
Setelah cukup lama menangis, Ziva tertidur di pelukan Revan. Revan yang menyadari tidak ada gerakan lagi dari Ziva menjadi khawatir. Dengan perlahan ia mengecek keadaan Ziva, ia melihat wajah Ziva yang sembab karena air mata. Ia memutuskan untuk menggendong Ziva, namun saat ia berusaha berdiri justru ia merasakan sakit di kaki nya.
"Van, are you okey??" Tanya Reno cemas.
"Kaki gue!!" Ringis Revan.
Saat itu guru guru pun sampai di sana, mereka menanyakan kondisi Ziva.
"Ziva gak papa kok Pak, tapi dia kayak nya syok banget!!" Seru Randi.
"Ya udah kalian bawa Ziva ke UKS dulu!!" Seru Pak Topik.
"Biar gue aja Van!!" Usul Reno untuk menggendong Ziva.
Meski dalam hati nya Revan tak rela, karna ia tau jika Ziva pernah menaruh hati pada Reno. Tapi ia lebih mengkhawatirkan kondisi Ziva, jadi ia pun terpaksa mengiyakan usul Reno dan membiarkan ia menggendong Ziva.
Sementara Gio dan Vito pun sampai di sana, merek membantu memapah Revan. Karno melihat drh yang terus keluar dari lutut Revan. Sedangkan Randi memutuskan untuk tetap tinggal di sana. Ia hendak membicarakan sesuatu pada Pak Topik, Ia merasa ada yang tak beres tentang kejadian ini.
"Pak, bisa bicara sebentar??" Tanya Randi serius.
"Ya??" Pak Topik bingung melihat ekspresi Randi yang begitu serius.
"Ada apa??" Tanya Pak Topik.
"Saya rasa ada yang janggal di sini!!" Seru Randi yang membuat Pak Topik mengernyitkan dahi.
"Ziva bukan lah orang yang ceroboh, dan kalau dia berniat bunuh diri, dia bakal langsung lompat bukan nya gelantungan di besi itu!!" Seru Randi yang membuat Pak Topik tertegun.
"Jadi maksud kamu??" Jujur Pak Topik masih kaget dengan pernyataan Randi.
"Ziva bukan orang yang suka cari sensasional dengan membahayakan nyawa nya sendiri!!" Seru Randi.
"Ini sudah di rencanakan!!" Ujar Pak Topik dan Randi serempak.
Mereka memiliki pemikiran yang sama, awal nya Pak Topik berpikir Ziva sedang mengalami gangguan mental sehingga memutuskan untuk bunuh diri. Namun setelah mendengar pernyataan dari Randi, ia mengerti satu hal.
"Tapi Ran, apa kamu yakin dengan hal ini??" Tanya Pak Topik.
__ADS_1
"Ya pak, Ziva itu adik sepupu saya, saya sangat mengenalnya, dan dia bukan orang bodoh yang mudah menyerah akan satu hal!!" Seru Randi.
"Jadi untuk bunuh diri, itu adalah hal yang paling gak mungkin!!" Tambah Randi.
"Kalau pun bener ada yang berusaha mencelakakan Ziva, tapi kasus ini nama nya pembunuhan berencana!!" Ujar Pak Topik.
"Karna orang itu pasti tau kalau Ziva berada di sana, atau orang itu yang mengajak Ziva ke sana!! Kita cuma bisa menunggu Ziva tenang dan menanyakan detail nya!!" Jelas Pak Topik.
"Pak, saya mau kasus ini di selesaikan dengan rapi!! Tapi jangan sampai melibatkan pihak berwajib!!" Seru Randi yang membuat Pak Topik terkejut.
"Ran apa kamu tau apa yang lagi kamu omongin ke saya??" Tanya Pak Topik menyakinkan Randi.
"Ya, ada alasan penting untuk ini pak!! Ziva tidak bisa terlibat dengan pihak berwajib atau di sendiri akan celaka!!" Seru Randi yang membuat Pak Topik mengernyitkan dahi.
"Dan lebih baik bapak, tidak tau terlalu banyak... Kalau tau lebih dari ini, mungkin tidak akan berakhir baik untuk bapak!!" Tatapan mata Randi sangat menusuk, pria paruh baya di depan nya ini menjadi ciut bahkan sulit menelan ludah nya sendiri.
"Selidiki dengan rapi, masalah rumor di sekolah ini biar saya, White Eagle dan juga Warrior yang ngatasin nya!!" Tambah Randi yang membuat Pak Topik.
Sebenarnya ia sedikit ngeri mendengar nama Genk motor besar dia sebutkan. Bahkan pengusaha ternama pun harus memandang wajah dua Genk ini jika ingin melakukan sesuatu. Agar tak bersinggungan dengan dua Genk ini, karena di mata orang orang mereka hanya Genk motor untuk kumpul kumpul.
Namun, di mata orang yang mengerti apalagi pengusaha dan orang yang mempunyai kekuasaan mereka bukan orang orang yang bisa di singgung. Ini karena mereka mempunyai koneksi tersembunyi di antara kekuasaan besar. Mereka juga bergerak dalam bidang bisnis di usia yang terbilang masih muda. Mereka mampu mengelola bisnis mereka sendiri dan mampu bersaing dengan perusahaan perusahaan besar lain nya. Walaupun hanya sedikit yang tau karena mereka menyembunyikan identitas mereka.
"Ya saya mengerti!!" Seru Pak Topik.
"Makasih Pak!!"
Setelah mengucapkan itu semua, Randi pergi dari sana. Sedangkan Pak Topik masih bergeming di sana, ia mengusap dada nya.
"Duh, kenapa anak jaman sekarang lebih dewasa sebelum umur nya!!" Seru Pak Topik.
"Jantungan saya lama lama kalo setiap anak kayak tu orang!!" Lirih Pak Topik.
"Aaiissshhh generasi sekarang udah ngalahin orang tua, mereka jauh lebih peka dan berpikir kristis dari pada yang senior!!"
Pak Topik akhirnya melangkahkan kaki nya, turun menuju ruang guru. Untuk membicarakan masalah insiden ini dengan guru guru lain nya.
Sedangkan Randi, ia bergegas menuju UKS, tak lupa ia segera mengabari Mike tentang hal ini. Kalau lambat sedikit, dan Mike tau dari orang lain bisa bisa di penggal kepala nya. Walau pun akhir nya ia harus menerima makian luar biasa dari Mike.
__ADS_1
Di UKS
Ziva masih tertidur lelap, di sisi nya sudah ada Revan yang telah di obati luka nya. Suster Anna meminta nya untuk berbaring dan istirahat namun Revan kekeh ingin menjaga Ziva. Di sana juga ada Gio, Vito dan juga Reno.
Klek
Pintu UKS terbuka, menampilkan sosok gadis cantik. Siapa lagi kalau bukan Sisil, ya sahabat Ziva. Ia terlihat sangat khawatir dan panik, ia bergegas berjalan ke arah Ziva.
"Van, kok Zi bisa kek gini sih??" Tanya Sisil cemas.
"Kita juga gak tau, Lo sendiri dari mana??" Bukan Revan yang menjawab melainkan Gio.
"Gue dari perpus tadi, gue udah ajak Ziva, tapi dia pengen sendiri jadi gue tinggal... Gue gak tau kalo Zi bisa kek gini!!" Jelas Sisil merasa bersalah.
"Udah lah, gak usah nyalahin diri Lo!! Zi, udah gak papa kok!!" Seru Revan sembari mengusap anak rambut Ziva.
Terlihat sekali bahwa Revan sangat menyayangi Ziva, ini membuat sahabat sahabat nya Revan tertegun. Revan selama ini dingin dan tak pernah peduli akan siapin kecuali sahabat sahabat nya, kini terlihat begitu lembut di hadapan seorang gadis.
Klek
Pintu UKS terbuka kembali, kini yang datang adalah Randi.
"Dari mana Lo??" Tanya Reno namun tak di jawab oleh Randi.
"Van, perintahin anak anak White Eagle buat bungkam seisi sekolah, jangan sampe berita masalah Ziva ini tersebar!!" Seru Randi yang membuat pandangan semua orang tertuju pada nya.
"Zi, udah kayak gini Lo masih mau sembunyiin ini!! Seharusnya ini di bawa ke jalur hukum!!" Protes Revan marah.
"Tahan emosi Lo Van, Randi pasti punya alasan nya!! Lo lupa dia siapa! Di banding Lo, Randi di sini yang paling khawatir sama kondisi nya Ziva!!" Jelas Vito.
Emosi Revan pun seketika menurun, ia baru sadar kalau Randi adalah kakak nya Ziva. Dan dia lah yang paling mengkhawatirkan Ziva.
"Sil!! Lo bisa keluar dulu!! Please, gue ada hal penting mau di bicarain!!" Seru Randi, meskipun dengan berat hati Sisil keluar dari UKS.
"Kita juga keluar bang??" Tanya Gio.
"Di sini aja!!" Tandas Revan.
__ADS_1
"Jadi rencana gue gini....."
Mereka pun merencanakan untuk investigasi masalah ini.