
"Maksud Lo??" Tanya Mike memastikan.
"Ya, seperti yang Lo pikirkan!!" Tandas Bang Zack yang membuat mereka mengangguk paham.
Namun seketika Mike mengingat kalau adik kesayangannya itu sedang dekat dengan Revan. Dalam hati nya begitu takut, bagaimana kalau yang di balik White Eagle itu tak suka pada Ziva. Banyak sekali pikiran negatif yang menghantui Mike. Hal itu terlihat jelas di mata Zack, seakan tau isi hati Mike.
"Tenang aja!! Ziva aman, mereka gak bakal nyakitin Ziva!! Mereka jauh lebih takut sama Revan!!" Seru Zack yang membuat Mike menaikkan sebelah alisnya.
"Maksud Lo??" Bingung Mike.
"Bentar bentar!! Jadi maksud Lo ada sokongan kuat di belakang White Eagle tapi orang itu justru lebih takut sama Revan leader nya White Eagle gitu??" Tanya Fajar memastikan.
"Yaps, karna kalo gak ada Revan mereka gak bakal bertindak!!" Seru Bang Zack.
"Siaalll!! Sebenernya siapa Revan?? Kenapa makin kesini makin ada yang aneh?? Apa Keputusan gue bener nyerahin keselamatan Ziva ke dia??" Mike bertarung dengan batin nya sendiri.
"Oke oke gue paham sekarang!! Sekarang kita harus susun rencana dulu!! Dan karna Lo yang paling ngerti tentang seluk beluk Winter Blezz jadi kita semua terbuka dengan pendapat Lo!!" Seru Alex pada Bang Zack.
Mereka pun mulai mendiskusikan apa tindakan mereka selanjutnya.
Sementara di sisi lain di sebuah gedung kosong terlihat dua orang remaja yang kondisi nya cukup mengenaskan di ikat dengan tangan di gantung ke atas. Terlihat seseorang di sana sedang tertawa senang melihat ke dua orang itu sedang tak berdaya. Ya dua orang itu adalah Rega dan juga Alqan, mereka sudah tak kuasa untuk melawan lagi. Tenaga mereka sudah terkuras habis dan lagi pikiran mereka benar benar kacau. Karena tak menyangka orang yang di hadapan nya ini adalah pengkhianat.
"Pengkhianat!!" Lirih Rega dengan sisa tenaga nya.
"Hah?? Apa Lo bilang?? Cup cup cup udah kayak gini masih aja ngelawan!!" Pemuda itu melayangkan sebuah pukulan yang langsung mengenai perut Rega.
Alqan yang melihat itu hanya mampu diam dan menutup mata nya. Ia sudah tak sanggup melihat kondisi teman nya itu. Karna kondisi Rega lebih mengenaskan dari pada diri nya, bahkan ada beberapa luka gores akibat benda tajam di tubuh Rega.
"Sayang banget Lo salah besar, gue gak pernah berkhianat karna sebelum gue gabung sama Warrior gue emang anggota Winter Blezz!! Mike yang bodoh itu aja yang percaya sama gue!! Hahahaha!!" Tawa pemuda itu begitu nyaring terdengar di ruangan itu.
__ADS_1
"Lo ngapain sih, ngajak ngomong orang gak berguna kek mereka!!" Ujar seorang pemuda yang baru saja masuk ke dalam ruangan.
"Sorry Yan, gue gak tahan aja liat ekspresi bodoh mereka!! Hahaha gue udah bertahun tahun di sana dan gak ada yang sadar CK CK ck!!" Seru Pemuda itu memandang remeh Rega dan Alqan.
"Dah lah, tinggalin aja!! Bentar lagi tuh cewek bakal dateng!!" Ujar Riyan pemuda yang baru datang tadi.
"Dia udah setuju??" Tanya pemuda itu.
"Yaps!!" Sahut Riyan sembari tersenyum miring.
"Wah wah makin gak sabar gue!! Kira kira Bang Wil, mau ngapain dia??" Seru Pemuda itu.
"Ya pasti nya di jajah lah, Mayan lah buat makanan penutup!!" Tawa Riyan.
"Wihhh bakal ada tontonan seru nih!!" Sahut pemuda itu.
"Bukan cuma tontonan, tapi kita boleh gilir dia!!" Ujar Riyan sembari menepuk bahu pemuda di samping nya.
"Hahaha kalian denger!! Lo berdua bakal jadi saksi nanti!!" Tawa pemuda itu yang membuat Rega menatap pemuda itu aneh.
"Oucchh gue lupa bilang yahhh!! Sebagai pertukaran buat nyawa kalian, Queen kesayangan kalian itu bakal nyerahin diri!!" Seru pemuda itu tersenyum penuh kemenangan.
"Apa maksud Lo bangggsssaattt!!!" Teriak Alqan dengan seluruh tenaga nya yang tersisa, ia tak bisa diam ketika Queen nya di bawa bawa.
"Hahaha Lo bakal liat, pas dia ada di bawah ************ gue!! Bakal gue buat dia menjerit jerit!!" Pemuda itu tertawa seperti seorang psikopat.
"Siiaaallaann!! Awas kalo Lo berani nyentuh dia!!" Teriak Alqan dengan mata yang sudah sangat merah sedangkan Rega hanya bisa diam sembari menahan amarah karna kondisi tubuh nya yang sudah tak mampu lagi bertahan.
Bugh bughhh bugghhh
__ADS_1
Pukulan bertubi tubi mendarat di perut Alqan yang menyebabkan ia sedikit muntah darah. Pemuda yang memukul nya itu pun tersenyum puas.
"Lo pikir Lo siapa berani ngancem gue!!" Seru Pemuda itu.
"Lo liat aja, Bang Mike pasti bakal ngabisin Lo!!" Seru Alqan.
"Hahaha emang dia bisa apa?? Bahkan dia aja gak ada pilihan lain selain nyerahin adek nya sendiri!!" Ujar Pemuda itu sembari tersenyum miring.
Alqan menggelengkan kepala nya kuat, ia berusaha untuk tak terhasut oleh pemuda di hadapan nya.
"Kenapa?? Gak percaya??" Tanya Riyan.
"Lo nanti bakal percaya pas tuh cewek Dateng sendiri!!" Tambah Riyan.
"Dah lah yuk cabut!!" Seru pemuda itu berjalan meninggalkan Rega dan juga Alqan di ikuti oleh Riyan.
Tak selang beberapa lama terdengar isakan yang begitu lirih di sana. Alqan sudah berjuang keras menahan perasaan nya, namun hati nya hancur ketika mendengar persoalan tentang Ziva. Alqan sudah menganggap Ziva sebagai saudara nya sendiri, ia tulus menyayangi Ziva. Ia benar benar tak bisa melihat Ziva kenapa kenapa. Rega yang mendengar isakan dari Alqan pun membuka mata nya yang sedari tadi tertutup.
"Lo harus kuat Qan!!" Lirih Rega.
"Tapi gimana kalo Queen beneran..."
"Gak bakal, Bang Mike gak bakal biarin itu terjadi!! Kita harus percaya!! Sayang nya bang Mike ke Queen itu jauh lebih dari perasaan kita!!" Lirih Rega dengan sisa tenaga nya.
Perkataan Rega sedikit menenangkan Alqan, ia berusaha untuk terus berpikir jernih. Meski dalam hati nya masih takut, kalau hal terburuk terjadi. Ia tak akan bisa memaafkan diri nya sendiri kalau sampai Ziva menghancurkan diri nya sendiri untuk menyelamatkan nya. Alqan lebih memilih mati dari pada harus melihat kehancuran gadis itu.
Rega yang berusaha menguatkan Alqan pun sebenarnya sama. Hati nya begitu hancur mendengarkan penuturan pemuda tadi. Ia tak akan sanggup melihat sosok yang sudah ia anggap sebagai adik sendiri hancur. Apalagi hancur karena diri nya, rasa nya ia ingin mati saja. Namun ia terus meyakinkan diri nya untuk percaya pada Mike. Untuk percaya pada Warrior karna mereka pasti tak akan membiarkan hal buruk terjadi pada Ziva.
"Zi, gue harap Lo baik baik aja" Batin Alqan.
__ADS_1
"Zi, gue lebih baik mati dari pada ngeliat Lo hancur!!" Seru Rega dalam hati.
"Dan Lo pasti mati, pengkhianat!!"