Most Wanted School

Most Wanted School
Fight 2


__ADS_3

"hadeuhhh, anak ini buat masalah apa lagi?" seru Pak Ridwan, Om Ziva sekaligus kepala sekolah di sini.


Pak Ridwan pun menelpon seorang staf yang bertugas sebagai pengawas cctv.


"ya, pak? ada apa?"


"hapus semua rekaman cctv hari ini di seluruh sekolah! buat seolah cctv nya rusak!"


"hah? ini..."


"lakukan saja!" tandas Pak Ridwan.


"baik pak"


di sisi lain Ziva sudah berada di dalam kelas nya, ia beberapa kali menghembuskan nafas kasar. hal ini tak luput dari perhatian Revan, Ia mengernyitkan dahi.


"Zi, lo kenapa?" Tanya Sisil.


"gak papa, cuma ada sedikit masalah yang ganggu pikiran ku." Ziva menoleh Dan tersenyum pada Sisil.


"masalah? Mau gue bantuin?" tawar Sisil karena melihat Ziva sedari tadi terlihat gelisah.


"gak papa, Aku Masih bisa kok lagi pula ini gak ada hubungan nya Sama kamu" Ziva dengan lembut menolak bantuan Sisil.


"oh gitu, eh tuh nenek lampir Sama antek antek nya mana? udah bell lho Dan bentar lagi Bu Linda dateng lho?" Ceplos Sisil dengan suara sedikit keras sehingga seisi kelas dapat mendengar nya.


semua perhatian pun tertuju pada bangku Jessy Dan kawan kawan nya yang Masih kosong.


"gawat, kayak nya gue gak bisa terlalu lama nyembunyiin keadaan" batin Ziva cemas.


"duh, gimana kalo tuh orang bangun?" pikir Ziva.


Ting


Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Ziva.


From : Om Ridwan


To : me


Tenang aja, om udah beresin orang yang ada di toilet. Mereka udah di UKS, dan udah di tangani oleh suster Anna. mereka udah di bius jadi hari ini anggep aja kamu lolos, tapi besok mereka pasti membuat pengaduan kamu harus pikirkan alibi yang masuk akal.


From : me


To. : Om Ridwan


Ara udah pikirin semua nya, tinggal eksekusi nya lagi.


Ziva pun menyimpan ponsel nya saat Bu Linda masuk ke dalam kelas. Bu Linda menanyakan keberadaan Jessy dan kawan kawan nya namun tak ada satu pun yang tau.

__ADS_1


Kemudian proses belajar mengajar di mulai, hampir satu jam Bu Linda menjelaskan materi. Bel pun berbunyi tanda pulangs, para siswa segera memasukkan buku mereka ke dalam tas bersiap untuk pulang.


"Zi, gue duluan ya! sopir gue udah jemput!" Sisil segera berlari menuju parkiran.


di parkiran sudah banyak siswa siswi yang berlalu lalang.


Revan dan kawan kawan sedang berjalan menuju motor mereka, namun seseorang tiba tiba menabrak nya.


"eh, so sorry" seru lelaki itu yang membuat Revan mengernyitkan dahi nya.


"Lo anak FAG?" tanya Revan ketika melihat almamater yang di pakai oleh orang itu.


"eh, iya gue anak FAG. Gue Rega!" Rega mengulurkan tangan dan langsung di sambut oleh Revan.


"Revan!" seru Revan.


"Lo ada perlu di sini?" tanya Gio yang penasaran kenapa anak FAG bisa ada di sekolah mereka.


"eh, itu gue mau jemput..." belum selesai ucapan nya Rega menyunggingkan senyum nya.


Ia berjalan ke depan dan langsung merangkul bahu Ziva. Hal itu membuat Revan dan kawan kawan melongo melihat keakraban antara Ziva dan pemuda yang bernama Rega ini.


"kangen gue Ama lo" ujar Rega yang membuat Reno yang sedang minum tersedak.


sejenak perhatian orang terarah kepada Reno namun dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Ziva.


"hm gak juga, gimana langsung berangkat?" Rega menggandeng tangan Ziva.


Melihat hal itu membuat Revan panas dingin entah kenapa hati nya terasa terbakar. Revan mengepalkan tangan nya tanpa ia sadari. Randi pun melihat gelagat sahabat nya itu, ia berusaha menahan tawa. Karena Randi tau betul kalau Rega adalah tangan kanan Mike, dan Rega sudah seperti seorang kakak bagi Ziva.


Rega slalu melindungi Ziva ketika Mike sedang tidak berada di sisi Ziva. Rega juga sudah menganggap Ziva sebagai adik perempuan nya sendiri.


"yuk!" Ajak Ziva.


"eh bentar!"


Ziva berjalan ke arah Reno sambil mengeluarkan buku novel, dan menyerahkan nya pada Reno.


"Nih, Ara titip buat kamu!" Seru Ziva.


"Zivara?" Tanya Reno memastikan dan Ziva mengangguk mantap.


"oke makasih" Reno pun menerima buku tersebut.


"Van sorry ya, aku ada urusan jadi hari ini gak bisa belajar bareng."


"ya gue tau, dah liat" ujar Revan ketus.


Ziva dan Rega pun menuju sebuah motor sport putih, dan langsung menaiki nya. Sebelum itu, Rega membantu Ziva memasang helm dan membuat darah Revan semakin mendidih.

__ADS_1


wah wah kayak nya ad yang mulai ada rasa!!


Tak membutuhkan waktu lama, mereka sampai di base camp Warrior.


"Queeen?" Mereka terkejut melihat penampilan Ziva.


Meskipun dengan penampilan seperti itu, anak anak Warrior masih tetap bisa mengenali Queen mereka. Karna mereka adalah tim solid yang bisa mengenali saudara mereka hanya dengan tatapan mata nya.


"wih, Queen cerita nya jadi nerd nih!!" Seru salah satu anggota Warrior.


"iya nih Queen, sumpah ampir aja mata gue keluar liat penampakan lo" Tawa anggota Warrior menggelegar.


"haha aiisshh Lo pikir gue setan, penampakan gitu!" Ziva sedikit terhibur.


"Nih, baju ganti lo!" Ujar Rega menyerah kan sebuah paper bag.


"lah, Kak Mike mana?" tanya Ziva menatap sekeliling dan ia baru sadar kalau Kakak nya dan juga beberapa anak Warrior tidak ada.


Baru ingin menanyakan hal ini, tiba tiba di luar base camp terjadi keributan. Ziva meminta Rega untuk melihat keluar sedangkan ia segera ke kamar mandi untuk menggantikan pakaian dan juga penampilan nya.


"woyy, looser keluar lo!" ujar salah satu dari mereka.


"pengecut Lo pada, keluar!!"


"Berisik!!" Seru Rega yang keluar bersama anggota Warrior lain nya.


"mau apa Lo pada?" tanya Rega yang menatap nyalamg pada anggota WBT.


"Mana Queen Zi?" Tanya Ando salah satu anggota WBT.


"mau apa Lo hah sama Queen?" tanya salah satu anggota Warrior.


"Gue cuma mau pastiin dia di sini. karna setelah gue selesai sama Lo pada. gue bakal bikin dia di bawah Kukungan gue!" Seru Ando yang di sambut gelak tawa dari anggota WBT.


"bangsatttt" ujar Asqal yang hendak maju namun sebuah suara mengurungkan niatnya.


"wah wah wah, kayak nya nyali Lo gede juga berani Dateng ke kandang harimau.!!" Seru Ziva sembari tersenyum miring.


"Gak usah sombong deh, Warrior itu bentar lagi tinggal nama." seru salah satu anggota WBT.


"ya secara mereka kan terlibat pengedar narkoba ya kan!!" tawa anggota WBT menggelegar.


Ziva tersentak mendengar penuturan dari anggota WBT, ia segera melirik Rega dan Rega hanya mengangguk.


"ada yang gak beres nih, tapi gue harus beresin mereka dulu!" batin Ziva.


"guys, jangan kasih ampun!!" Seru Ziva yang membuat semua anggota Warrior mengangguk paham.


"fight!!"

__ADS_1


__ADS_2