
Vano dan Zaki pun sampai di tempat yang di beritahukan oleh Bang Zack. Mereka langsung membuka pintu itu yang ternyata tak terkunci. Zaki dan juga Vano bergegas menerobos ke dalam sana. Mereka di kejutkan dengan keadaan Rega dan Alqan yang begitu mengenaskan.
"Ya Tuhan!!" Ucap Zaki sembari mendekati Rega dan Alqan.
Rega dan Alqan yang mendengar suara itu mencoba mengangkat kepala mereka.
"Gila!! Bener bener biadab mereka!!" Seru Vano.
Zaki dan Vano segera melepaskan rantai yang mengikat Rega dan Alqan. Yah tentu saja mereka sudah bersiap sedari awal. Mereka sudah membawa alat alat untuk melepaskan rantai itu. Setelah lepas, Rega dan Alqan terduduk lemas di lantai. Sedangkan Vano dengan segera melepaskan jaket milik nya. Ia menyelimuti tubuh Rega yang sudah basah oleh keringat dan darah. Begitu pula dengan Zaki, ia melakukan hal yang sama pada Alqan.
Tempat ini sudah sangat mengerikan, bau anyir di mana mana. Rega berusaha menggenggam tangan Vano. Hal itu di sadari oleh Vano, ia langsung menggenggam tangan Rega.
"Qu.. quu.. queen.." Lirih Rega terbata bata.
"Lo tenang aja!! Queen Zi aman sama bang Revan!!" Seru Vano.
Pernyataan Vano membuat Alqan mendongakkan kepala.
"White Eagle??" Tanya Alqan dengan nada lemah.
"Ya Lo berdua aman sekarang!!" Sahut Zaki.
Prok prok prok
Suara tepukan tangan itu membuat mata Zaki dan Vano terbelalak. Mereka dengan segera membalikkan badan nya. Dan betapa terkejut nya mereka saat melihat Bang Zack dan yang lain nya sudah berada di sana. Dengan keadaan yang cukup kacau. Dan pistol pistol yang di acungkan ke dahi mereka.
"wah wah... Rencana yang nyaris sempurna.." Ujar Riyan tersenyum miring sembari menodongkan pistol pada Bang Zack.
"Tapi sayang... cuma nyaris..." Tambah Riyan yang di sambut oleh tawa anggota Winter Blezz.
"Sialan!! Lepasin mereka!!" Geram Vano.
"Hahaha Lo pikir, Lo siapa hah??" Teriak Riyan.
"Hajar mereka!!" Titah Wilson pada anak buah nya yang bebas.
__ADS_1
Empat orang maju ke depan untuk berhadapan dengan Vano dan juga Zaki. Zaki dan Vano pun bersiap untuk bertarung namun sebuah suara menghentikan mereka.
"Kalo berani ngelawan!! Gue pastiin kepala mereka gue lubangi!!" Seru Wilson tersenyum licik.
Vano dan Zaki pun saling berpandangan.
Bugghhh
Bugghhh
prakkkk
Mereka berdua di pukuli habis habisan oleh anak buah dari Wilson. Namun mereka tak bisa melawan karna takut dengan ancaman Wilson yang terdengar tak main main. Sampai Zaki dan Vano terkapar tak berdaya dengan berlumur darah di sana. Rega dan Alqan yang melihat itu hanya bisa terdiam. Mereka hanya bisa merutuki dalam hati karna tak bisa membantu apa apa.
Brakkkk
Tiba tiba pintu ruangan itu melayang mengenai beberapa anggota Winter Blezz. Saat semua nya lengah, Bang Zack dan yang lain nya segera melepaskan diri. Ada yang memelintir tangan Anggota Winter Blezz, ada yang menendang nya, sampai sampai pistol di tangan mereka terpental jauh.
Segerombolan orang berbaju hitam pun masuk menyerbu anggota Winter Blezz. Wilson yang menyadari itu pun, segera melakukan perlawanan. Namun jumlah anggota nya tak mencukupi, karna banyak di antara mereka sedang bertugas di luar.
Bugghhh
Bugghhh
Baku hantam pun tak terhindari lagi, sementara Gibran dan beberapa anggota White Eagle segera menghampiri Rega dan Alqan. Tak lupa mereka juga membantu Zaki dan Vano yang sudah babak belur. Mereka memang sudah membawa beberapa perlengkapan untuk mengobati luka luka. Ya setidak nya pendarahan mereka harus di hentikan segera.
"Minum nih!!" Seru Gibran menyodorkan sebuah pil pada Rega dan Alqan.
Tanpa pikir panjang Rega dan Alqan segera menegak nya dengan bantuan air liur. Yah bagaimana lagi, di sini tak ada air minum ya kan. Kepepet nama nya, walaupun pahit harus tetap di tegak. Itu adalah pil pereda rasa sakit, itu setidak nya bisa meredakan rasa sakit di tubuh mereka. Dan juga menghambat pendarahan mereka.
Saat ingin membawa mereka pergi, Riyan dan beberapa anggota Winter Blezz menghalangi mereka. Terjadi lah baku hantam di sana, sedangkan Alqan dan juga Rega hanya bisa menonton. Karna tak bisa melakukan apa apa. Rega benci saat saat seperti ini, tapi harus bagaimana lagi.
Brakkkk
Suara kursi melayang di sana, beberapa orang memasuki ruangan itu. Yah itu adalah Mike dan beberapa orang berbaju hitam. Dan dua orang yang memakai masker. Siapa lagi kalau bukan Alex dan juga Fajar. Mereka sengaja memakai masker agar tak di kenali. Alex dan Fajar langsung berhadapan dengan Wilson. Karna di sini musuh terkuat adalah Wilson. Sedangkan Mike langsung menerjang Riyan di sana.
__ADS_1
Pertarungan mereka sangat sengit, tak ada yang mau mengalah. Sampai akhir nya Riyan sedikit terpental akibat tendangan dari Mike. Namun tak di sangka Riyan malah mendapatkan keuntungan. Ia menemukan sebuah pistol yang tadi sempat terpental. Dengan segera ia menodongkan pistol tersebut. Mike yang tak menyadari nya tak sempat menghindar.
Dorr
Suara pistol di tembakan, semua mata terpaku mendengar suara tembakan itu. Namun di detik detik terakhir Rega berdiri dan berlari menghadang di depan Mike.
Blessshh
Mike yang melihat itu membelalakkan mata nya, tepat di depan mata nya Rega berdiri. Darah memuncrat keluar dari dada Rega, ya peluru itu tepat mengenai dada nya. Dengan segenap kesadaran nya, Rega berlari ke arah Riyan. Menerjang nya sekuat tenaga, Riyan yang tak ada persiapan pun tak berkutik. Rega mendorongnya sembari memeluk tubuh Riyan. Mereka berdua terhempas ke belakang Riyan yang merupakan dinding kaca.
Pyarrrrr
Suara kaca pecah yang sangat terdengar nyaring di telinga. Kaca kaca pun bertebaran seiring dua orang pemuda jatuh ke bawah sana.
"Rega!!" Teriak Mike dan juga Alqan di sana.
Sedangkan yang lain nya menatap tak percaya apa yang barusan mereka lihat. Mike terduduk lemas di sana, air mata nya mengalir seketika. Bak di sambar petir tubuh nya bergetar hebat. Bagaimana tidak kalau ia menyaksikan sendiri sahabat nya meregang nyawa dengan cara yang begitu tragis.
Alex segera mengakhiri pertarungan nya dengan Wilson. Ia berlari ke arah dinding kaca yang telah pecah itu. Ia melihat ke bawah memastikan apa yang terjadi namun gelap malam menghalangi pandangan nya. Ia berbalik menatap adik nya yang terduduk lemas dengan mata yang kosong.
"Sial!!" Rutuk Alex dalam hati.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Wilson dan beberapa anggota Winter Blezz yang bebas segera melarikan diri dari sana. Bang Zack yang berada di dekat Alqan segera memeluk Alqan. Karna ia meraung frustasi seperti orang kesetanan. Bang Zack berusaha menenangkan Alqan.
"Ini mimpi!! Ini pasti mimpi!!" Teriak Alqan.
Hay2 Readers ku yang setia...
maaf belum bisa memenuhi permintaan crazy up 🙏🙏
Tapi ini sesuai dengan permintaan, readers ku yg setia dari awal, yaitu Lucas..
Di chapter selanjutnya mengandung bawang guys...
Hayoo Lucas inget gak permintaan nya pas di eps 69 😅😅
__ADS_1
Ku kabulin lho ya 😂😂
Jangan lupa like, komen and vote nya yah 😍😍