
Sementara di sisi lain, Seorang pemuda tengah duduk menatap seorang pria paruhbaya yang sefang berlutut di hadapan nya. Mata nya begitu tajam menelisik sembari memutar sebuah pisau kecil di tangan nya.
"Lo tau gue paling benci di khianati!!" Ujar Seseorang yang baru masuk ke dalam ruangan itu, ia kemudian berdiri di samping pemuda yang sedang duduk.
"Enak nya di apain bang??" Tanya Leo pada pemuda di samping nya.
Jlebbbbb
Arrrghhhhhhhhhh
Suara memilukan keluar dari mulut pria paruh baya itu ketika pisau kecil yang tadi di mainkan oleh pemuda itu mendarat sempurna di pada nya. Pria paruh baya itu langsung meringkuk sembari memegangi kaki nya, sementara Leo masih terkejut melihat apa yang di lakukan abang nya itu. Belum sadar dari keterkejutan nya, Leo melihat abang nya berdiri dan beranjak menuju pria paruh baya yang sedang meringis kesakitan. Pemuda itu langsung mengambil pisau yang menancap di paha pria paruh baya itu. Namun tak lupa ia sedikit merobek paha pria itu, sehinga membuat sang empu nya meraung kesakitan. Sedangkan Leo hanya meringis ngeri melihat kelakuan abang nya yang terlampau sadis kalau amarah sudah menguasai nya.
Pemuda itu langsung beranjak menjauh dari pria paruh baya itu, menuju sebuah nakas di dekat pintu. Kemudian ia mengeluarkan sebuah pistol dari nakas tersebut. Leo membelalakan mata nya melihat benda itu, namun baru mau protes tiba tiba....
"Bang.... Lu...."
Dorr dorr dorr
Suara beberapa tembakan terdengar nyaring sekali di telinga dalam ruangan tersebut, bersamaan dengan cairan kental yang berlinang di atas lantai. Leo hanya mampu menahan nafas nya, ia memang bukan pertama kali nya melihat hal hal seperti ini. Karena ini sudah biasa di dunia gelap, namun ini pertama kali nya ia melihat sisi gelap dari abang nya itu. Ia benar benar tak menyangka bahwa pemuda selembut abang nya bisa bersikap sedingin ini. Bahkan seperti tak peduli dengan nyawa seseorang yang baru ia renggut.
"Sam!" Teriak pemuda itu.
Seseorang yang bernama Samuel langsung masuk ke dalam ruangan itu, ia dengan dingin menyeret tubuh yang sudah tak bernyawa itu.
"Beresin semua nya!!" Seru pemuda itu langsung meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Leo.
Mereka berdua berjalan beriringan, kemudian berhenti di sebuah ruangan yang menbuat Leo mengernyitkan dahi.
"Kita ngapain di sini bang??" Tanya Leo.
"Siapin beberapa orang, gua mau mereka abis hari ini juga!!" Seru pemuda itu kemudian memasuki sebuah ruangan gelap.
"Astaga!! Gak salah ni?? Padahal dia kemaren kemaren nolak, lah ini malah lebih sadis dari gua!!" Seru Leo memijit pelipis nya.
Ia pun menyusul abang nya memasuki ruangan tersebut, saat masuk mereka sudah di suguh kan oleh berbagai senjata tajam dan koper koper besar. Ruangan itu minim cahaya sehingga membuat seseorang yang tidak biasa harus melihat lebih teliti. Namun tak berlaku untuk Leo dan pemuda itu, mereka seperti sudah hafal dengan isi dari ruangan tersebut.
"Lo bukan nya baru kemarin yah bang ke sini?? Tapi kayak nya lo hafal banget tempat tempat senjata di sini??" Tanya leo yang heran melihat abang nya yang langsung hafal dengan tempat ini.
"Karna gue yang desain dulu, dan sejauh yang gue liat gak ada yang berubah cuma nambah senjata versi baru aja!!" Ujar pemuda itu sembari memeriksa beberapa senjata yang ada di dalam koper.
__ADS_1
"Woahhh, gue pikir lu kagak pernah tertarik sama hal hal kayak gini!" Takjub Leo.
"Terpaksa, lu pikir gua mau!! Kalo bukan karna si pak tua itu, mana mungkin gue mau terjun dalam dunia kayak gini!! Gue lebih milih hidup tenang!!" Ujar Pemuda itu sembari meletakkan kembali senjata itu.
"Tapi gue juga gak bisa memungkiri, kalo gue juga gak sebersih itu!! Bahkan mungkin banyak hal yang gak lo tau tentang sisi gelap gue!!" Tambah pemuda itu.
"Udah buru!! Sana panggil yang lain, biar cepet kelar!!" Titah pemuda itu.
"Oke bang!!" Sahut Leo yang bergegas ke luar ruangan.
Setelah keperhian Leo, pemuda itu berjalan ke sudut ruangan disana ada sebuah lukisan abstrak yang terpanang di sana. Ia mengambil lukisan tersebut dan terlihat panel sidik jari di dinding it dengan segera ia meletakkan jari telunjuk kiri nya di sana.
Klek
Kreeaaaattttttt
Suara sesuatu terbuka, yah terlihat meja di tengah ruangang itu bergeser dan membuka sebuah ruang rahasia. Pemuda itu meletakkan kembali lukisan tersebut dan langsung masuk menuruni tangga, saat ia menginjakkan kaki nya di tangga seketika lampu ruangan di bawah sana menyala sehingga tak mempersulit langkah nya. Ketika sampai di bawah, ia segera menekan tombol di dinding sebelah kiri nya meja yang berada di ruang senjata tadi pun bergeser kembali ke tempat nya. Setelah memastikan pintu nya tertutup, ia berjalan ke arah ranjang di sana, yah itu adalah sebuah kamar. Terlihat kamar itu sudah sangat berdebu, yang menandakan tak ada yang pernah kesini. Bahkan terdapat banyak sarang laba laba, pemuda itu mengambil sapu yang ada di samping ranjang. Ia dengan segera membersihkan tempat itu, bahkan ia mengganti sprei yang baru dengan yang ada di lemari, untung saja keadaan di dalam lemari masih sangat rapi dan bersih.
Setelah membersihkan semua nya, ia merebahkan tubuh nya di ranjang itu, lalu mengambil sebuah foto di atas nakas samping ranjang. Ia menatap dalam foto seorang wanita yang tengah hamil besar dan menggandeng seorang anak kecil yang sedang tersenyum ceria. Pemuda itu kangsung tersenyum melihat foto itu, yah anak kecil itu adalah diri nya. Dan wanita itu adalah ibu nya, saat itu ibu nya sedang mengandung Leo.
"Mom.. I miss you so much.." Lirih pemuda itu.
Kemudian ia memejamkan mata nya, ia kembali mengingat masa lalu nya di mana ia harus melihat ibu nya meregang nyawa di tangan ayah nya sendiri. Bagaimana jerit pilu ibu nya saat ayah nya menyiksa nya. Bahkan ia melihat sendiri saat ayah nya menyuruh beberapa anak buah nya mebyetubuhi ibu nya dengan sangat brutal. Ia yang masih kecil hanya bisa menangis dalam diam di dalam lemari, yah dia sedang bermain petak umpet waktu itu. Namun tak sengaja ia salah masuk ruangan.
"Paman.... Paman.... Ayo main pentak umpet...." Ujar Seorang anak kecil dengan nada cadel nya.
"Duhhh paman masih harus kerja tuan muda kecil...." Sahut pria paruh baya di hadapan nya.
"Ahhh ayo lah paman....Aku mau main sama adek tapi kata mommy adek nya belim bisa di ajak main..." Lirih pria kecil itu debgan mata sendu.
"Duh, jangan sedih donk.. Oke, kita main!#" Ujar pria paruh baya itu.
"Yeaayyy, paman yang naga aku ngumpet yah..." Ujar pria kecil itu dengan antusias.
"Baiklah. Tapi ingat jangan jauh jauh...." Peringat pria paruh baya itu.
Pri kecil itu langsung berlari menyusuri koridor sebuah masions yang cukup besar, ia lupa kalau ayah nya melarang untuk pergi ke ujung koridor di lantai satu. Ia justru masuk ke sana dan memilih untuk bersembunyi di dalam lemari. Sedangkan pria paruh baya tadi kebingungan mencari tuan muda kecil nya. Tak lama terdengar suara perempuan merintih meminta di lepas kan.
"Lepas!!! Bannggssaatttt!!" Teriak wanita itu yang tak lain adalah ibu pria kecil itu.
__ADS_1
"Mommy??" Lirih pria kecil itu, melihat ibu nya di seret oleh ayah.nya.
"Lepas!!! Hahahaha jangan harap ******!!" Bentak ayah dari pria kecil itu.
Pria kecil itu hanya meringkuk ketakutan di dalam lemari sembari mengintip lewat celah lemari yang tebuka sedikit.
Plak
Plak
Bugghhh
Bughhhh
Pria itu menampar dan memukuli wanita itu sampai wanita itu teris menjerit kesakitan, wanita itu terus meminta ampun dan berhenti. Namun pria itu nustru semakin gila, bahkan ia menyuruh beberapa anak buah nya menyetubuhi wanita itu yang notaben nya istri.nya sendiri.
"Tiidddakkkkk.... Jangaaaannnnn aaarhhhhhhhh...." Teriak wanita itu saat seorang anak buah suami nya merobek pakaian nya
Dengan segera tubuh nya di hempaskan di atas ranjang, wanita itu mencoba memberontak namun tak kuasa melawan ke empat orang pria berbadan kekar itu. Tangan nya dengan segera di ikat dengan rantai sehingga ia tak bisa lari lagi.
"Jangan..... Hiksss ku mohon hiksss jangan....." Wanita itu memohon sambil menangis.
"Aaarhhhhhh...." Teriak wanita itu saat salah satu pria itu mulai menyetubuhi nya dengan sangat kasar.
Ruangan itu seketika di penuhi oleh rintihan dan raungan dari wanita itu sementara pria yang berstatus suami nya itu justru tertawa seperti orang gila.
"Hahahhaaa terus kan!! Terus lah berteriak sayang!! Kau menikmati nya bukan!!" Tawa pria itu.
Wanita itu di setubuhi secara bergilir oleh ke empat anak buah pria itu, sampai sampi ia jatuh pingsan pun mereka tak berhenti. Sedangkan pria kecil di dalam lemari hanya menangis dalam diam karena terlalu takut untuk bersuara.
Setelah mereka selesai menyetubuhi wanita itu, pria itu langsung mengambil senjata nya di nakas.
Dorr dorr dorr
Cairah kental membasahi sprei di ranjang itu, dan bau anyir pun mulai menyebar ke seluruh ruangan.
"Sudah ku bilang, jangan ikut campur dengan urusan ku dan Alzheir!!" Seru pria itu kemudian pergi bersama anak buah nya tadi.
Selang beberapa waktu pria kecil itu keluar dari lemari, ia berlari ke arah ibu nya yang sudah tak bernyawa lagi.
__ADS_1
"Mommy... Mommy... Bangun.... Mommy..." Ujar pria kecil itu sembari menggoyangkan lengan ibu nya.
Flashback off