
Flash back on
Ketika Pemuda itu keluar dari ruang rahasia itu bertepatan dengan Leo yang memasuki ruangan itu. Leo benar benar terkejut dengan keberadaan ruang rahasia itu yang tak pernah ia ketahui selama ini.
"Bang ini??" Tanya Leo.
"Haaiissshhh...." pemuda itu menghela nafas kasar padahal ia masih tak ingin menceritakan semua nya pada Leo namun seperti nya memang sudah saat nya untuk adik nya itu mengetahui segala nya.
"Masuk!!" Seru Pemuda itu yang kembali memasuki ruang rahasia di ikuti oleh Leo.
Leo terkejut melihat kamar rahasia itu di penuhi oleh foto seorang anak kecil dan wanita.
"Dia mommy!!" Seru Pemuda itu yang membuat Leo membulatkan mata mya karena selama ini ia tak pernah tau wajah mommy nya.
Leo segera beranjak mengambil salah satu foto di sana, Ia mengusap wajah wanita yang sedang tersenyum itu.
"Mommy??" Leo menitikan air mata.
"Lo udah dewasa sekarang!! Gue rasa udah gak ada guna nya nutupin semua nya dari lo!!" Seru pemuda itu.
"Apa yang lo sembunyiin dari gue bang??" Tanya Leo dengan tatapan sendu, meskipun Leo di kenal dengan mafia berdarah dingin tapi ia masih memiliki sisi lembut di diri nya.
Pemuda itu pun menceritakan segala nya, tentang bagaimana papa nya memperlakukan mommy nya. Dan bagaimana mommy nya bisa meninggal saat itu, satu kenyataan yang membuat Leo terpukul. Karena yang membuat ia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu adalah ayah nya sendiri. Orang yang slalu ia hormati, meski pun papa nya slalu keras pada nya tapi ia slalu menghormati nya. Namun setelah mendengar kebenaran ini membat Leo membenci papa nya itu, sekarang ia tahu mengapa kakak nya begitu membenci papa nya. Kalau hanya masalah organisasi mafia ini tak mungkin kakak nya begitu dendam pada papa nya sendiri. Sekarang terjawab sudah setiap pertanyaan di benak mya.
"Satu lagi...." pemuda itu menarik nafas panjnag sebelum memulai.
"Masih ada lagi..." Lirih Leo yang seperti nya sudah tak bisa menerima kenyataan pahit lain nya.
"Lo slalu nanya kan, kenapa gue begitu keras ngelindungin dia!!" Seru pemuda itu, dan Leo pun mengerti siapa yang di maksud.
"Yah gue emang cinta sama dia, sejak awal gue ketemu dan kenal sama dia!! Tapi cinta gue salah Le..." pemuda itu memejamkan mata nya.
"Maksud lo salah??" Tanya Leo penasaran.
__ADS_1
"Salah... Karna sebenernya dia itu sedarah sama kita!!" Seru pemuda itu.
Deg
"Sedarah??" Batin Leo.
"Mak... Maksud lo apa bang??" Tanya Leo menuntut.
"Dia anak nya papa!!" Ujar pemuda itu.
"What?? Gak mungkin kan!! Umur gue sama dia itu cuma beda beberapa bulan bang!!" Ujar Leo.
"Maksud gue anak dari papa tapi bukan sama mommy!!" Seru pemuda itu.
"Mak... Maksud lo, papa punya perempuan lain??" Tanya Leo membelalakkan mata nya.
"Lebih tepat nya mommy yang perempuan lain Le..." sahut pemuda itu.
Deg
"Mommy nya Ara... Dia istri sah nya papa, bahkan yang terdaftar jadi menantu keluarga Askara itu mommy nya Ara bukan mommy kita!!" Seru pemuda itu, sedangkan Leo hanya terbungkam.
"Karena mommy nya Ara udah dua tahun gak bisa punya anak, jadi papa milih buat nikah lagi tanpa persetujuan keluarga Askara!! Dan perempuan yang di nikahi papa itu mommy!!" Jelas pemuda itu.
"Selama beberapa tahun papa nyembunyiin mommy dari istri pertama nya dan keluarga nya, sampai pas mommy ngandung lo, mommy nya Ara tahu... Dan terjadi perang besar di keluarga Askara dan gak nyangka kalo mommy nya Ara juga baru mengandung satu bulan, sedangkan mommy udah ngandung lo enam bulan!!"
"Karena tau istri pertama nya hamil, papa seneng banget sampe ngelupain kehadiran mommy dan kita... Sampe akhir nya mommy ngelahirin lo pun papa gak peduli sama mommy, dia cuma merintahin anak buah nya buat jagain mommy dan kita... Dan lo tau, mommy itu sebenarnya anak dari Maldev Alzheir...."
"Maksud lo?? Orang yang ngincer Zivara??" Tanya Leo tak percaya.
"Iya.." Sahut pemuda itu.
"Sebenernya ada apa sama keluarga Alzheir itu, kenapa mommy yang harus jadi korban!!" Ujar Leo dengan mata memerah menahan amarah.
__ADS_1
"Haiissshhh... Gue juga belum tau, tapi yang jelas ada dendam kesumat antara Alzheir dan Askara!!" Ujar pemuda itu.
Deg
"Jadi ini alasan lo bang!! Gue kira lo lindungin dia karna cinta, gak nyangka dia itu..." batin Leo.
"Gue gak peduli!! Karna kehadiran dia papa gak peduli lagi sama kita!!" Kesal Leo.
"Le, walau gimana pun dia sedarah sama kita!! Dia adek gue sama kayak lo!! Dia adek lo juga!!" Seru pemuda itu.
"Gue gak punya adek!! Sampe kapan pun gak!" Teriak Leo yang seperti nya belum sanggup menerima kenyataan pahit ini.
"Le..." pemuda itu menatap adik nya itu dengan tatapan sendu.
"Gua tau, lo marah!! Tapi ada satu hal lagi yang perlu lo tau!!" Ujar pemuda itu yang membuat Leo menatap nya.
"Sehari sebelum kejadian itu, mommy pernah pesen ke gue!! Kalo gue harus jagain adek adek gue!! Mommy bilang walaupun beda ibu, tapi dia tetep adek gue dan tanggung jawab gue!! Termasuk juga elo!! Mommy harap kita gak saling benci di kemudian hari dan bisa saling jaga satu sama lain!!" Lirih Pemuda itu.
Tes
Tes
Tes
Air mata mengalir di pipi Leo, ia sudah tak sanggup lagi menahan gejolak di hati nya. Bahkan mommy nya sempat menitipkan pesan, apa karena sudah tahu kalau ia akan berakhir. Ini benar benar kenyataan pahit yang sangat sulit ia terima bahkan begitu pahit mengalahkan empedu. Pemuda itu mengusap punggung adik nya itu berusaha untuk menenangkan adik nya. Pemuda itu tahu ini pasti sangat sulit, dan pasti begitu menyakitkan untuk adik nya.
"Apa yang harus gue lakuin??" Tanya Leo menghapus air mata nya.
"Kita harus lindungin Ara sesuai pesen mommy!! Di mulai dari Wilson dan Winter Blezz!!" Seru pemuda itu.
"Gue mau lakuin ini karna mommy!! Seru Leo.
Leo pun segera keluar dari ruang rahasia itu, di ikuti oleh pemuda itu. Sesampai nya di luar ruang senjata itu, semua anggota mereka sudah berkumpul di sana dan siap untuk menjalankan perintah.
__ADS_1
"Bergerak, hancurin Winter Blezz!!" Titah Leo dengan nada dingin.
Mereka semua pun bergegas keluar dari mansion itu dan menuju mobil serta motor masing masing. Dalam perjalanan pemuda itu slalu melirik ke arah adik nya yang terus mengeluarkan aura dingin yang melebihi es itu. Ia sangat tahu ini kenyataan pahit yang sangat sulit di terima namun ia berharap adik nya itu segera bisa beradaptasi dengan keadaan ini. Sama seperti nya yang ketika mengetahui kenyataan nya, ia langsung menepiskan perasaan nya yang salah itu terhadap Ziva. Prioritas nya sekarang adalah melindungi Ziva apapun keadaan nya.