
Revan sedang mengobrol dengan anggota White Eagle yang lain di depan cafe bersama yang lain nya. Sementara Ziva memilih tinggal di dalam ruang vip bersama Randi, karena ia sudah merasa sedikit lelah.
"Lo tau Ra... Gue baru kali ini liat Revan segini nya sama cewek... Lo orang pertama Ra!! Gue rasa Revan bener bener bisa lo andelin, apa lo gak mau coba buat buka hati lo buat Revan??" Tanya Randi sementara gadis yang sedang berbaring di pangkuan nya itu hanya diam.
"Haiiaazsshhh jangan terlalu keras Ra.... Gue tau lo mikirin tujuan lo. Tapi apa gak bisa lo bahagiain diri lo sendiri!!" Randi menghela nafas panjang karna Ziva masih tak merespon.
"Nyokap lo juga pasti bakal sedih kalo liat lo kayak gini terus!! Dia pasti pengen nya putri kesayangan nya bahagia!!" Seru Randi sembari mengusap surai panjang Ziva.
"Ra, lo dengerin gue kan??" Tanya Randi kesal karena sedari tadi tak mendapat jawaban.
"Lah tidur.... Jadi gue ngomong dari tadi kek orang gila kagak di dengerin...." Kesal Randi yang melihat gadis itu sudah terlelap dalam alam mimpi nya.
"Gue harap Revan bisa bikin lu bahagia Ra... Meskipun kita gak ada hubungan darah tapi tetep aja gue udah anggep lo kayak adek gue sendiri...." Seru Randi menatap Ziva dengan tatapan sendu.
"Gue masih inget pas, om Fadli bawa lo ke rumah.... Langkah kecil lo, tawa ceria lo, tingkah aktf lo bikin semua orang terhipnotis... Bahkan oma yang paling gak suka waktu denger om Fadli mau ngadopsi anak karna tante gak bisa hamil, justru yang paling pertama nyambut kehadiran lo...." kekeh Randi mengingat masa kecil nya.
"Gue inget banget pas itu oma langsung teriak... Ahhhh lucu nya.... Ini anak nya.... Wahh.... Kalo bidadari kecil ini sih mami setuju Fad...." Ujar Randi menirukan suara Oma nya.
"Waktu itu oma seneng banget.... Bahkan oma sampe gak mau lepas dari lo, bahkan mama gue mau gantian gendong lo, gak di kasih sama oma..."
"Lo itu slalu membawa kebahagiaan di mana pun lo hadir Ra... Dan gue harap kebahagiaan itu juga segera hadir di hidup lo.... Buat Nathan yah gue akui dia yang slama ini nemenin lo, tapi gue gak suka saat dia slalu mendukung lo, padahal dia tau kalo jalan yang lo pilih itu salah dan bakal nyakitin diri lo sendiri...." Ujar Randi sembari mengusap kepala Ziva.
Tiba tiba pintu ruang vip terbuka dengan suara yang cukup bising yang membuat Randi segera memberikan kode pada Revan dan anggota White Eagle yang lain.
"Ssttttssss...." Randi berdesis sembari menaruh satu jari nya di mukut nya.
"Zii... Tidur??" Lirih Revan yang membuat Randi mengangguk.
Reno dan yang lain pun segera duduk ke tempat masing masing sementara Revan menyusul Randi duduk di sofa.
"Mau pulang??" tanya Revan.
"Ntar deh nunggu Zii bangun, kasian kayak nya capek banget...." Bisik Randi.
__ADS_1
"Oke...."
Kemudian Revan pun beranjak ke tempat anggota White Eagle yang lain.
"Kita gimana??" Tanya Gio.
"Mabar aja yok!!" Seru Revan.
"Hayukkk lah bang...." Ujar Gio dan yang lain nya.
Mereka pun mulai sibuk dengan dunia nya masing masing, ada yang mabar game, ada yang sibuk ngerjain tugas sekolah. Tugas sekolah?? Yah begini lah mereka, mengerjakan tugas sekolah di mana pun selagi mereka sempat, karna untuk mereka pendidikan itu juga penting. Yah termasuk Revan yang sekarang sudah mulai menganggap pendidikan itu penting. Namun sebuah dering ponsel mengalihkan perhatian mereka dan itu adalah suara dering ponsel Ziva. Yang membuat sang empu terganggu dalam tidur nya, Randi pun awal nya sedikit kaget. Ziva mulai membuka mata nya meski kantuk masih begitu menyerang nya.
"Ra..." Ujar Randi yang tak tega melihat Xiva terbangun.
"Hmmm..." Ziva hanya bergumam kemudian beranjak duduk, ia mengecek hp nya.
"Siapa??" Tanya Randi.
Sementara Ziva dengan santai nya memperlihatkan hp nya yang membuat Randi tersenyum, yah itu adalah panggilan dari Mike namun tak sempat terangkat.
Ponsel Ziva kembali berdering yang membuat Ziva buru buru mengangkat telpon nya.
"Hmmmm...." Gumam Ziva yang memang ia masih sangat mengantuk.
"Lo dah tidur??" Tanya Mike yang mendengar adik nya hanya bergumam.
"Iya dia dah tidur dan telpon dari lo bikin dia bangun...." Ujar Randi yang mengambil ponsel Ziva, Ziva yang melihat Randi sudah mengambil alih hp nya langsung bersandar pada sofa.
Melihat hal itu Revan langsung beranjak menuju sofa lebih tepat nya duduk di sebelah Ziva, ia mengamit kepala Ziva dan menyandarkan nya pada bahu nya. Ziva yang melihat itu Revan hanya tersenyum dalam diam dan kembali memejamkan mata nya.
"Jangan tidur dulu!!" Seru Revan yang masih fokus dalam game nya.
Kenapa??" Tanya Ziva.
__ADS_1
"Haiisssshhhh abis ini kita balik ke base, lo bisa tidur sepuasnya...." Ujar Revan yang membuat Ziva berusaha untuk terjaga.
"Nih" Ujar Randi mengembalikan hp Ziva.
"Apa kata bang Mike??" Tanya Revan.
"Gak, dia nanyain soal Ara aja.... Dia bilang besok dia kirim seragam sama buku nya ke base!!" Sahut Randi.
"Belum kelar??" Tanya Randi yang melihat Revan masih stay dengan game nya.
"Bentar lagi...." Ujar Revan, dan benar saja ia pun mengakhiri permainan nya.
"Yuk balik!!" Seru Revan sembari menggenggam tangan Ziva, namun seperti nya sang empu kembali tertidur.
Hal ini membuat Revan dan Randi saling berpandangan, tak mungkin mereka membawa Ziva naik motor dalam keadaan seperti ini. Yah begini lah Ziva, kalau ia sudah tidur maka sulit untuk membangunkan nya.
"Kenapa Van??" Tanya Farel.
"Ahhh lo bawa mobil Rel??" Tanya Randi.
"Baww, kenapa??" Tanya Farel.
"Gue pinjem, kesian gak tega gue buat bangunin dia lagi!!" Seru Revan.
"Ohhh ya udah pake aja, besok pagi gampang ntar gue suruh orang buat ngambil nya!! Motor lo tinggal aja, sekalian besok gue anterin ke base!!" Seru Farel.
"Ya udah thanks yah!!" Seru Revan.
"Ah elah, lu kayak sama siapa aja!!" Sahut Farel.
"Guyss yuk balik!!" Seru Randi yang membuat semua anggota White Eagle beranjak dari tpat nya.
Revan pun dengan sigap langsung menggendong Ziva, ia tak peduli meski di tatap oleh begitu banyak pengunjung cafe, yah karna cafe ini buka 24 jam jadi masih cukup ramai, justru kalau siang agak sepi. Sampai di parkiran Farel segera menunjukkan lokasi mobil nya, setelah dampai Randi dengan sigap membukakan pintu penumpang. Revan dengan hati hati meletakkan Ziva di kursi penumpang tak lupa memasang sabuk pengaman dan bantalan kepala agar Ziva merasa nyaman. Setelah itu ia menutup pintu mobil nya.
__ADS_1
"Gue sama yang lain ngikut dari belakang!!" Seru Randi yang membuat Revan tersenyum dan langsung menuju kursi kemudi.
Mereka pun mulai meninggalkan tempat itu dan membelah jalanan yang sudah sangat longgar karena sudah cukup malam. Sesekali Revan menoleh ke sebelah nya hanya untuk mengecek keadaan gadis pujaan hati nya itu. Ia tersenyum ketika melihat wajah damai gadis nya itu, ia sengaja melajukan mobil nya agak perlahan agar tak menggangu tidur Ziva. Sementara Randi dan yang lain nya senantiasa mengawal Revan dari belakang, yah hanya untuk jaga jaga. Revan sudah mendapat kabar dari Mike tentang penyerangan mereka tadi, namun Mike belum berhasil mendapatkan Wilson jadi Mike meminta Revan untuk tetap berjaga jaga. Jangan sampai Wilson memanfaat kan kelengahan mereka dan justru berhasil melukai Ziva.