
Hai2 Readers ku yang setia, Terima kasih udah slalu setia menunggu up dari ku yah😊😊
Author bakal berusaha lebih keras untuk menulis dan crazy up kalo bisa 😅😅
Jangan bosen dengan cerita ku yah dan jangan lupa tambah kan ke favorite, like & komen yang slalu aku nanti kan.....
sementara itu di sisi lain terlihat Alqan sedang duduk di kursi pernumpang sembari memasang headsed di telinga kiri nya sedangkan telinga kanan nya ia biarkan. Kalau saja orang yang berada di kursi kemudi mengajak nya berbicara. Ya orang itu adalah Pak kasno yang di perintahkan oleh Revan untuk menjemput Alqan. Sepanjang perjalanan Alqan hanya diam sembari mendengarkan musik begitu pula dengan Pak Kasno yang fokus mengemudi.
"Lah nih orang bisu kagak tapi dari tadi diem aja gak ngomong ngomong, boring gua..... " Batin Alqan.
"Ehem, masih lama yah Pak?? " Ujar Alqan memberanikan diri untuk bertanya.
"Bentar lagi sampe den!! Aden mau makan dulu??" Tanya Pak Kasno.
"Hmm gak deh pak lanjut aja, tapi kalo ada yang jualan cemilan enak tuh!! " Seru Alqan.
"Di depan ada yang jualan cilok sama siomai, aden mau beli? " Tanya Pak Kasno.
"Serius pak?? Wah boleh tuh pak!! " Ujar Alqan antusias.
Pak Kasno pun mulai menepikan mobil nya, setelah mobil berhenti Alqan pun langsung keluar dari mobil. ia melangkah menghampiri penjual cilok dan siomai itu.
"Bang cilok nya 3 ya!! " Seru Alqan pada penjual cilok itu.
"Oke, pedes gak? " Tanya penjual cilok itu.
"Pedes bang!!" Seru Alqan.
"Bang siomai nya 3 juga yah!! " Seru Alqan pada penjual siomai di sebelah nya.
"Pedes juga nih!! " Tanya penjual siomai itu.
"Iya donk bang!! " Ujar Alqan menunjukkan deretan gigi nya.
Tak menunggu lama pesanan nya pun siap, Alqan segera mengeluarkan uang seratus ribu selembar dan langsung memberikan nya pada penjual cilok itu.
"Bagi dua yah bang!! " Seru Alqan kemudian ingin beranjak pergi namun di hentikan oleh penjual cilok itu.
"Dek, dek, ini kebanyakan!! Satu nya cuma lima rebu!! " Seru penjual cilok itu.
"Gak papa bang, ambil aja kembalian nya!! kagak boleh nolak rezeki lho!!" Ujar Alqan kemudian beranjak pergi memasuki mobil.
__ADS_1
"Alhamdulillah!! " Ujar kedua penjual itu.
"Rejeki kita yor!! " Seru penjual cilok.
"Iya, anak baik semoga dia slalu di berkahi rahmat Allah!! " Ujar penjual siomai.
"Aamiinnn" Seru mereka serentak.
Setelah Alqan masuk ke dalam mobil pak Kasno langsung menjalankan kembali mobil nya.
"Banyak banget den beli nya!! " seru Pak Kasno.
"Hehe iya Pak buat queen sama bang Revan!!" Seru Alqan yang membuat Pak Kasno tersenyum.
"Bapak seneng den Revan punya temen seperti non Ziva dan aden!! " Seru Pak Kasno sembari tetap fokus pada kemudi nya.
"Hmm kenapa pak?? " Tanya Alqan penasaran.
"Yah begitu den, karna trauma masa lalu den Revan berubah!! Tapi pas liat den Revan sama non Ziva saya seperti liat den Revan yang dulu!! " SeruPak Kasno.
Deg
"Dia trauma kayak apa sih sebenarnya sampai sampai Pak Kasno seperti nya gak mau cerita lebih deh!! " Batin Alqan sembari menoleh ke arah Pak Kasno.
Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di pelataran villa tempat Revan dan Ziva berada. Dengan antusias Alqan turun dari mobil dan di ikuti oleh Pak Kasno, mereka berjalan beriringan memasuki villa itu.
"Mungkin mereka di dapur den!! Karna ini jam makan siang!! " Seru Pak Kasno.
"Iya juga yah!! " Sahut Alqan.
Pak Kasno pun memimpin jalan menuju dapur, sedangkan Alqan hanya bisa mengekori Pak Kasno. Sampai di pintu dapur, Alqan tersenyum senang melihat seorang gadis cantik yang sedang duduk manis di meja makan sembari menatap ke arah seorang pemuda yang sedang memasak.
"Queennn!! " Seru Alqan setengah berteriak.
ziva langsung menoleh ke belakang, ia langsung tersenyum sumringah melihat kedatangan Alqan. Ziva berdiri dari duduk nya dan langsung berlari menuju Alqan. Alqan yang melihat itu langsung membentangkan tangan nya dan benar saja Ziva langsung menghamburkan diri ke dalam pelukan Alqan. Ziva terisak dalam pelukan Alqan, ia sangat merindukan sahabatnya yang satu ini. Alqan mencoba menenangkan Ziva dengan menepuk nepuk punggung Ziva. Sedangkan Revan mematikan api kompor karena masakan nya telah siap, Pak Kasno yang melihat itu segera beranjak ke arah Revan.
"Biar saya den!! " Seru Pak Kasno dan Revan pun tersenyum.
Revan segera mencuci tangan nya di wastafel, kemudian beranjak menata makanan di meja makan. Begitu pun Pak Kasno yang dengan sigap membantu Revan, setelah selesai Revan menghampiri Ziva dan Alqan.
"Zi, makan dulu yuk!! " Seru Revan yang membuat Ziva perlahan melepaskan pelukan nya pada Alqan.
__ADS_1
"Hmm... " Gumam Ziva menatap Revan sembari mengangguk.
"Yuk, gua juga dah laper nih queen!! " Seru Alqan kemudian berjalan sembari menggandeng tangan Ziva.
Revan sebenarnya cemburu melihat kedekatan Ziva dan juga Alqan. Namun ia tau bahwa Alqan begitu menyayangi Ziva seperti adik nya sendiri. Ya hanya sebatas saudara dan tak pernah ada kata lebih itu lah yang membuat Revan tetap bisa tenang meski pun melihat kedekatan mereka. Mereka pun duduk di meja makan, Ziva berada di sebelah Alqan dan Revan bersebelahan dengan Pak Kasno. Mereka duduk berhadapan, Revan berada di hadapan Ziva.
"Wah keliatan nya enak nih!! " Seru Alqan.
"Iya donk!! " Sahut Revan bangga.
"Lu yang masak semua ini bang!! " Seru Alqan.
"Iya lah, by the way panggil Revan aja, kan kita seumuran!! " Seru Revan.
"Hehe iya juga yah, oke lah Van!! " Alqan memang anak nya tak mudah canggung jadi ia bisa mengubah cara bicara sesuai orang yang berada di hadapan nya.
"Zi, biar gue ambilin!! " Seru Revan kemudian mengambilkan makanan untuk Ziva.
Alqan yang melihat itu langsung senyum senyum sendiri, ia senang queen nya di perlakukan bagai ratu. jadi semua rasa cemas nya slama ini melayang, yah gimana gak cemas semua orang tau bagaimana Revan di dunia genk motor. Alqan pun sebenarnya masih tak percaya bahwa Revan memiliki sifat menyayangi seperti ini, bahkan begitu romantis.
"Kalian bertemu karna takdir, gue harap takdir gak memisahkan kalian!! " Batin Alqan sembari tersenyum sendu menatap kedua sejoli yang sedang bercanda itu, hal itu tak luput dari penglihatan Pak Kasno.
"Eh, di makan donk Qan!! Ya kali lu liatin doank tuh makanan!! " Seru Revan yang melihat Alqan hanya mengaduk makanan nya.
"Eh hehe iya!!" Sahut Alqan sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Lu kenapa Qan?? " Tanya Ziva penasaran karna tak biasa nya Alqan sediam ini, biasanya dia yang paling heboh dan ceria.
"Hehe gak ada kok queen!! Gua cuma gak nyangka seorang Revan leader White Eagle yang biasa nya cuek, kejam plus dingin nya ngalahin es kutub jadi cair di depan lu!! " Sontak pernyataan dari Alqan membuat Revan terkekeh sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Hihi iya sih!! " Sahut Ziva.
"Kayak nya kalian emang di takdirkan ketemu deh!! " Seru Alqan yang membuat Ziva dan Revan saling bertatapan.
"Kenapa?? " Tanya Ziva dan Revan serempak.
"Yah cocok sama sama nyairin es batu, karna kalian kan sama sama es kalo depan orang!! " Kekeh Alqan yang membuat Revan dan Ziva menggeleng geleng kan kepala nya.
"Dasar lu, gua kira apaan!! " Seru Ziva.
Mereka pun kembali melanjutkan acara makan nya dengan di selingi oleh canda tawa oleh mereka. Begitu pun Pak Kasno yang sesekali juga melemparkan candaan.
__ADS_1