Most Wanted School

Most Wanted School
Prioritas Utama


__ADS_3

Sesuai perintah Revan anggota White Eagle mengamankan sepanjang jalan pemakaman, bahkan area pemakaman pun tak luput dari pantauan mereka. Sementara Ziva, Mike, Revan, dan Bastian berada dalam satu mobil, sedangkan anggota Warrior yang lain mengiringi mereka menggunakan motor mereka. Ziva terus saja bersandar pada bahu kakak nya itu, jujur saja kepala nya saat ini masih begitu sakit. Tapi ia tak bilang apapun pada kakak nya, yang Ziva ingin kan hanya lah menemui mommy nya. Melepas rindu, meski hanya untuk menabur bunga di makam mommy nya.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di pemakaman, sebenarnya Mike dan kawan kawan heran kenapa bisa sepi begini. Biasa nya tiap kali ke pemakaman akan bentrok sama anak buah Alzheir yang slalu mencari keberadaan Ziva selama ini. Karena mereka tahu kalau pewaris sah Askara adalah putri dari Argita Askara yaitu Ziva. Namun mereka slalu gagal, karena Nathan slalu menutup rapat informasi tentang Ziva. Ini lah alasan yang membuat Mike tetap diam saat Ziva dekat dengan Nathan walaupun sebenarnya ia tak terlalu suka dengan Nathan.


"Ra, dah nyampe.." Ujar Mike ketika melihat Ziva yang tertidur di bahu nya.


"Emmmmhhh.." Ziva mengucep mata nya dan perlahan menegakkan posisi duduk nya.


"Udah nyampe??" Tanya Ziva yang masih mengumpulkan nyawa nya yang membuat Mike terkekeh gemas.


"Iya, yuk turun!!" Ajak Mike, sementara Revan yang lebih dahulu turun dari mobil langsung membuka pintu mobil.


Ziva keluar dengan hati hati, ia sekarang memakai jaket hitam dan juga masker, untuk jaga jaga jikalau situasi tak terkendali. Ia tak ingin di kenali oleh seseorang, kali ini ia tak menolak Revan ia menyambut uluran tangan Revan. Hanya hal sekecil ini pun sudah membuat nya sangat senang, ia merangkul bahu Ziva dan menuntun nya mengikuti langkah Bastian yang sudah berjalan terlebih dahulu. Sedangkan Mike dan Randi berjalan di belakang mereka. Tak lama mereka sampai di sebuah makam, yang membuat Ziva membenamkan wajah nya dalam pelukan Revan. Awal nya Revan kaget, namun setelah nya ia langsung mengusap punggung Ziva untuk menenangkan nya. Mike pun beranjak mendekati Ziva, ia menepuk bahu Ziva pelan.


"Nih..." Mike menyerahkan sebuket bunga Lili kesukaan mommy nya Ziva, dan juga sekerajang kelopak mawar dan Ziva pun langsung menerima nya.


Randi dengan segera menarik Revan menjauh dari sana, begitu pun Mike dan Bastian mereka juga beranjak menjauh dari sana.


"Kenapa??" Tanya Revan bingung.


"Lebih baik biarin Ara jaga privasi nya!!" Sahut Randi yang membuat Revan tertegun sesaat.


"Jangan lengah!!" Seru Mike.


"Gue heran, tumben nih adem ayem!!" Ujar Bastian.


"Maka nya gue bilang jangan lengah!! Jangan jangan ini siasat mereka supaya kita lengah!!" Seru Mike.


"Iya juga!!" Sahut Bastian.

__ADS_1


Sementara Revan sibuk memperhatikan gadis pujaan hati nya dari jauh, ia melihat Ziva menaruh bucket bunga di nisan itu.


"Apa pun yang terjadi gue pasti lindungin lo Zii.... Gue gak peduli sama pilihan lo nanti, asal lo bahagia gue juga ikut bahagia..." Batin Revan.


"Salah sendiri... Gue terlalu mencintai lo, cinta sampe bodoh.." kekeh Revan dalam hati.


Sementara Ziva tengah menaburkan kelopak bunga mawar pada makam mommy nya.


"Mom... Ara dateng..." Monolog Ziva.


"Maaf yah!! Ara jarang banget nengokin mommy... Mommy jangan marah yah sama Ara...."


"Hiksss... Mom... Ara kangen... Hiksss.." Tangis Ziva pecah dan itu dapat terdengar oleh Mike dan yang lain nya namun mereka tak ingin mengganggu Ziva.


"Mom... Mommy pasti liat Ara kan dari sana... Ara bingung mom, kenapa dada Ara sakit banget pas liat itu mom... Padahal Ara udah yakinin diri Ara buat gak jatuh cinta sama dia..."


"Tapi Ara gak bisa boong, dia bikin Ara nyaman ada di dekat nya... Dia bawa pelangi baru di hidup Ara..."


"Dan Nathan... Ara gak sanggup buat nyakitin orang sebaik Nathan mom..."


"Hikkssss... Dan lagi, Rega... Rega ninggalin Ara mom... Dia tega ninggalin Ara... Hikss..."


Ziva terus saja meluapkan isi hati nya di sana, sedangkan Mike dan yang lain nya terus berjaga dari kejauhan. Apalagi Revan yang tak luput pandangan nya dari gadis yang sedang menangis di pusara ibu nya itu. Revan menatap Ziva dengan sendu, Revan tau di balik sikap tegas dan dingin Ziva sebagai queen Warrior tapi Ziva tetap lah seorang gadis biasa. Hati nya begitu rapuh, sampai mungkin di senggol sedikit maka akan hancur berkeping keping.


Setelah beberapa lama Ziva mengadu keluh kesah nya, ia menghapus air mata nya dan beralih mencium pusara mommy nya. Hal tersebut langsung di tangkap oleh Mike, ia segera beranjak mendekat ke arah Ziva di ikuti oleh yang lain. Mike langsung merangkul adik kesayangan nya itu, ia membantu Ziva untuk berdiri. Ziva yang sudah tak kuasa menahan gejolak yang ada di hati nya langsung membenamkan diri dalam pelukan Mike. Mike menghelan nafas panjang kemudian mengusap punggung Ziva guna menenangkan adik nya itu.


"Udah lebih baik??" Tanya Mike ketika pelukan Ziva mulai mengendur.


"Hmmm..." Gumam Ziva sembari mengangguk.

__ADS_1


"Ya udah... Kita pulang oke!!" Seru Mike yang di angguki oleh Ziva.


"Tante... Tenang aja.. Aku bakal jagain Zii..." Batin Revan menatap pusara di hadapan nya.


"Yuk!!" Ujar Randi pada Revan karna Revan yang tak beranjak dari tempat nya.


"Ah.. Iya!!" Sahut Revan.


Mereka pun dengan segera keluar dari area pemakaman, langsung menuju ke mobil mereka. Namun Revan sempat berhenti dulu, dan bertanya pada bang Zack yang kebetulan berada di sana untuk mengawasi anggota White Eagle.


"Bang!!" Panggil Revan.


"Eh, Van..."


"Gimana aman kan??" Tanya Revan memastikan.


"Tenang aman, gak ada yang terlihat aneh!! Dan gak ada yang bikin rusuh juga!!" Seru Bang Zack.


"Syukur lah!!-Thanks yah bang!! Sorry ngerepotin!!" Seru Revan.


"Its oke lah..." Sahut Bang Zack.


"Ya udah abis ini suruh anak anak balik aja!! Ntar gue tranfer, traktir mereka gih!!" Seru Revan.


"Widiiihhhh rejeki nih hehe..." kekeh Bang Zack.


"Ya udah gue tinggal yah!!" Seru Revan.


Setelah berpamitan dengan bang Zack, Revan langsung memasuki mobil. Terlihat Ziva sedang tertidur di pangkuan Mike di kursi belakang yang membuat Revan tersenyum simpul. Setelah Revan masuk Randi segera menancap gas, sedangkan Bastian ia ikut dengan Alqan karena melihat seperti nya Ziva butuh istirahat jadi ia menyuruh Ziva berbaring di pangkuan Mike. Selama perjalanan tak ada yang membuka suara, mereka sibuk dengan pikiran masing masing, Ziva?? Jangan tanyakan, kondisi nya memang belum stabil jadi ia sekarang terlelap untuk menghilangkan sedikit rasa sakit yang mendera kepala nya. Sesekali Revan melirik Ziva melalui kaca spion mobil.

__ADS_1


"Zii.... Lo adalah prioritas utama gue saat ini..." Batin Revan.


__ADS_2