Most Wanted School

Most Wanted School
Kemarahan Mike


__ADS_3

"Hmmn lo gak nyusulin temen temen lo??" Tanya Ziva.


"Kenapa gak suka gue di sini kah??" Tanya Fahri.


"Eh bukan gitu!! Gue bingung aja!! Karna gue bener bener gak bisa inget lo!!" Seru Ziva tersenyum kaku.


"Ya udah kita bisa mulai mengenal dari awal!!" Ujar Fahri sembari tersenyum.


Deg


"Hah?? Apa kata nya tadi kenal dari awal?? Otak nya ke jedot tembok apa yah?? Gue dah ketar ketir ketauan!!" Batin Ziva.


"Hmm oke..." Sahut Ziva.


"By the way lo sekolah dimana?? Tanya Fahri.


"Di SMA ******!!" Sahut Ziva.


"Ohhh... Kalo gue dari SMA Cendrawasih!!" Seru Fahri.


"Hah?? Serius??" Tanya Ziva yang cukup kaget karena itu adalah sekolah Nathan.


"Iya kok lo kayak nya kaget banget!!" Ujar Fahri.


"Eh iya gue kaget aja!! Karna ada temen gue yang juga sekolah di sana!!" Seru Ziva.


"Ah really?" Tanya Fahri.


"Iya nama nya Nathan" Seru Ziva.


"Ohh Nathan yang slalu jadi juara umum itu??" Tanya Fahri memastikan.


"Iya..." Sahut Ziva sembari tersenyum.


"Sial!! Lagi lagi ada pengganggu!! Apa hubungan si Nathan itu sama dia??" Batin Fahri kesal.


"Dia pacar lo??" Tanya Fahri.


"Oh bukan lah, dia sepupu gue!!" Seru Ziva yah memang identitas Ziva yang sekarang adalah sepupu dari Nathan.


"Ahhh sepupu..." Sahut Fahri sembari tersenyum.


"Iya emang kenapa??" Tanya Ziva.


Saat sefang mengobrol tiba tiba Mike datang dan langsung memukul Fahri hingga tersungkur. Melihat itu pun, Ziva langsung menutup mulut nya tak percaya akan apa yang di lakukan oleh kakak nya itu.


"Kak!!" Teriak Ziva berusaha menghalangi Mike.


Namn Mike malah menatap Ziva dengan mata menyalang.


"Kak tenang!! Ara udah ngatasin nya!! Dia tau nya Ara annesia!!" Bisik Ziva.


"Amnesia??" Tanya Mike yang langsung menyadari keadaan nya.


"Jadi karna dia hah??" Tanya Mike dengan nada tinggi.


Fahri yang masih bingung dengan situasi ini hanya bisa terdiam sembari emegangi sudut bibir nya yang berdarah. Sedangkan Ziva justru mengernyitkan dahi nya.

__ADS_1


"Lo bolos sekolah karna nih anak??" Tanya Mike menatap Ziva tajam.


"Ah akting rupa nya!! Ampir jantung gua copot!#" Batin Ziva.


"Kak, kakak salah paham!!" Ujar Ziva.


"Kakak??" Batin Fahri.


"Oh jadi dia kakak angkat nya Al??" Batin Fahri.


Al?? Itu adalah nama lain Ziva, cuma nanti yah di spill di eps selanjut nya. Author numpang lewat....


"Salah paham??" Bingung Mike.


"Iya, tadi Ara ke sini sendirian kok!! Dia baru dateng mata nya dulu Ara kenal sama dia cuma Ara gak inget!!" Jelas Ziva.


"Hah?? Dulu??" Tanya Mike yang pura pura kebingungan.


"Iya bang, kenalin gue Fahri, dulu pernah temenan sama Ziva!!" Seru Fahri pura pura.


"Temen??" Batin Mike memandang remeh ke arah Fahri.


"Oh gitu!! Hahaha sorry sorry, gue gak tau" Ujar Mike.


"Gak papa kok bang!!" Seru Fahri.


"Kalo bukan demi jaga image gue di depan Al udah gue abisin lu!!" Batin Fahri kesal.


"Lo juga ngapain bolos sekolah pe'a!!" Kesal Mime menarik telinga Ziva.


"Pulang!!" Titah Mike.


"Iya iya...l Ujar Ziva mengerucutkan bibir nya.


"Ri, gue pulang dulu!! Dahhh#!" Ujar Ziva yang hendak pergi namun dengan segera Fahri mencegatnya.


"Kenapa??" Tanya Ziva.


"No lo??" Tanya Fahri sembari mengeluarkan ponsel nya.


Dengan terpaksa agar Fahri tak curiga Ziva memberikan nomor nya pada Fahri. Setelah itu ia langsung pergi dari sana di ikuti oleh Mike. Sedangkan Fahri tersenyum menatap ponsel nya yang tertera nama Zivara di sana.


"Al, lo gak bakal bisa lari dari gue!!-Gue bakal bikin lo jadi mikik gue!!" Seru Fahri tersenyum licik.


"Syukur lah lo amnesia setidak nya lo gak benci sama gue,, jangan salahkn gue karna kejam sama keluarga lo Al!! Karna itu perintah dari bokap gue!!" Seru Fahri yang sebenarnya menyesali perbuatan nya dulu.


Sementara di sisi lain, Mike menancap gas nya dengan kecepatan penuh yang membuat Ziva memeluk nya erat. Beberapa kali Ziva berteriak untuk memperlahan kan laju motor nya. Namun bukan nya melambat justru Mike menambah kecepatan nya. Ziva hanya bisa berdoa semoga emosi kakak nya ini segera mereda, ia sangat sangat tidak tahan dengan kelakuan kaka nya ini. Benar benar tidak sayang nyawa, Ziva masih sangat menyayangi nyawa nya.


Ckittttttt


Suara deritan ban motor terdengar jelas saat Mike memberhentikan motor nya di base camp Warrior. Yah Mike mengajak Ziva ke base camp Warrior, karna emosi nya sedang tak stabil saat ini. Ia takut justru berimbas pada Ziva, kalau di base camp banyak yang bisa menahan nya untuk tak melukai Ziva. Yah dulu pernah karna amarah, Mike membuat Ziva sampai masuk rumah sakit. Sejak saat itu, kalau ia marah ia slalu ke base camp agar anggota Warrior yang lain bisa melindungi Ziva.


"Bawa Zii!!" Titah Mike dengan nada yang sangat dingin ketika sampai di ruang tengah dan mendapati, Bastian dan yang lain nya sedang berkumpul di sana.


"Kak??" Ziva berusaha mendekati Mike.


"Pergi!" Teriak Mike yang membuat Bastian dan Alqan segera berdiri di sisi Ziva.

__ADS_1


Mereka tau suasana hati Mike sedang tak baik, sehingga mungkin saja melukai Ziva, Bastian langsung menarik Ziva naik ke lantai dua tempat nya menuju kamar Ziva. Sesampai nya di sana Bastian langsung menyuruh Ziva duduk di ranjang sedangkan dia berjongkok menhadap Ziva.


"Ada apa Zii??" Tanya Bastian.


"Gue ketemu sama Fahri!!" Seru Ziva.


Deg


Mendadak mendengar hal itu membuat Bastian terpaku sejenak kemudian ia kembali berusaha fokus.


"Fah.. Fahri.. Alzheir maksud lo??" Tanya Bastian memastikan


"Iya..." Ujar Ziva sembari menunduk.


"Astaga kok bisa??" Tanya Bastian tak habis pikir.


"Gue juga gak nyangka, tapi gue bisa ngendaliin semua nya!! Dia tau nya sekarang gue amnesia dan gak inget sama kejadian dulu!!" Seru Ziva.


"Haiissshhh wajar banget bang Mike marah gitu!!" Ujar Bastian memijit pelipis nya.


"Tapi dia beneran percaya kan??" Tanya Bastian.


"Kayak nya sih iya.." Ujar Ziva.


Yah Bastian memang sedikit tau tentang masa lalu Ziva, namun hanya anggota inti Warrior saja yeng mengetahui rahasia queen nya ini!! Itu pun hanya sedikit karena masih banyak yang tak Ziva cerita kan pada mereka cuma mereka tau kalau Ziva punya dendam dengan Fahri dan keluarga Alzheir.


"Ya udah lo di sini aja dulu, jangan kemana mana, gue sama anak anak yang lain bakal coba nenangin Mike!!" Seru Bastian yang membuat Ziva hanya bisa mengangguk.


"Jangan berantem" pinta Ziva.


"Gue usahain, yah lo tau kan sifat nya Mike!!" Seru Bastian yang membuat Ziva menghela nafas panjang.


Bastian pun segera keluar dari kamar Ziva dan menuju kelantai bawah. Terlihat di sana barang barang sudah porak poranda, yah siapa lagi pelakunya kalau bukan Mike. Anggota Warrior yang lain tak ada yang berani angkat bicara atau menahan Mike, biasa nya ada Rega yang akan menenangkan Mike. Karna hanya dia yang berani menghentikan Mike, sedangkan sekarang sudah tidak ada lagi.


"Mike stop it!!" Seru Bastian mendekat ke arah Mike.


"Minggir!!" Teriak Mike.


"Gue tau, lo kesel tapi jangan kayak gini!!" Seru Bastian.


"Lo gak tau apa apa!!" Teriak Mike.


"Gue tau!!" Teriak Bastian.


Mike pun menatap tajam Bastian, kemudian terjadilah perkelahian antara Mike dan Bastian.


Bugghhhh


Bughhhh


Saling pukul pun tak terelakan, sedangkan yang lain tak berani mendekat apalagi memisahkan larena mereka sangat tahu kalau amarah sudah mengusai Mike. Tiba tiba zziva langsung berlari menuju ke arah Mike dan Bastian yang hendak memukul satu sama lain. Namun seketika Ziva sudah berada di hadapan mereka berdua, yang hampir saja mereka melayangkan tinju ke wajah Ziva. Ziva hanya menutup mata pasrah dengan apa yang akan ia terima, namun untung saja Mike dan Bastian dengan reflek menghentikan gerakan mereka. Ziva dengan perlahan membuaka mata nya dan bernafas lega, namun tiba tiba kepala nya berputar putar dan tiba tiba ia langsung jatuh pingsan.


"Ziii...."


"Ra...."


Dengan cekatan Mike segera membawa Ziva menuju ke kamar nya, sedangkan Bastian menelpon dokter David.

__ADS_1


__ADS_2