
Rita pun mulai melakukan pekerjaannya. Tugas dia menyiapkan segala keperluan Rival. Dan untuk sementara, Rita akan tinggal di rumah Marta. Ini Marta lakukan agar Rita semakin mudah mendekati Rival.
Rita pun mulai mempersiapkan makan malam untuk keluarga Helsen. Dan Rita pun selesai menyiapkan malam untuk mereka. Keluarga Helsen segera ke meja makan. Tentu saja Marta mengajak Rita untuk ikut malam bersama mereka.
Rival pun heran dan bertanya-tanya tentang gadis yang ada di rumahnya itu. Dia bertanya siapa gadis itu. Sementara Rita, tidak berani menatap wajah Rival.
"Siapa dia ma?" Tanya Rival kepada Marta.
"Rival, dia ini anaknya teman mama.. dia tinggal disini untuk sementara.. soalnya orang tuanya menitipkan dia ke mama.." Ucap Marta sembari melirik ke arah Rita.
Rita pun tersenyum kepada Rival sembari menganggukkan kepala. Dan Rival pun hanya bisa melirik sekilas tanpa membalas senyum sedikitpun.
...****************...
Rita melihat Rival yang sedang santai duduk di taman. Dan Rita pun menghampiri Rival. Iya berpura-pura sedang menikmati keindahan taman juga.
"Hai.." Sapa Rita kepada Rival sambil tersenyum. Rival sama sekali tidak merespon ucapan Rita.
"Hai.. kenalin.. Aku Rita.. kalau kamu?" Tanya Rita. Rival hanya menghela nafas. Dan tanpa menjawab pertanyaan Rita, iya pun langsung pergi. Dan Rita pun menegur Rival.
"Hei.. memangnya dosennya itu seperti itu ya.. cuek gitu kalau ada yang nyapa?" Tegur Rita. Sembari memancing Rival untuk berbicara. Seketika Rival pun langsung menghentikan langkahnya dan langsung menjawab perkataan Rita.
"Apa kamu bilang barusan? Emangnya harus ya.. Aku kasih tau nama Aku ke kamu?" Sungut Rival dongkol.
"Ya, ga harus sih.. cuma, kan Aku tanya.. Aku tanya juga baik-baik.. memangnya salah ya?" Ucap Rita.
"Kalau Aku ga mau jawab bagaimana?" Tanya Rival.
"Ya, itu sih terserah kamu ya.. tapi, lebih sopan kan harus di jawab.." Ujar Rita.
"Jadi kamu ngatain Aku ga sopan?" Ucap Rival.
"Ya, Aku ga ngomong kamu ga sopan ya.. tapi kan lebih tepatnya kata orang-orang seperti itu.." Ucap Rita. Rival pun tidak dapat menjawab perkataan Rita. Iya pun merasa kesal dan mengibaskan tangannya.
"Ah.. sudahlah.." Ujar Rival.
Rita pun tersenyum dengan jawaban Rival. Ternyata, cuma segitu cueknya Rival. Dan Rita pun semakin penasaran sedingin apa sih Rival sama cewek lain.
...****************...
__ADS_1
Rival duduk sendirian di taman rumahnya saat malam hari. Iya memandang foto Namira. Dan Rival pun senyum-senyum sendiri saat bersama Namira.
Rita memantau Rival dari kejauhan. Karena penasaran, akhirnya Rita berjalan mendekati Rival. Iya melihat Rival sedang memandang foto Namira. Rita pun berfikir bahwa itu adalah foto kekasihnya yang sudah meninggal. Kemudian, Rita pun tiba-tiba saja duduk di samping Rival.
"Hei... itu foto cewek kamu ya?" Tanya Rita.
"Bukan urusan kamu!" Jawab Rival ketus.
"Iya sih.. itu bukan urusan saya.. tapi, biasanya sih.. kalau seorang laki-laki yang belum menikah itu memandang foto seorang perempuan, pasti perempuan itu adalah ceweknya.." Ujar Rita.
"Apa urusan kamu?" Tanya Rival.
"Ya.. ga ada urusan sih.. cuma nebak aja.. Tapi, ngomong-ngomong cewek kamu cantik ya.. berhijab lagi, Aku suka liat perempuan berhijab.. pasti dia orang baik.." Ujar Rita.
"Sok tau kamu!" Sungut Rival.
"Ya.. keliatan kok kalau dia orang baik.. ngomong-ngomong.. dia kemana?" Tanya Rita pura-pura tidak tau.
"Bisa ga, kamu ga usah tanya-tanya?" Ujar Rival marah.
"Oh.. iya.. Aku minta maaf.." Ucap Rita.
"Hei.. sebaiknya kamu jangan terlalu lama-lama berada di luar saat malam hari.. Alangkah baiknya kamu cepat masuk.. ga baik loh untuk kesehatan kamu.." Ujar Rita.
"Ya.. baguslah kalau begitu.. lagian kan kalau Aku ga sehat.. berati Aku cepat mati.. kan enak.. biar bisa ketemu sama Namira.." Ujar Rival berbicara asal.
"Oh.. jadi nama gadis itu Namira.." Gumam Rita. Kemudian, Rita pun menegur Rival.
"Hei! Kamu sedang bicara apa? Kamu ga sedang ngelantur kan?" Ujar Rita.
"Apa sih urusan kamu?" Tanya Rival kesal.
"Ini memang ga ada urusannya sama Aku sih.. tapi, Aku cuma mau tanya sama kamu sekarang.. memangnya kalau kamu mati, kamu bisa bertemu dengan gadis itu? Belum tentu kan? Lagian, kalau kamu ga ada yang kasian itu adik dan mama kamu.. Mereka itu sayang sama kamu.. kamu tega membuat mereka sedih?" Ujar Rita.
"Sekarang.. juga kamu pergi dari sini!" Usir Rival.
"Tanpa kamu usir, Aku bakalan pergi kok.. Aku cuma mau mengingatkan kamu.." Ucap Rita.
Rita pun pergi meninggalkan Rival.
__ADS_1
...****************...
Pagi hari, Rita sudah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga Helsen. Dan sarapan pun sudah siap. Semua keluarga Helsen pun mulai berdatangan ke ruang makan. Nadia pun memuji tampilan masakan yang terlihat enak.
"Wah.. ini semua kamu yang masak Rita?" Tanya Nadia. Rita pun mengangguk.
"Iya.. maaf ya.. kalau masakan Aku kampungan dan ala kadarnya.." Ucap Rita merendah. Nadia pun mencium aroma masakan itu. Aroma masakan itu sangat menggoda. Dan Nadia sangat menyukai aromanya. Nadia sudah tidak sabar ingin mencicipi makanan itu.
Semuanya mulai mencicipi masakan Rita. Dan semua orang yang ada di rumah Helsen sangat senang dengan masakan Rita. Termasuk Rival, Rival juga terkejut ketika mencicipi masakan Rita.
"Gila.. ini enak banget.." Gumam Rival. Namun, Rival gengsi mengakuinya. Iya pun bersikap biasa aja.
"Kak Rival, gimana? Enak kan?" Ledek Nadia.
"Biasa aja.. Aku sudah sering makan makanan kayak gini.. menurut Aku sih.. makanannya terlalu norak.. lain kali, ga usah masak.. biar mama yang masak.." Ujar Rival.
"Rival.. kamu ga boleh seperti itu dong.." Tegur Marta.
"Iya.. kak, kakak ga boleh begitu dong.. hargai orang yang sudah susah-susah masak buat kita.." Ucap Nadia.
"Iya, iya.." Jawab Rival. Rita pun hanya tersenyum. Rita tau, bahwa Rival hanya gengsi mengakuinya. Kemudian Rita pun berusaha mengalah.
"Sudah tante, Nadia.. selera orang kan beda-beda, lagian masakan Aku memang norak kok.." Ucap Rita dengan senyum.
Marta dan Nadia merasa salut dengan jawaban Rita. Ternyata Rita adalah orang yang rendah hati. Rita sangat berbeda jauh dengan Binar.
"Halah.. cari sensasi doang!" Ujar Rival.
"Rival.." Tegur Marta. Kemudian, Rita mencegah Marta lagi.
"Tante.. sudahlah, biarin aja.." Ucap Rita.
"Oh iya.. sekarang kan hari minggu, bagaimana kalau kita joging?" Kemudian Nadia pun memiliki sebuah ide.
"Wah, ide bagus tuh.." Ujar Rival.
"Iya, tapi semuanya diajak ya kak?" pinta Nadia.
"Iya boleh.. kan joging hak semua orang.." Ucap Rival.
__ADS_1