Most Wanted School

Most Wanted School
Awal Pertemuan


__ADS_3

Rega dan David pun mulai mengobrol dengan santai sembari menunggu makanan mereka sampai. David juga menceritakan semua tentang nya, bagaimana kondisi keluarga nya hingga ia harus berakhir di jalanan seperti ini. Rega pun merasa iba dengan cerita David. Tak lama setelah menyelesaikan beberapa lagu, gadis yang di atas panggung itu melangkahkan kaki nya meninggalkan panggung dan berjalan menuju meja Rega. Rega tersenyum senang melohat gadis itu langsung datang menghampiri nya.


"Weehhh tumben lo ke sini Ga!!" Seru gadis itu.


"Eh gua lebih tua dari lo ya!!" Sahut Rega.


"Cah elah.... Iya iya yang lebih tua!!" Ledek gadis itu sembari menjulurkan lidah nya.


"Eh, haii!!" Sapa gadis itu pada David.


"Hai!!" Sahut David.


"Dia siapa Ga??" Tanya gadis itu sembari duduk di sebelah Rega.


"Oh tadi gak sengaja ketemu di jalan!! Dia lagi di gangguin sama preman!!" Seru Rega.


"Jinjja-yo??" Kaget gadis itu.


Pletak


"Kagak usah sok korea koreaan lu!!" Ujar Rega sembari menjitak kepala gadis itu.


"Ck, galak amat sih bang!!" Ketus gadis itu sembari mengusap kepala nya yang tadi di jitak oleh Rega.


"Eh, Zi gue mau ajak dia gabung sama kita boleh??" Tanya Rega pada Ziva, ya gadis itu adalah Ziva.


"Boleh lah, tapi emang gak papa sama bokap nyokap nya??" Tanya Ziva melirik ke arah David.


Dan Rega pun mulai menceritakan apa yang tadi di ceritakan David mengenai hidup nya. Ziva pun ikut merasa prihatin atas apa yang menimpa David. Ziva kemudian tersenyum ke arah David, sedangkan David hanya mampun tertunduk karena tak sanggup di tatap begitu oleh gadis cantik di hadapan nya ini.


"Gimana?? Lo mau gak gabung sama kita??" Tanya Ziva.


"Hmm gabung gimana nih??" Tanya David dengan nada bingung.


"Oh iya?? Gue lupa bilang sama lo tadi ya!!" Rega menepuk dahi nya.


"Dah lo, emang ya!! Pantes aja dia bingung pe'a!!" Seru Ziva dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


"Nama nya juga lupa somplak!!" Ledek Rega.


"siapa yang lu bilang somplak mau ku sleding juga dih!!" Ketus Ziva.


Namun pembicaraan mereka berhenti ketika pelayan membawakan pesanan mereka.


"Lo gak pesen Zi??" Tanya Rega.


"Gak deh!! Gue dah makan tadi!!" Seru Ziva sembari menyeruput es teh milik Rega.


"Woy itu punya gua!!" Kesal Rega.


"Dih tinggal pesen lagi sihh, repot amat!!"


"Lu tu yahhh..." David hanya bisa terkekeh pelan melihat interaksi di antara Rega dan juga Ziva.


"Oh ya by the way, gue Ziva!!" Seru Ziva karena teringat ia belum memperkenalkan diri pada David.


"David'" Sahut David.


"Makan gih!!" Seru Ziva, kemudian Rega dan David memulai acaran makan nya sedangkan Ziva kembali memesan es teh untuk Rega.


"Genk??" Tanya David bingung.


"Yah, mungkin lo pernah denger Warrior!!" Seru Rega.


"Oh Warrior genk motor yang terkenal itu yah!!" Sahut David antusias.


"Yah gak terkenal banget lah!!" Kekeh Ziva.


"Ya terkenal banget malahan!! Mereka tuh sering banget di omongin sama temen temen gue di sekolah dulu!! Mereka tuh genk motor tapi attitude nya luar biasa sopan banget! Pengaruh mereka tuh kuat banget, bahkan banyak orang yang gak berani gannggu mereka!!" Seru David bersemangat.


"Lo kayak nya tau banyak!!" Seru Rega sembari melirik ke arah Ziva.


"hehe gak banyak!! Tapi sering denger aja!!" Sahut David sembari terkekeh.


"Ya udah by the way mau join gak??" Tanya Ziva.

__ADS_1


"Nih serius nih, gue di ajakin gabung sama kalian??" Tanya David tak percaya.


"Yah serius!! why not??" Seru Ziva tersenyum pada David.


"ya ta... tapi gue gak punya apa apa... Bahkan tempat tinggal juga gak ada, apalagi motor..." Lirih David menundukkan kepalanya.


"Emang siapa yang bilang lo harus punya motor ogep!!" Seru Rega menepuk pelan lengan David.


"Hah??" David mengernyitkan dahi.


"Lo cuma harus bilang mau atau nggak!!" Seru Ziva.


"Ya pasti mau lah" Ceplos David yang membuat Rega dan Ziva tersenyum senang.


"Oke, mulai sekarang lo bagian dari Warrior!!" Seru Ziva.


"Hah?? Serius gitu doank dah gabung sama Warrior??" Tanya David yang masih tak percaya.


"Iya, dan lo abis ini ikut gue ke base camp Warrior!! Lo bisa tinggal di sana mulai sekarang!!" Seru Rega.


"Serius bang??" Tanya David dengan mata berbinar.


"Serius donk, kalo masalah motor!! Tenang aja koleksi Warrior banyak, berjejer di base, lo tinggal pilih aja!!" Seru Rega yang membuat David melongo tak percaya.


"Hah??Apa gak papa bang?? Gimana kalo anggota Warrior yang lain gak setuju atau gak suka sama gue??" Tanya David menunduk.


"Woyy, Queen nya Warrior aja dah setuju!! Siapa yang berani gak setuju lo jadi bagian Warrior??" Rega mengedip kan sebelah mata nya pada Ziva.


"Queen??" Tanya David bingung, namun dengan cepat ia menatap Ziva dan Rega pun langsung mengangguk.


"Wahhh...." David tak percaya ia benar benar bertemu dengan Queen Warrior dan yang lebih mengejutkan nya adalah Queen Warrior yang terkenal itu seperti nya lebih muda dari nya.


David merasa takjub seorang gadis cantik seperti Ziva ini adalah sosok yang mampu memimpin sebuah genk ternama di kota itu. Dan lagi attitude nya luar biasa baik, udah cantik, baik, jago nyanyi, tulus, dan sosok luar biasa di Warrior. Duh paket komplit pokok nya!!


"Ya udah buru, abisin makanan lo!!" Seru Rega.


"Oh iya!!" Seru David mulai menghabiskan makanan nya.

__ADS_1


"Ya udah, gue manggung dulu!! Ntar gua kena repet sama Bang Zidan!!" Kekeh Ziva kemudian langsung melangkah menuju panggung untuk kembali bernyanyi.


Yah begitulah awal mula pertemuan antara Rega dan David, swjak saat itu Rega adalah satu satu nya keluarga di hidup David. Rega memberikan nya rumah untuk pulang, ia juga membawakan teman teman yang begitu menyayangi nya. Ia sudah seperti memiliki keluarga baru di Warrior. Bahkan ia dapat bersekolah lagi, ia mendapat banyak kakak di sini. Termasuk Mike, yang begitu menyambutnya seperti keluarga sendiri. Teringat hal itu membuat hati David semakin di remat. Ia tak sanggup membayangkan apa yang sudah terjadi pada Rega, orang yang sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri. Hati nya masih tak mempercayai hal itu, kalau Rega meninggalkan nya sendiri. Padahal Rega dulu berjanji tidak akan membiarkan nya sendiri. Bahwa mereka akan menjadi saudara selama nya. Tapi berita kematian nya yang mengenaskan ini membuat dunia nya seakan runtuh. Ini benar benar membuat nya gila, bahkan ia tak bisa mengontrol emosi nya dan akhir nya David ambruk tak sadar kan diri


__ADS_2