
"duluan kak!" seru nya pada Randi ketika ia sudah berada di dalam mobil nya.
"oke, hati hati!" ujar Randi yang kemudian segera memasuki mobil nya.
Mereka pun segera melajukan mobil nya ke tempat tujuan mereka masing masing.
Bersamaan dengan itu, Reno kini sedang bersama dengan adik nya yang terus merengek untuk bermain di time zone.
"ya ampun, El. Kamu berisik banget sih! Gak capek apa dari tadi ngoceh mulu? Kakak aja yang denger nya sakit kuping." ujar Reno pada adik nya yang cerewet itu.
"ih kakak nyebelin deh! El gak berisik tau! El cuma lagi cerita doank!"
"lebih baik kamu nonton vlog idola kamu sana! Dari pada ngoceh terus, sakit tau kuping kakak.."
"good idea! Leboh baik gue dengerin vlog nya Kak Zivara"
"ya ampun dia cantik banget! Pengen deh punya kakak ipar kayak dia! Kakak deketin Kak Zivara donk! Siapa tau aja jodoh!" senggol Elvina.
"ada ada aja kamu" geleng Reno melihat tingkah adik nya itu.
"ya gak papa lah dari pada kakak nungguin Kak Alexa yang gak balik balik."
"sampai kapan coba kakak mau nunggu yang gak pasti? Awas, ntar hati kakak lumutan!" tawa Elvina yang membuat Reno menyentil dahi nya.
Pletak
"dasar bocil"
"awwww, aku udah gede kak. Bukan anak kecil lagi!" seru Elvina tak terima dengan ucapan Reno.
"iya iya bawel" kekeh Reno sedangkan Elvina kembali menonton vlog Zivara.
"kakak liat liat kayak nya dia blasteran ya El?" tanya Reno pada Elvina yang sedang memperhatikan layar ponsel nya.
"iya, papa nya Kak Zivara ada keturunan dari barat dan mama nya orang korea." seru Elvina tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar ponsel nya.
"maka nya pas lahir cakep banget!!" lanjut Elvina.
"iya sih" angguk Reno.
Ziva pun segera menghentikan mobil nya kemudian berlari memasuki mall.
"sorry, gue gak sengaja" ujar Ziva ketika ia tanpa sengaja menabrak bahu seseorang.
"iyah,, gak apa apa. Eh, kamu Kak Zivara ya. L seru gadis itu yang membuat Ziva menganggukan kepala nya.
"boleh minta foto nya gak kak?" pinta gadis itu yang membuat Ziva kembali menganggukan kepala nya.
"tapi bentar aja ya! Soal nya aku masih ada urusan"
Dengan cepat gadis itu mengangguk setuju "oke kak"
Gadis itu pun dengan cepat merogoh ponsel nya yang ada dalam tas nya, kemudian membuka kamera.
__ADS_1
Cekrek
Cekrek
"makasih ya kak, kakak baik bnget deh. Aku bener bener gak nyangka bisa ketemu sama kakak di sini" seru gadis itu dengan senyum penuh arti.
"iyah sama sama. Kalo gitu aku pergi dulu ya? Bye!!" ucap Ziva lalu kembali melangkah kan kaki nya sembari melambaikan tangan nya.
"iya kak, bye" ujar gadis yang di perkirakan Ziva masih duduk di bangku SMP itu.
Di gramedia
"mana ya buku nya?" lirih Ziva ketika mencari novel series kedua dari novel action yang dia baca.
Hingga mata Ziva tertuju pada sebuah buku yang sedari tadi ia cari. Yang mana buku itu hanya tinggal satu lagi, dan dengan cepat ia berlari untuk mengambil novel itu.
Hap
Dengan bersamaan seorang lelaki pun menyentuh buku yng ia pegang.
"maaf tapi saya sudah terlebih dahulu ngambil buku ini."
"oh sorry" lirih orang itu yang membuat Ziva mendongakkan kepala kerena merasa tak asing dengan suara orang itu.
Deg
"Reno!" batin Ziva yang tengah menatap Reno dengan jelas tanpa penghalang kaca mata.
"iy iya, kamu Reno kan?"
"kok kamu tau?" heran Reno.
Ziva tertawa pelan " iya lah, siapa sih yang gak kenal sama Thw White Eagle. Kamu salah satu anggota inti nya kan?"
"iya, tapi genk kita gak seterkenal kamu." senyum Reno yang membuat pipi Ziva merona merah.
"kamu demam?"
Dengan cepat ia menggelengkan kepala nya "enggak"
"tapi muka kamu merah"
"muka aku emang suka merah kalo kepanasan." alibi Ziva.
"hah? Panas?" lirih Renonyang menatap ke sekeliling nya di mana ini tempat tertutup dan be AC.
"maksud aku sebelum kesini aku lari dari parkiran, terus naik tangga ke sini kalo naik lift lama soal nya ngantri." jelas Ziva yang membuat Reno mengangguk paham.
"emm kamu suka buku ini juga?" tanya Ziva.
"ya, aku bahkan harus nunggu beberapa bulan buat nunggu novel series kedua nya."
"tapi sayang aku malah kehabisan, dan di toko lain juga udab pada habis."
__ADS_1
Seketika Ziva merasa tak enak hati, tapi ia pun tak rela menyerahkan novel yang ada di genggaman nya ini.
"kalo boleh tau kamu sekolah di mana?" tanya Reno yang mengajak Ziva duduk di salah satu bangku kosong.
"aku sekolah di FAG school, kn kamu bisa liat di postingan insta aku. Kan kita saling follow." tandas Ziva yang berbohong karena ia tak mungkin mengatakan hal yang sebenar nya.
"FAG school?" ulang Reno yang membuat Ziva mengangguk.
"iya"
"jadi kamu kenal donk sama Ziva?" tanya Reno yang membuat Ziva kaget.
"eh nama kalian sama ya" lanjut Reno membuat Ziva was was.
"eh iya gue kenal sama dia, ya mungkin kebetulan tapi nama belakang kita beda." dusta Ziva yang berharap Reno percaya.
"oh gitu"
"ya, dia kebetulan juga tetangga gue. Emang kenapa ya?" tanya Ziva yang penasaran.
"nothing. Just asking! Dia temen satu kelas gue." Sahut Reno.
Cukup lama ia berkutat dengan pemikiran nya, tiba tiba muncul sebuah ide di otak Ziva.
"soal buku ini, gimana kalo gue dulu yang baca. Terus kalo gue udah selesai gue bakal titipin buku ini sama Ziva buat lo. Itu pun kalo lo mau sih. Atau mungkin lo masih mau cari series nya di tempat lain." usul Ziva yang membuat Reno tersenyum.
"gue setuju" seru Reno.
"Kak Eno" seru gadis itu yang sedang menghampiri mereka.
Ziva pun menautkan kedua alis nya saat melihat gadis itu menempel pada Reno.
"apa mungkin itu Alexa? Tapi masa ia, keliatan nya dia masih anak SMP deh" pikir Ziva pada gadis yang tadi nya meminta foto pada nya.
"Kak Zi, kenal sama kakak aku?" tanya gadis itu yang terlihat terkejut.
"kalian saling kenal?" heran Reno.
"nggak, tadi aku gaks engaja nabrak dia terus dia minta foto sama aku" lirih Ziva sembari menggaruk tengkuk nya tak enak.
"oh ya kenalin, dia Elvina adek aku." ujar Reno
"hai!" senyum Ziva.
"aku ngefans banget sama Kak Zivara."
"panggil Zizi aja"
"iya Kak Zi, aku gak nyangka kalo kakak pacar nya Kak Reno"
Seketika itu mereka berdua saling pandang.
"kita gak pacaran." jawab mereka bersamaan.
__ADS_1