Most Wanted School

Most Wanted School
Menggoda Ziva


__ADS_3

Di tengah malam Ziva terbangun dari tidur nya, ia merutuki diri nya sendiri karena kebiasaan nya yang satu ini. Ia selalu terbangun karna lapar, walaupun masih panjang waktu untuk pagi menyingsing. Meski sangat mengantuk Ziva turun dari kasur nya. Ia berjalan keluar kamar, berjalan turun menuju dapur. Bru turun dari tangga, ia sudah mencium aroma yang menggugah selera. Ia mempercepat langkah nya, tak sabar melihat siapa yang memasak malam malam begini.


Setelah sampai, ia terkejut melihat Revan dan juga Bastian berada di sana. Bastian yang menyadari kehadiran Ziva segera menoleh dan menghentikan aktivitas nya yang sedang menaruh makanan di meja.


"Eh Zi, mau makan?" Tanya Bastian tersenyum.


"Kalian ngapain di sini??" Tanya Ziva balik.


"Gue tau Lo suka laper malem, jadi gue masakin buat Lo!!" Seru Bastian menarik kursi untuk Ziva.


"Kalo gue tadi mau minum, pas nyampe dapur liat Bang Tian lagi masak!!" Seru Revan.


"Bang Tian?? Sejak kapan kalian akrab?" Tanya Ziva bingung.


"Hehe baru aja!!" Seru Revan menampilkan deretan gigi nya.


"Yuk makan!!" Ajak Bastian.


"Okey!!" Ujar Ziva antusias karena ia memang sangat lapar.


Mereka makan dengan tenang, yah awal nya Bastian hanya ingin memasak untuk Ziva. Namun setelah melihat tingkah Ziva yang begitu lahap memakan makanan nya, ia pun jadi ikut lapar. Begitu pula Revan, jadi nya mereka makan bersama.


Setelah selesai makan, Bastian di bantu oleh Revan meletakan piring kotor di tempat cuci piring. Sedangkan Ziva, membereskan sisa makanan untuk di simpan.


"Lo tiap hari bangun malem malem gini??" Tanya Revan penasaran.


"Yaps, udah kebiasaan sih!!" Seru Ziva.


"Emang Lo gak ngantuk atau gimana gitu??" Tanya Revan.


"Ya ngantuk sih, tapi gue gak bakal bisa tidur lagi kalo perut gue kosong!!" Ujar Ziva.

__ADS_1


"Jadi biasa nya Lo masak sendiri kalo malem??" Tanya Revan yang semakin penasaran.


"Gak juga sih, kalo lagi gak ada nyokap gue biasa nya gue yang masak!! Tapi kalo ada nyokap gue, dia udah nyiapin makanan nya, tinggal gue angetin aja!" Seru Ziva sembari mengambil susu kotak rasa coklat dari kulkas.


"Lo suka minum susu??" Tanya Revan.


"Cuma yang ada rasa buah atau coklat!! Kalo yang original gue gak suka!!! Terlalu amis!!" Sahut Ziva.


"Lo nanya Mulu dari tadi!! Jadi reporter berita aja Lo sana!!" Ledek Bastian.


"Hehe kan gue penasaran, bang!!" Kekeh Revan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Penasaran!! Biar tau semua tentang crushh ya!! Supaya gampang buat Deket ya kan!!" Seru Bastian mengedipkan sebelah mata nya.


"CK, paan sih Lo bang!!" Ujar Ziva sembari memalingkan wajah nya karena salting.


"Udah udah, balik ke kamar sana masih lama buat nunggu pagi!! Tidur lagi aja!!" Seru Bastian.


Ziva dan Revan pun kembali menuju kamar nya masing masing. Ziva langsung masuk ke kamar nya karna jujur ia masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidur nya. Melihat itu Revan menjadi gemas sendiri, ia sangat menyukai setiap perilaku Ziva.


"Mau kemana aja atau ngapain aja, kesayangan nya Revan emang bisa banget bikin gue klepek klepek!!" Seru Revan tersenyum senang dan langsung masuk ke dalam kamar nya.


Jam alarm membangun kan Ziva, meski masih mengantuk Ziva tetap turun dari kasur. Ia segera pergi ke kamar mandi, lalu mencuci wajah nya. Setelah itu ia melanjutkan aktivitas mandi nya. Setengah jam ia berlama lama di kamar mandi, setelah selesai ia langsung keluar dengan jubah mandi nya. Ia bergegas mengganti pakaian nya, Rega sudah menyiapkan semua nya kemarin saat tau Ziva akan menginap di sini.


Setiap anggota Warrior menganggap ia sebagai adik, Karena usia Ziva yang paling muda. Meskipun si bontot, seluruh anggota Warrior sangat menghormati Ziva. Karna dalam beberapa hal, ia bisa lebih dewasa di banding Anggota lain nya. Bahkan kakak nya sendiri pun mengakui hal itu, Ziva memang dapat di andalkan dalam beberapa hal.


Dan mengenai pengalaman, mungkin itu adalah salah satu faktor pendorong Ziva jauh lebih dewasa dari usia nya. Setelah selesai bersiap, Ziva keluar kamar yang bertepatan dengan Revan juga keluar kamar. Mereka saling melempar senyum, Revan mensejajarkan langkah nya dengan Ziva.


"Dasi Lo!!" Seru Ziva yang melihat dasi Revan tak terpasang dengan benar.


"Hehe, maaf belom kebiasa!!!" Seru Revan menampilkan deretan gigi nya.

__ADS_1


Revan segera membenahi ikatan dasi nya sembari berjalan menuruni tangga. Setelah sampai di bawah, terlihat para anggota Warrior sedang berkumpul di ruang tengah. Mereka sedang menikmati makanan mereka yang di sajikan seperti prasmanan. Melihat hal ini Revan sedikit tertegun, ia sampai tak bisa berkata apa-apa melihat kekeluargaan yang di tunjukkan oleh Warrior.


"Gak usah kaget!! Kebanyakan orang di sini, bukan dari orang berada!! Mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain!!" Jelas Ziva.


Revan begitu takjub dengan Ziva, ia bisa mengatur Genk nya dengan begini rapi. Seperti tak ada cela, wajar saja kalau Warrior tak pernah terlibat masalah apapun apalagi masalah hukum. Orang orang slalu meremehkan Warrior karna berasal dari kalangan bawah. Tapi setelah melihat nya langsung, Revan menjadi terkagum kagum.


Karena setiap anggota Warrior memiliki kelebihan masing masing. Dan banyak di antara mereka adalah jenius berbakat dalam berbagai bidang. Walaupun berasal dari kalangan bawah namun mereka bisa bergabung dengan sekolah elit. Bahkan ada juga yang sudah bergabung dengan perusahaan internasional dengan kemampuan sendiri. Beberapa juga mendirikan bisnis mereka sendiri namun tetap di bawah naungan Warrior.


Revan baru mengetahui semua nya, dari obrolan obrolan ringan saat mereka makan bersama. Revan sedikit minder, karna yang dia punya hanya lah kekuasaan dan harta keluarga nya. Ia menatap Ziva kagum, sebagai Queen Warrior ia tak pernah bertindak tak adil pada setiap anggota nya. Ia mampu membawa anggota nya menuju kehidupan lebih baik.


"Kenapa Lo liatin gue??" Tanya Ziva karena sadar sedari tadi Revan tak melepaskan pandangan dari nya.


"Lo cantik!!" Seru Revan yang mendapat sorak sorai dari para anggota Warrior.


"Huuuuuu uhuyyyy!!!"


"Cieee cieee"


"Aduuhh duhhhb yang lagi kasmaran gak inget tempat!!"


"Cah ilahhhh lanjut lah bang Revan gassskennnn!!!"


Begitu lah tanggapan dari anggota Warrior lain nya. Mereka suka sekali menggoda Ziva, mereka seperti sedang menggoda adik nya yang baru jatuh cinta.


"CK, apaan sih Lo pada!!" Seru Ziva menutup wajah nya karena malu.


"Lah kenapa malu, biasa nya juga malu maluin!!" Ledek Bastian.


Plak


Ziva langsung menggeplak lengan Bastian kesal. Sedangkan anggota yang lain justru semakin gencar menggoda Ziva.

__ADS_1


__ADS_2