
Sementara di sisi lain Ziva sedang bersiap di kamar nya. Ia terkagum melihat pakaian yang berada di lemari.
"Wah kece juga nih, pasti Dinda orang nya cantik banget keliatan banget dari style pilihan nya" Gumam Ziva kemudian memilih pakaian yang akan ia pakai.
Ziva memilih kaos santai warna putih yang di padukan dengan cardigan abu abu dan celana hitam panjang. Setelah selesai ia segera menuruni tangga untuk menemui Revan. Ia mencari Revan di ruang tengah, namun ia tak melihat nya. Akhir nya ia memutuskan untuk mencari nya di dapur. Dan benar saja sesampai nya di dapur, Ziva melihat Revan sedang mengobrol dengan Pak Kasno.
"Hai Van!!" Sapa Ziva yang membuat Revan menoleh ke arah Ziva.
Revan sempat tertegun beberapa saat melihat penampilan Ziva. Ziva yang merasa Revan terus memperhatikan nya pun sedikit risih dan akhir nya berdehem pelan.
"Ngapain Lo liatin gue segitu nya??" Tanya Ziva canggung.
"Hehe abis nya bidadari gue cantik banget sih!!" Goda Revan mengedipkan sebelah matanya.
Melihat hal ini Ziva menjadi salah tingkah, apalagi di sana bukan hanya ada dirinya dan Revan. Sedangkan Pak Kasno hanya bisa tersenyum senang melihat tingkah dua remaja di hadapan nya itu.
"Apaan sih Lo Van!!" Seru Ziva memalingkan wajah nya.
"Hehe udah yuk berangkat!!" Ajak Revan sembari berdiri dari duduknya.
"Aden mau kemana??" Tanya Pak Kasno.
"Keluar bentar pak, Deket sini doank kok!!" Seru Revan.
"Oh iya den, ati ati!! Inget jangan keluar dari wilayah sini!!" Ujar Pak Kasno.
"Iya pak, Revan inget kok!!" Sahut Revan.
"Maksud nya keluar dari wilayah sini??" Tanya Ziva bingung.
"Itu non, di sini emang wilayah nya aman tapi kalo lewat dari beberapa ratus meter ke belakang itu hutan liar non!! Emang ada batas pagar listrik nya supaya hewan liar gak masuk ke sini, tapi tetep aja harus hati hati!!" Jelas Pak Kasno.
"Di sini masih ada hutan liar??" Tanya Ziva.
"Iya Zi, kakek gue emang sengaja menjaga alam di sini!! Kata nya supaya alam gak rusak semua!!" Seru Revan.
__ADS_1
"Wah ternyata kakek Lo baik banget yah!!" Sahut Ziva.
"Heh?? Lo gak tau aja gimana dia asli nya" gumam Revan yang hampir tak terdengar.
"Hah?? Lo ngomong apa??" Tanya Ziva karena tak mendengar jelas apa yang di ucapkan oleh Revan.
"Gak kok, yuk!! Pak kami berangkat dulu ya!!" Seru Revan sembari menarik pelan lengan Ziva.
Ziva hanya bisa mengekori Revan, mereka berdua berjalan berdampingan. Sesekali Ziva melirik sana sini untuk menikmati pemandangan yang di sajikan. Terlebih lagi ada lampu lampu di sepanjang jalan yang menerangi gelap nya malam. Udara nya juga sangat sejuk, ini mampu membuat Ziva menjadi sangat nyaman.
"Lo suka??" Tanya Revan yang melirik Ziva sembari terus menggenggam tangan Ziva.
"Suka... Banget malahan!!" Seru Ziva antusias.
"Masih jauh tempat nya??" Tanya Ziva karena mereka sedari tadi hanya menyusuri jalan setapak.
"Bentar lagi nyampe kok, tuh di depan!!" Seru Revan sembari menunjuk ke arah depan.
Setelah beberapa langkah, Ziva ternganga melihat pemandangan di depan nya.
"Waahhhh... Omo Omo, it's so beautiful!!" Takjub Ziva.
"Cantik kan??" Tanya Revan dan di balas anggukan kepala oleh Ziva.
"Woaahhh, gue gak percaya liat ini!! Sumpah ini keren banget!!" Seru Ziva.
"Gila!! Ada yah tempat seindah ini!!" Ziva berlari kecil menuju jembatan yang berada di tengah danau.
"Zi, ati ati!!" Teriak Revan yang melihat Ziva begitu antusias.
Revan menyusul langkah Ziva, ia tersenyum senang melihat binar kebahagiaan di mata Ziva.
"Ini nyata kan Van!! Gue rasa di negeri dongeng tau gak!!" Ucap Ziva yang masih belum bisa percaya dengan penglihatan nya.
"Ini Nyata Zi!!" Ucap Revan mengusap puncak kepala Ziva.
__ADS_1
Sedangkan Ziva masih sibuk mengagumi pemandangan yang ada di sekitar nya. Sampai mata nya tertuju pada sebuah perahu sampan di seberang jembatan. Revan yang melihat apa yang Ziva lihat pun tersenyum.
"Mau naik??" Tanya Revan.
"Emang boleh??" Tanya Ziva menoleh ke arah Revan.
"Sure!! Yuk!!" Seru Revan sembari menggandeng tangan Ziva menuju ke seberang jembatan.
Sampai di seberang jembatan, Revan mengecek kondisi sampan itu terlebih dahulu. Ya meskipun sudah di cek tadi oleh Pak Kasno. Ya Revan memang sengaja mempersiapkan ini semua untuk pujaan hati nya. Setelah ia rasa aman, ia membantu Ziva untuk naik ke atas sampan.
"Serius gak papa nih??" Tanya Ziva ragu untuk naik ke atas sampan.
"Iya, percaya sama gue!!" Seru Revan mengulurkan tangan nya pada Ziva.
Perlahan Ziva mengulurkan tangan nya, lalu ia naik ke atas sampan. Setelah itu ia duduk berhadapan dengan Revan. Tanpa membuang waktu, Revan segera mengayuh sampan itu menuju ke tengah danau.
"Waahhhh, Van!! Kunang kunang nya!!" Seru Ziva sembari menunjuk Kunang kunang yang berada di sekitar mereka. Ziva mengeluarkan ponsel nya dan mengambil beberapa foto. Ia juga melakukan Selfi dengan Revan. Terlihat sekali wajah bahagia Ziva begitu pula dengan Revan. Mereka mengobrol dan sesekali bercanda.
"Mau gue fotoin??" Tanya Revan yang langsung di sambut dengan senyuman manis dari Ziva.
Ziva pun memberikan ponsel nya pada Revan dan kemudian mulai berpose. Ia terlihat seperti seorang putri yang begitu menawan di temani kunang kunang yang berada di sekitar nya. Bahkan bulan pun seolah tersenyum melihat kedua sejoli itu. Bintang bintang bertaburan menghiasi langit malam menambah keindahan malam ini.
"Thanks Van!!" Seru Ziva tiba tiba yang membuat Revan menatap lekat ke arah Ziva.
"Thanks Lo dah bawa gue ke sini! Gue gak bakal pernah lupa sama moment ini!!" Seru Ziva tersenyum manis.
"Lo pantes dapetin semua ini Zi!!" Gumam Revan.
"Apa??" Tanya Ziva karena gumaman Revan tak terlalu jelas.
"Iya sama sama" Dalih Revan.
Ziva pun tersenyum dan kembali menikmati pemandangan di danau itu. Ia memasukan jari jari nya ke dalam air, ia begitu senang melihat gemericak air itu. Sedangkan Revan hanya memperhatikan Ziva dalam diam, lagi dan lagi ia jatuh dalam pesona gadis itu. Gadis yang sudah merubah segala nya di hidup nya. Yang awal nya ia sudah tak mempunyai tujuan kini ia memiliki sesuatu untuk di perjuangkan.
"Gue tau, mungkin di hati Lo gue hanya sekadar temen, atau mungkin sama sekali belum ada posisi di hati Lo buat gue Zi!! Tapi gue gak bakal nyerah, sampe Lo bisa gue miliki!!" Seru Revan dalam Hati nya.
__ADS_1
"Lo satu satu nya yang bisa buat gue jatuh, jatuh sejatuh jatuh nya!! Gue gak peduli, Lo ada hubungan apa dengan Nathan!! Gue gak peduli kalo sekarang Lo gak ada perasaan sama gue!! Gue bakal menciptakan rasa itu di hati Lo Zi!!" Batin Revan sembari terus memperhatikan Ziva yang sedang asyik bermain dengan air danau.
"Mulai sekarang Lo adalah tujuan akhir gue!!"