
"Ga, Qan, gue minta tolong selidiki ini!! Tapi jangan kasih tau ke siapapun dulu, termasuk Kak Mike!!" Seru Ziva.
"Tapi kenapa Zi??" Tanya Rega.
"Karna kalo benar dugaan gue, kalo itu dia!! Gue bakal selesaiin ini sendiri!!" Seru Ziva menatap langit langit.
Alqan dan Rega pun saling pandang, mereka tau ini mungkin hal yang sulit untuk Ziva. Jadi mereka hanya bisa mengiyakan permintaan Ziva, mereka akan membantu Ziva semampu mereka. Setelah selesai berbincang Rega mengantar Ziva ke kamar nya. Ia masih khawatir dengan kondisi Ziva, jadi ia ingin memastikan langsung Ziva masuk ke kamar nya dengan aman.
"Kalo butuh apa apa Lo panggil gue atau Alqan aja!!" Seru Rega.
"Oke, By the way, gue dari tadi gak liat anak anak yang lain!!" Seru Ziva.
"Oh mereka ada yang less, ada yang nyiapin buat track ntar malem, ada juga yang kerja!!" Jelas Rega.
"Oh, oke!!"
Ziva masuk ke kamar nya dan segera merebahkan tubuh nya di kasur. Ia menatap langit langit kamar nya dengan tatapan kosong.
"Semoga dugaan gue kali ini salah!!" Lirih Ziva.
Ting
Sebuah pesan masuk di ponsel Ziva.
From : Anak Dajjal
To. : Me
Zi, Lo udah baikan??
Ziva tersenyum membaca nya, dan langsung membalas pesan itu.
From : Me
To. : Anak Dajjal
Gue dah baikan
Ting
From :Anak Dajjal
To. : Me
Lagi apa?? Dah makan??
"Dih tumben nih anak banyak amat nanya!!" Seru Ziva mengulum senyum.
From : Me
To. : Anak Dajjal
Lagi tiduran, gue lagi mager...
Pengen makan, kepiting saus tiram sama beef garlic enak kali ya!!
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pesan Ziva tak kunjung di balas membuat nya menjadi jenuh. Ia memutuskan untuk mandi, supaya tubuh dan pikiran nya segar kembali. Ia menuju kamar mandi dan langsung berendam di bathtub.
Setelah cukup lama, ia pun mengakhiri ritual mandi nya. Ia segera berganti pakaian, dan mengeringkan rambut nya dengan hair dryer. Tiba tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang. Ia segera meletakkan hair dryer nya dan berjalan membuka pintu.
"Kenapa Ga??" Tanya Ziva yang berada di depan pintu kamar nya.
"Nih!!" Seru Rega yang membawa nampan berisi beberapa makanan.
Ziva yang melihatnya tercengang, ini adalah makanan yang ingin katakan tadi pada Revan. Rega segera masuk ke kamar Ziva dan menaruh nampan itu di meja dekat sofa.
"Ini??" Tanya Ziva bingung.
"Tadi ada kurir yang Anter kata nya pesenan buat Lo!!" Seru Rega.
"Emang Lo gak mesen??" Tanya Rega bingung.
"Bentar!!"
Ziva mengambil hp nya dan langsung menghampiri Revan.
"Halo!!" Seru Ziva ketika sambungan tersambung.
"Ya kenapa Zi??" Tanya Revan.
"Lo yang kirim makanan nya??" Tanya Ziva.
"Iya, makan yang banyak ya!!" Seru Revan yang tersenyum di seberang sana.
"Oh oke!!" Ziva langsung menutup telpon nya namun itu tak membuat Revan marah tapi justru membuat Revan merasa gemas dengan tingkah Ziva.
"Revan yang beliin!!" Seru Ziva yang membuat Rega mengembangkan senyum nya.
"Cieee... Yang udah di perhatiin!!" Goda Rega.
"Paan sih Lo Ga!! Gue sama dia tuh gak ad hubungan apa apa ya!!" Peringat Ziva.
"Belum tapi nanti mungkin!!" Setelah mengatakan itu Rega langsung berlari keluar karna takut kena semprot oleh Ziva.
Ziva berteriak kesal karena ucapan dari Rega yang mengejek nya itu.
Ziva beralih memandang makanan di atas meja. Ia segera menghampiri nya karena kebetulan perut nya sudah butuh asupan. Ziva melihat ada tambahan lemon tea dan juga ada acara kesukaan nya.
Dengan antusias Ziva segera menyantap makanan itu. Karna jujur saja, menu yang di pesan adalah salah satu makanan kesukaan nya. Apalagi Revan juga memesan kentang goreng dan lemon tea ice sebagai pelengkap nya.
Ting
From : Revan
To. : Me
Gimana?? Enak??
Ziva hanya melihat nya tanpa berniat untuk menjawab nya. Sebenarnya ia tak tega membiarkan Revan, mengingat perjuangan nya untuk nya. Namun Ziva juga belum siap untuk menerima Revan hadir dalam hidup nya.
Setelah selesai makan, Ziva kembali berbaring sembari menonton channel W*v*rs*. Ia menonton penampilan idol nya, ya Ziva merupakan K-POP lovers. Ia sangat menyukai hal hal berbau K-POP terutama drama dan juga grup musik nya.
__ADS_1
Kalau ia sedang dalam suasana hati yang buruk dan tak bisa keluar ia menonton penampilan idol nya. Awal nya hanya iseng, tetapi semakin kesini ia semakin jatuh cinta dengan karya karya mereka. Lagu yang mereka buat begitu menghibur dan penuh dengan makna tersendiri. Itu sebab nya sejak dua tahun yang lalu, ia resmi menjadi Arm*.
Ia slalu menghilangkan stress nya dengan mendengarkan lagu lagu dari B*ngt*n. Atau menonton tingkah lucu idol nya itu, yang membawa keceriaan tersendiri untuk nya. Seperti sekarang melihat performance yang luar biasa dari idol nya itu membuat ia takjub. Apalagi suara dan penampilan yang memukau dari bias nya 'JM'.
"Wahhh, sumpah kenapa mereka makin keren aja sih!!" Seru Ziva antusias.
"Wooo Wook woowww!!" Ziva terpukau dengan dance mereka yang menurut nya sulit tapi mereka melakukan nya dengan sangat sempurna.
Ziva mulai terbawa suasana, ia ikut menyanyikan lagu itu dengan suara khas nya.
Neol wihaeseoramyeon nan
Seulpeodo gippeun cheok hal suga isseosseo
Neol wihaeseolamyeon nan
Apado ganghan cheok hal suga isseosseo
Sarangi sarangmaneuro wanbyeokhagil
Nae modeun yakjeomdeureun da sumgyeojigil
Ilwojiji anhneun kkumsogeseo
Piul su eopsneun kkocheul kiwosseo
Love you so bad Love you so bad
Neol wihae yeppeun geojiseul bijeonae
Love you so mad Love you so mad
Nal jiwo neoui inhyeongi doelyeo hae
Love you so bad Love you so bad
Neol wihae yeppeun geojiseul bijeonae
Love you so mad Love you so mad
Nal jiwo neoui inhyeongi doelyeo hae
I'm so sick of this
Fake Love Fake Love Fake Love
I'm so sorry but it's
Fake Love Fake Love Fake Love
Ya dengan bernyanyi bisa membuat sedikit beban di hati nya berkurang. Ia tersenyum menatap langit langit kamar nya, ia mengingat moment moment bahagia nya. Ia terus mendengarkan lagu B*ngt*n sampai akhir nya rasa kanuk mengalahkan nya. Ia tertidur lelap dengan headset masih melekat di telinga nya.
Tak lama Rega masuk ke kamar Ziva, ia tersenyum melihat Ziva yang sudah tertidur. Ia berjalan ke arah Ziva, mencabut headset di telinga Ziva dengan perlahan. Kemudian menyingkirkan ponsel Ziva ke atas nakas dan menyelimuti Ziva. Sebenarnya Rega sedari tadi mendengarkan Ziva bernyanyi, perlu di akui suara Ziva memang bagus dan cocok menyanyikan berbagai genre musik. Setelah di rasa Ziva sudah tak lagi bernyanyi, ia pun memutuskan untuk mengecek Ziva. Dan benar saja dugaan nya, Ziva sudah tertidur.
Rega membelai rambut Ziva dengan penuh kasih sayang. Ia tersenyum lembut, ia sudah berjanji pada diri nya sendiri bahwa ia akan slalu menjaga adik nya yang satu ini. Mungkin mereka tak punya hubungan darah. Namun mereka memiliki ikatan yang melebihi ikatan darah.
__ADS_1