
Randi terus menambah kecepatan laju motor nya, saat ini hati nya benar benar kacau. Tak lama ia sampai di pelataran rumah sakit, ia segera mencari tempat parkir dan memarkirkan motor nya. Hal yang lebih membuat nya cemas adalah nomor Mike saat ini tak bisa di hubungi sama sekali. Ia berlari memasuki rumah sakit, ia langsung menghampiri resepsionis.
"Maaf, pasien atas nama Zivara William Melson??" Tanya Randi.
"Sebentar saya periksa dulu!!" Ujar perawat itu.
"Oh ini, di ruang mawar kamar VVIP no 2!! Anda bisa lurus saja dari sini nanti belok kiri terus lorong sebelah kanan kamar kedua." Jelas perawat itu.
"Makasih sus!!"
Randi segera berlari mengikuti instruksi yang di berikan oleh perawat tadi. Namun ketika sampai di depan pintu ia hanya terdiam. Ia ragu untuk masuk, ia takut dengan apa yang akan ia lihat. Setelah beberapa saat menenangkan diri, ia memilih untuk memasuki ruangan itu.
Klek
Randi menghela nafas lega melihat pemandangan di depan nya itu. Ia berjalan mendekati Ziva yang sedang di suapi oleh Mike.
"Zi, are you oke??" Tanya Randi ketika telah berada di samping Ziva.
"Iya kak, gak usah khawatir!!" Senyum Ziva.
"Sumpah gue khawatir banget sama Lo, pas gue liat Lo lari pergi ke toilet!! Perasaan gue bener bener campur aduk!!" Randi menitikan air mata.
"Gue takut Lo kenapa kenapa, tapi gue gak bisa apa apa karna gue takut Lo bakal ketauan!! Sorry Zi, gue selalu gagal jagain Lo!!" Randi tak bisa membendung air mata nya.
Mike yang melihat itu pun segera merangkul pundak Randi.
"It's oke, Lo udah lakuin yang terbaik Ran!!" Seru Mike menenangkan Randi.
"Kak, jangan ngomong kayak gitu!! Zi yang gak ati ati!! Kakak jangan nyalahin diri kakak gitu" Lirih Ziva, ia benar benar tak suka melihat orang yang ia sayang menangis karena nya.
"Udah Ran, Ara gak papa kok!! Kata dokter dia cuma kecapean" Jelas Mike.
"Really??" Tanya Randi tak percaya.
"Iya, serius!! Kapan gue boong soal Ara!!" Tandas Mike.
Jawaban Mike sedikit membuat Randi menjadi lebih tenang. Ia duduk di tepi brangkar sembari menggenggam tangan Ziva.
Sedangkan Mike ia kembali menyuapi Ziva, karena makanan nya belum habis.
"Udah kak, Ara dah kenyang!!" Seru Ziva menolak suapan terakhir dari Mike.
__ADS_1
"Ini sesuap lagi Ra!" Sahut Mike.
"Ara tadi beneran deh makan banyak banget kak di cafe!!" Rengek Ziva.
"Udah sini!!" Randi tiba tiba memakan suapan terakhir milik Ziva.
"Lah kok Lo yang makan??" Protes Mike.
"Perut adek Lo dah mau meletus Mike!! Dia dari tadi dah makan berapa porsi masih Lo suruh makan lagi, yang ada meledak tuh perut!!" Canda Randi.
Puuufffhhhh
Ziva berusaha menahan tawa melihat ekspresi tak terima di wajah kakak nya itu.
"By the way, Lo kenapa tadi?? Dan kok bisa Mike yang bawa Lo pergi??" Tanya Randi yang penasaran.
"Gue tadi pusing banget, ya seperti gejala yang biasa lah!! Jadi gue pergi ke toilet, terus kepala gue malah makin sakit and then gue mimisan. Terus sebelum gue pingsan gue sempet liat bayangan orang, mata gue udah kabur banget waktu itu... Tapi pas denger suara nya kak Mike, gue dah pasrah gitu... Abis itu gue gak inget lagi...." Jelas Ziva.
"Lah terus, Mike ngapain Lo di sana??" Tanya Randi.
Mike pun mulai menceritakan semua nya secara detail. Awal nya Ziva memberitahu Mike, kalau setelah pulang sekolah Ziva akan ke Flow Cafe untuk memberikan private less untuk Revan dan teman teman nya. Mike yang mendapatkan pesan itu pun langsung menyetujui nya. Ya semenjak insiden terakhir kali, Mike lebih protektif pada adik kesayangannya itu.
Ziva memberitahu semua yang ia kerjakan, dan yang akan ia kerjakan. Saat menerima pesan Ziva jika ia ingin ke Flow Cafe, perasaan Mike tak enak. Tapi ia tetap menyetujui nya,, karna di sana ada Randi. Ia yakin Randi akan menjaga Ziva dengan baik. Selain itu, ada Revan seorang laki laki yang belakangan ini ia percayai untuk menjaga adik kesayangannya itu.
Setelah pulang sekolah, Mike melakukan pelajaran tambahan bersama teman teman sekelas nya. Ini adalah jadwal tambahan yang di berikan para guru karna mereka sebentar lagi menghadapi UN.
Namun selama pelajaran berlangsung fokus Mike terus terbagi. Ia sama sekali tak bisa konsentrasi dan ini benar benar membuat nya gila. Akhirnya ia menyerah, dan meminta izin untuk pulang terlebih dahulu. Ia menyertakan beberapa alasan agar guru itu mau mengizinkan nya. Setelah agak lama, ia akhirnya di perbolehkan pulang lebih dulu.
Dengan segera ia berlari ke parkiran, ia biasa nya membawa motor namun hari ini entah mengapa ia membawa mobil. Ia menancap gas menuju ke Flow Cafe. Entah mengapa perasaan nya menjadi begitu gelisah. Sesampai nya ia di flow Cafe, pemandangan mengejutkan yang ia lihat pertama kali. Ia melihat Ziva sedang berlari tergesa Gesa, ia segera menyusul Ziva.
Ia melihat Ziva memasuki kamar mandi, dan itu membuat langkah nya terhenti. Ia ragu untuk melangkah, karna itu toilet perempuan.
"Aiisshh masa gue masuk kesana??" Monolog Mike.
"Tapi gue bener bener khawatir!!" Seru Mike maju satu langkah.
"Kalo ada orang lain gimana, bisa bisa di sangka mesum gue!!" Tandas Mike kemudian mundur beberapa langkah.
"Aarrrggghhhh bodo amat lah!!"
Mike segera mengambil langkah besar menuju toilet, mata nya membulat ketika melihat pemandangan di depan nya.
__ADS_1
"Ra??" Lirih nya saat melihat kondisi adik nya yang memprihatinkan.
Saat Ziva hendak terjatuh, Mike dengan sigap menangkap nya. Ia segera melepas jaket nya untuk menutupi tubuh adik kesayangannya itu. Ia dengan segera menggendong nya keluar menuju pintu samping cafe. Ia berpapasan dengan Bang Zidan, kemudian ia menjelaskan semua nya. Setelah Zidan mengerti, ia segera membawa Ziva keluar dari sana.
"Ra, Lo tahan bentar kita ke rumah sakit sekarang" Lirih Mike berlari ke arah mobil nya.
Ia memasukan Ziva ke kursi penumpang, tak lupa ia memasang sabuk pengaman. Ia juga memasang bantalan di kursi Ziva agar Ziva nyaman. Setelah itu ia berlari kecil menuju kursi kemudi, ia masuk dan menancap gas. Meskipun panik, ia tetap berusaha stabil dalam membawa mobil. Ia tau ia tidak boleh terbawa emosi sesaat dan malah mencelakai diri nya dan juga Ziva.
Sekitar tiga puluh menit, mengendarai mobil nya akhirnya sampai di rumah sakit. Ia segera turun dan langsung menggendong Ziva keluar dari mobil. Melihat hal itu, petugas di sana segera memanggil perawat untuk membawa brangkar. Mike menyerahkan kunci mobil nya pada petugas itu, dan langsung di terima. Petugas itu mengerti keadaan darurat karena ia melihat darah yang menempel di baju putih Mike.
Sementara petugas itu memindahkan mobil Mike ke parkiran, Mike dan beberapa perawat membawa Ziva yang sudah di brangkar ke ruang IGD. Mike terlihat khawatir ketika Ziva di masukan ke dalam, sementara ia tak bisa berbuat apa apa selain menunggu di luar.
"Ra, Lo harus baik baik aja" Lirih Mike.
"Mike!!" Sapa Dokter David.
"Dok, Ziva..."
"Tenang, saya akan periksa!!" Ucap Dokter David meminta Mike untuk tidak terlalu panik.
Dokter David pun masuk untuk memeriksa Ziva, setelah lima belas menit. Dokter David pun keluar bersama beberapa perawat tadi. Perawat itu membawa brangkar untuk di pindah kan ke ruang rawat.
"Bawa ke ruang VVIP!!" Titah Dokter David.
"Dok, gimana kondisi Ziva??" Tanya Mike cemas.
"Kamu tenang dulu!! Ziva gak papa, cuma seperti nya ia kelelahan saja!!" Ujar Dokter David.
"Tapi mimisan nya separah itu dok!!" Sahut Mike.
"Hahhh, kamu tau penyakit nya kan!! Itu hal yang wajar dalam kondisi dia yang sekarang!! Itu sebab nya saya bilang ia tak boleh terlalu lelah!!" Seru Dokter David.
"Jaga dia baik baik!!" Tambah Dokter David kemudian pergi dari sana.
Mike pun pergi dari sana, menyusul Ziva yang sudah di pindahkan ke ruang rawat.
Flashback off
"Jadi Lo Dateng karna perasaan lo!??" Tanya Randi yang di angguki oleh Mike.
"Gila!! Telephaty Lo berdua!!" seru Randi tak percaya.
__ADS_1