
Sementara di sisi lain, Revan dan kawan kawan baru saja menepikan motor nya di halaman parkir cafe milik Farel. Farel yang kebetulan sedang berada di cafe, langsung beranjak keluar mendengar suara deru motor Revan yang sudah sangat ia kenali. Farel tersenyum senang melihat Randi dan yang lain nya juga datang. Sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka ke sana. Namun mata Farel teralihkan pada sosok gadis cantik yang sedang mengenakan jaket kesayangan Revan.
"Wahhh kayak nya rumor nya bener nih, kalo es nya Revan dah cair karna cewek!!" Seru Farel sembari berjalan menuju ke Revan dan kawan kawan.
"Hehe..." Revan hanya terkekeh sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal mendengar penuturan Farel.
"Iyah... Kadang ampe lupa diri saking bucin nya...." Ledek Randi yang membuat Ziva menahan tawa.
"Haii..... Farel.." Sapa Farel sembari mengulurkan tangan pada Ziva.
"Ziva..." Ziva langsung menyambut uluran tangan Farel.
"Cantik.... Wajar banget leader White Eagle ampe terhila gila...." kekeh Farel di akhir ucapan nya, Ziva hanya bisa tersenyum.
"Udah ah yuk masuk!!" Seru Revan sembari menggandeng tangan Ziva.
"Cieee yang salting...." Ramdi semakin gencar menggoda Revan.
Sampai sampai mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung vafe yang membuat mereka terpaksa memakai ruang vip karena tak enak menjadi pusat tontonan orang orang. Sementara Revan sedang berbincang dengan Farel dan yang lain nya juga sibuk bercanda Ziva memilih untuk memainkan hp nya.
From : Nathan
To. : Me
Ra, lagi apa??
From : Me
To. : Nathan
Di cafe, refreshing....
Cekrek.....
Ziva mengambil beberapa gambar cafe tersebut dan langsung mengirim nya pada Nathan. Tak lama ponsel Ziva berdering, Nathan melakukan video call dengan Ziva. Hal ini pun menarik perhatian Ranfi, Reno, Gio, Vito, Zaki dan Gibran. Sementara Revan tak terlalu memusingkan nya karena ia sedang berdiskusi dengan Farel mengenai White Eagle.
In call
"Hai cantik...." Ujar Nathan dari seberang sana.
Mendengar suara pria membuat Reno, Gio, Vito, Zaki dan Juga Gibran saling berpandangan kemudian menatap Ziva lagi. Sedangkan Randi sudah tau itu suara siapa, Revan pun sempat kaget mendengar suara pria itu.
"Hai Tan..." Sapa Ziva sembari tersenyum manis.
Deg
"Nathan??" Batin Revan menatap Ziva sendu, hal ini pun di tangkap oleh Farel.
"Wah.. Seperti nya jalan gak semulus jalan tol nih!! Apa Ziva sudah ada cowok?? Aisshh masa leader White Eagle jadi sad boy sih!!" Batin Farel.
"Lagi apa my queen??" Tanya Nathan.
"Lagi di cafe... Nih....." Seru Ziva sembari mengedarkan kamera hp nya merekam setiap sudut cafe.
"Wihhh rame juga!! But kok gue gak pernah liat mereka di Warrior yah??" Tanya Nathan karena melihat wajah wajah baru.
"Hehe yah karna mereka bukan anggota Warrior Tan..." Sahut Ziva terkekeh.
"Hah?? Bukan?? Terus lu sendiri gitu??" Tanya Nathan yang terlihat cemas.
"Gak kok, mereka temen temen sekolah gue yang baru Tan, dan kak Mike juga ufah ngizinin gue kok!!" Ujar Ziva meyakinkan Nathan.
"Mike ngizinin lo??" Tanya Nathan memastikan.
__ADS_1
"Iya, kalo gak percaya tanya aja sama kak Mike!!" Sahut Ziva yang membuat Nathan menghela nafas panjang.
"Iya gue percaya, gue cuma takut lo kenapa kenapa Ra!!" Seru Nathan.
"Its oke Tan!! Gue bisa jaga diri!!" Seru Ziva.
"Terakhir kali gue denger itu, lo ampir celaka Ra..." Ketus Nathan.
"Yahhh.... Jangan marah donk Tan!! Gue beneran gak papa kok!! Lagi pula mereka jagain gue kok, beneran dah!!" Ujar Ziva meyakinkan Nathan.
Melihat Ziva yang sebegitu nya tak ingin Nathan khawatur membuat Reno dan kawan kawan langsung menoleh ke arah Revan. Dan benar saja Revan sedang mengawasi Ziva dengan tatapan sendu.
"Duh, kesian bang Revan.." Bisik Gio.
"Iya, yah tapi mau gimana lagi kan dari awal juga tau kalo Ziva udah ada yang punya.." Bisik Reno.
"Duh tapi tetep aja, gue yang gak liat nya aja ngebayangin jadi Revan nyesek!!" Bisik Vito.
"Yahhh bang Revan jadi sad boy..." Lirih Zaki.
"Aisshh gue pikir mereka bakal bersama, eh tapi tau nya Ziva udah ada yang punya..." lirih Gibran.
"Bacot lu semua!!" Seru Randi.
"Aisshhh sebenarnya gue juga bingung, harus berpihak di mana??" Batin Randi.
Ziva terus tertawa di buat oleh Nathan, sampai akhir nya Nathan memituskan panggilan telepon nya karena Harus mnyelesaikan pekerjaan nya.
Setelah selesai Ziva melakukan Video call, Revan pun kembali duduk di dekat Ziva.
"Nathan??" Tanya Revan.
"Iya..." angguk Ziva sembari tersenyum manis namun detik kemudian ia menyadari satu hal.
Ia melihat ke arah Revan yang seperti nya sedang mengendalikan diri nya, namun tatapan mata nya tak bisa berbohong.
"Zii.. Zii.... Revan pasti sakit hati.... Ah lu Zi... Duh gue harus gimana nih, canggung banget!!" Rutuk Ziva dalam hati.
"Eh, pada gak mau oesen makan atau minum nih??" Tanya Farel memecahkan keheningan.
"Hmmm gue milk shake strawberry deh!!" Seru Ziva.
"Gue sama yang lain kayak biasa aja Rel!!" Seru Randi.
"Oh oke, gue tinggal dulu!!" Seru Farel sembari beranjak dari tempat itu.
"Eh eh gue punya tebakan nih, mau denger gak??" Tanya Gio yang mulai mengalihkan perhatian semua orang.
"Apaan??" Tanya Gibran.
"Hewan... Hewan apa yang bisa bilang kenapa?" Tanya Gio.
"Hah?? Hewan?? Bilang kenapa?? Hewan apaan??" Bingung Zaki.
"Iya gue aja gak tau..." Seru Randi menatap Gio penasaran.
"Emang hewan apa??" Tanya Ziva yang juga penasaran.
"Hewan monyet!" Seru Gio.
"Hah?? Kenapa monyet??" Tanya Randi.
"Nah tuh bukti nya..." Ujar Gio sembari menunjukkan deretan gigi nya.
__ADS_1
Sementara yang lain nya masih mencerna ucapan Gio.
"Lo mau gue slepet!!" Seru Randi saat mengerti maksud Gio dan yang lain pun hanya terkekeh rupa nya pertanyaan lawakan.
"Gue juga ada nih..." Ujar Zaki.
"Ah lu mah garing!!" Seru Reno yang membuat yang lain nya terkekeh.
"Biasa nya ambulan bawa apa??" Tanya Vito.
"Bawa orang sakit !!" Ujar Ziva
"Bukan!!" Seru Vito.
"Lah terus bawa apa??" Tanya Ziva.
"Bawa hiu.." Bukan Vito yang menjawab melainkan Zaki.
"Lah kok hiu??" Tanya Revan yang juga mulai penasaran.
"Iya kan bunyi nya hiu hiu hiu hiu...." Ujar Vito sembari menunjukkan deretan gigi nya.
"Hahahha gue gampar lo asli.... Au ah pusing gua..." Ujar Revan yang di sambut oleh tawa yang lain.
"Gue bingung deh sama kipas angin..." Seru Gio.
"Lah kenapa??" Tanya Reno.
"Iya, dari tadi negok kanan nengok kiri tapi gak nyebrang nyebrang...." Ujar Gio terkekeh.
"Wahhh pada kelas ngelawak kayak nya...." kekeh Randi yang membuat yang lain nya ikut tertawa.
"Eh ntar balik gue mau mapir ke apotik deh!!" Seru Zaki.
"Hah?? Ngapain??" Tanya Revan.
"Gue mau beli obat tidur..." Ujar Zaki.
"Obat tidur??" Tanya Revan mengernyitkan dahi nya.
"Iya, tapi kayak nya gua harus hati hati deh bawa nya..." Ujar Zaki.
"Lah kenapa obat tidur kan bukan nya barang ilegal??" Tanya Ziva.
"Iya gue takut..." Seru Zaki menggantung kan ucapan nya.
"Takut apaan??" Tanya Randi.
"Takut obat nya bangun..." Ujar Zaki sembari menunjukkan deretan gigi nya.
"Hah??" Semua orang melongo dengan jawaban Zaki.
Namun detik kemudian mereka serentak tertawa bersama.
"Hahahhahaa sumpah absurd banget...."
"Iya hahaaahaa weh sakit perut gue..."
"Lah gue pikir apaan tadi hahaaagaa...."
Yah kira kira begitu lah reaksi mereka di sela tawa nya, Ziva pun ikut tertawa melihat tingkah lucu dari mereka. Sementara Revan sedari tadi diam diam mengawasi setiap gerakan Ziva.
"Gue tau hati lo milik orang lain Zii... Tapi gue tetep gak mau nyerah terhadap lo... Hati gue udah tertawan oleh lo...." Batin Revan.
__ADS_1