
Sesampai nya di gudang otomotif White Eagle, Gibran dan juga Zaki langsung mencari Bang Zack. Rupa nya bang Zack sedang bersama Alex, Fajar, Mike dan juga Alqan. Terlihat wajah mereka yang tak baik baik saja, apalagi wajah Mike dan Alqan.
"Bang!" Seru Gibran yang melangkahkan kaki ke arah Bang Zack yang membuat yang empu menoleh.
"Gimana??" Tanya Bang Zack yang langsung to the point.
"Kita dapet informasi kalo korban korban yang udah di temuin itu susah banget di kenali karna akibat ledakan tadi api cepet banget nyebar nya!!" Jelas Gibran sembari melirik ke arah Mike.
Terlihat di sana Mike dan Alqan semakin menunduk.
"Terus??" Tanya Bang Zack.
"Untuk data korban belum bisa di indentifikasi soal nya mereka bener bener gak bisa di kenalin!!" Jelas Zaki.
"Terus gimana??" Tanya Bang Zack lagi.
Dan Gibran pun menceritakan semua hal yang terjadi tadi termasuk cerita karangan yang di buat oleh Zaki. Hal itu membuat anggota White Eagle dan anggota Tiger Moon terkekeh pelan. Bisa bisa nya mereka berdua di minta jadi mata mata malah nyamar jadi korban dan saksi.
author pov: Yah bisa donk suka hati author 😂😂😂
"Bakat baru lo Zak.." kekeh Bang Zack.
"Terdesak bang!!" Sahut Zaki sembari menggaruk kepala bagian belakang nya yang tak gatal.
"Ya udah kita tunggu aja info lengkap nya nanti!! Lo bedua istirahat dulu terus bantuin yang laen!!" Seru Bang Zack.
"Oke bang" Sahut Gibran dan Zaki serempak.
Bang Zack beralih ke Mike dan Alqan, ia langsung berjongkok di hadapan kedua pemuda itu.
"Gua tau kalian terpukul, tapi inget kalian gak boleh terlalu larut!!" Seru Bang Zack namun tak di tanggapi oleh Mike dan Alqan.
"haissshhh" Helaan nafas Bang Zack terdengar begitu jelas namun seketika suatu ide melintas di pikiran nya.
"Kalian tau, ada yang jauh lebih terluka dari pada kalian berdua!!" Ujar Bang Zack serius yang membuat Mike dan Alqan mengangkat kepala mereka.
"Maksud lo??" Tanya Mike dengan mimik wajah yang sangat sulit di artikan.
"Haisshhh..." Lagi dan lagi Bang Zack menghela nafas panjang.
"Tadi gue dapet telpon dari Revan..." Seru Bang Zack yang membuat Mike dan Alqan mengernyitkan dahi.
__ADS_1
Namun di detik kemudian mereka membelalakkan mata mereka, karena menyadari satu hal.
Deg
"Ara!!"
"Queen!!"
Teriak Mike dan Alqan berbarengan dan Bang Zack pun langsung mengangguk.
"Gue gak tau kalo ada dia di situ, gue pikir cuma Revan doank yang nelpon ke hp lo!!" Seru Bang Zack pada Mike, ya karna memang Revan menghubungi Mike namun yang mengangkat telpon nya Bang Zack.
"Setelah gue nyampein kondisi di sini, gue denger suara nya!! Jujur gue kaget banget pas denger dia tiba tiba histeris gitu!!" Jelas Bang Zack.
"Gue gak bisa bayangin gimana kondisi dia sekarang!! Jujur gue nyesel, gue gak tau kalo dia ada di situ!!" Lirih Bang Zack yang membuat Mike mengacak rambut nya frustasi.
Sedangkan Alqan kembali tertunduk, mereka berdua sangat tau pasti. Gadis cantik itu pasti sangat terpukul, dan pasti nya melebihi apa yang mereka rasakan saat ini. Air mata slalu saja lolos dari pelupuk mata mereka berdua, apalagi Alqa yang melewati masa masa kritis itu bersama Rega.
"Kalian gak boleh gini terus!!" Seru Fajar.
"Yah, Mike!! Lu gak boleh gini!!" Timpal Alex.
Tiba tiba Alqan berdiri, ia mengusap kasar air mata nya yang masih tetap mengalir.
"Iya bener!! Gue gak boleh cengeng!! Gak boleh!! Gue harus tetep tegar demi Queen!!" Seru Alqan meski dengan mata yang sudah sangat merah.
"Mike!!" Tegur Alex karna tak ada respon sama sekali dari Mike.
Mike pun kemudian menyeka air mata nya, ia menatap tajam ke arah Alex.
"Gue gak bakal biarin iblis itu hidup!!" Seru Mike dengan nada nya yang super dingin yang membuat aura merinding disko.
"Tenang, gue pastiin tuh orang bakal abis!! Tapi sebelum itu lo harus pulihin diri lo dulu!!" Seru Alex meyakinkan Mike.
"Bang, hp gua mana??" Tanya Mike yang seperti nya sudah mampu mengendalikan diri nya.
"Oh ini!!" Bang Zack langsung menyerahkan hp milik Mike.
Mike pun langsung menekan angka yang ada di sana untuk menghubungi seseorang.
Tut tut tut....
__ADS_1
in call
"Haloo!" Ujar seseorang di seberang sana.
"Halo Van!!" Sahut Mike, ya ia menghubungi Revan.
"Oh iya, bentar!! Gua keluar dulu!!"
Ya Revan masih setia menjaga gadis pujaan hati nya itu, ia duduk di sofa dekat jendela di kamar gadis pujaan hati nya itu. Ia begitu khawatir pada gadis itu sehingga tak ingin meninggalkan nya walau sebentar saja. Sampai akhir nya ia menerima telpon dari Mike, saat mendengar suara Mike ia langsung beranjak dari tempat duduk nya. Ia melangkahkan kaki nya menuju pintu dan keluar. Tak lupa ia kembali menutup pintu nya, dengan sangat perlahan agar tak menimbulkan suara. Ia tak ingin gadis cantik nya itu terbangun dari tidur nya.
"Van??" Ujar Mike karena Revan belum menimpali nya.
"Sorry bang, gue keluar kamar dulu tadi!!" Sahut Revan.
"Ara??" Tanya Mike dengan suara tertahan.
"Haisshhh, lo tenang aja bang! buat saat ini Zi udah gak papa!! Dia udah tenang dan tidur!!" Seru Revan sembari menghela nafas panjang.
"Please jangan biarin dia sendiri!!" Seru Mike.
"Pasti bang, nih aja gue gak mau keluar kamar, gue jagain dia dari tadi!! Gue keluar karna takut dia kebangun karna obrolan kita!!" Jelas Revan.
"Dia pasti terpukul banget!! Rega itu udah kayak saudara nya sendiri!! Dari dulu kalo gue gak ada pasti Rega yang nemenin dia hiks hiks" Lagi Mike terisak mengingat kenangan bersama Rega.
"Bang, lo harus kuat demi Zi!! Sekarang Zi butuh sokongan dari kita!! Mental nya udah jatuh, jangan di tambah lagi!" Mata Revan sudah berkaca kaca.
Jujur ini juga berat untuk Revan, ia benar benar tak bisa membayangkan bagaimana kalau dia yang di posisi Ziva sekarang. Kehilangan orang terdekat, orang tersayang, pasti sangat hancur, sangat sangat hancur.
"Iyah gua tau, gua titip Ara yahh... Buat sekarang cuma lo yang bisa gue percaya!!" Seru Mike dengan air mata yang masih mengalir.
"Iya bang tenang aja!! Tapi gimana sama bokap nyokap lo??" Tanya Revan karena gak mungkin kan, Ziva gak pulang pulang ke rumah.
"Lo tenang aja, ntar gue yang ngabarin mereka!!" Seru Mike.
"oke lah kalo gitu bang" Sahut Revan.
"Besok lu gak usah sekolah dulu, ntar surat izin nya biar gue yang atur!! Buat dua hari kedepan gak usah mikirin yang laen dulu!!" Seru Mike.
"Oke bang, lo yang kuat ya!! Semua udah ada jalan nya!!" Seru Revan.
"Iya thanks."
__ADS_1