
Tak lama mereka sampai di base camp Warrior, di sana sudah menunggu Vito, Reno dan juga Gio. Revan ingin menggendong Ziva, namun Ziva menolak keras karna ia malu. Jadi Revan hanya bisa membantu memapah Ziva sampai ke dalam.
Sampai di ruang tengah, Ziva langsung di sambut oleh beberapa anggota White Eagle lain nya. Mereka begitu ramah pada Ziva, bahkan mereka sudah menyiapkan beberapa cemilan serta minuman untuk nya. Melihat hal ini Ziva sedikit tersentuh, ia bahkan tak bis menyembunyikan senyum nya.
"Hai, Zi!! Gimana kondisi Lo??" Tanya Vito ketika Ziva sudah duduk.
"Gue baik kok, cuma kecapean doank dan lagi gue kayak nya masih suka ke inget masalah kemaren!!" Jelas Ziva.
"It's oke!! Semua orang kalo ngalamin hal yang sama kayak Lo juga bakal trauma!!" Seru Reno.
"By the way, guys gak ada yang keberatan kan gue numpang di sini sementara waktu!!" Seru Ziva.
"Ya nggak lah, kita malah speechless banget kedatangan tamu yang luar biasa!!" Seru salah satu anggota White Eagle.
"Iya, Queen nya Warrior main ke base camp kita!! Ini beneran kejutan lho!!"
"Iya, kayak nya seru kalo White Eagle sama Warrior kolabs ya gak!!"
"Ya tuh, kan jadi tambah rame...."
"Iya kita bisa bikin acara bareng, atau seru seruan bareng ya kan!!"
Sejauh ini semua anggota White Eagle menyambut Ziva dengan baik. Revan pun bisa bernafas dengan lega karena teman teman nya bisa menerima Ziva. Walaupun mereka dari Genk berbeda namun anggota White Eagle tidak mempermasalahkan nya. Malah mereka sangat senang bisa berteman dengan Warrior.
"Oke, thanks guys!! Gue bangga banget sama Lo pada!! Kalian gak diskriminasi orang cuma karna beda Genk atau gender!!" Seru Revan.
"Ya lah bang, Lo aja bisa kenapa kita nggak!!" Seru Gio.
"Lagi pula ada Queen Zi di sini kan, tambah seger pemandangan base kita" Canda salah satu anggota White Eagle.
"Enak aja lu!! Denger ya, dia cuma punya gue!!" klaim Revan yang membuat semua anggota White Eagle terkikik geli.
"Yah, emang udah resmi??" Tanya Vito yang membuat wajah Revan memerah.
"Yakk... Kalo nembak udah tapi gak di terima" Ujar Gio yang langsung di balas dengan tawa seisi ruangan itu.
Ziva pun ikut tertawa melihat wajah Revan yang sudah seperti kepiting rebus.
"Sialaann Lo pada!!" Maki Revan.
__ADS_1
"Udah udah gak kasian apa!! Tuh liat muka nya udah kayak tomat!!" Ledek Reno.
"CK... Lo ya!! Awas aja kalo Lo pada bawa cewek kemari, gue buka aib Lo!!" Tukas.
"Wah wah maen aib nih bang" Kekeh Gio.
"Wah nyolot nih anak!!" Revan berdiri sembari menggulung lengan jaket nya.
"eh eh udah udah kok malah gelud sih!!" Ujar Ziva menarik tangan Revan.
"Mereka yang mulai Zi!!" Ucap Revan tak terima.
"Udah ih, Lo kayak anak kecil aja tau gak!!" Seru Ziva sembari menepuk lengan Revan.
Revan pun kembali duduk dengan manis, ia memang tidak bisa melawan permintaan Ziva. Dan jujur saja itu lah yang membuat Ziva sangat senang.
Sementara di sisi lain, Mike sedang memasuki gerbang sebuah rumah yang terbilang sangat mewah. Ada sekitar belasan orang pengawal yang berjaga di sana. Bahkan di setiap sudut terpasang begitu banyak cctv. Mike melangkah maju tanpa ada nya rasa takut sedikit pun. Sampai di depan pintu, ia di hentikan oleh dua penjaga di sana.
"Maaf, ada keperluan apa??" Tanya Pengawal itu.
Tanpa basa basi Mike mengeluarkan liontin bergambar Tiger berwarna silver pada penjaga itu. Penjaga itu membulatkan mata nya, bahkan penjaga di sebelah nya mundur satu langkah. Setelah itu, Mike di persilahkan masuk ke dalam. Terlihat tangan penjaga itu bergetar ketika membuka pintu.
Dengan langkah lebar Mike memasuki rumah itu, bahkan ia tak menoleh sedikit pun. Ia langsung berjalan menaiki tangga, ia seperti nya sangat familiar dengan rumah itu. Tanpa ragu ia membuka sebuah ruangan dan langsung masuk ke dalam sana.
Suara tepuk tangan mengenai di dalam ruangan itu.
"Wah wah... Tamu istimewa hari ini!!" Ujar seorang pemuda yang sedikit lebih dewasa dari Mike.
Mike hanya diam, berdiri di tempat nya sembari memasukan tangan ke kantong jaket nya.
"Ada apa??" Tanya pemuda itu.
"Gue butuh bantuan Lo!!" Sahut Mike to the point.
"Hahahaha wah wah ini kejutan apalagi!! Seorang Mike meminta tolong!!" Tawa pemuda itu.
Mike hanya diam mendengarkan.
"haiissshhh gue bener bener gak nyangka kit bakal ketemu dengan cara yang kayak gini!!" Ujar pemuda itu tersenyum.
__ADS_1
"Gue gak bisa nebak!! Apa yang membuat Lo kesusahan sampe Lo mau minta tolong sama gue!! Orang yang jelas jelas Lo benci ini!!" Seru pemuda itu sembari meneguk minuman nya.
"Gue gak mau basa basi!!" Seru Mike.
"CK... Haiissshhh setelah berapa lama ternyata Lo masih sama!! Terlalu serius!!" Ujar pemuda itu.
"Gue tebak, ini berhubungan dengan 'dia' ya kan??" Tanya pemuda itu sedangkan Mike hanya terdiam.
"Gak ada hal apapun yang lebih penting dari dia, di dalam hidup seorang Mike atau harus gue panggil Michael Lorient Vincent!!" Seru pemuda itu.
"Gue cuma perlu Lo bantuin gue!!" Tandas Mike.
"apa keuntungan buat gue!!" Tanya pemuda itu.
"Gak ada" Sahut Mike yang membuat pemuda itu tertawa hambar.
Ia berjalan keluar ruangan itu, di ikuti oleh Mike yang berjalan di belakang nya. Ia terus melangkah menuju lantai tiga dari rumah itu. Sampai mereka tiba di ujung lantai tiga. Di sana ada sebuah pintu kayu berwarna hitam yang di gembok di bagian luar nya. Pemuda itu segera mengeluarkan kunci dan membuka gembok nya.
Pemuda itu masuk tanpa berucap apapun begitu pula dengan Mike yang setia mengikuti nya. Di dalam ruangan itu sangat gelap, tak ada cahaya sedikit pun.
Prok prok
Suara tepukan tangan itu tiba tiba menyalakan lampu seperti sihir. Jika orang awam akan sangat terkejut melihat nya. Di sini seperti sebuah perpustakaan, banyak sekali rak buku yang di penuhi oleh buku. Walaupun di kunci namun tempat ini cukup terawat.
"Sekali lagi gue tanya!! Kenapa gue harus bantuin Lo??" Tanya pemuda itu tegas.
Ia duduk di kursi meja kerja yang ada di sana, sedangkan Mike hanya berdiri di hadapan nya. Mike tak langsung menjawab, ia sempat berpikir apa datang ke tempat ini adalah pilihan yang tepat. Ia memantapkan diri, ia memberanikan diri menatap langsung mata elang pemuda di hadapan nya itu.
"Lo harus bantuin gue!!" Tandas Mike.
"Why?" Tanya Pemuda itu memandang remeh Mike.
Mike hanya terdiam, dan pemuda itu berdiri untuk mengambil buku di belakang nya.
"Lo harus bang!!" Seru Mike yang membuat pemuda itu mengurungkan niat nya untuk mengambil buku.
"Lo bilang apa??" Tanya pemuda itu memastikan.
"Lo harus!!" Sahut Mike.
__ADS_1
"Barusan Lo panggil gue apa??"
"Bang!!" Seru Mike.