Most Wanted School

Most Wanted School
Rencana Berhasil


__ADS_3

Mike yang melihat Revan berdiri di depan pintu menatap nya heran. Segera meletakan kepala Ziva di sofa dengan lembut agar Ziva tak terganggu tidur nya. Mike pergi menghampiri Revan, ia sedikit heran bagaimana Revan berada di sini.


"Hai" Sapa Mike.


"Ha?? Hai!!" Sahut Revan kaku.


Mike menoleh ke arah Ziva yang terlelap, kemudian beralih ke Revan lagi.


"Kita ngobrol di sebelah aja yuk!!" Ajak Mike.


"Oh oke!!" Revan mengikuti langkah Mike untuk pergi ke ruang sebelah.


"'By the way kenapa Lo bisa di sini??" Tanya Mike ketika mereka berada di ruangan sebelah.


"Oh itu, tadi Ziva bosen di rumah aja, jadi gue ajak ke sini buat liat pertunjukan. Kebetulan ada temen lama gue yang bakal tampil." Jelas Revan berusaha untuk sesantai mungkin.


Mike menatap Revan menyelidik mencoba mencari kebohongan di sana. Ya walau bagaimanapun juga Ziva adalah orang yang sangat penting untuk nya, jadi wajar saja kalau Mike sedikit posesif. Dan mengenai Revan, awal nya memang ia berencana untuk menghibur Ziva agar tidak bosan. Namun apalah daya terjadi hal yang tak terduga.


"ohh, and thanks ya Lo dah jagain Ziva!!" Seru Mike sembari melangkah ke arah jendela.


"It's oke bang, lagi pula Ziva kan temen gue juga jadi wajar lah kalo gue jagain dia!!" Seru Revan, walaupun dalam hati nya masih menyimpan seribu tanya.


Apa?? Tentu saja tentang siapa itu Mike? kenapa ia begitu dekat dengan Ziva? Cemburu? Sudah pasti, karna ia sudah sangat jatuh hati pada gadis itu.


Hening untuk beberapa saat hingga suara Mike memecahkan keheningan.


"Dia itu hidup gue!!" Seru Mike bersandar di dinding dekat jendela dan Revan menoleh ke arah nya.


"Adek kesayangan gue!!" Mike tersenyum lembut ketika mengingat tingkah konyol nya Ziva.


"Adek??" Batin Revan tertegun.


"Gue sayang banget sama dia, gue gak bisa liat dia terluka!! Ia kadang ceroboh dan usil tapi dia itu penyayang!! Dia kayak nya kuat tapi nyata nya dia itu rapuh!!"


Tes


Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Mike, ketika mengingat pahit nya yang sudah di alami Ziva. Hal itu tak luput dari penglihatan Revan, yang ia sendiri tak tahu harus berkata atau berbuat apa.


"Van!! Gue bisa liat perasaan Lo ke dia!!" Seru Mike.


Deg

__ADS_1


Revan menatap Mike tak percaya.


"Gue cuma mau bilang, kalo emang Lo sayang sama dia!! Jaga baik baik!! Karna dia itu rapuh!!" Seru Mike menatap Revan.


"Bang..."


"Gue gak bisa liat dia terluka Van, gue dah liat ketulusan Lo!! Gue harap Lo bisa ubah tujuan hidup nya!!" Potong Mike yang menyela ucapan Revan.


"Tujuan hidup??" Revan mengernyitkan dahi.


"Ya, nanti juga Lo tau!! Gue titip adek gue!! Jaga baik baik jangan sampe lecet sedikit pun!!" Ancam Mike namun malah membuat Revan tersenyum.


"Oke bang, tenang aja!! Gue pasti jagain Ziva!!" Sahut Revan tanpa ragu.


Mike berjalan melewati Revan, namun sebelum keluar dia kembali menoleh ke arah Revan.


"Gue ada urusan, mungkin gue gak bakal balik malem ini!! Gue titip Ziva!!" Seru Mike.


"Oke bang, tenang aja gue pasti jagain Ziva!!" Sahut Revan.


Kemudian Mike melangkah pergi, sedangkan Revan kembali ke ruang sebelah untuk melihat kondisi Ziva. Ia melihat Ziva yang masih tertidur pulas seperti nya ia sangat lelah.


Revan berjalan ke arah nya, dan memilih duduk di sebelah nya. Ia menjadi kan paha nya sebagai bantalan untuk kepala Ziva. Hal itu pun. tak dapat mengganggu tidur Ziva.


"Lo tau kayak kotak Pandora Zi, penuh misteri dan kejutan yang gak terduga." Lirih Revan kemudian ikut tertidur.


Sementara di sisi lain, terlihat Mike dan Alqan sedang berada di sebuah ruangan. Mike sudah mempersiapkan segala nya dengan sangat rapi. Dan ia berharap tidak ada celah yang akan membuat target nya lolos kali ini.


"Gimana??" Tanya Mike.


"Dah, terhubung bang!! Tinggal nunggu mangsa nya masuk!!" Seru Alqan.


Di tempat lain Rega dan Randi sedang berada di salah satu bar ternama di sana. Namun mereka bergerak secara terpisah, Rega yang sudah biasa minum jadi ia tak masalah dengan alkohol. Namun ia tetap risih dengan suasana di sini, jujur saja dia mungkin bad boy tapi ini adalah kali pertama nya ia menginjakkan kaki di bar.


Tringgg


"Halo!!" Seru Rega.


"Arah jam dua!!" Seru Randi di seberang sana.


Rega segera menoleh ke arah yang di katakan Randi, ia melihat seorang gadis berpakaian sangat minim. Wajah nya sudah merah mungkin karna mabuk, itu membuat Rega meringis. Namun demi misi nya ia harus menghampiri gadis itu. Ya gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Jessy.

__ADS_1


"Hai!!" Sapa Rega ketika berada di sebelah Jessy.


"Hmmm" Jessy menoleh pada Rega, bibir nya tersenyum ketika melihat ada lelaki tampan yang inisiatif untuk mendekati nya.


"Sendiri!!" Tanya Rega basa basi.


"Ya!! Hei ganteng!!" Jessy mulai hilang kendali, ia meraba dada Rega.


Astaga darah Rega mendidih mendapat perlakuan seperti ini. Namun ia harus tahan, ia harus segera membawa perempuan ini.


"Cari tempat yang nyaman yuk!!" Bisik Rega di telinga Jessy.


Jessy tersenyum senang mendengar nya, ia segera bergelayut menjadi di lengan Rega. Rega dengan sigap membawa nya ke lantai dua bar tersebut. Di sini di sediakan kamar untuk pelanggan, dan Randi sudah mempersiapkan semua nya di sini. Ketika sampai di lantai dua Rega langsung di sambut oleh Randi.


"Gimana??" Tanya Randi menatap Jessy yang sudah kehilangan kewarasan nya sampai tak sadar kalau ada orang lain di sana.


"Beres!!" Rega menyerahkan Jessy pada orang yang di sewa oleh Bastian yang berada di sisi Randi.


"Shiittt tuh cewek ngotorin bada gue aja!!" Kesal Rega.


"tenang!! Demi Zi!!" Hibur Randi.


Mereka pun beranjak dari sana menuju ke ruangan yang di pesan oleh Mike. Di sana sudah ada Mike dan juga Alqan, yang sedari tadi sudah berada di sana.


"Woyy, bang gimana!!" Tanya Rega pada Mike.


"It's oke, semua nya lancar... Cctv nya juga dah nyala." Seru Mike.


Mereka mulai menatap ke layar, menampilkan sebuah kamar yang gak luas luas amat.


"Bastian mana??" Tanya Rega.


"Ada urusan di base bang!!" Sahut Alqan.


"Iyuuuhhhh" Randi mendadak ingin muntah melihat adegan di layar sana.


"Duh, mata gue ternodai!!" Seru Alqan menoleh ke arah lain.


"Cih, yang kayak gini mau bersaing sama Queen!!" Rega menatap tak suka pada perempuan yang ada di layar.


Ya perempuan itu ada Jessy, ia sedang melakukan hal tak pantas dengan orang sewaan Bastian.

__ADS_1


"Heh, rencana berhasil!!" Ujar Mike.


__ADS_2