Most Wanted School

Most Wanted School
Dasar Badboy!!


__ADS_3

Setelah selesai berdiskusi, Gio dan juga Vito langsung pergi ke ruang guru. Mereka meminta para guru untuk memulangkan siswa dengan syarat mereka harus merahasiakan kejadian ini. Guru pun hanya bisa mengiyakan, karna tak sanggup untuk bersangkutan dengan White Eagle.


"Vit, gue bakal ke base buat diskusi sama anak anak lain nya!!" Seru Gio.


"Oke, gue bakal nemuin Bang Ridho buat konfirmasi!!" Sahut Vito.


Mereka berdua melangkah pergi menuju tujuan masing masing. Sementara Revan dan Randi masih siap sedia menunggu Ziva. Revan terus menggenggam tangan Ziva, ia terus menjaga nya.


"Ran, kenapa Lo nyuruh buat rahasiain masalah ini??" Tanya Revan yang masih bingung dengan tindakan Randi.


"Ini demi kebaikan Ziva!! kalo Lo mau lindungin dia, Lo harus lebih kuat Van!!" Jelas Randi.


"Maksud Lo??" Tanya Revan bingung.


"Kalo Ziva mau, dia pasti bilang sama Lo Van!! Gue gak berhak buat kasih tau Lo!!" Seru Randi.


Revan hanya diam mendengar jawaban dari Randi, ia mengerti posisi Randi sekarang. Revan tersentak ketika ia merasakan pergerakan dari tangan Ziva. Perlahan Ziva membuka mata nya, sedangkan Revan langsung memanggil suster Anna.


"Sus!!" Panggil Revan.


Ziva menatap ke sekeliling nya, ia mendapati Revan dan Randi berada di sana.


"Kak??" Panggil Ziva dan Randi pun segera mendekat.


"Ya, Zi!! Gimana?? Ada yang sakit?? Atau Lo butuh sesuatu??" Tanya Randi cemas sedangkan Ziva hanya menggelengkan kepala nya.


Randi membantu Ziva untuk duduk bersandar, sementara Revan membenahi posisi bantal agar Ziva merasa nyaman. Ziva tersenyum lemah, jujur saja insiden tadi sedikit mengguncang mental nya. Jika saja ia belum pernah melawan situasi hidup mati sebelum nya, mungkin ia akan depresi atau kehilangan akal sehat nya.


Ziva meminta Randi duduk di sisi ranjang, ia menyandarkan kepala nya di bahu Randi.


"Are you okey?" Tanya Randi.


"Ara, takut kak" Lirih Ziva tak kuasa menahan air mata nya yang luruh begitu saja.


Saat itu Suster Anna datang dengan beberapa alat medis untuk memeriksa Ziva. Setelah memeriksa kondisi Ziva dan mengatakan kondisi nya sudah lebih baik, Suster Anna pergi meninggalkan ruang UKS.


Tak lama pintu UKS di dobrak dengan keras oleh seseorang yang membuat Revan, Randi dan juga Ziva sangat terkejut. Terlihat sosok lelaki sebaya mereka datang menghampiri, dengan sorot mata yang sangat tajam. Ia langsung berlari dan memeluk Ziva dengan erat. Tubuh nya bergetar hebat, ia tak mengatakan apapun hanya memeluk Ziva tanpa ingin melepaskan nya.

__ADS_1


"Kak" Lirih Ziva.


Ya lelaki itu adalah Mike kakak nya Ziva, Randi dan Revan tau bahwa Mike pasti sangat mengkhawatirkan kondisi adik kesayangannya itu. Nyali Randi seketika menciut, ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Randi bahkan tak sanggup menatap Mike, ia hanya tertunduk lesu melihat kehadiran Mike.


Setelah puas Mike melepaskan pelukan nya, ia membelai pipi Ziva. Ia bahkan mengecek setiap inci tubuh Ziva, memastikan bahwa tidak ada luka di tubuh adik nya itu.


"Are you okey??" Tanya Mike cemas.


"Ara gak papa kak... Cuma syok aja!!" Seru Ziva berusaha kuat di depan kakak nya itu.


Mike segera berbalik dan melayangkan sebuah bogem mentah yang tepat mengenai sudut bibir Randi.


Bugghhh


"Kak!!!" Teriak Ziva yang kaget dengan tindakan yang di lakukan oleh Mike.


Begitu pula Revan yang membelalakkan matanya melihat sahabat nya di pukul secara tiba tiba. Sedangkan Randi hanya pasrah sembari mengelap sudut bibir nya yang berdarah. Tanpa ia berani untuk mengangkat kepala nya, ia menyadari apa kesalahannya.


"Kak udah!!" Teriak Ziva ketika Mike ingin memukul Randi sekali lagi.


"Bangsattttt!! Lo janji sama gue buat jagain adek gue!! Tapi apa yang Lo lakuin!!" Bentak Mike.


"Adek gue hampir celaka dan Lo diem aja, sialan!!!!" Wajah Mike sudah memerah karena emosi, ia mendorong Revan sehingga Revan terjatuh.


Lutut nya yang tadi sudah terbalut rapi, kini darah segar kembali mengalir di sana. Melihat hal itu membuat Mike tertegun dan amarah nya perlahan memudar.


"Lo??" Mike menatap Revan bingung.


"Luka itu??" Batin Mike ketika melihat darah yang mengalir di balik perban di kaki Revan.


Ya karna luka nya, Revan terpaksa hanya bisa mengenakan celana pendek agar luka nya tidak tergesek oleh celana nya. Namun naas justru luka nya kembali terbuka karena dorongan dari Mike.


"Kak please stop it!!" Seru Ziva yang berusaha bangkit namun dengan segera Mike menghampiri nya.


"Kak Randi gak salah, kak!! Ara yang teledor, Ara yang ceroboh, ini gak ada kaitan nya sama Kak Randi!!" Seru Ziva.


"Dan Revan juga, dia udah jagain Ara!! Luka nya itu gara gara dia mau nyelametin Ara!! Bahkan dia gak peduli sama luka nya sendiri, dan terus lari sampe roof top!!" Jelas Ziva yang membuat Mike tertegun.

__ADS_1


Mike menghela nafas berat, ia tersenyum lemah ke arah Ziva.


"Maaf, gue ke bawa emosi!!" Seru Mike.


"It's oke bang!!" Sahut Revan yang juga di angguki oleh Randi.


Randi pun beranjak memanggil Suster Anna untuk memeriksa luka Revan. Suster Anna pun kembali membersihkan luka Revan dan membalut nya dengan perban yang baru.


"Sorry, gara gara gue.."


"Gak papa bang, gue ngerti kok posisi Lo!!" Potong Revan.


"Gue aja tadi kayak orang kesurupan lari dari lapangan ke roof top" Cengir Revan.


Randi dan Ziva tertawa kecil mendengar pernyataan dari Revan. Saat itu keadaan Revan benar benar kacau, bisa di lihat dari seragam nya yang sudah acak acakan. Dan jangan lupa celana nya yang sobek di bagian lutut dan sudah basah oleh darah.


Miris sekaligus lucu bila di ingat kembali, Revan hanya garuk garuk kepala melihat ekspresi Ziva. Mike pun tersenyum melihat tingkah mereka bertiga, ia lega semua nya baik baik saja. Saat mendengar adik kesayangannya itu hampir jatuh dari roof top, dia seakan kehilangan akal sehat nya.


Ia bahkan tak izin lagi saat keluar dari sekolah, mungkin besok ia akan di panggil ke ruang BK. Memikirkan nya saja sudah membuat nya pusing, ia menghela nafas berat.


Hal ini tak luput dari penglihatan Ziva, ia tau pasti kakak nya membuat masalah.


"Kakak kenapa??" Tanya Ziva.


"Gue kayak nya bakal kena semprot besok!!" Seru Mike.


puufffthhh


Ziva dan Randi langsung tertawa terbahak bahak mendengar pernyataan dari Mike. Mereka tahu ini masih jam sekolah dan Mike pasti tidak izin dulu sebelum keluar sekolah.


"Yang sabar!!" Randi menepuk bahu Mike.


"CK, sabar sih sabar!! Lo sih gak tau rasa nya di panggil guru killer gimana!!" Seru Mike.


"Oh bang, Tenang aja!! Kita sangat sangat tau rasa nya hehe" Cengir Revan yang di sambut tawa Randi.


"Dasar badboy!!" Seru Ziva geleng geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2