Most Wanted School

Most Wanted School
Masuk Jebakan


__ADS_3

Prok prok prok


Suara tepuk tangan itu menggema di tempat itu, tempat di mana Bang Zack dan teman teman nya berkumpul. Bang Zack dan yang lain nya segera melihat ke arah asal suara itu.


"Wah wah wah, gak nyangka kita bakal kedatangan tamu penting hari ini!!" Seru seseorang yang masih berjalan di kegelapan.


Bang Zack dan yang lain nya yang sedari tadi duduk pun langsung berdiri. Bang Zack berusaha bersikap setenang mungkin.


"Gue kira Lo gak bakal pernah nginjekin kaki lagi di sini!!" Seru pemuda yang bernama Riyan itu saat sudah berada di hadapan Bang Zack di ikuti oleh pemimpin nya dan dua orang lain nya.


"Heh... Lo pikir gue Sudi ke sini!!" Tandas Bang Zack.


"Tapi Lo masih ke sini kan!!" Seru Wilson sembari tersenyum miring.


"Gue gak mau basa basi!!" Tukas Bang Zack.


"oke!! Kita ngomong di dalem!!" Seru Wilson sembari memasuki ruangan di hadapan nya.


"Lo berdua jaga di depan, jangan biarin siapa pun masuk!!" Titah Riyan sembari ikut masuk ke dalam ruangan.


"Siap bang!!" Sahut mereka.


"Yuk!!" Ajak Bang Zack.


"Bang serius aman nih!!" lirih salah satu anggota White Eagle.


"Tenang, ada gue!!" Seru Bang Zack.


Kemudian mereka melangkah memasuki ruangan itu. Ternyata ruangan itu sangat jauh berbeda dari penampakan luar. Di sana seperti ruang baca atau ruang kerja. Tersedia beberapa kursi dan juga ada sofa di sana. Ada dua buah meja kerja di sana dan ada juga rak rak buku yang sangat tersusun rapi di sana. Suasana ruangan ini membuat mereka sedikit tercengang ya terkecuali Bang Zack yang sudah hafal dengan tempat ini.


Tanpa di suruh Bang Zack duduk di salah satu sofa di sana di ikuti oleh yang lain nya. Wilson dan Riyan pun duduk berhadapan dengan mereka.


"Bener bener gak nyangka, Winter Blezz kedatangan tamu istimewa hari ini!!" Ujar Wilson tersenyum miring sembari menyilangkan kaki nya.

__ADS_1


"Well gak usah banyak basa basi!!" Seru Bang Zack sembari menyodorkan sebuah amplop pada Wilson.


Riyan segera mengambil alih amplop itu, namun ia tak langsung membuka nya. Ia menatap tajam ke arah Bang Zack, menatap nya dengan tatapan mengintrogasi.


"Surat anceman??" Tanya Riyan selidik.


"Heh?? Lo pikir kita Dateng ke sini cuma buat ngancem Lo pada! dih gak level banget!!" Seru Gibran berusaha memanasi suasana.


"Maksud Lo apa??" Teriak Riyan sembari berdiri.


"Woww selow bro selow, kan Lo sendiri yang mulai!!" Seru Anggota White Eagle yang lain.


"Lo!!" Tunjuk Riyan.


"Udah cukup yan!!" Tandas Wilson sembari mengambil amplop itu dari tangan Riyan.


Wilson pun membuka dan membaca kertas yang ada di dalam nya. Ia mengernyitkan dahi ketika membaca surat itu. Dan lagi ia tambah menyipitkan mata ketika melihat beberapa foto yang juga ada pada amplop itu.


Riyan yang penasaran kemudian memeriksa apa itu. Dan sama seperti Wilson, ia pun mengernyitkan dahi nya. Ia membaca kertas yang berisi tentang biodata seseorang, daftar riwayat hidup dan beberapa bisnis juga hala hal yang bersangkutan dengan orang itu. Foto foto itu juga adalah foto orang yang ada di biodata itu.


"Lo dah lama berkecimpung di dunia kek gini! Gue rasa gak perlu di jelasin kan!!" Ujar Bang Zack tenang tenang.


"Heh?? Gue pikir White Eagle bersih banget!!" Seru Riyan tersenyum miring.


"Ya sebenernya kita juga gak mau kek gini, tapi orang itu mau nya gak bisa gak di turutin!!" Seru Bang Zack dengan santai nya.


"Cihhh..." Geram Wilson saat Bang Zack menyebut kata 'orang itu'.


"Kenapa gak sanggup??" Tanya salah satu anggota White Eagle dengan nada sinis.


"Cihhh... bilang nya elit tapi yang kayak gini aja gak bisa di tanganin!!" Ujar Gibran yang semakin membuat Riyan naik darah.


"Jaga mulut Lo!!" Seru Riyan yang sudah tersulut emosi.

__ADS_1


"Heh?? Apa Lo!!" Tambah Gibran yang semakin kompor.


Sedangkan Bang Zack sedang berusaha untuk tidak tertawa melihat kelakuan dari Gibran. Memang itu lah rencana mereka, mereka memang sengaja memancing amarah Riyan. Agar fokus Wilson dan Riyan tertuju pada mereka dan lupa pada misi hari ini. Ya setidak nya itu akan memakan waktu sedikit meskipun tak menjamin berapa lama mereka bisa menahan dua iblis ini.


"Lo ke sini mau ngajak ribut hah??" Ujar Wilson berusaha menarik duduk Riyan sembari menatap tajam Bang Zack.


"CK CK ck, jelas jelas gue ke sini mau ngasih Lo job!! Dan Lo tenang aja bayaran nya gak bakal ngecewain!!" Seru Bang Zack tersenyum miring.


"Heh... Lo pikir ini masalah harga!! Zack... Zack... Lo pikir gue bakal ngelakuin apa yang Lo minta cuma karna bayaran... hahaha Are you kidding me!!" Tawa Wilson hambar.


"Aiiisshhhh gimana pun gue lebih tua dari Lo Wil!! Setidak nya Lo bisa mulai panggil gue bang!!" Ujar Bang Zack dengan nada dingin nya.


"Gak usah Ngadi ngadi deh!! Itu gak bakal pernah terjadi!!" Seru Wilson.


"Ah ya!! Bodoh nya gue yang masih mikirin attitude cara manggil orang ke Lo!! iblis bermuka malaikat kayak Lo mana tau yang nama attitude!!" Seru Bang Zack.


Riyan yang mendengar itu langsung berdiri dan hendak menghajar Bang Zack. Namun tangan nya kalah cepat dengan respon Gibran. Ya Gibran langsung menghalang pukulan Riyan yang tertuju pada bang Zack.


"wihhh tenang bro!! calm down!!" Ujar Gibarn sembari menurunkan tangan Riyan.


"Loh, apa gue salah bicara?? Kan emang bener!! Bahkan anak belasan tahun aja gak punya hati, sampe satu panti asuhan gak ada yang di kasih ampun!!" Ujar Bang Zack menatap dingin pada Wilson.


Wilson yang mendengar itu mendadak membelalakkan mata nya. Mata nya seketika berubah menjadi merah, sedangkan Riyan malah mengernyitkan dahi nya heran karna tak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh Bang Zack. Namun tiba tiba Wilson menggebrak meja, bahkan Gibran dan juga Riyan sampai terkejut mendengar nya.


"Dari mana Lo tau??" Tanya Wilson menatap Bang Zack dengan penuh amarah.


Ya bagaimana tidak, sesuatu yang sudah ia simpan sejak lama. Bahkan ia tutup rapat rapat, parang yang sangat dekat dengan nya tak ada yang tahu mengenai insiden yang terjadi beberapa tahun silam. Tapi tiba tiba di bahas oleh seseorang yang berada di hadapan nya. Dan mata nya seakan memberitahukan pada Wilson bahwa ia tahu segala nya.


"Lo gak bisa remehin orang itu!!" Dan lagi lagi Bang Zack mengucapkan kata 'orang itu'.


Wilson mengepalkan tangan nya kuat, wajah nya sudah berubah merah padam. Ia seperti nya sudah mencapai batas nya dan itu membuat Bang Zack tersenyum penuh kemenangan.


"Bagus!! Dia masuk dalam jebakan!!" Batin Bang Zack.

__ADS_1


__ADS_2