
"Qan, giliran Lo!! Gimana dah bisa??" Tanya Mike melirik pada Alqan yang mulai sibuk dengan laptop nya.
"Slow down, bang!!" Seru Alqan yang terus menatap layar laptop nya yang menampilkan angka dan huruf yang tak mudah di pecahkan oleh orang biasa.
"Lama amat sih Lo!!" Gerutu Randi.
"Woyy, Lo pikir ngeretas web itu sama kek ngeretasin telor ayam!!" Kesal Alqan menatap tajam Randi.
"Dah kan emang gitu!! Sewot amat kayak angsa!!" Ledek Randi.
"Lo.."
"Udah udah Napa jadi pada ribut sih!!" Seru Rega.
"Lha dia duluan bang!!" Sewot Alqan.
"Dah, selesain dulu tugas kita!! Besok Ara bakal masuk sekolah!!" Tanda Mike.
"What?? Tau kondisi nya??" Heran Rega yang mengkhawatirkan kondisi Ziva.
"Tenang... Ziva tau apa yang harus dia lakuin!!" Seru Randi melirik Mike.
Ya mereka berdua yang paling mengerti Ziva, ia tak mungkin melakukan sesuatu yang merugikan nya sendiri.
"Done!!" Sorak Alqan sedikit keras yang membuat semua orang yang ada di sana terjengit kaget.
"Apa pe'a!!" Kesal Rega.
"Wihhhhss sabar bang, sabar!! Gue dah berhasil nerobos situs web sekolah dan sosmed beberapa media terkenal!! Gue pastiin besok berita nya bakal jadi trending topik!!" Jelas Alqan dengan bangga.
"Widihhh encer juga ota lu!!" Puji Randi.
"Good job Qan!!" Seru Mike menepuk bahu Alqan.
"Oke urusan di sini dah kelar tinggal kita finishing buat besok. Tapi kita gak bisa mantau jadi tugas kali ini harus Lo RAN!!" seru Mike.
"Tenang aja, pokoknya gue bakal bikin dia hidup segan mati tak mau!!" Seru Randi.
"Oke!! Kalo gitu dah beres nih??" Tanya Alqan yang di angguki oleh mereka semua.
"ya udah gue balik dulu!!" Seru Randi.
__ADS_1
"Oke!!"
"Lo pulang ke rumah Mike??" Tanya Randi.
"Gak, gue masih ada urusan di base..." Sahut Mike.
"Ara??"
"Gue titipin sama Revan!!" Seru Mike yang membuat Alqan dan Rega menoleh.
"What???" Kaget Alqan dan Rega.
"Gak salah kuping gue nih??" Heran Alqan.
"Iya bang, Lo nyerahin Zi ke Revan, ntar kalo dia di apa apain gimana??" cecar Rega.
"please deh, gue kenal sama sohib gue!! Dia gak bakal gitu!!" Omel Randi.
"Ya kan kita gak tau, nama nya juga manusia" Ujar Rega.
"Dah dah, gak usah ribut!! Gue awal nya juga mikir gitu secara dengan track record nya Revan yang jelek banget" Mike menghela nafas panjang.
Rega sangat tau betapa posesif nya Mike pada Ziva, jikalau Mike sudah menilai begitu maka mungkin itu benar ada nya.
"Ya udah yuk balik!!" Ajak Alqan.
Mereka pun keluar dari gedung itu, dan langsung mengendarai motor mereka. Mike, Rega dan juga Alqan memutuskan untuk kembali pulang ke base camp. Sedangkan Randi, ia pulang ke rumah nya sendiri.
Keesokan harinya Ziva bangun dengan ceria, hari ini ia kembali sekolah dan ini adalah hari pembalasan untuk orang orang itu. Setelah memakai seragam sekolah nya ia keluar kamar untuk sarapan. Sesuai janji, Revan sudah tak ada di sana.
Ya semalam Revan menjaga Ziva lagi, namun Ziva menolak dan mereka pun berdebat. Setelah perdebatan yang panjang, Ziva memperbolehkan Revan menjaga nya. Tapi dengan syarat, Revan harus pergi sebelum ia bangun.
"Peka juga tuh anak!!" Seru Ziva kemudian berjalan ke dapur.
Ia melihat ada beberapa makanan yang masih hangat terhidang di meja makan. Ia tak bisa menahan senyum nya, ia langsung melangkah ke meja makan.
"Kayak nya enakĀ”" Seru Ziva yang langsung menyantap makanan nya.
Setelah selesai makan, ia bergegas keluar rumah. Di sana sudah ada Randi yang menunggu nya di dalam mobil.
"Hay, kak!!" Sapa Ziva saat memasuki mobil Randi.
__ADS_1
"Hai!! Gimana kondisi Lo?" Tanya Randi sembari mulai menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"It's oke, i'm fine" Ziva tersenyum manis.
Ya jujur saja kondisi nya sekarang sangat sangat baik, Revan menjaga nya dengan teliti. Iya selalu memperhatikan segala hal bahkan urusan makanan pun disesuaikan oleh nya. Ziva tersenyum ketika mengingat hal hal kecil yang di lakukan oleh Revan untuk nya. Benar benar begitu manis, ia geli sendiri mengingat tingkah konyol Revan.
Hal itu tak luput dari pandangan Randi, ia tersenyum melihat tingkah laku Ziva.
"Ehemm bahagia amat Bu!!' Ledek Randi.
"Apaan sih Lo!!" Ziva menggeplak lengan Randi.
"Keliatan nya Lo jadi Deket nih sama Revan!!" Seru Randi.
"CK, gak gitu Bambang!!! Ya gue akui dia emang nyatain perasaan nya sama gue, tapi gue gak bisa Kak!! Lo tau sendiri kan, tujuan gue!!" Sahut Ziva.
"Gue gak bisa ngelibatin dia!!" Seru Ziva menoleh ke luar jendela.
Randi menghela nafas, ia tau takkan mudah untuk meruntuhkan tembok es di hati Ziva. Ia hanya berharap jika adik nya itu melewatkan kesempatan ini, Ziva akan tetap baik baik saja. Jangan sampai ada penyesalan di hati nya suatu hari nanti.
"Kenapa Lo gak berenti aja sih Ra??" Tanya Randi yang membuat Ziva kembali menatap nya.
"Gk bisa!! Gue udh susah payah sampe di sini!! Gue gak bisa mundur di tengah jalan." Ujar Ziva sembari mengepalkan telapak tangan nya.
"Gue dan yang lain pasti slalu dukung Lo Ra!! Tapi Lo harus inget kalo gak sendirian di sini!!" Tukas Randi.
"Lo masih punya kita semua yang bisa Lo andelin!!" Tambah Randi yang membuat Ziva tersenyum dan langsung memeluk lengan Randi.
Tak lama kemudian, mereka memasuki pelataran sekolah. Randi langsung memarkirkan mobilnya, dan langsung keluar. Begitu pun Ziva, awal nya semua menatap nya dengan aneh. Ya tidak heran, karna kejadian beberapa hari yang lalu sungguh membuat satu sekolah gempar.
Ziva tak memperdulikan semua itu, ia akan menyaksikan acara besar hari ini. Ia tak boleh merusak mood nya, banyak mata memandang tak suka padanya. Bukan karna hal lain, mungkin merek masih belum bisa menerima kejadian beberapa hari yang lalu.
Gadis gadis ini masih kesal mengingat bagaimana cowok cowok terkenal di sekolah mereka begitu membela Ziva. Bahkan Revan yang selalu gak perduli dengan orang lain segitu membela nya. Ya kalau yang di telinga itu cantik atau anggota White Eagle sih mereka gak permasalahan kan. Tapi ini Ziva, seorang murid baru yang dandanan nya cupu abis. Dan bagi mereka Upik abu gak pantes buat dapetin perhatian dari Most Wanted di sekolah ini.
"Ra, are you okey??" Tanya Randi khawatir Ziva akan merasa tak enak dengan keadaan.
"It's oke kak, jangan merusak pertunjukan hari ini!!" Seringai Ziva.
Saat itu Ziva melihat Jessy dan antek antek nya sedang berada tak jauh dari lapangan.
"Pertunjukan di mulai!!"
__ADS_1