
Revan menepikan motor nya di pekarangan rumah Tasya. Ya karna Revan masih belum tau rumah asli dari Ziva, sedangkan Ziva sendiri tertidur di punggung Revan.
"Zi?? Zi, dah nyampe!!" Panggil Revan namun tak ada jawaban.
"Dah balik?" Tanya seseorang dari arah belakang Revan.
Revan menoleh dan mendapati Mike berjalan ke arah nya.
"Eh, bang!! Iya, tadi itu..."
"Randi dah bilang!!" Seru Mike memotong ucapan Revan.
Mike dengan perlahan mengambil Ziva, membawa nya dalam gendongan nya. Seperti nya Ziva sudah sangat kelelahan sampai ia tak terbangun oleh gerakan Mike. Mike mengajak Revan ke rumah nya yang berada di seberang rumah itu.
Awal nya Revan tercengang, karna setau nya rumah ini adalah rumah Ziva. Namun ternyata salah, dengan keadaan bingung Revan mendorong motor nya ke arah rumah Ziva. Ia hanya tak ingin terlalu berisik, takut mengganggu orang lain.
"Yuk masuk!!"
Revan melihat Mike yang mencoba membuka pintu segera mengambil alih knop pintu itu. Ia tau pasti sulit meraih gagang pintu saat menggendong seseorang. Mike tersenyum ramah ketika Revan membukakan pintu untuk nya.
"Lho Mike?? Ara kenapa??" Tanya Mama nya khawatir.
"Ah?? Gak papa kok mah, ketiduran doank, kecapean kayak nya!!" Seru Make menenangkan Mama nya.
"Oh iya ma, kenalin Revan temen nya Ara... Dia yang Anter Ara tadi!!" Tambah Mike.
Setelah mengatakan itu, Mike segera membawa Ziva ke lantai atas.
"Nak Revan yah??" Tanya Tania, mama nya Ziva.
"Iya Tante" Sahut Revan tersenyum kaku.
"Duduk dulu!! Mau minum apa??" Tanya Tania, mama nya Ziva.
"Gak usah Tante... Ngerepotin" Tolak Revan tak enak.
"Gak ngerepotin kok, jarang jarang Ara bawa temen nya ke rumah!!" Seru Tania, mama nya Ziva.
"Ara??" Ulang Revan bingung.
"Ah iya, itu panggilan masa kecil Ziva." Jelas mama nya Ziva.
"oh gitu." Revan mengangguk kepala tanda mengerti.
Mama Ziva pun pamit untuk membuat minuman. Meninggalkan Revan sendiri di ruang tamu. Revan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Tersusun rapi, dan banyak sekali foto foto di sana. Revan mengambil foto yang di letakan di meja samping sofa. Itu adalah foto Ziva.
Ziva terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang yang di gulung setengah. Di padukan dengan rok hitam di atas lutut. Dengan rambut tergerai indah, serta jepitan rambut kupu kupu yang membuat nya bertambah manis. Ziva sedang duduk di atas ayunan, dengan senyum ceria nya.
Revan tersenyum, ketika mengingat momen yang ia lalui hari ini. Namun detik berikut nya Revan menepuk jidat nya karena melupakan sesuatu. Revan meletakan kembali foto itu dan beranjak keluar rumah Ziva.
__ADS_1
Kemana??Pulang?? Tentu saja tidak, ia mengambil bungkusan makanan yang di beli oleh Ziva tadi. Dan bergegas kembali ke dalam rumah Ziva, saat memasuki ruang tamu ia melihat mama Ziva dengan meletakkan teh di atas meja.
"Eh, nak Revan!! Tante kira kamu dah pergi tadi!!" Seru Tania, mama nya Ziva.
"ohh gak kok Tante, ini Revan ngambil ini tadi... Tadi Ziva yang beli!!" Seru Revan menyerahkan bungkusan itu.
"Oh iya, makasih ya!!" Seru Tania, sembari tersenyum.
"Iya Tante..."
Mama nya Ziva pun pamit ke dapur untuk menaruh makanan yang di beli oleh Ziva itu. Sedangkan di kamar Ziva, terlihat Mike yang sedang mengusap puncak kepala Ziva.
"Kecapean kayak nya!! Kasian banget sih, good night Ra!!" Seru Mike sembari mengecup kening Ziva.
Setelah itu Mike segera turun ke bawah, bertepatan dengan mama nya yang sedang membawa dua porsi martabak manis. Mike segera mengambil alih nampan itu dari mama nya.
"Biar, Mike aja ma!!" Seru Mike kemudian berjalan ke arah ruang tamu.
Terlihat di sana, Revan sedang mengobrol dengan papa nya Ziva. Mike meletakan martabak itu di meja.
"Ma, Revan rupa nya temen sekelas nya Ara loh!!" Seru papa nya Ziva.
"Iya mama udah tau dari Mike... Mama tinggal dulu, masih ada kerjaan yang harus di selesaikan!! Seru mama Ziva tersenyum dan segera melangkah pergi di ikuti oleh papa Ziva.
Kini tinggalah Revan dan Mike yang berada di ruang tamu.
"Makasih udah nganterin Ziva!!" Seru Mike.
Mike ngambil sepotong martabak isi coklat kacang, yang merupakan favorit nya.
"Di makan Van!!" Tawar Mike yang membuat Revan tersenyum.
Mereka mengobrol ceria, bertukar pengalaman dan cerita. Tak terasa waktu terus berjalan dan martabak di hadapan mereka pun sudah tandas tak bersisa.
"Bang, gue pamit dulu ya!! Dah malem banget!!" Pamit Revan.
"Yah, gak nginep aja di sini?? Lo tidur di kamar gue aja!!" Tawar Mike.
"Gak deh bang, gue balik aja!! Lagian Base camp White Eagle gak jauh dari sini, gue bisa ke sana." Jelas Revan.
"Ya udah kalo gitu Lo ati ati!!" Seru Mike mengantar Revan sampai ke depan rumah.
Revan segera menaiki motor nya, ia melambaikan tangan pada Mike. Dan segera melajukan motor nya membelah jalanan malam. Tak butuh waktu lama, Revan sudah memasuki base camp nya.
Revan segera mengambil kunci, di jaket nya namun sekali lagi Revan menepuk dahinya nya. Ia lupa kalau jaket nya di pakai oleh Ziva, dengan terpaksa Revan menggedor pintu.
Tok tok tok
tok tok tok
__ADS_1
Entah sudah keberapa puluh kali Revan menggedor pintu tapi tak ada tanda tanda di buka.
"Sial lah ni anak pada kemana?? Tau gini mending gue nginep aja di rumah Ziva tadi..." Revan duduk di kursi dekat pintu.
Tak lama terlihat sebuah motor memasuki pekarangan base camp.
"Lho bang!! Lo kok di luar??" Tanya Gio bingung.
"Kunci gue ketinggalan, gue dari tadi gedor gedor gak ada yang bukain." Jelas Revan dengan wajah di tekuk.
"yah wajar lah bang, orang semua nya lagi di sirkuit!!" Seru Gio.
"Hah?? Sirkuit?? Emang ada jadwal hari ini??" Tanya Revan bingung.
"Ah elah bang, gini nih kalo orang lagi jatuh cinta, suka lupa ingatan!!" Ledek Gio.
Pletak
Gio mendapat hadiah sebuah jitakan di kepala nya.
"Aawww, sakit bang!!" Gio mengusap kepala nya.
"Udah buka pintu nya!!" Titah Revan yang membuat nyali Gio ciut dan segera menuruti perintah Revan.
Mereka pun masuk ke dalam base camp, Revan merebahkan diri di sofa.
"Lo kenapa balik?? Kata nya ada sirkuit kan??" Tanya Revan.
"Gue dua Minggu lagi ada seleksi Olimpiade Kimia bang!!" Seru Gio.
"Oohhh" Revan kelihatan nya tidak tertarik yang membuat Gio ingat sesuatu.
"Oh ya, Ziva juga ikut kayak nya!!" Seru Gio yang membuat Revan langsung menoleh.
"Ziva ikut??" Tanya Revan.
"Lah gimana sih Lo bang?? Kata nya crush tapi gak tau apa apa!!" Seru Gio yang mendapat tatapan tajam yang mematikan dari Revan.
"Hehe, Vis bang!!" Gio mengangkat dua jari nya, pertanda damai pada Revan.
"Iya kan, Ziva selalu ikut olimpiade Kimia tiap tahun nya bang, dan dia slalu juara loh!!" Jelas Gio.
"Really??" Tanya Revan tak percaya.
"Iya bang, dan kayak nya Lo bakal sulit deh buat dapetin Ziva!!" Ujar Gio.
"What?? Kenapa??" Revan kaget mendengar ucapan Gio.
"Yah, setau gue nih yah... Cewek pinter itu suka nya sama cowok yang pinter juga... Apalagi anak kimia, mereka itu terobsesi sama prestasi..." Jelas Gio yang membuat Revan terkena mental.
__ADS_1
"Pinter?? Prestasi??"
"Yah gitu, kena mental kan bang!!" Seru Gio tanpa tau apa yang di rasakan oleh Revan.