Most Wanted School

Most Wanted School
Firasat


__ADS_3

Hancur


Berantakan


Bau anyir di mana mana


Kondisi orang orang di sana tidak ada yang baik


Kacau sangat kacau di sana, Alex segera berlari ke arah Mike. Ia memeluk erat tubuh adik nya itu. Sedangkan Mike hanya mampu terdiam dalam pelukan Alex. Tubuh nya bergetar hebat, air mata nya tak berhenti mengalir. Namun tiba tiba sebuah suara memecahakan suasana di sana.


"Bang, kita harus keluar sekarang!!" Teriak seorang gadis yang berdiri di ambang pintu.


Ya gadis itu adalah Fely, ia sudah terbebas sedari tadi karena sudah berhasil melumpuhkan dua penjaga tadi.


"Apa??" Tanya Fajar yang menghampiri Fely.


"Kita harus keluar dari sini!! Gue liat Wilson sama anak buah nya yang lain dah pergi!!" Seru Fely panik.


"Iya gue tau, tapi gak perlu sepanik ini juga kan!!" sahut Fajar.


"Ck.. Lo gak ngerti, tempat ini udah di pasang bom dan bisa meledak kapan aja!!" Seru Fely dengan lantang nya.


"Apa??!!" Kaget semua yang ada di sana.


"Sssshiit!!" Maki Bang Zack dan juga Alex.


Mereka terpaksa menarik paksa Mike dan juga Alqan yang masih shock di sana. Mereka bergegas berlarian menuruni lantai demi lantai di gedung itu. Alex dan Bang Zack harus kerja ekstra untuk membawa Mike dan Alqan. Mereka berdua seperti mayat hidup, tatapan mata nya begitu kosong. Seperti tak bernyawa lagi, namun mereka tak melakukan perlawanan ketika Bang Zack dan Alex menarik nya paksa.

__ADS_1


"Gimana dengan anggota Winter Blezz??" Tanya Fajar pada Fely.


"Selain orang orang yang kita tinggal di atas, yang lain sudah pergi dari sini!!" Sahut Fely.


"Sial!!" Rutuk Fajar.


"Yang terpenting sekarang kita harus cepat keluar!!" Seru Fely mempercepat langkah nya sembari terus memperhatikan orang orang yang mengikuti mereka.


Setelah sampai di luar gedung mereka segera menjauh dari gedung itu. Baru Lima puluh meter terdengar dentuman yang sangat keras terdengar di belakang mereka. Hal itu sontak membuat mereka berbalik melihat ke belakang. Dan benar saja, gedung itu mulai mengeluarkan asap tebal dan timbul percikan api di sana. Dan lagi sebagian gedung sudah hancur akibat ledakan. Bahkan debu nya sampai ke tempat mereka berdiri sekarang.


"Ga... Rega.."Lirih Mike yang membuat Alex menatap adik nya itu dengan bingung.


"Gak.... Rega..." Seru Mike yang ingin berlari menuju gedung itu namun dengan sigap Alex menarik nya kembali dalam dekapan nya.


"Mike, stop it!! Mike!!" Seru Alex yang berusaha menahan adik nya itu.


"Rega...." Teriak Mike yang terduduk di sana.


Air mata nya tumpah begitu saja, Alex yang melihat itu langsung menarik paksa Mike di bantu oleh Fajar. Mereka semua mulai menjauh sejauh mungkin dari gedung itu, karna takut akan terjadi ledakan yang kedua. Dan benar saja gedung itu pun meledak lagi yang membuat puing puing nya bertebaran kemana mana. Untung saja mereka sudah berada di radius jarak yang aman. Alex berusaha menenangkan Mike yang menangis histeris. Yah jangan salahkan Mike yah dia bukan cengeng tapi laki laki juga memiliki perasaan sama seperti perempuan. Hanya saja ia tak kan menangis kalau bukan demi hal yang benar benar berharga untuk nya.


Dan Rega sangat sangat lah berharga untuk nya, bukan hanya rekan seperjuangan. Namun Rega adalah saudara nya, sahabat nya salah satu orang terdekat nya. Orang yang tak pernah meninggalkan nya di keadaan sesulit apapun. Dia juga adalah sosok yang sangat ia percayai karna mampu melindungi adik kesayangan Ziva dengan baik. Sekarang ia kehilangan sosok itu, sosok teman, saudara bagi nya.


Mike saja sudah sesedih ini bagaimana dengan Ziva nanti nya??


Sementara di sisi lain, Ziva yang tertidur di sebelah Revan tiba tiba terbangun. Ia merasakan sesak di dada nya, air mata nya mengalir begitu saja tanpa sebab. Nafas nya tersegal segal, hal ni membuat ia terus bergerak gelisah. Revan yang menyadari gerakan Ziva pun menjadi terbangun. Ia mengucek ngucek mata nya karena masih sangat mengantuk. Setelah agak sadar ia baru menyadari kalau mereka tertidur di ruang tengah dengan tv yang masih menyala. Revan segera mengambil remot dan mematikan tv tersebut. Kemudian ia melirik ke arah Ziva yang sedari tadi tak bisa tenang. Ia mengernyitkan dahi menatap Ziva bingung. Ia melihat raut wajah Ziva yang panik dan terus menyentuh dada nya dengan tangan nya.


"Zi, are you okey??"Tanya Revan cemas.

__ADS_1


"Gak tau, perasaan gue gak enak banget!!" lirih Ziva tanpa melepas posisi tangan nya.


Revan yang menyadari kepanikan Ziva langsung menarik tangan Ziva dan menggenggam nya. Ia mengelus punggung tangan Ziva dengan lembut.


"It's oke i am here!!" Ujar Revan berusaha menenangkan Ziva.


"Gue gak tau, dada gue sakit banget hiks hiks" Tiba tiba Ziva menangis yang membuat Revan kaget dan langsung manarik Ziva ke pelukan nya.


"Hiks hikss sakit Van!" Lirih Ziva yang terus menangis.


Sedangkan Revan di buat bingung karna Ziva tiba tiba menangis. Ia tak tau apa yang sakit, sehingga ia hanya bisa mengelus punggung Ziva. Berharap itu akan membuat nya menjadi lebih baik.


"Sstttsss tenang Zi lo pasti mimpi buruk!!" Seru Revan.


"Itu dia Van, gue berharap semua nya cuma mimpi!! tapi ini bukan mimpi tapi firasat. Bang lo gak papa kan??" Batin Ziva yang terus menangis.


"Ya Allah, firasat apa ini??" Tanya Ziva dalam hati.


Ziva menangis semakin menjadi jadi karna dada nya begitu sesak. Hal ini membuat Revan kelabakan ia bahkan bingung harus menenangkan Ziva bagaimana. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan Ziva menangis. Yah siapa tau setelah menangis Ziva akan merasa jauh lebih baik. Yah ini yang di namakan ikatan batin kali yah. Ziva bisa merasakan keadaan orang terdekat nya namun ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Zi, lo tenang yah!! Gue di sini!" Seru Revan sembari mengusap pelan helaian rambut Ziva.


"Hiks perasaan gue gak enak Van hiks, gue takut hiks hiks" Ujar Ziva di sela tangis nya.


"Ssttt lo gak boleh ngomong gitu, berpikir positif aja!" ucap Revan berusaha menenangkan Ziva, meskipun ia juga merasakan mungkin ada hal yang buruk terjadi.


"Gue gak bisa tenang Van, gue gak bisa hiks hiks... Gue takut terjadi sesuatu sama Rega juga Alqan!! Kak Mike juga belom ada kabar, gue takut hiks hiks" Tangis Ziva semakin pecah dan Revan pun semakin mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


"Zi, gue harap firasat lo salah kali ini!!" Batin Revan.


__ADS_2