
Di sisi lain, terlihat seorang pemuda sedang duduk sembari menatap keluar jendela. Beberapa kali ia terlihat menghembuskan nafas nya kasar. Dari arah belakang nya muncul seorang pemuda lagi, pemuda itu memakai kaos hitam polos yang di lapisi dengan jaket jeans serta celana jeans yang lutut nya sobek sobek. Ia berjalan ke arah pemuda yang sedang duduk di kursi itu.
"Jangan terlalu banyak bergerak!!" Seru Pemuda dengan jaket jeans.
"Gua cuma duduk!!" Ketus pemuda itu.
"Haisshh lo keras kepala banget sih!! Dokter bilang lo gak boleh bangun dari tempat tidur pe'a!!" Geram pemuda yang memakai jaket jeans itu.
"Ya terus gua harus apa?? Gua bingung Le." Ujar pemuda itu menatap lurus ke luar jendela.
"Gua tau ini sulit buat lo, tapi lo harus bisa ini semua demi kebaikan lo!! Lo tau kan gimana papa kalo udah marah!!" Seru Leo si pemuda yang memakai jaket jeans.
"Iya gue tau, tapi toh selama ini dia kagak pernah nyariin gue!! Sekarang dia tiba tiba peduli sama gue!! Heh?? Lo pikir gue percaya!!" Ujar pemuda itu sembari menatap tajam ke arah Leo.
"Ya gue tau lo pasti gak mungkin percaya gitu aja, tapi mungkin ini jalan terbaik!!" Seru Leo.
" Maksud lo apa??" Tanya pemuda itu.
"Ya lo pikir aja, kalo lo muncul sekarang!! Lo bakal jadi inceran orang itu, dan pasti nya lo gak akan bisa bergerak leluasa!! Jangankan buat ngelindungin dia, bahkan ngelindungin diri lo sendiri pun sulit!!" Jelas Leo yang membuat pemuda itu tertegun.
"Sedangkan kalo lo di sini, ikutin semua kemauan papa, gua yakin lo pasti bisa lindungin dia walau dari jauh!! Dan lagi lo juga bisa cari cara buat ngeringkus tuh orang!! Karna selama tuh orang masih bebas berkeliaran hidup lo atau pun dia gak akan bisa tenang!! Ya kalo tuh orang dah ke tangkep, gue rasa gak bakal ada yang bisa menghalangi lo buat ketemu sama dia!!" Tambah Leo sembari menatap serius pemuda itu.
"Ta... tapi..."
"Tapi apalagi.... Lo takut dia sedih??" Tanya Leo yang membuat pemuda itu menundukkan kepala nya.
"Gua akui mungkin dia bakal sedih, pasti sedih banget!! Tapi sesuai sama yang lo ceritain ke gue!! Dia itu perempuan kuat dan banyak banget yang sayang sama dia!! Dia pasti bisa ngelewatin ini semua!! Dan pasti akan ada banyak orang yang akan menghapus luka dan sedih nya!!" Jelas Leo.
"Haiisssshhh" Pemuda itu kembali menghembuskan nafas kasar.
__ADS_1
"Oke! Gua ikut apa mau nya papa!! Tapi gua mau pastiin dia baik baik aja!!" Seru pemuda itu.
"Nah gitu donk, nih baru abang gua!!" Seru Leo antusias.
"Pokok nya lo tenang aja, kalo perlu gua sendiri yang turun tangan!!" Tambah Leo yang membuat pemuda itu menatap nya tajam.
"Mending kagak usah kalo lu yang jagain!!" Ketus pemuda itu.
"Lah kenapa?? Lo kagak percaya sama gua??" Tanya Leo protes.
"Siapa yang bakal percaya sama buaya keder kek lu!!" Ledek Pemuda itu.
"Ya elah lu bang, suka banget jatuhin martabat adek nya!!" Seru Leo.
"Martabak kali ah!!" Tandas pemuda itu.
Kedua nya serempak tertawa lepas, bisa bisa nya dalam ke adaan serius seperti jni malah jadi ngomongin makanan.
"Eh by the way lu belum makan kan??" Tanya Leo.
"Aisshhh, ogah gua di suruh makan bubur mulu!!" Seru Pemuda itu.
"Ya elah, bukan bubur kali ini nasi kok sama lauk ke sukaan lu!!" Sahut Leo, kemudian ia bertepuk tangan.
"Seriusan??" Tanya pemuda itu memastikan.
"Iya." Sahut Leo.
Selang beberapa waktu, datang dua orang berpakaian pelayan masuk ke dalam ruangan itu sembari mendorong sebuah troli makanan.
__ADS_1
"Taruh di karpet itu aja!!" Seru Leo sembari menunjuk sebuah karpet lebar yang terbentang di sana.
Pelayan itu hanya diam dan mengikuti instruksi dari tuan muda nya itu. Mereka dengan cekatan memindahkan makanan yang ada di troli ke atas karpet itu. Hanya butuh beberapa menit saja semua makanan sudah tertata rapi di sana.
"Udah?? Kalian boleh keluar!!" Seru Leo, pelayan itu langsung mendorong troli nya untuk segera pergi dari sana.
"Yokk bang!!" Seru Leo setelah pelayan itu menutup pintu nya.
Leo membantu pemuda itu, ia memapah pemuda itu karena ia sedang sakit. Terlihat dari tangan nya yang di tancapi selang infus dan beberapa perban yang membalut di sebagian tubuh nya. Setelah membantu pemuda itu duduk Leo, membenahi posisi infus nya, ia memastikan kalau agar tiang infus itu tak bergeser. Ia juga memastikan bahwa pemuda itu tak kesulitan bergerak karena infus di tangan nya. Adik yang begitu perhatian buka.
"Udah le, gua gak papa!!" Seru Pemuda itu.
"Gua cuma mastiin doank!!" sahut Leo.
"Emang boleh??" Tanya pemuda itu melihat makanan di hadapan nya.
"Iya boleh, gua dah konfirmasi ke dokter kok!! Justru lu butuh asupan supaya cepet pulih!!" Seru Leo.
"Oke!! Gua gak akan sungkan kalo gitu!!" Seru Pemuda itu kemudia mulai mengambil piring.
"Biar gue aja!!" Leo pun segera mengambil alih piring pemuda itu mengisi nya dengan nasi dan lauk pauk.
"Nih!!" Seru Leo menyerahkan piring yang sudah penuh itu.
"Berasa di layanin istri gua!!" Kekeh Pemuda itu yang membuat Leo menatap tajam ke arah Nya.
Kedua orang itu melanjutkan acara makan mereka dengan suasana penuh canda. Ya maklum saja dua bersaudarayang sudah sangat lama sekali tidak bertemu akhirnya bisa bertemu lagi. Jadi mereka pasti memiliki begitu banyak hal yang ingin mereka sampaikan atau ceritakan satu sama lain nya. Pemuda itu makan dengan lahap, karena semua yang tersaji adalah makanan kesukaan nya. Ia bahkan tak menyangka kalau setelah sekian lama berpisah. Ternyata adik nya ini masih mengingat hal hal yang ia sukai. Bahkan sekarang ia seperti melihat bocah laki laki yang sedang bercerita mengenai kehidupan nya selama ini.
Bagaimana hari nya, sekolah nya, teman teman nya, pergaulan nya, tak ada satu pun cerita yang lolos dari nya. Semua seperti ia sedang mengungkapkan bahwa ia ingin berbagi moment bahkan setiap moment dalam hidup nya dengan kakak nya ini. Senyum pemuda itu pun tak pernah pudar, ia juga begitu merindukan adik nya ini. Ia bersyukur Tuhan masih memberikan kesempatan hidup untuk nya. Sehingga ia bisa melihat adik nya yang sekarang. Adik kecil nya, yang dulu slalu merengek tak mau jauh dari nya. Adik kesayangan nya yang selalu mengekori dan mengikuti apa yang ia lakukan. Seperti copy paste, yah begitu lah adik nya. Tapi sekarang sudah banyak berubah, adik nya kini menjadi pemberani, dewasa, meski terkadang masih ada sifat bayi nya.
__ADS_1