Most Wanted School

Most Wanted School
Ketemu Malaikat Maut


__ADS_3

Di sebuah gedung kosong tepat nya di markas Winter Blezz. Bang Zakat dan beberapa anggota White Eagle masuk dengan santai nya. Namun saat ingin masuk ke sebuah ruangan tiba tiba sebuah suara menghentikan mereka.


"Berenti!!" Suara itu menggema di sana.


Orang itu berada sedikit agak jauh dari posisis Bang Zack dan teman teman nya. Sehingga ia harus sedikit berlari untuk mencapai tempat Bang Zack berdiri.


"Siapa lo!??" Tanya pemuda itu sembari memasang wajah sangar.


"Haiissshhh... Gak usah banyak nanyak Lo!! Gue mau ketemu Wilson!!" Ketus Bang Zack yang menatap pemuda itu dengan tatapan dingin nya.


"Cihhh... Berani banget Lo nyebut langsung nama bang Wil!!" Marah pemuda itu.


"Gak usah banyak cingcong deh Lo!!" Kesal Gibran.


"Tenang!!" Tandas Bang Zack yang mencoba menenangkan adik nya yang satu ini.


"Lo semua gak tau, ini kawasan siapa??!!" Geram pemuda itu.


"Heh?? Lo anak baru kan??" Tanya Bang Zack dengan nada dingin nya.


"Maksud Lo??" Bukan nya menjawab pemuda itu malah berbalik nanya.


"Panggil Riyan kesini!!" Seru Bang Zack sembari duduk di salah satu kursi panjang yang ada di sana di ikuti oleh anggota White Eagle yang lain nya.


"Lo kenal bang Riyan??" Tanya pemuda itu hati hati.


"Sial!! Apa gue salah nyinggung orang??" Batin pemuda itu was was.


Tanpa menunggu jawaban dari Bang Zack, ia bergegas pergi ke lantai atas menggunakan lift yang berada di sana.


"Zaki, Vano, Lo bedua ke sana!! Ntar ada pintu warna kuning di ujung, itu tangga darurat!! Lo naik ke lantai 3, keluar dari tangga darurat belok kanan terus aja nanti ada simpangan ambil belokan kiri pintu besi paling pojok!! Biasa nya mereka nyekap orang di sana!!" Jelas Bang Zack.


"Oke bang!!" Sahut Zaki dan Vano.

__ADS_1


"Hati hati!! Kita gak tau tempat itu di jaga atau nggak nya!!" Peringat Bang Zack.


"Buat yang lain nya ikut gue, ikutin aja skenario yang udah di buat!! Dan Lo Bran, bagus buat masalah sebanyak banyak nya!! Bikin mereka emosi, kita harus ulur waktu sebanyak mungkin!!" Seru Bang Zack.


"Tapi bang, gimana kalo rencana nya gagal??" Tanya Gibran cemas.


"Lo tenang aja!! Orang orang Tiger Moon itu bukan orang biasa, jadi mereka pasti nyiapin rencana cadangan lebih dari satu!!" Seru Bang Zack.


"Gue cuma khawatir doank bang!! Lagi pula Bang Revan, lagi apa ya?? Ya kalik kita berjuang hidup mati gini dia asik asikan pacaran!!" Gerutu Gibran.


"Maka nya cari pacar biar gak ngiri Mulu lu!!" Ledek Bang Zack yang memecah suasana tegang di antara mereka.


" Hehe bukan nya gitu bang, banyak yang mau sama gue tapi gue bingung harus pilih yang mana!!" Kekeh Gibran.


"Alah lu sok sok an!! Kayak lagu!!" Ujar salah seorang anggota White Eagle yang membuat semua orang menoleh ke arah nya.


"Lagu??" Bingung Bang Zack sembari mengernyitkan dahi nya.


"Iya!! Tapi aku bingung harus pilih yang mana


Bulu tipis-tipis, kalau tersenyum manis


Satu putih cantik, bulu mata melentik


Periang, penyayang, bikin mabuk kepayang...." Sahut nya sembari sedikit bernyanyi yang di sambut tawa dari anggota yang lain nya.


"Udah udah!! Hussshh hussshh kok malah ngelawak, lagi serius nih!!" Ujar Bang Zack namun ia sendiri tak mampu menahan senyum nya.


Kebersamaan ini lah yang membuat Bang Zack bertahan lama di White Eagle. Ia benar benar merasa beruntung bisa bertemu dengan Revan waktu itu. Ia pikir ia akan hidup sendiri seumur hidup nya. Namun White Eagle bukan hanya memberikan nya rumah untuk pulang. Tapi mereka juga menjadi keluarga baru nya. Sekarang ia menjadi seorang kakak dari adik adik dengan segudang keragaman. Dari wajah, sikap, sifat, yang berbeda beda tapi saling melengkapi dan saling mengasihi. Cara mereka berbeda beda dalam menunjukan kasih sayang pada yang lain. Yah contoh nya seperti saat ini, dalam keadaan yang menegangkan seperti ini pun mereka masih bisa bercanda satu sama lain.


Sementara di sisi lain, Zaki dan Vano sudah berjalan menaiki tangga darurat. Mereka berjalan perlahan agar tak menimbulkan kebisingan yang akan mengundang perhatian.


"Van, Lo yakin kita gak bakal ketauan nih??" Tanya Zaki yang berada di belakang Vano.

__ADS_1


"Dah yakin aja sama bang Zack!!" Seru Vano namun yang sebenarnya dalam hati nya ia juga takut ketahuan.


"Bukan cuma lu yang was was pe'a!! Gue dah merinding dari ujung rambut Ampe ujung kuku!!" Rutuk Vano dalam Hati.


"Dihh nih anak tangga gak ada abis nya deh!! Buat naik ke lantai dua aja capek banget!! Ujar Zaki saat mereka sampai di pintu lantai dua.


"Huusssshh kecilin suara Lo!! Gimana kalo ada orang di luar!!" Lirih Vano.


"Upss sorry!!" Ujar Zaki sembari mengecilkan suara nya.


Mereka pun melanjutkan perjalanan namun baru dua langkah mereka di kaget kan dengan suara pintu yang akan terbuka. Mata mereka membulat seketika, Zaki memberi isyarat pada Vano. Tanpa pikir panjang mereka berdua melompat ke pagar pegangan tangga dan mulai turun ke sisi bawah tangga. Mereka berpegangan dengan besi yang ada pada sisi bawah tangga itu. Bisa bayangin kan mereka ngumpet di mana!! Hayooo tegang gak, gimana tuh kalo jatoh wkwwkwk 😅😅


"Sial!!" Umpat Vano dalam hati.


"Ampun dah, nih orang omongan nya suka bener!!" Rutuk Zaki yang membenarkan ucapan Vano yang bilang kalo ada orang di luar.


Buku tangan mereka sudah memutih bahkan wajah mereka memerah karena berusaha menahan tubuh mereka sendiri agar tidak jatuh. Bayangin aja setinggi apa lantai dua di sebuah gedung ya bukan rumah!! Bisa bisa langsung 🏥 atau ⚰️😂😂


Sedangkan orang yang membuka pintu tadi malah celingak-celinguk.


"Perasaan gue denger ada orang deh??" Monolog pemuda itu sembari menggaruk belakang kepala nya.


"Apa gue salah denger??" Ujar nya lagi.


"Atau jangan jangan.... Hiiii hiii" Ucap nya sembari menggedikkan bahu nya merinding.


Ya siapa yang gak merindingkan, secara suasana nya pas banget. Gedung kosong, cahaya remang remang, tiba tiba ada suara suara pas di liat gak ada orang. Hayoo kalo kalian pasti mikir nya apa 😂😂


Padahal dia gak tau aja kalo ada dua orang yang lagi bertarung nyawa di bawah tangga 😅


Pemuda itu langsung pergi dan menutup pintu itu kembali. Yang membuat Zaki dan Vano bergegas keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka sangat hati hati berpegangan karna takut jatuh. Dan pada akhirnya mereka berhasil mendarat dengan selamat walaupun seperti nya jantung nya tak aman. Zaki dan Vano langsung terduduk di sana sembari memegang dada kiri mereka. Mau ketawa tapi kasian wkwkwk 😂😂


"Gila!! Gue pikir gue dah di jemput sama malaikat maut!!" Lirih Vano dengan nafas ngos-ngosan.

__ADS_1


"Sama!! Kalo lepas pegangan bisa bisa ketemu malaikat maut gue!!" Ujar Zaki yang tak kalah ngos-ngosan nya.


__ADS_2