
Tak lama setelah Bella berbunyi, Ziva di panggil ke ruangan guru. Revan yang mendengar ini pun menjadi tak tenang, ia khawatir Ziva kenapa kenapa. Namun ketika hendak menyusul ia di hentikan oleh Randi.
"Mau kemana Lo" Bisik Randi karna jam pelajaran masih berlangsung.
"Gue mau nyusulin Ziva!!" Seru Revan yang membuat Randi geleng geleng kepala.
"Ngapain??" Tanya Randi yang masih dengan nada berbisik.
"Lo gak denger dia di panggil ke ruang guru!! Gimana kalo dia di tuduh yang enggak enggak lagi!!" Lirih Revan yang terlihat cemas.
"Tenang aja, dia di panggil karna olimpiade sains bentar lagi jadi dia harus nyiapin semua nya!!" Jelas Randi.
"Lah Lo tau dari mana??" Tanya Revan penasaran.
"Ya dari Gio lah, dia kan juga ikut olimpiade nya" Jelas Randi yang membuat Revan menepuk dahinya sendiri.
"Oh iya gue lupa" Ujar Revan.
"Masih muda udah pikun!!" Seru Randi sembari cekikikan.
Mereka tak menyadari bahwa sang guru sedari tadi memperhatikan mereka.
"Revan!!" Panggil guru itu tiba tiba.
"hah??" Revan yang di panggil secara tiba tiba menjadi bingung.
"Ke depan kerjakan soal nya!!" Titah sang guru.
"Ha??" Revan yang masih loading dengan otak nya pun masih mematung di tempat.
"Ke depan!!" Tegas sang guru.
"Ah iya!!"
Revan hanya pasrah mengikuti perintah sang guru, Randi yang melihat itu pun hanya bisa diam. Karena ia tau, pasti guru itu melihat interaksi nya dengan Revan. Ia pun menjadi sangat gugup, ia takut guru itu ikut memanggil nya.
"Kerjakan!!" Titah sang guru.
Revan yang gugup hanya bisa menuruti perintah guru nya itu. Ia mencoba mengingat ingat pelajaran yang sebelum nya pernah Ziva ajarkan. Kepala nya hampir pecah, namun akhir nya ia mengingat nya. Ia langsung menulis jawaban nya.
Sebuah balok pada saat di udara memiliki berat 50 N. Ketika ditimbang dalam air beratnya menjadi 30 N. Jika massa jenis air \=1000 kg/m³ maka massa jenis balok adalah..... (g\=10)
w(di udara)\=50N
w(di air)\=30N
saat di air benda mendapat gaya Archimedes
__ADS_1
F angkat\= w udara – w fluida \= 50 – 30 \= 20N
Benda di dalam air Vbenda\=Vc
Fa\= pVcg
20N\=1000*Vc*10
Vc\=2.10m³
Jadi, masa jenis balok adalah
m/Vc\=5/2.10³
\=2500 kg/m³
Semua orang tercengang melihat jawaban dari Revan, bahkan sang guru tak bisa berkata kata lagi. Ia tertegun melihat Revan bisa menjawab pertanyaan nya dengan lancar dan jawaban nya benar.
"Benar kan Bu??" Tanya Revan.
"Ha?? Eh, iya bener!! Duduk!!" Guru itu masih terlihat kaget karena kemampuan Revan.
Revan tersenyum senang dan kembali ke tempat duduk nya. Saat kembali Randi TOS dengan Revan, begitu pula Reno.
"Wihhh gila!! Jago juga Lo!!" Seru Randi yang masih takjub.
"Iya Van, gue pikir Lo bakal kena omel tau nya ckckck!" Reno pun sama di buat terkejut oleh Revan.
"Hmm iya iya yang ada yayank, di pamerin Mulu!!" Ledek Randi.
"Syirik aja lu!!" Tandas Revan.
Sementara di ruang guru, Ziva Gio dan ke tiga teman nya yang lain sedang berkumpul. Mereka sedang di berikan wejangan mengenai olimpiade sains yang akan di adakan nanti.
"Jadi kita bakal ikut pelatihan selama seminggu Bu??" Tanya Ziva memastikan.
"Iya kalian akan tinggal di mess dan melakukan aktifitas pembelajaran sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan." Jelas Bu Sarah.
"Ini surah pemberitahuan untuk orang tua kalian, setelah dapat persetujuan dan tanda tangan bawa lagi ke ibu!!" Seru Bu Sarah.
"Baik Bu!!"
"Ya sudah kalian boleh kembali ke kelas masing masing!!"
Mereka pun segera bubar untuk kembali ke kelas masing masing. Di tengah jalan Ziva berpapasan dengan Syila dan teman teman nya.
"Cih, ini ni drama queen kita!! Pake acara mau lompat dari roof top segala!!" Ujar salah satu teman nya Syila.
__ADS_1
"Iya cari sensasional banget!!"
Ziva ingin segera pergi dari sana karna malas berdebat dengan mereka. Namun sayang nya mereka tak membiarkan Ziva pergi begitu saja.
"Mau kemana Lo??" Ujar Syila.
"Emang Lo presiden, sampe gue harus laporan dulu sama Lo mau kemana gue!!" Ketus Ziva.
"Wah nyolot nih anak!!" Seru teman nya Syila.
"Eh, Lo pikir karna Revan perhatian sama Lo terus Lo udah di atas gitu!! Ngimpi Lo!!"
"Heh?? Yang ngimpi itu dia, Revan gak bakal tertarik sama cewek yang kelakuan nya minus kek dia!!" Seru Ziva tersenyum miring.
"Maksud Lo apa??" Kesal Syila.
"Ya, ada otak kan?? Bisa mikir kan?? UPS atau gak ada?? Pantes sih suka gak bisa mikir!!" Ujar Ziva menampilkan smirk nya.
"Sial Lo!!" Syila hendak menampar Ziva namun sebuah tangan menghalangi nya.
"Re... Revan..." Syila terkejut dengan kehadiran Revan.
Sedangkan Ziva tersenyum senang, ia memikirkan sebuah ide gila.
"Lo gila ya, suka banget kasar sama orang!! Kalo Lo gak mau gue Deket Deket sama Revan ya bilang aja, gue juga gak bakal Deket sama dia lagi!!" Seru Ziva dengan mata berkaca-kaca, dan Revan yang mendengarnya pun membelalakkan mata nya.
"Maksud Lo??" Tanya Syila tak mengerti.
"Gue tau Revan dulu nya suka sama Lo, gue juga gak pernah ada niat buat rebut dia dari Lo" Air mata luruh dari kelopak mata Ziva.
Revan mengepalkan tangan nya kuat, ia bahkan lupa bahwa ia masih menggenggam tangan Syila. Syila meringis kesakitan di kala tangan nya di genggam oleh Revan..
"Aaarrgghh Van sakit!! Tangan gue!!" Ringis Syila.
"Sakit!!!" Revan menghempaskan tangan Syila dengan keras.
"Lo bakal lebih sakit lagi kalo Lo berani ngancem Ziva lagi!!" Revan menarik kerah baju Syila.
"Jangan Lo pikir gue gak mukul cewek ya!!" Ancam Revan.
"Van, Lo jangan kemakan sama omongan cewek gak jelas ini!!" Seru teman nya Syila.
"Diem Lo!! Nama nya Ziva dan seratus kali lebih jelas Dari Wewe gombel kayak Lo!!" Ketus Revan memandang remeh ke arah nya.
"Zi, Lo gak papa kan!! Yuk pergi!" Revan menarik tangan Ziva pergi dari sana.
Lha kenapa Revan bisa ada di sana ya?? Tepat setelah jam pelajaran usai Revan pergi ke toilet, dan sebenarnya itu hanya lah alasan nya saja. Ia ingin melihat keadaan gadis pujaan hati nya itu, entah kenapa ia slalu mengkhawatirkan keadaan nya. Apalagi setelah kejadian kemarin, ia rasa nya tak ingin jauh dari nya. Ia ingin slalu di sisi nya untuk menjaga gadis kesayangan nya itu.
__ADS_1
Dan benar saja firasat nya, ia melihat Syila yang sedang adu mulut dengan Ziva. Ia tak tau apa yang di bicarakan mereka, tetapi ia langsung berlari ke arah Ziva. Sampai akhir nya ia bisa menangkis tamparan Syila pada Ziva tepat waktu.
"Lo emang slalu Dateng tepat waktu ya!!" Seru Ziva dan Revan hanya tersenyum senang mendengar ucapan Ziva yang seperti sedang memuji nya.