Most Wanted School

Most Wanted School
Terlalu Mencintai


__ADS_3

Uhukk uhukkk


Melihat Ziva yang terbatuk batuk, dengan cekatan Revan menyerahkan air minum yang di bawakan Zico tadi. Ziva langsung meneguk habis air di gelas itu, yah ia baru saja sadar beberapa saat yang lalu.


"Revan??" Ziva terkejut melihat kehadiran Revan di sini.


"Iya gue di sini, lo gak usah khawatir yah!!" Seru Revan hendak mengusap kepala Ziva namun dengan segera Ziva menghindar.


Deg


Revan terkejut dengan reaksi Ziva, biasa nya ia tak pernah menolak kehadiran diri nya namun sekrang ia jelas jelas menolak nya. Sakit, begitu sesak di dada Revan melihat tingkah Ziva yang seperti ini.


"Zii...Lo kenapa??" Tanya Revan.


"Keluar!!" Seru Ziva.


"Gak... Gue mau..."


"Gue bilang keluar!" Teriak Ziva yang langsung membuat Zico dan David masuk ke dalam kamar itu.


"Queen??" Zico mendekat untuk memastikan keadaan Ziva.


"Suruh dia keluar..." Lirih Ziva yang bahkan tak menatap wajah Revan.


"Apa??" Zico bingung dengan apa yang di ucapkan Ziva, namun setelah melihat wajah sendu Revan ia jadi mengerti.


"Van..." Zico mencoba untuk membuat pengertian untuk Revan namun Revan seketika berdiri.


"Gue keluar!! Gue cuma pengen pastiin lo baik baik aja!!" Seru Revan kemudian beranjak pergi dari kamar itu.


"Queen apa lo...."


"Keluar..." Seru Ziva.


"Tapi Queen..." Bantah Zico.


"Bang please!!" Seru Ziva memalingkan wajah nya tak ingin bertatapan dengan Zico.


"Yuk, vid!" Seru Zico mengajak David keluar dari kamar itu.


Setelah keluar dari kamar Ziva, Revan langsung turun ke bawah mencari keberadaan Mike dan yang lain nya. Benar dugaan Revan, Mike sedang berkumpul di ruang tengah bersama yang lain nya. Randi yeng melihat kedatangan Revan langsung berdiri dari duduk nya, namun ia mengernyitkan dahi ketika melihat ekspresi wajah Revan yang terlihat sendu. Namun belum sempat bertanya pada Revan tiba tiba Zico dan David datang memanggil Mike.


"Mike!! Zii dah sadar lo liatin gih!!" Seru Zico.


"Ara??" Tanya Mike memastikan kemudian ia melirik Revan.


"Terus ngapain kalian di sini??" Tanya Randi.


"Haisssshhh kayak nya queen lagi gak dalam suasana hati yang baik!!" Ujar David.


"Maksud lo??" Tanya Mike.


"Revan, gue sama David di usir keluar!!" Seru Zico menghela nafas yang membuat yang lain nya mengernyit kan dahi.


"Biar gue liat!!" Seru Mike menepuk bahu Revan.


Mike segera berjalan menuju lantai atas, ketika ia sampai di kamar Ziva ia terkejut melihat Ziva yang hendak melepaskan selang infus di tangan nya.


"Ra...." Panggil Mike langsung berlari menuju Ziva.

__ADS_1


"Lo gila!!" Seru Mike sembari menahan tangan Ziva.


"Kak??" Lirih Ziva kemudian segera bersandar di bahu Mike.


"Lo...." Ucapan Mike terhenti merasa bahu nya basah, Mike langsung mengangkat wajah Ziva untuk menghadap ke arah nya.


"Ra... Are you oke??" Tanya Mike dengan lembut.


"Ara kangen mommy..." Ujar Ziva dengan tubuh bergetar.


Deg


Mike kehabisan kata kata jika ini menyangkut ibu kandung nya Ziva, Ia segera menarik Ziva ke dalam pelukan nya.


"Mau ke sana??" Tanya Mike yang membuat Ziva mendongakkan kepala nya.


"Boleh??" Tanya Ziva menatap Mike dengan penuh harap.


"Sure!! Mungkin udah saat nya juga!! Dan kalaupun nanti ketauan, Nathan bakal bertindak!!" Seru Mike mengusap kepala Ziva dengan penuh kasih sayang.


"Nathan??" Ziva menatap Mike bingung.


"Ya dua hari lagi Nathan balik!!" Ujar Mike tersenyum.


"Really??" Ucap Ziva dengan mata berbinar.


"Iya... Kapan kakak pernah boong sama Ara!!" Seru Mike yang membuat Ziva tersenyum senang.


"Sorry Van!! Buat gue sekarang keselamatan Ara lebih penting!! Dan lo sekarang gak bisa gue andelin buat jaga Ara!!" Batin Mike.


"Tapi jujur, gue lebih suka Ara bersama lo!! Setidak nya mungkin dia bisa merubah tujuan nya!! Haissshhh semoga lo gak nyerah!!" Mike bertarung dengan pikiran nya.


"Kak??" Panggil Ziva.


"Sekarang boleh??" Tanya Ziva.


"Nanti setelah infus nya abis!!" Ujar Mike yang membuat Ziva mengerucut kan bibir nya.


"Gue ke bawah dulu!! Gue mau nyuruh anak anak siap siap!!" Seru Mike.


"Hmm.." Ziva bergumam dan mengangguk.


"Jangan kemana kemana!! Gak usah macem macem kalo gak batal!!" Ancam Mike.


"Iya iya...." sahut Ziva.


Kemudian Mike segera meninggalkan kamar Ziva dan kembali menuju lantai bawah, di sana suasana sangat kacau. Mereka semua sedang bergelid dengan pikiran mereka masing masing dan tak ada satu pun yang membuka suara.


"Siap siap sekarang!!" Seru Mike dengan nada dingin.


"Mau kemana bang??" Tanya Alqan.


"Pemakaman!!" Seru Mike yang membuat semua orang yang ada di sana menatap nya.


"Ngapain??" Tanya Bastian penasaran.


"Ara kangen sama Mommy nya!!" Ujar Mike.


Deg

__ADS_1


"Apa gak terlalu berbahaya Mike??" Tanya Randi protes.


"Lo mau Ara kayak gitu terus!! Lo tau pikiran nya gak bisa tenang kalo udah menyangkut ini" Ujar Mike yang membuat Randi bungkam.


"Apa butuh bantuan bang??" Tanya Revan.


"Haissshhh, amanin jalan dan area pemakaman xxxx" Seru Mike.


Revan pun segera merogoh ponsel nya dan menelpon seseorang.


In call


"Bang!" Seru Revan.


"Kenapa Van??" Tanya bang Zack.


"Suruh anak anak amanin sepanjang jalan dan area pemakaman xxxx!!" Seru Revan.


"Lho biat apaan??" Tanya bang Zack bingung.


"Lakuin aja bang, ntar gue jelasin!!" Ujar Revan.


"Haiisssh... Oke oke!!" Sahut bang Zack.


"Thanks bang!!" Seru Revan kemudian langsung mematikan telpon nya tanpa menunggu jawaban dari bang Zack.


End call.


"Gue bakal slalu ngelindungin lo Zii... Walau pun lo gak angge gue!! Salah sendiri kenapa gue terlalu mencintai lo!!" Batin Revan.


"Haisssshhh gue jadi gak tega!!" Batin Randi menatap sahabat nya itu.


"Padahal gue lebih setuju queen sama Revan tapi gue takut Revan gak bisa lindungin queen!!" Batin Alqan.


"Kenapa jadi ribet gini si??" Batin Bastian menatap mereka saru per satu.


Sedangkan anggota Warrior yang lain dengan segera beranjak dari sana untuk bersiap jikalau nanti harus berperang. Yah mereka harus siap sedia, karna terakhir kali mereka menuju ke pemakaman mereka di hadang oleh gengster. Waku itu mereka hampir kalah kalau bukan Nathan yang membantu mereka dengan jaringan yang ia punya dan saat itu hampir saja queen mereka terekspos. Mereka harus lebih berhati hati dan mempersiapkan untuk segala kemungkinan yang akan terjadi.


Sementara di sisi lain......


"Bang!!" Panggil Leo.


"Hmmm..." pemuda itu hanya bergumam.


"Mereka mau kepemakaman!!" Seru Leo.


"What?? Lo yakin??" Tanya pemuda itu memastikan.


"Iya, lo tau kan di sana ada orang kita!! Gue baru aja dapet telpon!!" Seru Leo.


"Haissshhhh...." Pemuda itu menghela nafas panjang.


"Mau gue amanin lokasi??" Tanya Leo.


"Gak usah!! Percuma!!" Seru pemuda itu.


"Serang kediaman Alzheir!!" Lanjut pemuda itu.


"What??" Leo terkejut dengan perintah kakak nya itu.

__ADS_1


"Cuma buat ngalihin perhatian, dan mengulur waktu buat Ara!!" Ujar pemuda itu.


"Haiissshhhh kalo bukan adek gue! Gak bakal mau gue!!" Kesal Leo yang membuat pemuda itu tersenyum karena Leo sudah bisa menerima kalau ia mempunyai seorang adik meski dari ibu yang berbeda, yah awal nya Leo tak bisa menerima nya.


__ADS_2