
Revan segera memasuki kamar yang di tempati oleh Ziva. Ia melihat sang pujaan hati yang baru saja bangun. Terlihat jelas Ziva masih berusaha mengerjapkan mata nya beberapa kali. Ziva sudah duduk sembari bersandar di kepala ranjang.
"Dah bangun!!" Seru Revan yang berjalan menghampiri Ziva.
"Hmmm" Gumam Ziva karna ia masih mengumpulkan nyawa nya.
Revan menaruh makanan itu di nakas, setelah itu ia duduk di pinggir ranjang.
"Cuci muka dulu gih, abis itu makan!!" Seru Revan yang di balas dengan anggukan oleh Ziva.
Ziva turun dari tempat tidur sembari terus berusaha menjaga agar mata nya tetap terbuka. Ya itu karna Ziva masih sangat mengantuk, namun ia tetep berjalan ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi, ia langsung menghidupkan kran dan mencuci wajah nya. Sesekali ia mengusap mata nya, alhasil air dingin itu mampu membuat Ziva sadar sepenuhnya dari tidur nya. Setelah di rasa cukup, Ziva kembali ke kamar yang di sana sudah ada Revan yang menunggu nya.
"Dah seger??" Tanya Revan sembari tersenyum.
"Hehe sorry ngerepotin Lo, gue cape banget sampe gue gak sadar!! Lo yang gendong gue dari mobil??" Tanya Ziva sembari mendudukkan dirinya di ranjang.
"Iya lah, emang siapa lagi!!" Seru Revan.
"Hehe iya ya!! Hmm udah berapa lama gue tidur??" Tanya Ziva.
"Kalo berapa lama sih, gak tau ya!! Tapi yang jelas nih udah hampir malem!!" Seru Revan.
"Really??" Ujar Ziva tak percaya.
"Ya, liat aja tuh!!" Tunjuk Revan pada jam dinding di sana.
"Astaga, dah jam 6!!" Kaget Ziva.
Tok tok tok
Ziva dan Revan pun mengalihkan pandangan nya ke pintu. Revan tadi memang tak menutup pintu nya lagi. Terlihat Pak Kasno yang membawa seteko jus beserta dua buah gelas kosong.
"Den, ini jus mangga nya!!" Seru Pak Kasno.
"Iya makasih pak!!" Sahut Revan.
Revan mengambil nampan makanan untuk Ziva dan di taruh nya di atas kasur. Sedangkan Pak Kasno menaruh jus nya di nakas tadi. Setelah itu Pak Kasno permisi untuk melakukan tugas nya yang lain.
"Dia siapa??" Tanya Ziva saat Pak Kasno sudah pergi.
"Oh dia Pak Kasno, pengurus sekaligus penjaga vila ini!!" Seru Revan.
"Vila??" Tanya Ziva karena ia memang belum tau di mana ia sekarang.
"Iya, Lo ada di vila gue!!" Sahut Revan.
"Ngapain kita ke sini??" Tanya Ziva penasaran.
__ADS_1
"Ya kan di suruh Bang Mike!! Lagi pula besok kan Minggu bisa lah kita weekend di sini!!" Seru Revan.
"Dih, tapi nyokap..."
"Tenang, Abang Lo udah minta izin sama nyokap and bokap Lo kok!!" Ujar Revan memotong ucapan Ziva.
"ohhh" Sahut Ziva.
"Terus ini buat gue??" Tanya Ziva menunjuk makanan di hadapan nya.
"Bukan, buat tuh cicek di dinding!!" Ketus Revan.
"dih sewott amattt, nanya doank!!" Sahut Ziva.
"Ya buat elo lah, gue dah makan tadi!! Lo makan gih, ntar gue mau ngajak Lo ke luar!!" Ujar Revan.
"Keluar?? Tapi kan bentar lagi malem??" Tanya Ziva bingung.
"Ya justru itu, gue emang nunggu malem!! Enakan malem ke sana nya!!" Seru Revan.
"Hah??" Bingung Ziva.
"Udah makan aja dulu!!" Seru Revan.
Ziva pun mulai makan, karna jujur perut nya memang sudah lapar lagi. Mungkin efek jalan jauh meski selama perjalanan Ziva hanya tidur. Sedangkan Revan menuangkan jus ke dalam gelas. Ia mengambil segelas jus mangga itu dan meminum nya. Dan benar saja kata Pak Kasno, Revan tak cukup hanya satu gelas jus. Ia kembali menuangkan jus ke dalam gelas nya yang sudah tandas tadi.
"Lo aus apa doyan??" Tanya Ziva yang heran melihat Revan.
"Apa gak papa minum banyak kek gitu??" Tanya Ziva.
"Ya gak papa lah, lagi pula ini jus mangga asli kok!! Gak ada tambahan gula atau pemanis buatan!!" Jelas Revan.
"Really?? Emang gak asem??" Tanya Ziva.
"Nggak kok, manis sama asem nya tuh seimbang, enak banget cobain deh!!" Revan menyerahkan gelas jus yang satu untuk Ziva.
Karena penasaran Ziva pun segera meminum jus tersebut.
"wahhh, beneran enak banget lho!! Kok bisa sih??" Tanya Ziva tak percaya.
"Gue awal nya juga bilang gitu!! Tapi kata Pak Kasno itu karna mangga nya emang bagus dan asli gak di tambah gula atau pemanis buatan!! Cuma pohon nya di tanam sendiri oleh Pak Kasno di belakang vila ini, dia yang rawat dan cangkok sama bibit mangga yang berkualitas!! Terus pupuk nya juga gak sembarangan dan rutin jadi rasa dan kualitas mangga nya beuuhh the best pokok nya!!" Seru Revan.
"Wihhh cocok lu jadi reseller!!" Kekeh Ziva.
"Dahhh nih anak, malah ngatain gue reseller!!" Sewot Revan.
Mereka berdua pun tertawa sejenak kemudian Ziva kembali melanjutkan acara makan nya. Tak berapa lama piring Ziva pun tandas tak bersisa, Revan menyerahkan air putih yang ia bawa juga tadi. Setelah selesai makan, Ziva kembali meneguk jus mangga buatan Pak Kasno. Jus itu sudah menjadi minuman favorit Ziva mulai saat ini. Melihat itu Revan tersenyum senang.
__ADS_1
"Dah mandi gih sana!! Gue tunggu di bawah!! Baju Lo pilih aja di lemari dah di siapin sama Pak Kasno!!" Seru Revan.
"Pak Kasno yang nyiapin??" Tanya Ziva memastikan.
"Anak gadis nya deh kayak nya!!" Sahut Revan.
"Pak Kasno punya anak gadis??" Tanya Ziva penasaran.
"Iya, dia seumuran sama kita, tadi dia balik ke sini buat nganterin pesenan gue, yah sebenernya gue minta Pak Kasno buat nyiapin baju ganti buat Lo!! Tapi mungkin Pak Kasno kurang ngerti jadi nyuruh anak nya deh, emmm kalo gak salah nama nya Dinda!!" Jelas Revan.
"Ohh, emang Dinda gak tinggal di sini??" Tanya Ziva.
"Enggak, dia tinggal sama ibu nya!!" Seru Revan.
"Lah emang..."
"Pak Kasno sama istri nya udah lama pisah!! Dan istri nya udah nikah lagi, Dinda ikut ibu nya tapi masih sering jengukin Pak Kasno ke sini!!" Jelas Revan memotong ucapan. Ziva.
"Jadi..."
"Dah dah. bawel amattt sihh!!! Buruan mandi sana!!" Seru Revan.
"Hmm iya iya!!" Sahut Ziva kemudian bergegas ke kamar mandi.
Setelah Ziva masuk ke kamar mandi, Revan beranjak dari sana sembari membawa burung dan gelas kosong itu. Revan menuruni anak tangga dengan hati hati, di tengah perjalanan Pak Kasno melihat majikan nya itu. Pak Kasno bergegas naik dan mengambil alih sebagian bawaan Revan.
"Duh den, kenapa gak panggil bapak aja!!" Seru Pak Kasno.
"Gak papa kok pak!!" Sahut Revan.
Mereka pun berjalan ke dapur dan meletakkan piring piring kotor itu di wastafel. Revan mengambil tempat duduk di meja makan, sembari mengawasi Pak Kasno yang sedang mencuci piring.
"Anak bapak udah pulang??" Tanya Revan.
"Oh Dinda?? Iya udah tadi di jemput sama ayah nya!!" Seru Pak Kasno.
"Kenapa den??" Tanya Pak Kasno.
"Gak papa nanya aja, bilangin makasih saya ke Dinda pak!!" Seru Revan.
"Makasih??" Tanya Pak Kasno bingung.
"Iya buat baju nya!!" Seru Revan.
"Ah itu mah gak usah makasih segala atuh den!! Kan duit nya juga duit nya Aden!!" Seru Pak Kasno.
"Hehe tapi tetep aja Pak, kan jadi ngerepotin Dinda!!" Seru Revan.
__ADS_1
"Ya udah nanti bapak kasih tau Dinda!!" Sahut Pak Kasno.
Pak Kasno melihat perubahan positif pada diri Revan. Ia begitu senang majikan nya itu bisa bersikap lembut lagi. Tidak dingin seperti es batu lagi. Ia berharap ini akan berlangsung untuk seterusnya.