Most Wanted School

Most Wanted School
My Best Brother


__ADS_3

Tak lama Revan pun sampai di rumah sakit yang di beritahukan oleh Mike, ia segera memarkirkan mobilnya. Sementara Ziva, telah bersiap siap karna sudah di beritahu oleh kakak nya mengenai situasi mereka. Ziva tak ambil pusing karna ia tau kakak nya pasti bisa menyelesaikan nya. Yang harus ia lakukan adalah percaya dan jangan melakukan hal yang justru membuat nya terjebak.


Meskipun dalam hati nya ia begitu mengkhawatirkan kondisi Rega dan Alqan. Namun ia harus berusaha setenang mungkin, agar masalah tidak menjadi lebih rumit. Randi pun berusaha menenangkan Ziva, ia selalu mencari bahan pembicaraan gar Ziva tak terlalu memikirkan hal yang telah terjadi.


Klek


Pintu terbuka menampilkan sosok Revan, ia segera menghampiri Ziva. Revan menatap Ziva dengan tatapan penuh arti.


"Are you oke, Zi??" Tanya Revan cemas.


"I'm fine... Lo gak usah terlalu khawatir!!" Seru Ziva.


"Gimana gak khawatir coba, ini udah keberapa kali Lo masuk rumah sakit!!" Tukas Revan.


"Ya elah gue cuma kecapean doank, dan kayak nya gue masih syok soal yang kemaren!!" Elak Ziva.


"Haiissshhh Lo tu emang ya, suka banget bikin gue khawatir!!" Ujar Revan kemudian menggenggam tangan Ziva.


"Ehemm dah dah gak usah drama melow deh!! Yok pulang!!" Seru Randi yang tak ingin berlama-lama menyaksikan drama yang di buat oleh sahabat nya itu.


"CK, Lo tu ya gangguin orang aja bisa nya!! Maka nya cari pacar biar gak ngiri!!" Ledek Revan yang langsung di balas dengan geplakan d tangan nya oleh Ziva.


"Siapa yang pacar Lo???" Ujar Ziva sembari mendelik ke arah Revan.


"Khehe calon pacar maksud nya!!" kekeh Revan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Cih, siapa juga yang mau jadi pacar Lo!!" Tandas Ziva mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Dah lah!! Malah gelud nih dua bocah!!" Randi geleng geleng kepala melihat tingkah laku Ziva dan Revan.


"Dah dah, yuk berangkat!!" Seru Randi yang hendak membantu Ziva turun dari ranjang.


"Biar gue aja!!" Seru Revan.

__ADS_1


"CK, iya iya deh!!" Randi pun mengalah.


Ziva dengan perlahan turun dari ranjang di bantu oleh Revan. Jujur saja kepala nya masih sedikit sakit, rasa nya berdiri saja sudah membuat nya sempoyongan. Revan yang menyadari itu langsung menangkap tubuh Ziva, ia menopang tubuh Ziva.


"Zi!!"


"Sssttt" Ziva memegang kepala nya yang terasa sangat sakit.


"Duduk dulu!!" Ujar Revan sembari kembali menuntun Ziva duduk di ranjang.


"Are you oke??" Tanya Revan cemas.


"Gak papa cuma pusing aja!!" Sahut Ziva.


"Serius Lo gak papa nih, kalo gak kita tunda aja, Lo di rawat dulu aja di sini!!" Ujar Revan yang langsung di balas dengan gelengan kepala oleh Ziva.


"Gue gak papa kok, lagian ntar juga dokter bakal sering ngecek keadaan gue, walaupun gue gak di rawat di sini!!" Seru Ziva berusaha meyakinkan Revan.


Randi pun menoleh, ia sadar dengan kode yang di berikan oleh Revan.


"Dah gak papa Van, lagi pula kan Zi di base camp!! Lo gak usah balik ke rumah atau apartemen Lo, Lo jagain aja Zi di base kalo Lo khawatir sama dia!!" Ujar Randi.


"Tapi orang tua nya Zi??" Tanya Revan ragu.


"Tenang aja, gue dah bilang sama nyokap gue kalo gue bakal nginep di base camp Warrior beberapa hari!!" Seru Ziva.


Setelah perdebatan kecil itu, akhir nya mereka berjalan keluar rumah sakit. Dengan Ziva yang di gendong di punggung Revan. Revan yang bersikeras untuk menggendong Ziva, karena ia takut Ziva pusing dan pingsan lagi. Alhasil Ziva hanya bisa pasrah karna Revan itu sangat keras kepala.


Sesampai nya di mobil, Revan segera mendudukkan Ziva di kursi penumpang. Sedangkan Randi, ia berjalan menuju motor nya. Ia mengambil jalur lain karena ia di minta oleh mama nya untuk pulang. Meskipun berat meninggalkan Ziva namun ia percaya bahwa sahabat nya itu mampu menjaga adik nya itu baik baik.


Revan pun melakukan mobil nya dengan kecepatan sedang.


"Ni mobil nya Bang Tian kan??" Tanya Ziva memastikan.

__ADS_1


"Eh ,iya!!! Kan Lo tau gue bawa motor tadi!! Ya kali gue jemput orang sakit naik motor!! Bang Mike tadi yang nyuruh pake mobil ini!!" Seru Revan.


"Ah, ya!!" Sahut Ziva mengerti.


"By the way, kenapa Bang Mike minta bantuan gue?? Bukan nya Lo bisa aja ya nginep di base camp Warrior kan banyak anggota Warrior yang bisa jagain Lo??" Heran Revan.


"Lo gak sadar apa?? Kak Mike itu orang nya peka banget!!" Ujar Ziva yang membuat Revan bingung.


"Hah?? Maksud nya??" Tanya Revan tak mengerti.


"Yah, Lo pikir aja... Gimana orang orang itu bisa tau kalo di base camp lagi gak ada orang cuma Alqan sama Rega doank!! Dan satu lagi beberapa hari yang lalu bahkan sering juga sih, member lain dari Warrior yang sendirian di base camp, kenapa mereka gak nyerang saat itu, kenapa harus pas Alqan sama Rega??" Jelas Ziva yang membuat Revan mengernyitkan dahi.


"Jelas karna mereka tau Alqa dan Rega itu Anggota inti Warrior, dan yang paling penting orang orang yang Deket banget sama gue dan kak Mike!! Motif nya udah jelas banget, mereka ngincer salah satu dari gue atau kak Mike!!" Seru Ziva yang membuat Revan membulatkan mata nya, namun ia berusaha untuk tetap konsentrasi dalam menyetir.


"Dan satu lagi, soal ketepatan waktu mereka... Kalo gue gak salah duga..."


"Ada pengkhianat di Warrior!!" Ujar Revan memotong ucapan Ziva.


"Yapss, ini baru dugaan!! Tapi Kak Mike paling gak suka nempatin gue dalam keadaan ambigu kek gini!! Jadi wajar aja kalo dia lebih percaya sama Lo!!" Seru Ziva.


Revan mengangguk mengerti, ia sekarang sangat mengagumi sikap siscom nya Mike. Meskipun di mata orang lain mungkin ia sosok yang terlalu protektif. Namun di mata Revan, Mike adalah sosok kakak yang sangat melindungi adik nya. Bahkan seperti sekarang, masih ada kemungkinan orang orang itu mengincar nya bukan Ziva. Namun Mike, terlebih dahulu mementingkan keselamatan adik nya itu.


"Bang Mike sayang banget ya sama Lo!!" Ujar Revan.


"Yah, bahkan dia pernah gak ikut ujian gara gara denger gue pingsan pas camping waktu gue kita masih SMP!!" Seru Ziva sembari tertawa kecil mengingat kelakuan konyol namun mengaharukan dari kakak nya itu.


"Really??" Tanya Revan tak percaya.


"Gue gak tau dan gak bisa ngukur tingkat sayang nya kak Mike, tapi gue pastiin bahwa gue adalah prioritas utama di hidup nya... Dan gue sayang banget sama dia!!" Ujar Ziva.


"Kalian tau bener bener kakak adek yang sempurna!! Saling jaga, saling melengkapi, saling mendukung dan yang paling penting saling percaya!!" Salut Revan.


"Ya, he's my best brother!!"

__ADS_1


__ADS_2