
Setelah itu, Revan kembali sibuk dengan ponsel nya. Ia berusaha menghubungi Gibran namun sama sekali tak tersambung. Ia kembali menghubungi nya lagi namun masih sama saja tak tersambung. Ia mengernyitkan dahi nya, karena tak biasa nya Gibran mematikan ponsel nya. Perubahan raut wajah Revan terpampang jelas sehingga itu di ketahui oleh Ziva.
"Kenapa Van??" Tanya Ziva yang penasaran.
"Ah?? Ini gak papa kok, gue lagi nelpon Gibran tapi gak nyambung nyambung!!" Seru Revan yang mencoba untuk tetap tenang.
"Hmm coba Lo telpon yang lain, Bang Zack gitu kan Lo tadi nyuruh Gibran buat nemuin Bang Zack!!" Saran Ziva yang membuat Revan tersenyum.
"Oh iya!! Thanks udah ngingetin!!" Seru Revan sembari mengacak rambut Ziva gemas.
"Ihhh Van!! Lo hobby banget sih ngacakin rambut gue!!" Rengek Ziva sembari membenahi tatanan rambut nya.
"Hehe abis nya Lo gemes banget sih!" Kekeh Revan.
Revan pun kembali sibuk dengan hp nya, kali ini ia berusaha menghubungi Bang Zack. Dan benar saja saat panggilan pertama, sudah di angkat oleh sang empu.
"Halo Van!!" Sapa Bang Zack.
"Halo bang!! Lo di mana??" Tanya Revan.
"Gue lagi di jalan nih sama anak anak yang lain!! Kata Gibran Lo minta kita buat bantu orang kan??" Tanya Bang Zack memastikan.
"Ah?? Iya bang, gue dari tadi dah nelponin Gibran tapi gak nyambung!!" Seru Revan.
"Ya elah, sampe besok juga gak bakal nyambung Van!!" Ketus Bang Zack melirik ke arah Gibran yang duduk di kursi kemudi.
"Hah?? Maksud nya??" Tanya Revan bingung.
"Ya gimana mau nyambung, kalo hp nya aja kecemplung di kolam!!" Seru Bang Zack.
"Hah?? Kok bisa?? Gimana cerita nya??" Tanya Revan bertubi tubi.
"Hadeeuuuhh panjang cerita nya, tapi kenapa Lo mau nelpon Gibran??" Tanya Bang Zack.
"Oh itu, orang nya udah nungguin!! Lo pada masih lama??" Tanya Revan.
"Gak kok paling lima belas menitan lagi dah nyampe!!" Seru Bang Zack.
"Ah oke, kalo gitu gue tutup dulu!!" Seru Revan.
"Oke!!"
Tut Tut Tut
Sambungan telpon pun terputus, wajah Revan pun tak lagi terlihat cemas.
"Gimana??" Tanya Ziva.
__ADS_1
"Mereka dah di jalan, bentar lagi nyampe!!" Seru Revan yang membuat Ziva bernafas lega.
"Lo udah selesai??" Tanya Revan.
"Ah?? Iya!!" Sahut Ziva.
Revan pun memanggil pelayan untuk meminta bill. Setelah membayar makanan nya, Revan kembali melanjutkan perjalanan nya. Sesekali Revan melirik ke arah Ziva yang kelihatan nya sangat menikmati perjalanan ini. Bagaimana tidak karna di sepanjang jalan Ziva di suguhkan pemandangan yang memanjakan mata.
Bahkan sesekali Ziva terdengar sedang menyenandungkan sebuah lagu.
"Kalo mau nyanyi, nyanyi aja biar gak suntuk!!" Seru Revan.
"Boleh??" Tanya Ziva menoleh ke arah Revan.
"Ya boleh lah, emang kapan gue pernah larang Lo buat nyanyi!!" Seru Revan.
Ziva dengan antusias memutar play list di hadapan nya. Ia mencari lagu yang ingin ia dengar dan nyanyikan. Sebuah alunan pun mulai terdengar, Ziva menutup mata nya sembari menyerapi alunan melodi itu. Sampai ia pun mulai bernyanyi di iringi musik, suara nya pun mampu menutupi suara penyanyi asli nya.
… Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
… Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
… Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak indah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
__ADS_1
… Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia hah
… Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Revan hanya bisa tersenyum mendengar Ziva sedang bernyanyi. Ia sangat bahagia melihat senyuman terukir di wajah cantik sang pujaan hati. Ia merasa membawa Ziva pergi adalah pilihan yang terbaik. Ia senang pujaan hati nya itu tak lagi bersedih. Walaupun ini mungkin hanya sebentar mengobati rasa sedih nya. Tapi setidak nya ini sudah bisa mengurangi beban di hati gadis cantik itu.
Di sepanjang jalan Ziva terus bernyanyi, terkadang ia melirik Revan yang sedang fokus menyetir. Ia sebenarnya bingung sebenarnya mereka mau kemana. Namun bertanya pun percuma karna Revan takkan memberitahu kan nya. Revan hanya akan bilang nanti juga tau, atau rahasia. Jadi Ziva menyerah untuk bertanya, ia hanya menikmati perjalanan nya. Lagi pula ia tau jika Revan tak mungkin berbuat hal yang tidak tidak pada nya. Apalagi punya niat untuk mencelakai nya.
Sudah lebih satu jam berkendara namun Revan belum juga berniat untuk berhenti. Kini mereka sudah memasuki daerah seperti hutan namun jalan nya sangat terawat. Bahkan masih sangat asri, terlihat pemandangan di sepanjang jalan yang penuh dengan pohon. Namun sayang nya Ziva tak melihat itu, karena lima belas menit yang lalu ia tertidur.
Ia terlihat kelelahan karena terus saja bernyanyi sepanjang jalan. Dan mungkin ia mengantuk karna perjalanan nya memang cukup panjang. Sedangkan Revan, tersenyum manis melihat sang pujaan hati tertidur nyenyak di samping nya. Ia pun hanya sesekali melirik Ziva untuk memastikan bahwa gadis nya itu nyaman dalam tidur nya. Revan lebih banyak fokus ke depan dalam menyetir.
Setelah perjalanan agak jauh, Revan berhenti di sebuah pom bensin di sana. Ia berniat mengisi bahan bakar mobil nya, dan juga membeli air mineral di mart yang ada di sebelah pom bensin itu. Revan tak sampai hati membangunkan Ziva, jadi setelah mengisi bensin ia memarkirkan mobil nya di dekat mart dengan posisi mobil yang masih menyala.
Revan bergegas ke dalam, untuk mencari air mineral dan roti. Setelah mendapatkan nya, ia segera ke kasir untuk membayar. Selama di dalam mart mata nya tak berhenti melirik ke arah mobil nya. Setelah membayar ia pun bergegas kembali ke dalam mobil. Ia menutup pintu mobil nya dengan perlahan agar tak mengejutkan gadis nya itu. Ya Ziva masih tertidur lelap di sana dan Revan hanya memandangi nya saja.
"Zi, Lo cantik banget sih!!" Seru Revan sembari menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah mu.
"Gue janji, gue bakal slalu jagain Lo apapun yang terjadi Zi!!" Gumam Revan.
__ADS_1
"Meski gue gak tau persis gimana perasaan Lo sama gue, tapi yang gue tau gue gak bisa tanpa Lo!! Gue sakit pas liat Lo nangis, dan senyuman Lo ngalihin dunia gue Zi!!" Lirih Revan.
"Gue harap bisa terus sama Lo kayak gini!! Gue sayang sama Lo Zi!! you are my world!!"