
Ziva menepuk lengan Sisil cukup keras membuat sang empu meringis.
"Ngadi Ngadi Lo, ya kali si Revan suka Ama gue yang modelnya kek gini!!" Seru Ziva mengelak.
"Hehe iya juga sih..."
"Eh tapi bisa jadi loh kan cinta itu buta" Seru Sisil menampilkan deretan gigi nya.
"Dih,, Ogah gue sama cowok model angry bar barian kek gitu." Seru Ziva.
"oh oh, awas nanti jatuh cinta!!" Ledek Sisil.
Mereka tertawa bersama, tak terasa hari sudah gelap. Sisil memutuskan untuk keluar kamar, untuk mencari makanan. Sedangkan Ziva kembali memakai riasan nya, karna ia tau kalau Revan pasti masih ada di rumah ini. Ziva hanya tak mau rencana awal nya berantakan.
Saat Sisil ingin ke dapur ia melihat Revan membawa sebuah nampan besar berisi beberapa makanan.
"Van, itu..."
"Buat Ziva, punya Lo ambil sendiri di dapur sana!!" Titah Revan beranjak meninggalkan Sisil menuju kamar Ziva.
Revan bertemu Ziva di depan kamar, Revan langsung marah dan menyuruh nya masuk lagi ke kamar.
"Lha, Napa marah marah sih nih anak!!" Ziva kesal namun tetap menurut untuk kembali ke kamar.
"Duduk!!" Titah Revan dan Ziva hanya bisa menurut dan duduk di ranjang nya.
"Nih tadi kata Dokter David gak ada larangan buat makanan, gue buatin sup iga." Jelas Revan sembari meletakkan nampan itu di hadapan Ziva.
"Wihhh, nih anak kesambet apaan, Baek amat!!" Batin Ziva.
Namun karena ia memang sudah lapar, jadi tanpa banyak tanya ia langsung memakan makanan nya. Revan mengambil, semangkuk sup brokoli di nampan itu dan langsung memakan nya. Ziva memperhatikan Revan yang serius makan, ia juga melihat sepiring penuh nasi di hadapan nya.
"Ehemm..." Ziva berdehem yang membuat Revan menoleh.
"Gak makan nasi??" Tanya Ziva.
"Gak, Lo aja!!"
Sebenarnya Revan sangat lapar namun nampan nya tak cukup untuk membawa terlalu banyak makanan. Jadi ia hanya membawa sepiring nasi, sup iga , acar, dan sambal limau untuk Ziva serta semangkuk sup brokoli untuk diri nya sendiri. Di tak ingin meninggalkan Ziva sendiri di kamar ini walaupun hanya untuk ke dapur mengambil nasi.
"Gue gak abis makan nasi sebanyak ini!!" Seru Ziva.
"Emm, ya udah siniin" Seru Revan yang masih sok cool.
__ADS_1
"Dih, bilang aja laper" Batin Ziva terkekeh melihat tingkah Revan.
"Makan yang banyak biar cepet sembuh!!" Seru Revan, ia mengambil sedikit nasi di piring itu dan menyerahkan piring yang berisi nasi itu pada Ziva.
Ziva hanya mengangguk, Ia merasa ada yang berubah dari sifat Revan. Revan makan di mangkuk sup nya, terlihat sekali Revan sangat menyukai sup brokoli nya itu. Karena dari tadi Revan terus menghirup kuah sup nya, ia terlihat begitu menikmati. Begitu pula dengan Ziva, ia sangat suka sup iga di tambah dengan sambal limau. Dan ada acar yang menjadi pelengkap itu menambah selera makan nya.
"Enak??" Tanya Revan setelah menyelesaikan makan nya.
"Ehmmmn enak" Sahut Ziva yang masih sibuk makan.
"Gue yang bikin!!" Seru Revan tersenyum bangga.
"What??!" Ziva meletakkan sendok nya karna kaget.
"Serius, ni enak banget Lo yang bikin?" Tanya Ziva tak percaya.
"Iya, tadi gue nyontoh bikin kek yang di sosmed" Jawaban Revan kembali membuat Ziva tercengang.
"Wah, bakat nih anak!! Bikin makanan kek gini cuma karna liat di sosmed" Batin Ziva terkagum.
Ziva melirik ke arah Revan, lalu ia kembali menyendokan makanan nya.
"Aaaaaaaa..." Ziva mengarahkan sendok nya pada Revan.
"Enak kan??" Tanya Ziva yang membuat Revan mengangguk.
Setelah menyelesaikan makan nya, Revan menaruh piring kotor di dapur, di sana ia melihat Sisil yang masih mengunyah makanan nya.
"Lha belom kelar juga Lo??" Tanya Revan.
"Hehehe iya, dah taro aja di sana ntar gue yang nyuci!!" Seru Sisil.
"Ya udah gue tinggal" Revan pun berlalu kembali ke kamar Ziva sembari membawa segelas air putih.
"Zi??" Panggil Revan yang membuat Ziva menoleh.
"Nih, minum dulu obat nya" Revan mengambil obat dalam laci kemudian menyerahkan nya pada Ziva.
"Thanks" Ziva langsung meminum nya tanpa ragu.
Hening sesaat, mereka sama sama tak bisa mencari topik pembicaraan.
"Emm, Zi??" Panggil Revan.
__ADS_1
"Ya??" Sahut Ziva menatap Revan bingung.
"Lo sebenernya sakit apa??" Tanya Revan serius.
Deg
"Lha kenapa malah bahas itu sih!!" Batin Ziva.
"Hah?? Oh aku kena asam lambung, haha iya asam lambung..." Jawab Ziva Sekenanya.
"Hmmm iya juga sih, emang kayak tanda tanda asam lambung" Seru Revan.
"Hmm iya lah" Ziva tersenyum kaku.
"Dah, untung nih anak mudah di kibulin!!" Seru Ziva dalam hati.
"Hmm dah Lo tidur gih, dah malem!! Ntar asam lambung Lo kumat kalo kena angin malem, apa lagi kondisi Lo belum stabil" Ujar Revan.
"Ih, kok perasaan makin perhatian sih nih anak... Aneh banget" Batin Ziva.
"Hmm Sisil mana?" Tanya Ziva.
"Dia di dapur masih makan tadi, kata nya biar dia aja yang beresin piring kotor nya" Jelas Revan yang membuat Ziva mengangguk.
Tak lama rasa kantuk pun menyerang Ziva, ia mulai memejamkan mata nya. Namun karena ada Revan membuat sedikit risih. Revan pun menyadari itu, namun bukan nya pergi ia justru menggenggam tangan Ziva. Ia mengelus lembut puncak kepala Ziva lalu berbisik.
"Tidur gih, gue di sini jagain Lo!!"
Entah kata kata Revan bagai hipnotis untuk Ziva, ia langsung tertidur. Ia merasa sangat nyaman, dan aman bila berada di dekat Revan. Begitu pun Revan, ia begitu bahagia bisa sedekat ini dengan gadis yang di sukai nya.
Pada saat dia bersama dengan Syila, ia tak pernah merasakan ini semua. Ini adalah kali pertama nya, dan mungkin inilah yang di sebut cinta pertama. Revan memutuskan untuk memulai tahap PDKT dengan Ziva.
"Apapun cara nya gue bakal jadiin Lo milik gue Zi" Lirih Revan.
"Gue gak bakal maksa, tapi gue bakal buktiin kalo gue tulus sama lo. dan gue pantes buat berada di sisi Lo Zi" Revan mengecup kening Ziva lalu beranjak ke sofa dekat jendela.
"Lha, dah tidur tuh anak!!" Seru Sisil yang baru memasuki kamar.
"Iya, dah ada Lo... Gue keluar dulu, gue di kamar sebelah kalo butuh apa apa!!" Seru Revan.
"Oke siap!!"
Revan pun meninggalkan kamar itu, dan menuju kamar di sebelah nya. Sebenernya ia tak ingin meninggalkan Ziva, namun ia tau itu tidak baik kalau lelaki tinggal satu ruangan dengan seorang gadis. Meskipun ia tak mungkin melakukan hal yang tidak tidak pada Ziva. Namun ia masih menghormati dan menghargai kehormatan Ziva.
__ADS_1
"Gue bakal buktiin ke lo, kalo gue bener bener tulus sama Lo!!"