
Tuk tuk tuk
Terdengar suara langkah kaki yang sangat halus di area tangga darurat. Ya itu adalah suara langkah kaki Vano dan Zaki. Setelah mereka menetralisir jantung mereka yang hampir melompat keluar pada eps#111, mereka pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Satu per satu anak tangga mereka naiki dengan untuk tak menimbulkan suara. Mereka tak ingin mengulang kembali kejadian tadi. Mereka hanya beruntung tidak ketahuan, dan lagi bisa bisa mereka akan benar benar menemui malaikat maut kalau itu sampai terulang.
Tak lama mereka sampai di pintu yang mengarah ke lantai tiga. Mereka berhenti di sana, Zaki duduk di samping pintu itu. Begitu pun Vano yang nafas nya sudah tersegal segal. Ya bagaimana tidak, mereka naik dari lantai satu sampai lantai tiga. Belum lagi tenaga nya yang sudah sangat terkuras saat bergelantungan untuk bersembunyi tadi.
"Zak, kita langsung keluar nih??" Tanya Vano melirik ke arah Zaki.
"Bentar, gue ambil nyawa dulu!! Bisa bisa beneran ketemu malaikat maut gue!!" Seru Zaki mengambil nafas dalam dalam.
"Bentar gue intip dulu!!" Ujar Vano sembari berdiri.
Vano memegang knop pintu itu, sedikit menarik nya. Ya hanya sedikit karena ia hanya ingin memastikan keadaan. Seketika mata nya terbuka lebar, namun ia berusaha tetap tenang. Ia menutup kembali pintu itu dengan hati hati agar tak menimbulkan suara. Kemudian ia kembali duduk di samping Zaki yang melihat nya heran.
"Kenapa Lo??" Tanya Zaki.
"Gila!! Tuh orang gede gede amat badan nya!!" Lirih Vano yang tak ingin menimbulkan kebisingan.
"Ada orang di luar??" Tanya Zaki memastikan.
"Iya, ada dua orang... Mereka berdiri di depan pintu!! Kayak nya lagi jagain sesuatu!!" Seru Vano.
"Jangan jangan...."
"Gak mungkin!! Soal nya kata Bang Zack bukan di situ!!" Ujar Vano memotong ucapan Zaki.
"Iya juga sih, atau itu cewek yang nyamar jadi Queen Zi??" ujar Vano.
"Hubungin Bang Zack dulu!! Kita gak bisa bertindak!!" Ujar Zaki.
Vano pun dengan sigap langsung menelpon Bang Zack.
Sementara di sisi lain,
Tringgg
Suara ponsel Bang Zack memecahkan suasana di sana.
"Sorry gue angkat telpon dulu!!" Ujar Bang Zack sembari ingin ke luar ruangan.
__ADS_1
"Angkat di sini!!" Seru Wilson dengan nada dingin.
Bang Zack tau kalau Wilson mungkin belum sepenuhnya percaya pada nya. Jadi Bang Zack mengambil resiko menjawab telpon itu di sana.
"Apaan lagi sih, kan udah gue bilang gue lagi ada urusan di luar!! Kalo ada apa2 Lo minta tolong sama Farel aja!!" Seru Bang Zack ketika sambungan terhubung.
Pernyataan Bang Zack itu spontan membuat Vano terdiam beberapa detik namun di detik kemudian ia langsung menjawab nya.
"Duh sorry Bang, abis nya gue lupa!! Tolong bilangin ke si Fely kalo kucing nya bawa masuk ke dalem dulu, jangan di keluarin!! Soal nya ada anjing tetangga yang lepas tadi!! Gue lagi di tempat cewe gue bang, nih aja gue bisik bisik biar gak ketauan cewe gue!! Lu tau sendiri kan dia cemburu nya minta ampun!! Bakal ngamuk dia kalo tau ada cewe di base!!" Lirih Vano yang membuat Zaki mengernyitkan dahi karna ia belum tau kondisi nya.
"aiisshh lagian lu, acara pake nyuruh si Fely ke base!! Ya ya bentar, ntar gue bilangin ke Fely!!" Bang Zack langsung menutup sambungan telpon karna sudah mengerti situasi nya.
Bang Zack pun segera mengetikan sebuah nomor dan langsung menelpon nya.
Tut tUt Tut
"Halo!!".
" Jar, Lo di base kan??" Tanya Bang Zack to the point.
Sementara Fajar yang tiba tiba di tanya begitu langsung mengernyitkan dahi heran. Namun Alex segera menanggap pembicaraan dari Bang Zack. Ia menepuk bahu Fajar dan mengangguk. Fajar pun mengerti dan langsung menimpali Bang Zack.
"Bilangin ke Fely, itu kucing nya bawa masuk jangan sampe keluar soal nya ada anjing tetangga yang lepas!!" Seru Bang Zack.
"Kucing??" Ulang Fajar.
"Iya, kucing yang di depan pintu tadi pagi!! Kucing nya Fely!!" Jelas bang Zack.
Fajar melirik ke arah Alex, setelah mendapatkan anggukan dari Alex ia pun kembali menimpali Bang Zack.
"Oke bang, gue ke depan!! Soal nya Fely lagi di depan!! By the way, gimana misi Lo?? Bang Revan udah nanyain!!" Tanya Fajar.
"Hmm lagi di diskusikan!! Lo tenang aja!! Gue gak bakal balik dengan tangan kosong!!" Seru Barang Zack kemudian mematikan sambungan telpon nya.
Tut Tut Tut
"Dah kan??" Ujar Bang Zack pada Wilson karena sedari tadi ia menyalakan speaker.
Wilson pun hanya bisa mengangguk, ia seperti nya mulai percaya pada Bang Zack.
__ADS_1
Sementara itu, di tempat Mike, Alex dan juga Fajar. Fajar sedang berhadapan dengan Alex.
"Maksud nya apa??" Tanya Fajar yang masih tak mengerti.
"Itu kode pe'a!! Dia bilang gitu pasti dia ngomong pas ada orang lain di Deket nya!! Mungkin Wilson juga ada di sana!!" Seru Alex.
"Ya terus??" Tanya Fajar.
"Sejauh yang gue pahami, kayak nya mereka lagi jalan ke lokasi Rega sama Alqan tapi di jalan mereka kehadang!! Kucing itu penjaga yang jangan di depan pintu, dan kemungkinan besar pintu yang mereka jaga itu tempat mereka nempatin Fely!!" Terka Mike yang di angguki oleh Alex.
"Ah?? Jadi gue harus hubungin Fely, buat bikin penjaga itu pergi!! Biar orang orang Bang Zack bisa lewat!!" Sahut Fajar.
"Nah tuh nalar!!" Seru Alex.
Dengan segera Fajar menghubungi Fely, ia menceritakan seluruh kronologis nya. Sementara di tempat Fely, ia hanya bisa menghembuskan nafas kasar. Ia beranjak dari kasur meraba menuju pintu. Ia segera menggebrak pintu tersebut.
"Woyy bukain!!" Teriak Fely.
Klek
"Apa??" Tanya salah seorang penjaga yang membuka pintu.
"Mau ke toilet!! Ya kali gue beser di sini!!" Ketus Fely.
"Hah??" Penjaga itu bingung harus bagaimana, karna sesuai perintah gadis ini tak boleh kemana kemana.
"Lah kok diem sih... Buruan anterin ke toilet dah gak tahan nih!!" Seru Fely sembari memegangi perutnya nya.
"Ah?? Udah yuk anterin aja!! Lagian dia gak bakal bisa kabur dari pengawasan kita!!" Seru penjaga yang satu nya.
"Ya udah ayook!!" Seru penjaga itu lalu menggiring Fely ke tempat lain.
Mereka berjalan sebentar melewati pintu tangga darurat lalu berbelok ke kiri tempat di mana toilet berada. Vano yang mengintip sedari tadi bersorak dalam hati.
"Yes rencana berhasil!!" Batin Vano.
Dengan segera Vano dan juga Zaki luar dari sana dan bergegas ke arah kanan. Mereka mempercepat langkah mereka namu. tetap berhati hati jikalau ada orang lain di sana. Sampai di simpangan mereka segera belok kiri sesuai arahan Bang Zack. Namun langkah mereka semakin sulit karna pencahayaan semakin minim di sana.
"Duh nih tempat dah kayak cerita horor deh!!" Lirih Vano.
__ADS_1