Most Wanted School

Most Wanted School
Bertindak Bodoh


__ADS_3

Flash back


Karena hari sudah menjelang senja, pencarian di hentikan baik dari tim White Eagle atau pun dari tim Warrior. Mereka berkumpul di gudang otomotif White Eagle, mereka terlihat begitu lelah karena pencarian mereka yang begitu melelahkan. Dan medan yang mereka lalui pun begitu sulit, belum lagi hewan hewan buas yang harus mereka hadapi di hutan itu. Bahkan ada beberapa dari mereka yang terluka, untung saja tidak begitu parah. Itu sebab nya pencarian fi hentikan karna jika malam hari akan menambah resiko dan tingkat bahaya. Apalagi di hutan itu seperti nya begitu banyak hewan liar yang bersembunyi di sana.


"Sekarang kita gimana bang??" Tanya Zaki pada Bang Zack.


"Buat sementara kita berenti dulu, karna resiko nya terlalu tinggi!!" Ujar Bang Zack.


"Tapi gimana soal bang Rega??" Lirih David yang membuat Reynan menepuk nepuk punggung David untuk menenangkan nya.


"Gue tau lu khawatir, tapi lu juga harus inget kalo sampe kita kenapa kenapa karna nekat gimana?? Kita semua udah terlalu sedih soal Rega, kalo sampe ada yang lain juga kita semua bakal bener bener hancur..." Jelas Zico yang membuat David menunduk.


"Dan yang pasti nya bakal hancur banget itu queen Zi..." Ujar salah seorang anggota Warrior yang membuat tatapan semua orang teralih pada nya.


Saat semua orang sibuk dengan pemikiran nya masing masing tiba tiba Vano datang dengan tergesa gesa. Ia terlihat begitu panik, dan wajah nya begitu sulit untuk fi artikan. Bang Zack yang melihat itu langsung menenangkan Vano, Vano berusaha mengatur nafas nya. Dengan mata yang sudah berlinang air mata yang sudah siap untuk terjatuh.


"Lo kenapa No??" Tanya Zaki.


"Hasil nya udah keluar.." Ucap Vano namun saat ingin melanjutkan nya ia tak kuasa untuk berbicara.


"Apa mya yang keluar??" Tanya Reynan mengernyitkan dahi nya.


Namun bukan nya menjawab, Vano malah terduduk lemas di lantai sembari terisak. Hal ini membuat semua orang yang berada di sana terkejut dan bingung. Reynan beranjak ke arah Vano, ia berusaha menenangkan Vano. Ia tau kalau pun ia bertanya ia tak kan mendapatkan jawaban dengan kondisi Vano yang seperti ini. Tiba tiba seseorang datang...


"Bran??" Ujar Bang Zack ketika melihat kehadiran Gibran.


"Gue dapet informasi dari petugas!" Seru Gibran yang membuat semua orang tertegun dan seketika melihat ke arah Vano.


Deg

__ADS_1


Jantung mereka seakan berhenti berdetak, terutama David yang sekarang sedang menyingkirkan semua pikiran buruk itu.


"Hasil nya udah keluar!! Mayat yang di temui petugas itu...." Lidah Gibran mendadak kelu melihat ekspresi orang orang di hadapan nya.


"Haahhhhhh....." Gibran menarik nafas panjang.


"DNA nya cocok dengan Rega." Seru Gibran.


Jedarrrrrrr


Semua orang di sana seakan di sambar petir mendengar pernyataan dari Gibran, terutama David yang sudah terduduk lemas di sana. Tiba tiba semua orang di sana menjadi lemas tak berdaya, tulang mereka mendadak menjadi lunak. Sampai tak lagi mampu berdiri, air mata mereka semua mendadak membanjiri suasana. Gibran dan Bang Zack pun tak mampu menyimpan ke sedihan mereka. Mereka ikut merasakan apa yang di rasakan oleh mereka semua. Karna mereka pernah kehilangan orang yang sangat berharga untuk mereka. Bang Zack yang biasa nya bisa menenangkan suasana seketika menjadi bungkam. Karna ia sendiri tak tau harus berbuat apa untuk mengendalikan situasi sekarang.


Berjam jam mereka dalam keheningan, bahkan bang Zack ntah sudah berjuta kali menghembuskan nafas kasar. Lalu ia teringat akan Mike, ia segera mengambil ponsel nya dan pergi keluar untuk menghubungi Mike.


Di sisi lain, Mike sedang berada di apotik untuk menebus obat Ziva. Ia sedang menunggu obat yang sedang di siapkan oleh apoteker. Tiba tiba ponsel nya bergetar, ia melihat nama bang Zack terpampang jelas. Mike mengernyitkan dahi, ya dia memang sempat bertukar nomor telpon dengan bang Zack untuk mempermudah komunikasi.


In call


"Mike lu di mana??" Tanya bang Zack.


"Gua?? Gua lagi mau nyusulin Ziva bang!!" Seru Mike yang sebenarnya bungung mengapa bang Zack menanyakan keberadaan nya.


"Haiissshhh..." Terdengar helaan nafas bang Zack yang membuat Mike semakin bingung.


"Ini soal Rega'' Ujar bang Zack yang membuat wajah Mike seketika berubah menjadi tegang.


"Ke.. Kenapa??" Tanya Mike gugup dan cemas.


"Hasil nya udah keluar... DNA mayat yang di temukan petugas cocok dengan Rega!" Ujar Bang Zack.

__ADS_1


Jedarr


Mike langsung diam membeku, tubuh nya bergetar hebat air mata nya seketika luruh. Hal ini tak luput dari penglihatan petugas apotek di sana, salah satu apoteker itu pun menghampiri Mike.


"Mas nya gak papa??" Tanya apoteker itu dengan segera Mike mengendalikan emosi nya, ia menghapus jejak air mata nya.


"Gak papa kok!!" Ujar Mike berusaha tersenyum.


"Ohh, ini obat nya!!" Ujar apoteker itu menyerahkan bungkusan obat pada Mike.


"Ah makasih, kalo gitu saya permisi!!" Mike langsung keluar dari apotik dan tak lupa mematikan sambungan telpon.


Yah meskipun cara nya tak begitu sopan karna ia langsung mematikan nya begitu saja. Mike segera menaiki motor nya dan lengsung menancap gas. Ia melajukan motor nya dengan kecepatan yang begitu tinggi, namun untung saja keadaan jalan cukup longgar sehingga tak akan terjadi kecelakaan. Hati nya begitu bergejolak sekarang, jantung nya seakan di remat dan di tusuk ribuan pedang. Ia semakin menambahkan kecepatan motor nya, tanpa memperdulikan keselamatan nya lagi. Mata nya seperti di buat kan oleh berita yang baru saja di dengar nya. Bahkan saat sebuah truk melaju di depan nya bukan nya menghindar ia seakan sengaja ingin menabrakan motor nya ke truk itu. Namun tiba tiba sepintas suara Ziva memanggil nya terngiang ngiang di kepala nya. Seketika ia langsung membelokkan stang motor nya sampai tercipta bekas dari gesekan antara aspal dan roda motor nya.


Untung saja ia sudah biasa di lintasan jadi ini bukan lah hal yang terlalu sulit untuk nya. Ia mampu mengendalikan motor nya dengan sangat stabil dan mampu berhenti saat sudah berada di pembatas jalan.


Sedangkan sopir truk tadi segera menghentikan laju truk nya. Ia segera turun untuk memastikan keadaan. Ia berlari ke arah Mike yang sudah turun dari motor dan bersandar di pembatas jalan sembari melepaskan helm nya.


"Ya Allah dek!! Gak papa kan??" Tanya supir truk itu panik.


"Gak papa bang!!" Ujar Mike yang berusaha tetap tenang.


"Ya Allah dek lain kali jangan kebut kebutan, sayang nyawa.... Nyawa cuma satu, kasian keluarga di rumah!!" Ujar supir truk itu.


"Iya bang, sekali lagi maaf yah!!" Seru Mike menunduk, supir itu pn mengangguk dan pamit karna ia sudah di telpon bos nya untuk segera kembali.


Selepas kepergian supir truk itu, Mike menatap jurang yang berada di depan pembatas jalan itu. Tatapan nya begitu kosong, ia seketika menjambak rambut nya frustasi.


"Aaaaartgghhhhhhhhhhh......"

__ADS_1


Mike melampiaskan segala hal yang bergejolak dalam hati nya, setelah lebih tenang ia melanjutkan perjalanan. Jika bukan teringat Ziva mungkin ia sudah hanya tinggal nama. Yang ada di pikiran nya sekarang hanya lah adik kesayangan nya. Hampir saja ia mati konyol karna emosi nya yang tak bisa ia kendali kan. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jadi nya kalau diri nya benar benar menabrakan diri pada truk itu. Yang ia pikirkan hanya lah adik kesayangan nya itu, sudah hancur ia harus menerima kenyataan tentang Rega. Kalau ia pun ikut pergi, siapa yang akan menjaga adik kesayangan nya itu. Ia pasti akan lebih hancur lagi, Mike merutuki diri nya sendiri yang sempat bertindak bodoh. Ia melajukan.moyor nya dengan kecepatan sedang, ia tak ingin di kendali kan oleh emosi lagi. Bisa bisa ia benar benar bertindak bodoh, dan malah semakin memperkeruh keadaan. Tak berapa lama ia pun sampai di titik lokasi yang di berikan oleh Ziva. Terlihat di depan nya sebuah villa yang cukup nyaman dan sekitar nya pun nasih sangat asri.


Flash back off


__ADS_2