
Pagi pagi sekali Mike sudah bangun dan langsung turun ke bawah setelah selesai mandi. Ia menuju ke dapur untuk membuat sarapan, itu adalah kebiasaan nya ketika orang tua nya sedang tidak ada di rumah. Ia slalu menjaga dan memperhatikan adik nya dengan sangat baik.
"Kakak!!" Teriak Ziva sembari menepuk bahu Mike.
"Ra, kok Lo turun sih! Balik kamar sana!" Titah Mike.
"Eh! Ngapain Lo pake baju sekolah?" Tanya Mike ketika melihat Ziva sudah rapi dengan seragam sekolah nya.
"Ya mau sekolah lah, emang ngapain lagi?" Ujar Ziva memutar kedua bola mata nya.
"Ra gak usah Ngadi Ngadi deh! Lo masih sakit, balik kamar sana!" Tandas Mike.
"Ihhh, kak.... Ara baik baik aja kok." Rengek Ziva.
"Gak! Balik kamar sana!" Kekeh Mike.
Ziva tak mendengar ucapan Mike, ia duduk di meja makan dan mulai mengambil nasi goreng yang di buat oleh Mike.
"Woyy itu punya gue!!" Seru Mike.
"Bikin lagi kek kak, susah amat!!" Seru Ziva sembari menyuapkan nasi goreng ke mulut nya.
"Lo?" Mike menghela nafas kasar.
Padahal ia berencana membuat bubur untuk Ziva, tapi sepertinya itu tidak perlu. Ia kembali berkutat untuk membuat sepiring nasi goreng lagi.
"Kak bikinin omelette telur donk!!" Pinta Ziva dengan menunjukkan puppy eyes andalan nya.
"Hahhhh, iya iya bawel! Makan yang bener!" Mike sudah tak bisa berkata apa apa lagi, ia sangat tau sifat adik nya yang satu ini.
Ziva sangat keras kepala, semakin di larang ia akan semakin melakukan nya. Jadi lebih baik ia melakukan nya saja, dan lagi ia tau kalau di sekolah Ziva ada Randi. Ia sudah meminta Randi untuk menjaga Ziva.
"Nanti kakak yang Anter!" Tandas Mike yang membuat Ziva mengerucut kan bibir nya.
"Yahhh kok gitu... Ara kan bisa naik ojek aja!" Rengek Ziva.
"Gak! Mau sekolah kakak Anter, gak mau gak usah sekolah!" Tandas Mike yang tak bisa di ganggu gugat.
"Aiiisshhhh iya iya..."
Mereka pun melanjutkan acara makan nya, kemudian setelah selesai Mike pamit untuk berganti pakaian. Karna turun tadi ia hanya mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek.
"Kuy!" Seru Mike yang telah rapi dengan seragam sekolah nya.
"Oke!"
Mereka bergegas ke luar rumah menghampiri motor kesayangan Mike. Tanpa basa basi Mike melajukan motornya menuju sekolah. Mike agak menaikan kecepatan karena mengingat jarak sekolah Ziva dan sekolah nya cukup jauh. Ia juga tak mau telat dan di hukum. Ziva mengeratkan pegangan nya di pinggang kakak nya.
"Kak, pelan dikit napa!!" Seru Ziva sedikit berteriak agar Mike mendengar nya.
__ADS_1
"Iya iya bawel!!"
Namun bukan nya memelankan laju motor nya malah semakin kencang dan itu membuat Ziva beberapa kali memukul bahu Mike. Mike tertawa kencang di buat nya, hingga sampai di depan gerbang sekolah Ziva.
Ziva langsung turun dengan muka di tekuk.
"Ciye ciye ngambek!!" Mike tertawa kecil melihat ekspresi Ziva.
Ia sangat suka menggoda adik kesayangannya yang satu ini. Sementara tak jauh dari mereka ada Revan yang memperlihatkan kedekatan mereka.
"Au ah gelap!" Seru Ziva.
"Hah gelap? Terang gini kok!!" Goda Mike.
"Kakak...."
"hehehe iya iya maaf, canda sayang..." Mike mengusap kepala Ziva.
"Dah pergi sana!" Ujar Ziva.
"Dih, ngusir nih?" Sewot Mike.
"Bukan ngusir, tapi sekolah kakak jauh ntar telat lho!" Jelas Ziva.
"Iya iya bawel!!"
Mike pun melajukan kembali motor nya menuju ke sekolah nya.
"Hai Van!!" Sapa Ziva.
"Hmm" Sahut Revan cuek.
"Lah ni anak kenapa lagi?" Batin Ziva.
"Itu cowok yang sama cewek yang di mall waktu itu kan? Ngapain dia nganter Ziva?" Batin Revan.
"dah, ngapain juga gue peduli" Revan menggeleng gelengkan kepala nya guna menghilangkan pikiran aneh nya.
"Van, kamu kenapa kok geleng geleng?" Tanya Ziva yang heran dengan tingkah Revan.
"Hah? Gak kok, yuk masuk!" Ajak Revan berjalan mendahului Ziva.
Dan seperti biasa, setiap kali Revan datang akan ada ciwi ciwi yang teriak histeris dan terus memanggil manggil nama nya. Bahkan ada yang terus memuji nya sampai ada yang langsung memberi nya coklat. Yang gini nih kalo jadi Most Wanted School luar biasa pamor nya.
Apalah daya Ziva yang di sini hanya Upik abu, ya walau pun dulu Ziva adalah Queen serta Most Wanted di sekolah lama nya. Tapi dia sekarang berpenampilan geek, jadi tak ada yang menatap nya. Lagi pula ia takut di khianati lagi.
"Lo kenapa melamun?" Tanya Revan yang rupa nya sedari tadi memperhatikan gerak gerik Ziva.
"Eh, gak ada, cuma lagi ada yang di pikirin aja" Seru Ziva sembari tersenyum.
__ADS_1
"Emmm lo ntar pulang sekolah senggang gak?" Tanya Revan yang membuat Ziva menoleh.
"Hah? Revan nanya apa tadi senggang? Jangan jangan...." Ziva segera menampik kan pikiran aneh nya itu.
"Kenapa?" Tanya Ziva.
"Enggak, bentar lagi kan ulang tahun nya Syila, gue mau minta Lo buat bantuin cari kado!" Seru Revan yang membuat Ziva sedikit kecewa.
"Yahhh, karna Syila rupa nya!! Eh, kok gue sebel ya... gak gak, gue gak mungkin suka sama Revan, yang gue suka itu Reno!" Batin Ziva.
"Zi, Lo denger gue kan!" Revan menyadarkan Ziva.
"eh iya bisa kok! Jadi gak belajar hari ini? Tanya Ziva.
"Hem belajar donk, kan cuma cari kado doank gak lama lah paling. udh itu bisa langsung belajar!" seru Revan.
Yang entah sejak kapan Revan jadi suka belajar bahkan kemarin walau pun Ziva tak mengajari nya ia tetap belajar. Ini adalah sebuah keajaiban untuk seorang Revano Baskara.
Tak lama mereka sampai di kelas mereka, dan Ziva langsung di sambut oleh Sisil.
"Hai Zi!!" sapa Sisil.
"Hai!!" Ziva duduk di bangku nya.
"Eh Zi, gue denger Lo kemaren di jemput sama cogan ya?" Tanya Sisil antusias.
"Hah? Oh itu nama nya Rega, dia temen aku pas aku masih sekolah di FAG!!" Sahut Ziva.
"Duh, yakin temen doank!" Goda Sisil Menaik turun kan alis nya
"iya, kemaren Kakak ku yang minta dia jemput aku!!" Kilah Ziva.
"Oh emang lo punya kakak?" Tanya Sisil penasaran.
"Ya gitu."
"Cowok cewek?" Tanya Sisil.
"Cowok, nama nya kak Mike." Seru Ziva.
"Mike? Kok kayak pernah denger ya?" Sisil mulai berpikir dan itu membuat Ziva merutuki kebodohan nya sendiri.
"Ya mungkin karna yang nama Mike itu banyak!!" Sahut Ziva sembari tersenyum kaku.
"Hemmzzz iya juga sih."
"By the way, tadi gue liat ada yang nganter Lo, siapa?" Tanya Sisil yang membuat Revan menajamkan pendengarannya Karena ia juga penasaran.
"Yang jelas spesial!!" Jawab Ziva asal.
__ADS_1
Deg
Jantung Revan menjadi tak beraturan, sebenarnya ia kenapa?? Cemburu??