Most Wanted School

Most Wanted School
Terlalu Rumit Tuk Di Mengerti


__ADS_3

Setelah itu Ziva langsung meminta mereka untuk membuka buku mereka. Ziva sudah mempersiapkan beberapa lembar pertanyaan untuk mereka.


"Ini kalian baca terus jawab sebisa kalian!!" Seru Ziva sembari membagikan selebaran pada mereka berempat.


"Lah gue nggak Zi??" Tanya Gio.


"Lo udah pinter ya belajar sendiri lah!!" Ujar Ziva.


"Hehe iya juga sih!!" Kekeh Gio.


Sedangkan Revan, Reno, Randi dan Vito tercengang melihat tumpukan kertas di hadapan mereka.


"Serius nih, segini yang harus di kerjain??" Tanya Randi tak percaya dan Ziva hanya menganggukkan kepala nya.


"Astaga, bisa gila gue!!" Seru Vito menepuk jidat nya.


"Haiissshhh gimana coba ngerjain semua nya??" Tanya Reno entah pada siapa.


"Dah gak usah ngomel, kerjain dulu!!" Seru Revan yang membuat yang lain menghela nafas berat.


Puuufffhhhh


Gio terus menahan tawa melihat ekspresi lucu yang di perlihatkan oleh teman teman nya itu. Tak lama makanan yang di pesan oleh Ziva sampai, ekspresi wajah mereka langsung berubah ceria.


"taruh di meja sebelah, Mit!!" Seru Ziva yang di turuti saja oleh Ramitra.


"Loh kok di taro di sana Zi??" Protes Revan.


"Kalo belum selesai, gak boleh makan!!" Seru Ziva yang membuat Revan, Reno, Randi dan juga Vito tercengang.


Sedangkan Gio yang menjadi penonton, terus saja terkikik geli melihat kelakuan Ziva.


"Kok gitu sih Zi!! Nih soal soal nya susah semua, kapan selesai nya!!" Protes Randi.


"Iya Zi, kita kan juga mau makan!!" Seru Vito.


Sementara Ziva, ia tak peduli dengan yang mereka katakan. Ia mengajak Gio untuk duduk bersama nya di meja sebelah. Ia langsung menyuruh Gio untuk makan bersama nya, dan dengan sangat senang hati Gio tak menolak nya.


"Yakkk!!! Gio Lo pengkhianat!!" Kesal Revan.


"Wah Lo Gi, parah Lo!!" Ujar Reno geleng geleng kepala melihat Gio yang makan dengan lahap.


Gio yang sudah tak tahan sedari tadi tak bisa lagi menahan tawa nya. Tawa nya seketika langsung meledak ketika melihat ekspresi tak terima di wajah teman teman nya itu.


Dengan terpaksa Revan dan yang lain nya mengerjakan tugas itu. Namun saat Revan, Randi, Reno dan Vito berusaha untuk asal menjawab Ziva menghentikan mereka. Seakan tau dengan apa yang ada di pikiran mereka.

__ADS_1


"Jangan Ngadi Ngadi!!" Seru Ziva.


"Gak ada ya asal jawab, minimal 70% harus bener jawaban nya!!" Titah Ziva.


"What!! Tujuh puluh persen!!" Teriak mereka dengan serempak.


"Ya kan gue udah bebasin kalian boleh liat buku, masa dah liat buku masih gak tau jawaban nya!!" Sahut Ziva.


"Yah emang, Zi!! Tapi nih soal sama contoh yang di dalem buku beda semua!!" Seru Randi.


"Cuma beda angka doank kak, tinggal ikutin rumus nya pasti ketemu jawaban nya!!" Ujar Ziva enteng sedangkan untuk mereka berempat itu adalah bencana.


"Lagian kalo sama dengan yang di buku, Lo sama aja nyalin, nyontek!!" Tandas Ziva.


"Udah terima nasib aja" Ledek Gio yang sedang asyik makan.


"Gue geplak juga Lo sama nih buku!!" Ketus Reno.


"Hahaha udah kerjain aja tuh tugas Lo!!" Sahut Gio.


Mereka pun kembali mengerjakan tugas yang di berikan oleh Ziva. Terlihat sekali mereka kesusahan mengerjakan nya, sesekali mereka bergumam sendiri dan itu menjadi hiburan tersendiri bagi Ziva dan juga Gio. Namun mereka tak menyerah, hal ini lah yang membuat Ziva kagum pada mereka.


Mereka yang di kenal urakan, badboy sekolah, dan lain lain yang inti nya hal yang gak baik semua. Tapi melihat semua ini mereka seperti pelajar biasa, remaja biasa yang mungkin hanya sedang mencari jati diri mereka sendiri. Mereka pada umum nya adalah sosok yang baik, bisa di lihat dari cara mereka memperlakukan orang orang di sekitar nya.


Ada juga yang memberontak karena tak terima dengan keadaan. Dan Ziva rasa Revan dan teman teman nya ini berada di posisi kelompok yang ketiga.


"Nih, dah selesai!!" Randi adalah orang yang pertama menyerahkan tugas nya pada Ziva.


"Yakin bener??" Tanya Ziva tak percaya.


"Dah, cek dulu!! Mana gua tau itu jawaban nya bener atau nggak!! Yang jelas udah gue kerjain!!" Seru Randi yang memijit pelipisnya karna terlalu banyak berpikir.


"Oke !!"


Ziva pun mulai mengecek satu per satu jawaban dari Randi. Ziva tersenyum rupa nya kemampuan Randi tak seburuk apa yang terlihat.


"78" Ujar Ziva.


"Ha??" Bingung Randi.


"Duduk kak, makan!!" Seru Ziva tersenyum manis.


"Wahh gue lulus nih!!" Ujar Randi tak percaya.


"Widihh gak nyangka Lo pinter juga, cuma 38 menit dah selesai!!" Seru Gio.

__ADS_1


"Dah, nih kak udah Zi kupasin!!" Seru Ziva menyerahkan kepiting asam manis yang tadi ia kupas.


"Wah, jadi Lo dari tadi ngupas kepiting buat bang Randi??" Tanya Gio tak percaya.


"Hmm, iya!! Kak Randi suka banget sama kepiting tapi males ngupas nya!!" Ujar Ziva.


"Hmm baik banget sih adek kakak nih!!" Ujar Randi sembari mencubit pipi Ziva.


"Makasih sayang!!" Tambah Randi kemudian menyantap makanan nya.


"Ya ya, tapi harus tetep belajar nilai 78 itu masih standar!!" Seru Ziva yang di angguki oleh Randi.


Kemudian satu per satu dari mereka mulai mengumpulkan tugas mereka. Mulai dari Reno kemudian Vito, dan terakhir Revan yang masih sibuk mengerjakan tugas nya. Ziva menghampiri Revan karna ini sudah satu jam lebih.


"Gimana?? Dah selesai??" Tanya Ziva.


"Emm bentar lagi tinggal no terakhir!!" Seru Revan.


Ziva terus memperhatikan Revan yang begitu serius, bahkan sahabat sahabat nya Revan pun pangling melihat nya yang begitu serius untuk belajar. Mereka belum pernah melihat Revan yang begini, ya setidaknya setelah Devan meninggal. Karna seingat mereka, Revan yang seperti ini hanya terlihat saat Devan masih hidup. Namun ketika Devan meninggal, Revan seperti menjadi orang lain.


"Gue gak nyangka bakal liat Revan yang kayak gini lagi!!" Seru Randi.


"Iya, gue pikir dia gak bakal bisa lari dari bayang masa kelam itu!!" Ujar Reno.


"Gue malah berpikir Ziva adalah cahaya buat Revan, kalian liat aja perubahan Revan.. Ya meskipun bucin nya itu lho!! Hadeuhhh berlebihan banget!!" Seru Vito.


"Iya, bang Revan dah lama banget gak antusias kayak gini!! Tapi jujur gue seneng dan gue dukung banget sih kalo bang Revan jadian sama Ziva!!" Seru Gio.


"Hmm gue rasa gak semudah itu!!" Tandas Randi yang membuat sahabat sahabat nya itu memandang nya.


"Kenapa??" Tanya Reno penasaran.


"Mereka gak berada di dunia yang sama!!" Seru Randi.


"Hah?? Dunia?? Emang Ziva apaan woyy, hantu, kuntilanak!!" Ucap Gio yang seperti biasa ia suka asal jeplak kalo ngomong.


"Bukan gitu maksud gua ogep!!" Kesal Randi.


"Ya terus??" Tanya Gio.


"Tujuan mereka berbeda, dunia mereka berbeda dan mungkin Revan gak akan pernah bisa bertahan dengan Ziva!!" Ujar Randi menatap lurus pada Ziva dan Revan.


"Hah gue gak ngerti deh!!" Seru Gio.


"Gak semua hal yang bisa kita ngerti di dunia ini!! Dunia ini terlalu rumit untuk di mengerti!!"

__ADS_1


__ADS_2