


"Melson??" Tanya Fahri.


"Iya nama keluarga bokap gue!!" Seru Ziva.


"By the way, kalian anak anak Tiger Ice??" Tanya Ziva yang melihat lambang di jaket mereka.


"Ah iya!!" Sahut teman Fahri.


"Nih, anak beneran gak kenal gue apa pura pura gak kenal?? Tapi kayak nya dia gak lagi akting deh!! Apa jangan jangan jarna ledakan waktu itu dia lupa ingatan??" Batin Fahri.


"Boleh gue duduk??" Tanya Fahri menunjuk ayunan di sebelah Ziva.


"Boleh lah, ini kan tempat umum!!" Ujar Ziva berusaha tetap tenang.


"Lo peegi aja dulu gue ada yang mau di omongin sama dia!!" Seru Fahri pada teman teman nya.


"Oke!#" Mereka pun mulai beranjak dari sana.


"By the way lo beneran gak kenal sama gue atau pura pura lupa??" Tanya Fahri menelisik.


"Hah? Emang kita pernah ketemu??" Tanya Ziva memiringkan kepala nya.


"Serius nih anak lupa??" Batin Fahri.


"8 tahun yang lalu??" Tanya Fahti.


"Ah... Sorry... Mungkin kita pernah ketemu yah..." Ujar Ziva yang membuat Fahri mengernyitkan dahi nya.


"Kata bokap gue, gue kecelakaan dan ada beberapa ingatan yang gak gue inget!! Bahkan gue gak inget kecelakaan apa itu!!" Seru Ziva mengarang cerita.


"Ohhh bokap nyokap lo masih ada??" Tanya Fahri memancing Ziva.


"Masih, tapi sekarang mereka lagi ke luar kota soal nya lagi ada kerjaan fi sana" Seru Ziva.


"Jadi lo tinggal sendiri??" Tanya Fahri.


"Hmm gak, gue tinggal sama kakak gue..." Sahut Ziva.


"Kakak??" Tanya Fahri.


"Nih anak beneran lupa ingatan yah??" Batin Fahri.


"Hmmm bagus juga jadi gue lebih mudah deketin dia, ini kesempatan gue buat dapetin dia.... Bodo amat lah sama bokap yang bakal marah, gue gak bisa bohongin diri gue sendiri kalo gue waktu itu udah jatuh hati sama nih cewek!!" Ujar Fahri dalam hati.


"Nih orang kagak niat pergi apa" Batin Ziva cemas.

__ADS_1


__ADS_2