Most Wanted School

Most Wanted School
Adu Jotos


__ADS_3

Tringgggg


Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, Ziva segera merapikan buku buku nya dan memasukan nya ke tasnya. Tiba tiba saja mata Revan mengangkap sosok Bagas yang melirik Zelin yang berada di sampingnya.


"ikut gue!!" seru Revan yang saat itu juga menyeret tangan Ziva yang mana ia bahkan belum sempat menutup resleting tasnya.


Sisil, Reno dan Randi yang melihatnya di buat terpelongo, ketika Revan malah mengajak perempuan cupu itu pulang.


"kita mau kemana sih?" tanya Ziva pada Revan yang membawa nya berlari dengan sangat kencang.


Tanpa menjawab Revan pun terus menyeret Ziva ke arah parkiran dan saat itu Ziva langsung menutup resleting tas nya.


"kita kejar si Bagas sama si Zelin!" ujar Revan sembari memasang helm.


"lagi?" ulang Ziva dengan bodohnya.


"iya ogep! Buruan naik!" titah Revan yang saat itu langsung menaiki motor nya.


Saat Ziva ingin menaiki motor Revan malah jalan lebih dulu.


"revan!! Aku belum naik!!" teriak Ziva yang membuat Revan tersadar dan kembali.


"lelet sih lho" omel Revan yang membuat hati Ziva tertohok.


"kok malah dia sih yang marah marah." batin Ziva sembari menaiki motor.


Motor pun melaju dengan sangat kencang.


"bisa pelan dikit gak? Aku belum mau mati!!" teriak Ziva ya walaupun ia biasa kebut kebutan tapi kalo di bonceng gini masih scott jantung juga.


"mana bisa!! Kita harus kejar Bagas sama Zelin!" tandas Revan yang saat ini ia berada beberapa meter dari motor yang dikendarai oleh Bagas yang sedang membonceng Zelin.


Cittt


Dengan sangat mendadak Revan menghentikan laju motor nya yg membuat kepala Ziva membentur ke punggung Revan.


"awwww" pekik Ziva.


"lo kenapa sih? Rusuh banget jadi cewek?" omel Revan.


"kok kamu malah marah sih, kan salah kamu yang ngerem dadakan" jawab Ziva yang membuat Revan kesal.


"turun sekarang! Kita harus susul mereka sekarang!!" jelas Revan yang segera memasuki cafe.


Revan dan Ziva diam diam memasuki cafe.


"Revan sama si cupu itu, kita harus cari cara suapaya gak ketauan."


"Tapi sampai kapan kita kayak gini? Aku juga mau di akuin." Ujar Zelin.


"sampe aku puas manfaatin Zelin." ujar Bagas yang mana membuat darah Revan mendidih.

__ADS_1


"sabar Van, jangan sampe mereka tau kalau kita ada di sini" bisik Ziva yang berusaha menenangkan Revan.


Revan kembali menatap buku menu nya sembari melirik Bagas dan Zelin yang salinv bercengkrama sambil Zelin yang terus memeluk lengan Bagas.


"gila tuh cowok! Masa iya Syila di biaarin naik taksi sedangkan mereka malah mesra mesraan di sini." ya Revan sempat melihat Syila menghentikan taksi di gerbang sekolah tadi.


"van, kenapa gak lo foto aja, ini termaksud bukti lho!" lirih Ziva.


"oh iya!" seru Revan yang langsung merogoh ponselnya dan memotret dua sejoli itu.


Cekrekk


Mereka pun sama sama terkejut dengan suara jepretan itu. Dengan segera Revan menarik Ziva, dan berpura pura sedang berfoto ria.


"lo lagi? Lo ngapain di sini, lo buntutin kita?" tanya Bagas.


"dih geer!! Orang kita lagi makan di sini." Ujar Revan yang berdiri dari tempat duduknya.


"Van, udah gak malu apa di liatin orang." ujar Ziva yang menarik ujung baju Revan.


"alasan aja lo!terus ngapain lo motoin gue sama Zelin?" tukas Bagas.


"pede lu cakep!! Gue lagi selfie wee" ujar Revan tersenyum miring.


Bagas langsungvmerebut ponsel Revan yang membuat Ziva dag dig dug.


Setelah tak mendapatkan hasil, Bagas langsung mengembalikan ponsel itu.


"bajingan!" Seru Revan.


"lo bajingan karna udah nyelingkuhin Syila" sahut Revan melepaskan cengkraman Bagas.


"kenapa lo cemburu? Karna lo gak bisa dapetin dia." Bagas menatap Revan remeh.


"cemburu? Gue cuma kasian aja." tukas Revan tak mau kalah.


"percuma, dia gak bakal pernah mau sama cowok berandal kayak lo!!" ujar Bagas.


"lo!!" tunjuk Revan.


"wajar aja sih lo berandal kayak gini krana orang tua lo gak pernah ada waktu buat didik lo.... Belum sempat Bagas menyelesaikan ucaannya ia langsung tersungkur ke belakang.


Buggghhh


Revan lah pelaku yang sudah memberi Bagas sebuah bogem mentah.


Tak terima akhirnya terjadi baku hantam antara mereka berdua. Sampai manager cafe turun tangan dan mengusir mereka dari sana.


"usir mereka keluar dari sini, buat keributan aja!!" ujar sang manager.


"lepas, gue bisa pergi sendiri" ujar Revan yang segera menarik tangan Ziva.

__ADS_1


Setelah keluar Revan dan Ziva segera menghampiri motornya. Ziva meringis ketika melihat luka lebam di sebagian wajah Revan.


"sakit ya?" tanya Ziva.


"ya sakit lah ogep!! Namanya juga adu jotos!!" Kesal Revan.


"ya maaf, kan aku gak ngerasain nya" sahut Ziva yang di balas tatapan tajam Revan.


"emmm aku pulang naik taksi aja deh ya, kamu kayak nya harus obatin muka kamu" ujar Ziva.


"ya iya lah, lagian siapa juga yang mau nganterin lo pulang" tukas Revan.


"dasar gak ada akhlak, bilang makasih kek atau apa gitu" lirih Ziva yang hampir tak terdengar.


"lo bilang apa tadi?" tanya Revan.


"gak ad kok, kita mulai belajar nya hari senin aja ya" ujar Ziva melirik ke arah Revan.


"aku ada urusan abis ini." lanjut Ziva


"gue juga lagi gak mood belajar, ya terserah lo aja lah."


Revan segera menaiki motornya dan pergi meninggalkan cafe itu.


Ziva baru ingat kalau anak anak Warrior meminta nya untuk dateng ke base camp. Untuk membicarakan soal balapan nanti malam. Ziva sudah membicarakan inj dengan Mike. Awalnya ia tak setuju karna takut terjadu hal yang buruk pada adik kesayangannya itu. Namun bukn Ziva namanya jika menyerah begutu saja. Ia terus membujuk Mike. Sampai pada akhirnya dengan tidak ikhlas Mike memberikan izin nya.


Ziva langsung memesan taksi online, untuk segera ke base camp.


Tak lupa Ziva menelpon mama nya.


"halo ma"


"iya sayang kenapa?" jawab Fania.


"ma, Ziva hari ini pulang telat ya atau mungkin Ziva nginep di rumah temen." ujar Ziva.


"lho kok gitu sih, kamu gak pulang dulu" sahut Fania khawatir dengan putrinya itu.


"mama gak usah khawatir Kak Mike bakal susulin Ziva kok, karna Ziva main di rumah adeknya tamen Kak Mike, mama tanya aja sama Kakak." jelas Ziva yng membuat Fania langsung memanggil Mike.


"Mike, kamu mau kemana?" tanya Fania yang melihat putranya sudah rapi.


"keluar ma, oh ya nanti Ara ikut Mike, ke rumah temen Mike, biar adek nya temen Mike ada temen ngobrol gitu. Mike mau ngerjain tugas di sana, nginep gak apa apa kan ma?" jelas Mike.


"hmm ya ni, adek kamu telpon"


"ya udah Mike berngkat dulu ya ma"


"tuh kan ma, boleh ya?" bujuk Ziva.


"ya udah iya, tapi jangan kemana mana tanpa kakak kamu" pesan Fania.

__ADS_1


"siap ma"


"ya udh dulu ma, taksi Ziva udah dateng"


__ADS_2