
Tak terasa waktu berjalan begitu saja, langit sudah menunjukkan senja namun Ziva masih belum ingin beranjak dari posisi nya. Sampai ponsel nya berdering..
"Halo"
"Ra, Lo di mana??" Tanya Randi khawatir karena Mike baru saja menelpon nya kalau Ziva belum pulang.
"Sekolah!" Singkat Ziva.
"What!!" Randi terkejut sampai setengah berteriak.
"Ngapain Lo masih di sekolah?? Gue susulin yah??" Ujar Randi.
"Gak usah, gue udah mau pergi!!" Tandas Ziva.
"Pergi?? Pulang??" Tanya Randi memastikan.
"Gak!! Gue ke flow cafe!!" Seru Ziva.
"Flow Cafe?? Oh, oke gue bakal kabarin Mike biar dia gak khawatir" Seru Randi yang mengerti Ziva ingin melakukan apa.
"Thanks kak!! Gue tutup yah!!"
Tanpa menunggu jawaban dari Randi, Ziva langsung memutuskan sambungan telpon nya. Ziva beranjak dari posisi nya, ia berjalan ke arah pagar belakang yang tak jauh dari nya. Ia memutuskan untuk keluar dari sana saja, karna malas untuk memutar jalan.
Setelah berhasil keluar, ia langsung memesan taksi online. Tak butuh waktu lama taksi nya pun datang dan ia langsung pergi ke tempat tujuan.
Sementara di tempat lain, Randi sedang berkumpul bersama anggota White Eagle. Ia menelpon Ziva pun atas perintah Revan, karna Revan khawatir dengan keadaan Ziva.
"Gimana??" Tanya Revan ketika Randi selesai menelpon.
"Dia baik baik aja kok, dia mau ke Flow Cafe!!" Seru Randi sembari mengirimkan pesan untuk Mike tentang keberadaan Ziva.
"Flow Cafe??" Ulang Revan bingung.
"Ya, yang ada di deket game store itu lho!!" Jelas Randi.
"Ah?? Gue inget!! Tapi ngapain dia di sana??" Tanya Revan.
"Wihh bang kepo banget lho sama tuh cewek!!" Seru Gio.
"Iyah nih, Van!! Tumben banget Lo peduli banget sama cewek!!" Tambah Vito.
"Ya gini nih kalo orang udah di mabuk cinta!!" Ledek Reno.
"Really?? Wow berita gempar nih!! Seorang Revano Baskara takluk sama cewek!!" Heboh Gio yang di sambut tawa Randi.
"Sialan Lo pada!!" Kesal Revan.
"Cieee yang kuping nya Ampe merah!!" Goda Vito.
"Ah udah lah" Revan berdiri sembari menyampirkan jaket nya di bahu nya.
"Yah ngambek dia!! Mau kemana Lo??" Tanya Reno.
"Nyamperin ayank!!" Seru Revan mengedipkan sebelah matanya dan beranjak pergi.
"Sumpah jijaiiii gue!!" Seru Gio.
"Ampun dah, leader kita tuh!!" Seru Vito tak percaya.
"Kesambet tuh anak!!" Ujar Reno yang mengundang gelak tawa mereka.
Revan segera melajukan motor nya, membelah jalanan yang cukup sepi.
__ADS_1
Sedangkan Ziva, ia sedang bersiap siap di ruang khusus. Ia berganti pakaian dan sedikit menata rambut nya. Memoles make up tipis , yang membuat wajah nya jauh lebih segar namun tetap natural.
"Zi, tumben Lo kesini!! Biasa nya juga Lo sibuk!!" Seru Bang Zidan.
"Ah elah Bang!! Gue gak Dateng di cariin, gue Dateng Lo ribet!! Serba salah gue mah!!" Seru Ziva menatap tajam Bang Zidan.
"Dah sensi amat Lo!!" Seru Bang Zidan sembari menaruh capucino ice di meja rias Ziva.
"Thanks!!" Seru Ziva sembari tersenyum manis.
"Buruan dah banyak yang nunggu!!" Seru Bang Zidan sembari meninggalkan Ziva.
Ziva menyeruput es nya dengan santai, ia masih bingung harus membawakan lagu apa untuk penampilan pertama nya. Ya, Ziva adalah salah satu penyanyi utama di cafe ini. Selain hobby, Ziva melakukan nya untuk menambah uang saku nya. Meskipun ia tak kekurangan uang namun ia ingin uang yang ia hasilkan sendiri. Sehingga jika ia menghabiskan nya pun, ia tak merasa bersalah pada mama dan papa nya yang bekerja keras untuk nya.
Setelah selesai bersiap Ziva segera naik ke atas panggung, bertepatan dengan Revan yang memasuki cafe. Revan tertegun melihat penampilan Ziva, ia terus menatap Ziva yang sedang menyapa pengunjung cafe.
Beberapa detik ia terdiam di depan pintu cafe, setelah sadar ia langsung mengambil tempat duduk di dekat jendela. Ia juga memesan minuman dan beberapa cemilan. Pandangan nya tak lepas dari Ziva yang duduk di panggung sembari memegang gitar.
"Oke, selamat mendengarkan dan semoga terhibur!!" Seru Ziva tersenyum manis.
Alunan gitar pun terdengar di seluruh penjuru cafe...
Anata kara kurushimi o ubaeta sono toki
Watashi nimo ikiteyuku yuukiga waittekuru
Anata to deau made wa kodoku na sasurai-bito
Sono te no nukumori o kanji sasete
Ai wa itsumo rarabai
Tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to
Watashi o yonde
Hito wa naze su’ngita hi no shiawase oikakeru
Shisuka ni mabutaa tojite kokoro no doa o hiraki
Watashi o tsukandara namida huite
Ai wa itsumo rarabai
Anata nga yowai toki
Tada kokoro no tomo to
Watashi o yonde
Ai wa itsumo rarabai
Tabi ni tsukareta toki
Tada kokoro no tomo to
Watashi o yonde
Tada kokoro no Tomo to
Watashi o yonde
__ADS_1
Ziva mengakhiri lagu pertama nya dengan sangat indah. Mendapat begitu banyak sorakan dan tepuk tangan dari pengunjung cafe. Termasuk Revan yang benar benar terhanyut akan suara Ziva yang hampir tak ada celah. Ziva bernyanyi tanpa fals sedikit pun juga lantunan gitar nya semakin menambah kesan manis.
"Gila!! Bidadari gue cantik banget!!" Seru Revan sembari menyeruput minuman nya.
"Gak salah pilih gue" Revan tersenyum cerah melihat Ziva mulai bernyanyi lagi dengan lagu yang berbeda.
Revan menatap sekeliling dan tanpa sengaja tatapan nya tertuju pada gadis kecil yang berada di depan jendela. Seperti nya gadis itu sedang menjual bunga, tanpa pikir panjang Revan mengetuk ngetuk jendela untuk memanggil gadis kecil itu.
Usaha nya tak sia sia, gadis itu menoleh kearah nya. Ia langsung melambai dan meminta gadis kecil itu masuk ke dalam cafe. Dengan wajah ceria gadis itu langsung berlari kecil menuju pintu cafe. Gadis itu segera menghampiri Revan.
"Hai, nama kamu siapa??" Tanya Revan.
"Stela kak" Jawab gadis kecil itu.
"Jual bunga??" Tanya Revan.
"Iya kak, ini!! Stela memperlihatkan sekeranjang bunga di tangan nya.
Revan memilih se-bucket bunga lili yang menurut nya cantik itu. Ia juga mengambil kartu ucapan yang juga ada di keranjang bunga milik Stela.
"Duduk dulu Ste!! Mau minum apa??" Tanya Revan.
"Hmm emang boleh kak!! Tapi Stela gak ada uang" Ucap Stela polos yang membuat Revan mengelus puncak kepala nya.
"Boleh sayang, kakak yang bayar!!" Seru Revan tersenyum manis.
"Wahhh serius, kalo makan boleh??" Tanya Stela yang membuat Revan sedikit tergelak melihat tingkah polos gadis kecil di hadapan nya ini.
"Boleh" Ujar Revan memanggil pelayan cafe.
Stela sibuk memilih minuman dan makanan yang ingin ia makan. Dan itu semakin menambah keimutan nya menurut Revan. Tanpa di sadari oleh mereka, seseorang di atas panggung sana terus memperhatikan mereka sembari tersenyum.
"Gue gak nyangka ternyata Lo punya sisi yang kayak gini juga Van!!" Seru Ziva dalam hati menatap kagum pada Revan.
"Udah selesai mesen nya??" Tanya Revan.
"Iya kak!!" Seru Stela mengangguk pasti.
Pelayan itu pun pergi untuk menyampaikan pesanan mereka. Revan juga memesan minuman lagi karena masih ingin menemani gadis kecil ini makan.
"Ste,, kakak mu minta tolong donk!! Kasih ini buat kakak cantik yang ada di sana!!" Seru Revan sembari menunjuk ke arah panggung.
"Wah kakak nya cantik banget!! Pacar kakak ya??" Tanya Stela.
"Hmm belum, tapi bakal iya hehehe" Kekeh Revan.
"Oke kak!!"
Stela segera berjalan menuju panggung, sembari membawa bunga di tangan nya.
"Bunga buat kakak cantik!!" Seru Stela memberikan bunga itu yang kebetulan Ziva juga sudah selesai bernyanyi.
"Makasih sayang!!" Ucap Ziva mengelus kepala Stela.
"Bunga nya dari kakak yang itu" Tunjuk Stela pada Revan yang membuat Revan memalingkan wajah nya karna malu.
Ziva tersenyum melihat tingkah lucu Revan, dan Stela segera kembali ke tempat Revan. Ziva melihat kartu ucapan di selipkan di bunga itu.
Lili
Artinya cantik dan suci
Seperti kamu yang cantik dan suci bersih tanpa noda
__ADS_1
Seperti bidadari surga yang sudah di takdirkan untuk ku 💐
Love my sunshine