
Setelah balapan itu selesai mereka memilih nongkrong di cafe dekat sana yang di kelola oleh Farel, Anggota White Eagle.
"Bang minum dulu nih, makan pesen aja gratis buat hari ini!!" Seru Farel saat anak buah nya menyajikan minuman untuk tamu nya.
"Thanks" Sahut Mike.
"Woyyy Mike!!!" Teriak Randi yang baru sampai di cafe.
Revan, Gio dan beberapa anggota White Eagle lain nya keheranan melihat cara menyapa Randi yang begitu akrab dengan King nya Warrior. Melihat kedatangan Randi, Mike pun berdiri dan menyambut nya dengan pelukan singkat. Begitu pun Alqan, Bastian, dan juga Rega yang memang sudah mengenal Randi.
"Wait, wait, wait... Kalian saling kenal??" Tanya Gio.
"Ya jelas lah, brother gue nih..." Jelas Randi.
"Hah??" Revan dan Anggota White Eagle yang lain nya masih pada bingung.
"Duh, Van.. Dia sepupu gue, kakak nya Zivara yang kita ceritain di Insta itu loh sama Reno!!" Jelas Randi.
"Ahhhh, ya ampun iya, gue inget!!"
Mereka pun melanjutkan obrolan santai sambil minum dan memakan cemilan yang di sediakan. Sampai Mike melupakan sedikit rasa gelisah nya, bahkan amarah nya pun berangsur berkurang. Ia bersyukur Keputusan nya untuk keluar malam ini adalah benar.
Jujur hati nya masih sangat khawatir dengan keadaan adik kesayangannya itu. Namun ia harus tetap tegar supaya adik nya itu gak drop keadaan nya. Setelah asyik ngobrol tak terasa sudah hampir jam 1 pagi. Mike memutuskan untuk kembali pulang namun sebelum itu ia menghubungi Tasya terlebih dulu.
"Hai Sya, sorry ganggu.."
"Gak apa kak!! Mau nanyain Ziva ya??" Tanya Tasya.
"Iya Sya."
"Dia dah tidur dari tadi abis minum obat, soal nya obat nya emang bikin ngantuk" Jelas Tasya.
"Makasih ya Sya, Lo dah jagain Si" Ujar Mike.
"Iya sama sama kak... Pokoknya Kakak gak usah khawatir selama masih ada aku, Zi gak bakal kenapa Napa" Seru Tasya meyakinkan Mike.
"Ya udah gue tutup dulu, bye!!" Mike memutuskan sambungan telepon nya.
"Siapa bang?" Tanya Revan penasaran.
"Temen adek gue, dia lagi sakit maka nya gue suruh dia buat jagain adek gue" Jelas Mike.
"Kenapa gak Lo aja yang jagain??" Tanya Gio.
__ADS_1
"Bukan gue gak mau jagain.... Tapi dia cewek, ya gue rasa cewek bisa lebih ngerti sesama cewek" Jelas Mike yang di sambut oh ria oleh semua orang yang ada di sana.
"Oh, get well soon aja buat adek nya bang!!" Seru Revan.
"iya thanks, By the way gue balik dulu ya!!" Seru Mike yang langsung berdiri.
"Kita juga pamit!!" Seru Bastian.
"Oke lain kali main sini lagi!! Kita nongkrong bareng!!" Ajak Gio.
"Oke pasti" Sahut Rega.
Karena sudah terlalu malam dan gak mungkin Mike bertamu ke rumah Tasya jam segini, jadi Mike memutuskan untuk kembali ke base camp. Sampai di base camp, Rega menyetop nya di ruang tengah tempat biasa nya anak anak Warrior berkumpul.
"Napa?" Tanya Mike.
"Bentar, tunggu Randi dulu!!" Seru Rega yang membuat Bastian dan Alqan jadi ikut penasaran dan menunggu di sana juga.
Namun sudah lebih dari lima belas menit, orang yang di tunggu tak kunjung datang.
"CK, nunggu sampe kapan nih??!!" Tanya Bastian yang sudah kesal.
"Sabar bang, kan pas kita balik dia masih di cafe!!" Ujar Alqan.
"Sorry nih, lama ya??" Tanya Randi sembari duduk di antara mereka.
"Dah gak papa" Seru Mike memberi isyarat kepada Rega untuk memulai.
"Jadi gini, gue sama Randi mau bales nenek lampir yang udah nyakitin Zi!!" Jelas Rega yang membuat Mike, Bastian dan juga Alqan mengeraskan rahang.
"Sekolah gak bisa ngeluarin dia sama antek antek nya karna ada pendukung di belakang nya. Dan kebetulan bokap gue lagi gak ada di tempat jadi gue susah bertindak..." Randi menghela nafas berat.
"Dan kalau pun bokap gue bisa ngeluarin dia nanti, tapi itu aja gak cukup buat bales apa yang udah dia lakuin sama Ara!!" Tambah Randi.
"So... Kita harus bikin apa?? Apa kita mampusin aja dia??" Usul Alqan yang membuat semua orang menoleh karna biasa nya Alqan akan menolak kalau berhubungan dengan nyawa orang.
"Wow... Sadis juga lu, biasa nya tengil paling gak suka maen maen sama nyawa orang!!" Ledek Rega.
"CK... beda masalah nya, dia dah berani nyakitin Queen" Tandas Alqan yang terlihat serius dengan ucapan nya.
"hahhh.. Udah, gue gak setuju!!" Mike menghela nafas.
"Loh kenapa bang??" Protes Alqan.
__ADS_1
"Terlalu gampang buat dia!!" Seru Mike, Rega dan Randi yang membuat Bastian dan Alqan mengangguk paham.
"Jadi?? Masa kita diemin aja!!" Sahut Bastian.
"Kita jatuhin dia sejatuh jatuhnya sampe dia gak bisa berdiri lagi!!" Seru Randi yang membuat Alqan menelan air liur nya.
"cara nya??" Tanya Mike.
"Gini, gue udah selidikin dikit tentang dia... Lo liat aja sendiri" Randi menyodorkan Beberapa berkas dan foto.
"Oh God!!" Bastian syok melihat foto foto itu.
"Serius dia masih SMA??" Bastian menutup mulut nya tak percaya.
"Ya, tapi bukti ni masih belum cukup, karna dia masih bisa ngelak dengan bilang ni palsu atau editan." Seru Rega yang membuat semua orang mengangguk paham.
"Jadi gue punya rencana gini......"
Skip
Mereka lagi bahas rencana balas dendam untuk Ziva. Apa ya kira kira?? Cuss tunggu eps berikut nya!!
"Oke jadi gitu!! Gimana menurut kalian??" Tanya Randi ketika sudah mengutarakan pendapat nya.
"Gila Lo bang!!!" Seru Alqan yang membuat semua orang menoleh.
"Keren banget!! Gue setuju!!" Tambah Alqan yang mendapat toyoran dari Bastian.
"Kirain Lo gak setuju!! Ngomong gila gila segala!!" Kesal Bastian.
"Setuju banget lah, biar tuh nenek lampir ancur se ancur ancur nya!!" Seru Alqan dengan semangat.
"Buat cari orang, Bas Lo yang paling bisa di andelin di antara kita!!" Seru Mike
"Qan, tugas Lo retas jaringan sekolah, buat bikin viral di web sekolah kalo bisa sampe viralin di media sosial!!" Tandas Rega.
"Gue bakal urus masalah kamera sama cctv di sana!!" Ujar Mike.
"Gue sama Randi bakal mancing dia buat masuk jebakan." Ujar Rega.
"Oke" Sahut mereka serempak.
"Kita bikin dia menyesal karena udah berurusan dengan Queen Zi" Seru Alqan yang membuat semua orang tersenyum.
__ADS_1
Alqan merupakan yang termuda di antara mereka, terkadang sikap nya tengil. Tetapi ia sangat melindungi teman teman nya terutama Ziva. Alqan sangat menyayangi Ziva, karna untuk laki laki memang dia yang termuda tapi sebenarnya Ziva lah yang termuda di Warrior. Ia sudah menganggap Ziva sebagai adik kecil nya, yang harus ia jaga dengan sangat baik.