
"Woyy!!! Ya elah malah ngelamun nih anak!!" Seru Randi yang jengah melihat Revan sedari tadi melamun.
"Hah? Apa?"
"Jangan ngelamun Mulu!! Ntar kesambet baru tau rasa lu!!" Seru Randi.
Revan hanya mendengus kesal.
Ting
"Tuh, kalo Lo mau jenguk Ziva!!" Randi sengaja share lock rumah Tasya pada Revan.
"Hahh?? Siapa juga yang mau jenguk dia??" Ujar Revan membuang muka ke arah lain.
"Mmm ya udah terserah Lo aja!! Tapi jangan nyesel!!" Peringat Randi yang membuat Revan kembali menatap nya.
"Nyesel??"
"Ya, nyesel. Jangan terlalu ninggiin gengsi atau ego Lo, karna saat orang itu gak ada dan Lo baru sadar dia penting tapi itu dah terlambat!! Dia mungkin udah nemuin kebahagiaan nya sendiri!!"
"Liat ke hati Lo Van!! Jangan sampe Lo nyesel nanti nya!!" Randi menepuk bahu Revan dan berjalan ke lantai atas untuk istirahat di kamar yang biasa ia pakai ketika ia malas pulang ke rumah.
Randi meninggalkan Revan sendiri yang masih sibuk dengan kegundahan di hati nya. Ya Revan memang sedikit merasa khawatir dan belakangan ini memang sering berlebihan dengan si cupu, tapi apakah itu rasa suka. Lalu bagaimana dengan perasaan nya pada Syila, ia tau bahwa ia sangat menyukai Syila.
"Aarrrggghhhh" Revan mengacak rambut nya frustasi.
"Masa gue suka sama modelan kayak si cupu sih!!" Gerutu Revan.
"Tapi dia sakit juga gak lepas dari salah gue. Gue tau kalo Jessy kayak gitu karna rasa cemburu nya yang berlebihan. Aiiisshhhh jadi harus jenguk nih??" Tanya Revan pada diri nya sendiri.
"Dah, besok aja deh!!" Revan mengurungkan niat nya untuk membesuk Ziva karena melihat langit sudah senja.
Ia tak mungkin bertamu ke rumah seorang gadis malam malam. Apa kata keluarga nya nanti?
"Lah kok gue malah mikir aneh aneh sih!!" Heran Revan.
"Dah ah, mandi terus ke sirkuit!!" Ujar Revan kemudian berlalu menuju kamar nya.
Sedangkan di sisi lain, seorang gadis cantik sedang berbaring di tempat tidur. Ia terus memegang ponsel nya, seperti berharap seseorang menghubungi nya.
Tringgg
Dengan lincah ia segera menekan tombol hijau untuk menjawab panggilan telpon itu.
"Hallo"
"Ra, sorry gue sibuk banget hari ini!!" Seru Nathan dengan nada yang tak biasa.
__ADS_1
"Ummm, gak papa kok Tan!!" Sahut Ziva sembari tersenyum meskipun tak bisa di lihat oleh lawan bicara nya.
"Gue dah tau dari Rega, gimana keadaan Lo??" Tanya Nathan cemas.
"Gue gak papa kok, cuma belum bisa gerak banyak dan harus pasang infus doank" Seru Ziva.
"Lo gimana sih Ra, kan gue dah bilang Lo gak boleh kecapean!! Dan lagi kenapa Lo gak lawan tuh orang??" Ujar Nathan yang sedikit emosi mendengar cerita dari Rega beberapa menit yang lalu.
"Haiissshhh kalo gue ada tenaga, mungkin tuh orang yang bakal masuk UGD!!" Dengan Ziva kesal mengingat kejadian tadi pagi.
"Lo sih, gak ati ati!! Gimana? Apa mau gue turun tangan buat ngabisin tuh orang??" Tanya Nathan dengan nada serius.
"Hah??? Gak! Gak usah Lo yang turun tangan, Kak Randi dah janji kok bakal ngurus semua nya... Lagi pula kan masih ada Kak Mike juga!!" Jelas Ziva yang tak mau melibatkan Nathan dalam urusan nya kali ini.
"Aiiisshhhh, ya udah lah, tapi inget Lo harus jaga kondisi Lo, jangan sampe ke ulang lagi!!" Tandas Nathan.
"Oke siap!!"
"By the way, Lo dah makan??" Tanya Nathan.
"Udah, tadi banyak banget malah. Kak Mike gak ngijinin aku berenti makan sebelum semua nya abis.. Perut ku udah mau meledak rasa nya.." Rengek Ziva, ia memang slalu bersikap manja dengan Nathan.
"hHahahaha itu nama nya Mike sayang sama Lo, Ra!!"
"Hemmzzz iya tau!!"
"Oke, see you!!"
"See you too"
Tut Tut Tut Tut
Sambungan telpon terputus, Ziva meletakkan kembali ponsel nya di nakas. Ia menatap langit langit kamar itu, benar benar hari yang melelahkan. Kemudian terbesit ingatan saat di lapangan sekolah tadi. Ia benar benar tak menyangka bahwa Revan langsung berlari ke lapangan bahkan melepas almamater nya untuk ia pakai.
Revan bahkan membela nya dengan sangat tegas di depan seluruh siswa sekolah nya. Wajah amarah Revan masih terlihat jelas di pelupuk mata Ziva. Ia sangat ingat setiap kata yang terlontar dari bibir Revan ketika membela nya, bahkan tak segan menyakiti Jessy dan teman teman nya.
"Ehhh... Kenapa gue malah mikirin tuh cowok rese!!" Gerutu Ziva saat menyadari ia sedari tadi memikirkan Revan.
"Gak, gak, gak!!! Apaan sih!! Revan kayak gitu karna dia simpati sama gue!! Karna kan gue mentor nya dia!! Iya pasti kek gitu!!" Seru Ziva.
"Lah emang si Revan punya niat apaan lagi bantuin gue?? Duh nih otak kayak nya perlu di servis!!"
Tringgg
Tanpa pikir panjang Ziva segera mengangkat telpon itu yang ia pikir adalah telpon dari Nathan.
"Iya Tan?? Kenapa nelpon lagi??" Tanya Ziva tanpa melihat kontak nomor yang memanggil.
__ADS_1
"Tan??"
"Ehhh??" Ziva buru buru melihat kontak nama nya 'Anak Dajjal'.
"Revan??"
"Iya ini gue, bukan Tan!!! Tan, siapa? Nathan?? Kecewa karna gue yang nelpon??" Seru Revan dengan nada sedikit ngegas.
"Lah kenapa nih cowok?? PNS??" Batin Ziva.
"Gak kok Van, kenapa nelpon?" Tanya Ziva.
"Kenapa emng? gak boleh nelpon Lo?? Atau Lo lagi nungguin telpon dari Nathan??" Tandas Revan sedikit emosi.
"Ya gak gitu, kan nanya doank Van..." Dengan Ziva.
"Hmmm, udah lah!! Gimana kondisi Lo??" Tanya Revan menurunkan nada bicara nya.
"Lah tumben, Alus ngomong nya ni anak!!" Batin Ziva.
"Oh, baik... cuma perlu istirahat doank kata dokter!!" Sahut Ziva membuat Revan bernafas lega.
"Syukur deh..."
"Iya... Oh iya sorry ya, gue gak jadi bantuin Lo beli kado buat ultah nya Syila" Seru Ziva.
"hah?? oh iya gak usah Lo pikirin, lagian kan ultah nya masih berapa hari lagi jadi entar bisa nyari kado nya!!" Ujar Revan yang sebenarnya ia baru ingat kalau janjian dengan Ziva membeli kado ultah untuk Syila.
"Iya.."
"By the way, sorry gara gara gue Lo kek gini!!" Seru Revan yang membuat Ziva tertegun sejenak.
"Hah?? kuping gue masih bagus kan?? Gue tadi denger Revan minta maaf!! Wow amazing!!" Batin Ziva merasa aneh.
"Zi??" Panggil Revan saat tak mendengar jawaban dari Ziva.
"Oh iya?? Kenapa Lo minta maaf kan bukan..."
"Salah gue!! Jessy kayak gitu sama Lo pasti berkaitan sama gue" Jelas Revan memotong ucapan Ziva.
"Hmm iya, udah lah gak usah di pikirin, Alfian aku juga gak papa kan.." Seru Ziva.
"Ya udah kalo gitu, Lo istirahat gih!! Dah malem!!" Seru Revan saat melihat sudah pukul 19:30.
"Iya..."
"Oke, good night!!"
__ADS_1
"night too"