Most Wanted School

Most Wanted School
Sama Sama Absurd


__ADS_3

Skip time


Sesuai yang di janjikan, Ziva pergi bersama Revan, Randi, Reno, Vito dan Gio seusai pelajaran selesai.


"Jadi kita ke Flow Cafe nih??" Tanya Reno memastikan.


"Yaps, di sana enak buat nongkrong sambil belajar!!" Seru Ziva.


"Bilang aja biar gak ribet!! Sambil kerja Part time!!" Ujar Randi.


"Hehe kan sekalian!!" Seru Ziva menampilkan deretan gigi nya.


"Ya udah yuk!!" Randi menarik Ziva menuju motor nya.


"Eh mau kemana??" Revan segera mencegat lengan Ziva.


"Zi, ikut gue!!" Tandas Randi.


"Gak Zi ikut gue!" Tolak Revan.


"Lo jangan Ngadi Ngadi deh!!" Ujar Randi.


"Lo yang jangan Ngadi ngadi,!!"


Ziva di tarik mundur ke belakang Revan, Ziva yang terus terusan di tarik sana sini menjadi risih. Ia segera menyingkir dari perdebatan dua orang itu. Sedangkan Reno sudah menaiki motor nya, ia mengarahkan motor nya mendekati Ziva.


"Ikut gue aja!!" Tawar Reno.


"Oke!!"


Sementara Revan dan Randi asyik bertengkar, Ziva menaiki motor Reno.


"Kak kita duluan yahh!!" Teriak Ziva ketika Reno menjalankan motor nya.


"Oh shiittt!!" Maki Revan ketika melihat Ziva yang di bonceng oleh Reno.


Dengan segera mereka pun menyusul motor Reno, Randi pun ikut merutuki Reno yang seenak nya membawa adik nya pergi.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di pelataran cafe, mereka segera memarkirkan motor mereka. Ziva dengan semangat memasuki cafe yang di ikuti oleh Revan dan teman teman nya. Suasana cafe masih agak sepi karena biasa nya cafe akan ramai sore menjelang malam. Ziva tersenyum riang memasuki cafe, ia melihat pemuda yang sedang memberikan instruksi pada seorang maid.


"Bang Zidan!!" Teriak Ziva sembari berlari ke arah Zidan.


Ziva langsung memeluk Bang Zidan sampai Zidan yang saat itu tak siap jadi agak termundur ke belakang. Sementara Revan dan teman teman nya sungguh kaget oleh tingkah Ziva itu.


"Zi, Lo ngagetin aja sih!" Seru Zidan yang membalas pelukan Ziva.

__ADS_1


"Hmm" Ziva mengerucut bibir nya.


Ini menambah kesan imut yang tercipta di wajah cantik nya Ziva. Zidan dengan usil nya mencubit bibir Ziva, sehingga sang empu meringis sembari melepaskan pelukan nya.


"Aaabanngg... " Rengek Ziva sembari memegang bibir nya.


"Hehe, ngapain Lo ke sini??" Tanya Zidan to the point.


"Gue mau pinjem Tempat buat ngajarin tuh anak, less private!!" Seru Ziva menampilkan deretan gigi nya.


"Hadeeuuuhh ya terus!!" Zidan geleng geleng kepala melihat cara bicara Ziva yang mendadak menjadi imut seperti ini, ia tau kalau Ziva pasti ada mau nya.


"Siapin minum gitu, makan, cemilan!!" Ziva berbicara semenggemaskan mungkin.


"Oke, bayar, gak ada yang gratis!!" Ketus Zidan.


"Dih gitu amat lo!!" Tiba tiba Ziva kembali ke mode Queen nya.


"Bangkrut gue kalo gue nurutin mau Lo!!" Ujar Zidan cuek yang hendak pergi dari sana.


"Oh oke!!" Seru Ziva kemudian menekan nomor telepon d hp nya.


"Halo om!!"


"Ya sayang, tumben banget nelpon!! Kenapa?" Tanya Om Setya, papa nya Zidan.


"Zi, tutup telpon nya!!" Titah Zidan.


"Lo Zi, itu suara Zidan??" Tanya Om Setya.


"Iya om, Zi cuma mau bilang, kemaren Zi liat bang Zidan bawa cewek ke apartemen nya!!" Seru Ziva sembari menghindari kejaran Zidan.


"What Zi Lo!!" Zidan benar benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Ziva.


"Apa?? Dasar anak sialan itu berani nya macem macem!! Zi load speaker!!" Titah Om Setya dan Ziva langsung melakukan nya.


"Dasarrr Anakkk siaallannn!!! Berani ya kamu!! Pokok nya papa gak mau tau Bawak itu pacar kamu ke rumah kalo perlu sama kita ke rumah orang tua nya besok!!! Kalo gak papa bakal cabut semua fasilitas kamu!!" Teriak Om Setya dengan penuh emosi.


"Pa, Zi boong!! Zidan gak kek gitu!!" Bela Zidan tak mau kalah.


"Zi itu anak baik, lah kamu anak laknattt!! Menurut kamu papa bakal kemakan sama ucapan kamu!! pokoknya bawa dia ke hadapan papa, lagi pula papa sama mama juga gak sabar mau gendong cucu!! Tapi harus halalin dulu anak orang!!" Seru Om Setya.


Puuufffhhhh


Mendengar itu Ziva berusaha menahan tawa nya, bahkan bukan hanya Ziva tapi Revan dan teman teman nya pun ikut tahan tawa. Beberapa karyawan yang menyaksikan pun ikut audisi tahan tawa, melihat tingkah bos nya itu.

__ADS_1


Tut Tut Tut


Sambungan telpon terputus, dan akhir nya tawa Ziva dan yang lain nya pecah melihat wajah Zidan yang sudah merah seperti tomat.


"Hahahhah' rasain, maka nya jangan suka bantah sama gue, kan kualat!!" Ledek Ziva.


"Elu yang kualat, anyyiinggg!!" Zidan segera menarik telinga Ziva.


"aaaaaaaa bang bang bang sakttt Wewe bang sakit!!" Teriak Ziva sembari berusaha melepaskan jeweran Zidan.


"Bandel amat sih ni anak, cewek mana yang mau gue bawa pe'a!! Kapan juga gue punya cewek yang gue bawa ke apartemen ogeeppp!!" Kesal Zidan yang tak habis pikir dengan gadis yang sudah ia anggap sebagai adik nya sendiri itu.


"Hehehe maka nya cari pacar donk bang, cari istri sekalian, gak denger apa om sama Tante ngebet pengen punya cucu!!" Goda Ziva mengedipkan sebelah mata nya.


Hal itu membuat Revan dan teman teman nya kembali tertawa. Bahkan Gio sampai guling guling tak habis pikir dengan tingkah absurd dari Ziva.


"Sialan Lo!!" Zidan sudah tak bisa berkata apa apa lagi.


"Mit, siapin privat room sama menu club b yahh!!" Teriak Ziva pada salah satu karyawan di sana.


"Oke!!" Seru Ramitra.


Ziva pun segera meninggalkan. Zidan yang sedang duduk dengan wajah frustasi nya.


"Gila!! Lo Zi!!" Seru Randi geleng geleng kepala melihat tingkah adik nya yang satu ini.


"Hehe maka nya jangan maen maen sama gue!!" Seru Ziva.


"Lo Ngadi Ngadi aja Zi, kesian tuh bang Zidan!!" Seru Revan.


Awal nya Revan cemburu melihat Ziva yang dengan santai nya memeluk pria lain di hadapan nya. Namun melihat tingkah nya ini membuat nya semakin gemas.


"Hehehe Zi, Lo the best!!" Seru Gio.


"Ya udah yuk kita ke sana!!" Ajak Ziva menunjuk salah satu ruang privat di sana.


"Lo gak kelewatan apa Zi??" Tanya Reno ragu.


"Tenang aja, om Setya dah tau sifat gue sama bang Zidan, jadi dia gak bakal anggep omongan gue tu beneran!!" Jelas Ziva.


"Lah, terus ngapain bokap nya tadi marah marah gitu??" Heran Vito.


"Hehehe itu mah bisa bisa nya om Setya doank, buat ngeramein suasana!!" Kekeh Ziva.


"Wihhh ada juga bokap yang kek gitu!!" Ujar Gio.

__ADS_1


"Ya gitu, bapak sama anak sama sama absurd!!"


__ADS_2