Most Wanted School

Most Wanted School
Masalah


__ADS_3

From : Rega


To. : Me


Queen ada masalah!! Pulang sekolah ke Base camp. Kita hrus kumpul bareng anak anak.


From : me


To. : Rega


Oke!? Jemput gue di sekolah, minta Kak Mike bawa in gue baju ganti


Setelah itu ziva kembali menyimpan ponsel nya kedalam saku almamater nya.


"Zi, kantin yok!" Ajak Sisil.


"Yuk!" Seru Ziva


Ziva Dan Sisil segera beranjak dari kelas menuju kantin. Sesampai nya di kantin, Sisil segera memesan makanan untuk mereka. Sedangkan Ziva duduk di Salah satu bangku di sudut kantin.


Bosan menunggu pesanan nya, Ziva mengeluarkan buku kecil dari saku nya. Ia adalah pecinta komik, Ia sering menggambar karakter komik di Waktu segang nya.


Bahkan Ia sudah ada komik buatan nya sendiri yang berjudul Trouble of love.


"Lagi apa?" Tanya Sisil yang Baru datang dengan sebuah nampan di tangan nya.


"Lagi gambar" ujar Ziva yang Masih fokus dengan pensil Dan buku nya.


"Liat donk" Sisil melirik penasaran.


"Nih" Ziva memberikan buku kecil nya itu pada Sisil.


Saat melihat gambar yang di buat oleh Ziva, Sisil membuka mulut nya Tak percaya.


"Oh my god, Serius nih gambaran lo! Sumpah keren banget!!" Sisil berdecak kagum.


"Omo Omo, rupa nya lo ada bakat ya… buatin gue karakter donk, tapi di buku yang agak gedean... gue Mau pajang di kamar." Ujar Sisil dengan mata berbinar.


"Hmm Iya deh, Ntar Aku bikinin..." sahut Ziva menampilkan senyum manis nya.


Mereka pun segera menyantap makanan mereka, yang Mana Sisil memesan sushi. Sedangkan Ziva, Ia memilih rice bowl cumi+Ayam dengan sambal rawit yang super pedes Kata siswa di sini.


Ya Ziva memang penyuka makanan pedas, apapun ITU asal halal.


Tak lama Revan Dan kawan kawan nya datang yang membuat sorak histeris dari para siswi. Ya wajar kan kalo most wanted di sekolah INI muncul, pasti akan menggelegar kemana Mana.


Revan Dan kawan kawan duduk di meja panjang yajg berdampingan dengan meja Sisil Dan juga Ziva.


Ziva hanya melirik sekilas ke arah Revan kemudian kembali melanjutkan makan nya. Karena Ia melihat di depan ada Jessy Dan kawan kawan, Ziva sudah sangat lelah dengan kondisi tubuhnya Dan Ia Sama sekali Tak ingin terlibat masalah kembali.


Tapi seperti nya situasi Tak menguntungkan untuk nya karena Revan malah menghampiri nya.

__ADS_1


"eh cupu, gue duduk sini ya!" Seru Revan sembari duduk di hadapan Ziva begitu pula dengan Reno dan juga Randi.


Sisil yang melihat ITU tercengang, Ia melirik ke arah Ziva yang Masih sibuk dengan makanan nya sampai sebuah panggilan berdering dari ponsel Ziva.


Tringgg


Ziva segera mengeluarkan ponsel nya dari saku almamater, senyum nya merekah ketika melihat nama yang terpampang. Tanpa menunggu lama, Ziva Langsung mengangkat panggilan tersebut.


"halo"


"gue kira gak d angkat" ujar seoarang lelaki dI seberang sana.


"ya gak Mungkin lah Tan, kenapa?" Tanya Ziva penasaran karna jarang sekali Nathan menghubungi nya.


"lo nanti ke base camp kan?" bukan nya menjawab pertanyaan Ziva, justru Nathan bertanya kembali.


"eh, Iya emang kenapa?" Ziva mengernyitkan dahi, gimana Nathan tahu kalo Dia Mau ke base camp.


"gue udah kirim beberapa email Mungkin bisa Bantu, sisa nya terserah lo" Ziva Langsung tersenyum mendengar penuturan dari Nathan.


Ziva sibuk menelpon sampai Tak sadar Ia sedari tadi menjadi pusat perhatian dari Sisil, Revan dan anak White Eagle lain nya. Terutama Revan yang kini tengah mengepalkan tangan nya, karena Ia tahu pasti siapa orang yang di panggil Ziva dengan sebutan 'Tan' itu.


"apa hubungan Ziva Sama Nathan? kenapa Dia sebahagia itu?" batin Revan.


"kenapa dada gue Jadi sesek kek Gini sih? apa gue ada penyakit ya?" Seru Revan dalam hati sambil memegang dada nya.


"Kayak nya ada yang mulai ada rasa" batin Randi yang melihat gelagat aneh dari Revan.


"Oke gue tutup dulu ya Tan!"


"Miss you my Queen" Ziva terkekeh mendengar nya.


"Miss you too Than, cepet balik!"


Revan Dan juga Sisil tersedak mendengar Kata terakhir dari Ziva.


uhuk uhuk


Ziva yang melihat ITU Langsung membantu Sisil untUK minum. sedangkan Reno membantu Revan, Ziva sedikit melirik ke arah Revan yang sedang minum.


"kamu gak papa Sil?" tanya Ziva yang terlihat khawatir.


"gue gak papa cuma shock aja, tadi siapa sih yang telpon" Tanya Sisil Yang sedari tadi jiwa kepo nya sudah meronta ronta.


"Temen aku" singkat Ziva.


"Temen?"


"tapi kok gue rasa gak gitu yang gue denger tadi, lo kayak happy banget telponan Sama Dia pake acara bilang miss you segala" Seru Sisil menuntut.


"ehem, ITU ya karna Kita udah jarang komunikasi aja Dan lagi emang Kita ITU deket banget bahkan keluarga Kita saling kenal" Seru Ziva.

__ADS_1


"ohhh gitu"


Tringgg


lagi, telpon Ziva berdering Dan Kali INI Ziva mengernyitkan dahi.


"halo"


"Queen, kapan lo pulang sekolah?" Tanya Rega.


"Sekitar 1 jam lagi kenapa?" Seru Ziva.


"Ntar gue tunggu di parkiran ya" Ucap Rega.


"oke"


lagi lagi Ia di tatap penasaran oleh Sisil yang membuatnya menghela nafas.


"Temen Aku" singkat Ziva.


"balik kelas Yuk!" Ajak Ziva yang telah menyelesaikan acara makan nya.


"oh Yuk!"


Namun sampai di kelas justru, Ziva merasa ingin ke toilet Jadi Ia bergegas munuju toilet. Sedangkan Sisil sudah duduk tenang di bangku nya sembari memainkan ponsel nya.


Sesampainya di toilet Zivanna segera menuju salah satu bilik di sana. Beberapa saat kemudian ia keluar untuk menuju wastafel, berniat untuk memperbaiki polesan di wajah nya.


"Aiiissss kenapa perasaan ku jadi gak tentu kayak gini sih? Apa aku kebanyakan mikir ya? Tapi apa masalah di base kenapa sampe Rega yang hubungin gue?"


Ya Rega adalah tangan kanan dari Mike yang mengurus semua kebutuhan anak Warrior karena sebagian besar anggota Warrior adalah anak jalanan. Yang tak punya keluarga dan juga orang tua. Mike dan Ziva sengaja mendirikan Warrior untuk membantu mereka.


Di antara mereka ada yang masih sekolah dan ada juga yang bekerja. Ada yang bekerja di luar, entah itu di perusahaan sampai warung makan. Yang jelas Ziva sudah mengingatkan untuk menjauhi hal yang berbau ilegal dan bagi yang melanggar akan ad hukuman berat dari Ziva.


Ziva mungkin terlihat lemah lembut, namun ia sangat kejam dan berhati dingin dengan musuh nya. Iya tak suka ad kesalahan walaupun ia tahu di dunia ini tidak ada yang sempurna.


Tiba-tiba terdengar langkah kaki di belakang Ziva.


"Jessy?" Batin Ziva ketika melihat Jessy dan kawan kawan nya masuk ke toilet dengan tatapan tajam.


"Mau apa?" Seru Ziva to the point.


"Udah berapa kali gue bilang jauhin Revan. Dia cuma milik gue!" Seru Jessy sembari mengangkat tangan nya ke arah Ziva.


Dengan sigap Ziva menangkap tangan Jessy, dan tangan sebelah nya langsung mencekik leher Jessy. Ziva menyudutkan Jessy ke dinding. Melihat hal itu Maurin dan Angle ingin segera membantu Jessy. Namun naas karna suasana hati Ziva sedang kalut, membuat mereka berdua jadi samsak tendangan Ziva.


Mereka pun terjengkang dan pingsan di tempat. Jessy bergetar hebat, ia pun pingsan karena ketakutan dan Ziva pun melepaskan cengkraman tangan nya di leher Jessy.


Ziva mengeluarkan ponsel nya.


"Halo, om.. Ara buat masalah di toilet, tolong urus dan hapus cctv nya. Buat seakan cctv di sekitar toilet rusak." Seru Ziva langsung menutup panggilan telpon tanpa menunggu jawaban dari penerima telpon itu.

__ADS_1


__ADS_2