Most Wanted School

Most Wanted School
Api Cemburu


__ADS_3

Setelah beberapa saat dalam kecanggungan Revan memberanikan diri untuk duduk di tepi ranjang. Ia meletakan box yang ia bawa untuk Ziva.


"Apa??" Tanya Ziva.


"Hemmzzz gue gak tau Lo suka apa, jadi gue bawain aja Strawberry cake buat Lo." Seru Revan yang masih dengan sikap nya yang sok cuek padahal perhatian.


Ziva mengulum senyum, karna ia suka sekali dengan Cake yang satu ini. Apalagi melihat box nya itu di beli dari toko kue yang jadi langganan nya.


"makasih." Senyum Ziva.


"Mau makan sekarang??" Tanya Revan dan Ziva segera mengangguk antusias.


"Di mana dapur nya?? Biar gue siapin!!" Revan begitu senang melihat ekspresi Ziva yang sangat antusias.


Ya setidaknya ia tak rugi sudah mengeluarkan kocek untuk menyogok Randi demi informasi apa yang di sukai oleh Ziva.


"Ehh keluar dari sini, ada lorong sebelah kiri, lurus aja dapur nya di ujung." Seru Ziva.


"Oke, tunggu di sini!!" Revan mengacak pelan rambut Ziva yang membuat sang empu tertegun.


Revan beranjak menuju dapur, namun tak sengaja melihat foto Tasya Yang sedang bergandengan tangan dengan seorang gadis cantik yang familiar untuk Revan. Ya itu adalah foto Tasya dan juga Ziva sewaktu SMP, mereka pernah satu sekolah. Hanya Tasya satu satu nya orang yang tak pernah menilai Ziva dari penampilan atau pun latar belakang keluarga nya.


Setelah sampai di dapur Revan segera mengiris kue itu menjadi beberapa bagian dan meletakkan nya ke piring. Tak lupa ia menyiapkan piring kecil serta garpu. Ia juga membuat milkshake strawberry sebagai tambahan untuk melengkapi kue itu. Setelah selesai berkutat di dapur ia pun segera membawa nampan itu ke kamar Ziva.


Sedangkan di kamar Ziva masih bingung dengan perubahan sikap Revan.


"Tuh, anak bikin gue salting aja deh!! Ngapain juga sok manis Ama gue!!" Gerutu Ziva.


"Apa jangan jangan.... Dia suka sama gue??"


"Aiiisshhhh gue mikir apa sih, ya gak mungkin lah dia suka sama gue dengan penampilan gue yang kayak gini...." Tandas Ziva.


"Tapi?? Kenapa dia jadi perhatian banget??" Tanya Ziva monolog.


"Gak, gak, gak, gue suka nya sama Reno bukan Samo cowok tengil kayak si Revan itu... Gak boleh mikir macem macem!!"


"Tapi....Ah udah lah gak penting." Baru saja merebahkan tubuh nya, terdengar suara pintu terbuka.


"Zi,, nih cicipin dulu cake nya!!" Seru Revan sebri menaruh nampan di atas kasur Ziva.

__ADS_1


Ia mengambil sepotong kue dan meletakkan nya di piring kecil, lalu menyodorkan nya pada Ziva. Ziva pun tak bisa menolak makanan kesukaan nya, ia segera mengambil nya dan mencicipi nya sedikit.


"Emmmmnnn enak banget, cake nya lembut dan manis nya pas gak berlebihan." Puji Ziva yang membuat Revan tersenyum bangga.


"Oh ya, gue juga bikin milkshake strawberry buat Lo!!" Ujar Revan sembari menyerah kan segelas milkshake strawberry buatan nya.


"Hmm, thanks" Ziva mengangguk dan menerima gelas itu.


"Wah.... Lo belajar dari mana bikin nya, enak banget bahkan tempat langganan aku aja gak bisa bikin milkshake strawberry seenak ini!!" Puji Ziva ketika selesai menyeruput minuman buatan Revan.


Revan tersenyum simpul, melihat wajah ceria Ziva. Setidaknya nya tak ada lagi wajah pucat dan mata sayu seperti kemarin. Hati Revan terasa teriris ketika mengingat kejadian yang telah menimpa gadis yang ia sukai ini. Mungkin orang menganggap nya bodoh karena malah jatuh hati pada seorang gadis nerdy seperti Ziva. Namun apa daya, pesona dan kebaikan hati Ziva membuat hati nya yang bagai es itu luluh.


Tak lama Ziva menghabiskan 2 potong cake yang di bawa Revan.


"Hmm makasih ya Van" Seru Ziva sembari menundukkan kepala nya.


"Gak perlu terima kasih segala!! Lagian kalo bukan karena Jessy yang cemburu sama Lo... Dan alasan nya juga Lo tau, itu semua karena gue!!" Jelas Revan sembari menggenggam tangan Ziva.


Ziva yang merasa tak nyaman segera menarik tangan nya dari genggaman Revan.


"Hmm ni juga bukan kesalahan Lo Van, gak usah minta maaf!!" Ziva tersenyum manis.


Deg


"Permisi!!" Ucap Dokter David yang datang bersama dengan Rega.


Awal nya Rega terkejut melihat Revan berada di sana, namun ia mencoba untuk tetap stay cool. Ia berjalan menghampiri Ziva, Revan yang melihat kehadiran Rega sedikit bingung. Namun detik kemudian ia baru ingat tentang kedekatan Ziva dan Rega saat di sekolah mereka.


"Hai, Zi!!" Sapa Rega.


"Haiii" Ziva tersenyum riang melihat Rega ada di sini.


"Gue nganter Dokter David ke sini!!" Jelas Rega yang membuat Revan tersadar dan beralih menuju sofa di dekat jendela begitupun dengan Rega.


"Gimana?? Masih sakit?? Atau ada keluhan??" Dokter David memulai pemeriksaan dari detak jantung, denyut nadi, tensi darah, kelopak mata, dan lain lain.


Sebenarnya Revan merasa agak aneh, Ziva itu korban bullying jadi seharusnya yang di cek hanya kondisi luka nya. Tapi kenapa harus sedetail itu, sampai harus mengambil sampel darah. Namun rasa penasaran nya itu harus dia kubur dalam dalam ketika melihat Rega berjalan ke arah Ziva.


"Ga, saya pamit dulu. Mungkin dua atau tiga hari Ziva udah bisa aktivitas seperti biasa dan nanti sore bilang sama suster Anna untuk lepas infus nya." Jelas dokter David pada Rega.

__ADS_1


"Oke dok" Sahut Rega.


Dokter David segera meninggalkan ruangan itu, ia harus kembali ke rumah sakit. Sedangkan Rega langsung di tarik oleh Ziva hingga duduk di sebelah nya. Ziva langsung menyenderkan kepalanya di bahu Rega dan Rega hanya terkekeh melihat tingkah laku Ziva.


Revan yang melihat Ziva begitu manja dengan Rega, menjadi naik darah. Namun dia tahan melihat kondisi Ziva yang masih belum stabil. Ia menatap tak suka pada Rega dan hal itu tertangkap jelas di mata Rega.


"Ni anak kan, ketua White Eagle!!" Batin Rega.


"Ohh kayak nya ada bau bau terbakar api cemburu nih" Kekeh Rega dalam hati nya.


"Ga, beliin dimsum donk!!" Rengek Ziva dengan puppy eyes nya yang semakin membuat wajah Revan memerah.


"Dihh, manja amat sih!!" Sindir Revan.


"Lah, kan aku manja nya bukan sama kamu Wee" Cibir Ziva.


"Udah udah, iya gue beliin my Queen..." Ucap Rega sembari mengelus kepala Ziva.


Deg


"My Queen, my Queen, palak lu!!" Seru Revan dalam hati.


"Hmm Zi, gue gak bisa lama lama di sini. Soal nya gue masih ada urusan" Mendengar penuturan Rega membuat Ziva cemberut.


"Issshhh, gemezzz amet sign" Rega mencubit pipi Ziva.


"Ntar malem gue ke sini lagi kok, apa mau gue nginep di sini??" Pertanyaan yang di lontarkan Rega sontak membuat Revan tertegun.


"Nginep?? Di rumah cewek??" Batin Revan tak suka.


"Isshh, bisa bisa di geplak sama Tasya lu!!" Seru Ziva.


"hahahaha ya udah, gue pergi dulu. Ntar dimsum nya gue delivery aja, cup" Rega sengaja mencium puncak kepala Ziva untuk menambahi bumbu panas.


"hahahaha rasain tuh, panas panas dah!!" seru Rega dalam hati.


"Shiittt!!!" Batin Revan.


Sedangkan Ziva hanya tersenyum manis karna tau kalau Rega itu menganggap nya sebagai adik.

__ADS_1


__ADS_2