
Suasana di ruang tengah pun menjadi begitu tegang, saat Zaki turun dari lantai dua ia bahkan bergidik ngeri melihat suasana yang tak tahu harus ia jelaskan bagaimana. Revan dan yang lain nya memilih diam dengan pikiran nya masing masing. Sampai Zaki memberanikan diri untuk mendekat dan berdehem untuk mengalihkan perhatian yang lain nya.
"Hemm.." Revan dan yang lain nya menoleh ke arah Zaki.
"Bang, lu gak mau nyusulin si Ziva??" Tanya Zaki yang membuat Revan tersadar kalau Ziva dalam kondisi yang tidak baik.
"Ran, gue gak peduli apapun bakal gue lakuin buat Zi... Baik itu pilihan yang pertama atau pun yang kedua...." Seru Revan sembari meninggalkan ruang tengah menuju lantai atas.
"Gue ketinggalan apaan??" Tanya Zaki pada Gibran.
"Diem!! Ntar gue ceritain!!" Ujar Gibran sembari mengkode Zaki untuk kembali ke kamar mereka dan Zaki pun langsung mengikuti kode dari Gibran itu.
"Jadi?? Gimana sekarang??" Tanya Vito.
"Aissshhh biarin Ziva tenang dulu!! Delivery aja buat makan malem, dah ampir malem nih!!" Seru Reno.
"Hmm beliin juga beberapa salad buah sama susu strawberry, jangan lupa yogurt strawberry juga!!" Seru Randi yang membuat Reno, Gio dan Vito menatap nya penuh arti.
"Sejak kapan lu suka yang kayak begituan bang??" Tanya Gio.
"Buat Zi, ogep!! Ah elah lu bikin emosi aja!!" Kesal Randi yang membuat Reno dan Vito terkekeh.
"Hah? Es mochi??" Ujar Gio dengan wajah yang sok bingung.
"Yehh bolot!!" Ujar Vito yang di sambut gelak tawa Randi dan Reno sedangkan Gio hanya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Sementara di sisi lain, Revan sedang berdiri di depan kamar nya yah kamar yang di tempati oleh Ziva. Setelah menumang beberapa waktu ia memilih untuk mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
"Ziii....."Panggil Revan namun tak ada jawaban.
Tok tok tok
"Ziii... Ini gue..." Panggil Revan lagi namun masih tak ada jawaban yang membuat Revan cemas.
Tok tok tok
"Zii.. Gue masuk yah!!" Seru Revan sembari membuka pintu yang ternyata tak terkunci.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan Ziva keluar dari kamar mandi yang membuat Revan tertegun melihat penampilan Ziva saat ini. Ziva sedang menggunakan baju nya yang over size sehingga baju itu menutupi tubuh Ziva hingga paha atas nya. Ziva nengenakan celana pendek yang hanya sebatas paha nya, serta jangan lupa kan rambut nya yang masih basah dengan air. Revan berkali kali mengedipkan mata nya melihat indah nya ciptaan Tuhan tang satu ini.
"Van??" Panggil Ziva saat melihat Revan tak bergeming di tempat nya.
"Ah iya!! Sorry gue langsung masuk!! Tadi udah gue ketok pintu tapi gak ada jawaban, gue takut lo kenapa kenapa!!" Jelas Revan.
"Iya gak papa kok!!" Sahut Ziva sembari berjalan menuju nakas.
Revan yang tahu apa yang Ziva cari, segera beranjak dari tempat nya kemudian mengambil hair dryer dan tak lupa mengambil vit rambut. Ziva yang melihat itu tersenyum manis, ia memilih duduk di sisi ranjang, sementara Revan mencolokan hair dryer nya.
"Lengkap juga!!" Seru Ziva saat Revan membuka sebutir vit rambut.
"Iya donk" Sahut Revan kemudian tanpa meminta izin langsung mengusap kan vit rambut itu pada rambut Ziva kemudian segera mengeringkan rambut Ziva menggunakan hair dryer.
Ziva hanya memejamkan mata sembari menikmati apa yang di lakukan Revan untuk nya. Tak lama Revan selesai mengeringkan rambut Ziva, ia langsung mengambil sisir diaci nakas.
"Biar gue aja!!" Ujar Ziva namun Revan langsung menjauhkan sisir nya ketika tangan Ziva hendak menjangkau sisir itu.
"Sstttt... Udah diem!!" SeruRevan kemudian mulai menyisir rambut Ziva.
Ziva hanya vbisa pasrah dengan setiap perlakuan Revan, sebenarnya Ziva begitu senang ketika Revan begitu perhatian pada nya seperti ini. Ia sampai lupa dengan apa yang terjadi tadi, seakan semua rasa sakit nya terangat begitu saja.
"Thanks..." Sahut Ziva.
"Mau di iket??" Tanya Revan.
"Gak deh biarin aja!!" Ujar Ziva.
"Turun yuk!! Udah hampir jam tujuh nih, mau makan malem!!" Seru Revan.
"Yuk!!" Sahut Ziva.
Mereka berdua pun bergegas turun ke bawah, saat sampai mereka melihat Randi, Reno, Vito, Gio, Zaki dan Gibran sedang mengiapkan makanan. Lebih tepat na membuka bungkusan makanan yang mereka pesan.
"Wihhh banyak banget makanan nih!!" Seru Revan.
"Iya, bang Randi yang traktir!!" Seru Gio.
"Woaahhhh tumben!!" Seru Revan yang ikut membuka makanan itu.
__ADS_1
Sedangkan mata Ziva langsung tertuju pada beberapa botol susu strawberry di hadapan nya. Tanpa basa basi dan permisi ia langsung mengambil susu itu dan langsung meminum nya. Hal ini membuat Revan dan Randi tersenyum senang melihat tingkah menggemaskan Ziva. Sedangkan Gio, Zaki dan Gibran tercengang melihat tingkah Ziva yang seperti anak kecil mendapatkan makanan kesukaan nya. Mulut mereka bertiga ternganga bahkan mereka pun lupa untuk berkedip saking kaget nya melihat sisi lain seorang queen Zi. Sedangkan Reno dan Vito terlihat biasa saja, mereka kembali menata makanan itu.
"Kedip oiii kedip!!" Ledek Randi yang membuat Gio, Zaki dan Gibran tersadar dan salting sendiri.
Sedangkan Ziva sudah duduk lesehan di depan makanan yang sudah tersaji, yah mereka lebih memilih makan di ruang tengah dari pada di dapur.
"Yuk makan!!" Ajak Revan.
Kemudian setiap orang mengambil makanan yang mau mereka makan, Ziva mengambil nasi dan beberapa lauk. Ia juga mengambil kepiting saus tiram kemudian dengan kecatan mengupas nya. Sedangkan yang lain nya sibuk dengan makanan nya masing masing, setelah selesai mengupas nya Ziva langsung memberikan nya pada Randi. Yang membuat semua orang mengalihkan pandangan nya pada Ziva.
"Thanks sayang! Lo gak mau??" Tanya Randi karna Ziva menyerahkan semua kepiting yang lupas.
"Gak ah... Kakak aja, aku dah ada ini!!" Memperlihatkan sup iga dan sambal cumi yang ia punya.
"Lah ku pikir lu yang mau makan Ziv!!" Seru Gibran.
"Hehe.." Ziva hanya terkekeh sementara Revan tersenyum melihat apa yang di lakukan Ziva.
"Wajar kalo banyak yang sayang sama lo Zi, lo aja segitu perhatian nya sama orang di dekat lo!!" Batin Revan dan Reno bersamaan.
Wahh wahhh bisa samaan yah, pikiran mereka berdua!! Hihi author numpang lewatt guys....
"Cobain deh!!" Ujar Revan sembari mengarahkan sendok nya pada Ziva.
"Apa??" Tanya Ziva.
"Kari kentang dengan ati ampela!!" Seru Revan yang membuat Ziva membuka mulut nya menerima suapan dari Revan.
"Hmmm..." Gumam Ziva.
"Gimana?? Enak??" Tanya Revan.
"Enak, Bagi donk!!" Seru Ziva.
"Nih..." Revan pun mendekat ke arah Ziva, mendekatkan wadah kari nya pada Ziva.
"Ehem... Dunia bersama milik berdua nih yee.. Goda Vito.
"Hooh, nyamuk nyamuk!!" Ledek Randi.
__ADS_1
Ziva dan Revan hanya bisa mengulum senyum dan mereka pun kembali melanjutkan acara makan mereka.