
2 bulan telah berlalu semenjak kejadian malam pertama itu, Namira belum datang bulan. Namira pun mengecek kalender yang ada di kamarnya. Ternyata Namira sudah telat dua bulan. Kemudian, Namira pun melakukan tes kehamilan dengan testpack. Setelah beberapa saat menunggu, Namira pun mengetahui hasil testpack itu. Namira terkejut melihat hasil testpack tersebut. Ternyata benar hasil testpack itu telah menyatakan garis dua.
"Jadi... Aku beneran hamil? Ga mungkin Aku hamil. kita melakukannya hanya sekali.." Ujar Namira tidak percaya. Namira pun merasa panik dengan hasil testpack itu.
"Aduh.. bagaimana ini? Bagaimana kalau kak Malik marah besar ke Aku gara-gara ini?" Pikir Namira panik. Kemudian, Namira pun berusaha untuk menghilangkan testpack itu. Agar Malik tidak mengetahuinya.
"Sebelum kak Malik pulang, lebih baik Aku buang saja hasil testpack ini!" Ujar Namira sembari melihat testpack itu di depan wajahnya. Namira cepat-cepat membuang testpack itu ke tempat sampah.
Untuk sementara waktu, Namira tidak berani mengatakan hal yang sebenarnya kepada Malik. Namira merahasiakan ini semua dari Malik.
...****************...
Namira pun menunggu Malik pulang kerja. Dan tak lama, Malik pun datang. Namira langsung menyambut suaminya pulang. Sebagai seorang istri yang taat, Namira pun mencium tangan suaminya itu.
"Kakak pasti capek ya? Aku udah siapin makan malam buat kakak.. Dan air panas juga untuk kakak mandi.." Ujar Namira sambil tersenyum. Malik pun tersenyum ketika Namira berbicara seperti itu. Selama Namira menjadi istri Malik, Iya tetap melayani Malik dengan baik. Namira pun tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Terimakasih ya Namira.. kamu sudah menjadi istri yang baik.." Ujar Malik.
"Iya.. kak sama-sama.. ini kan kewajiban Aku.." Ucap Namira.
"Bagaimana kerjaan kamu hari ini?" Tanya Malik.
"Alhamdulillah kak.. lancar.. dan sekarang, Aku sudah naik jabatan.." Ucap Namira. Mendengar ini, Malik pun ikut senang.
"Oh iya? Aku senang mendengarnya.. selamat ya?" Ucap Malik.
Entah kenapa, makin hari perasaan Namira semakin berbeda kepada Malik. Namira juga tidak tau perasaan apa yang dirasakan oleh nya. Begitu juga dengan Malik, iya juga merasakan ketulusan dari Namira. Entah perasaan apa yang dirasakan oleh Malik.
...****************...
__ADS_1
Di hari libur, Namira berniat untuk merapikan kamarnya. Sebenarnya kamar mereka sudah rapi. Namun, Namira pun ingin merubah tampilan kamar agar lebih terlihat berbeda. Namira pun mulai merubah tampilan kamar itu. Di saat Namira ingin membereskan kamar, tidak sengaja Namira menemukan sebuah kotak. Dan Namira penasaran dengan kotak itu. Karena penasaran, akhirnya Namira membuka kotak itu.
"Kotak apa ini ya?" Pikir Namira bertanya-tanya. Namira pun langsung membuka kotak itu. Dan Namira merasa sedikit terkejut ketika Namira membuka kotak itu. Namira melihat foto cewek yang begitu cantik. Dan Namira terus membuka foto tersebut. Di akhir foto, Namira melihat foto cewek itu dengan Malik. Dan dibalik foto itu ada sebuah tulisan yang bertuliskan kata-kata yang sangat romantis.
Bahkan Namira pun menemukan sebuah catatan dalam kotak itu. Namira pun membaca catatan itu. Dimana dalam catatan itu terdapat sebuah foto cewek itu juga. Isi catatan itu tentang cewek itu. Dan catatan itu menunjukkan hubungan asmara Malik dengan cewek itu. Dan Namira pun menjadi tau kalau ternyata Malik punya masa lalu. Dan Namira juga tau kalau kekasih Malik sudah lama meninggal.
"Jadi, ini adalah cewek kak Malik? Cantik juga.. Tapi, kenapa iya meninggal ya?" Pikir Namira.
Entah kenapa Namira merasakan sedikit cemburu dengan foto itu. Meskipun sudah masa lalu, Tapi Namira seperti merasa tidak rela dengan kenangan itu. Dan Namira pun merasa tidak senang jika Malik menyimpan kenangan itu. Dan kalau diperhatikan, Namira melihat gadis itu mirip dengannya.
"Kenapa wajahnya mirip Aku ya? Apa karena ini, kak Malik mau dijodohkan dengan Aku?" Kata Namira bertanya-tanya.
"Terus, seandainya Aku tidak mirip dengan nya, apa kak Malik akan menerima perjodohan ini?" Kata Namira lagi penuh pertanyaan. Akhirnya, Namira pun cepat-cepat menaruh kotak itu. di tempat semula. Cukup Namira tau saja tentang ini. Iya tidak ingin mengungkap hal ini lagi.
...****************...
Namira pun mulai menyiapkan makan malam untuk suaminya. Dan Namira pun memanggil Malik. Entah, badan Namira mulai merasa tidak enak. Iya seperti meriang.
"Namira.. kamu sakit?" Tanya Malik.
"Oh.. enggak kok kak.. Aku cuma sedikit lelah aja.." Ujar Namira. Malik tidak yakin dengan perkataan Namira. Karena Namira terlihat pucat.
"Namira.. wajah kamu keliatan pucat loh.." Ucap Malik. Lalu Malik pun menyentuh wajah Namira. Dan benar, bahwa Namira sedang sakit. Badannya panas. Malik juga melihat Namira sangat lemas. Akhirnya Malik pun membawa Namira ke kamar. Iya jadi khawatir. Dan Malik pun menggendong Namira.
"Kak, Aku ga apa-apa.." Ujar Namira.
"Sudah.. jangan protes.." Ucap Malik. Malik pun kemudian memeriksa keadaan istrinya itu. Karena Malik juga seorang dokter. Aneh, semuanya baik-baik saja. Tapi, Namira terlihat pucat dan lemas.
"Namira.. kamu istirahat ya? Besok, kita ke rumah sakit ya?" Ujar Malik. Entah kenapa Malik merasa khawatir terhadap Namira. Melihat Namira sakit, Malik merasa panik. Malik ga sabar ingin ke rumah sakit besok. Dan Malik jadi tau Namira sakit apa.
__ADS_1
...****************...
Keesokan harinya, Malik pun segera membawa Namira ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Malik khawatir Namira terkena penyakit yang serius.
Setelah melakukan pengecekan di laboratorium, Dokter pun membaca hasil tes itu. Dan setelah dokter membacakan hasilnya, Dokter pun mengucapkan selamat kepada Namira dan Malik.
"Selamat ya.. Ibu Namira sedang mengandung.." Ungkap dokter itu. Malik dan Namira terkejut mendengar pernyataan dokter itu. Malik dan Namira tidak menyangka dengan pernyataan dokter tersebut.
"Jadi benar, Aku hamil?" Tanya Namira masih melongo. Kemudian, Malik pun menoleh ke arah Namira.
"Maksud kamu?" Tanya Malik..
"Iya kak.. Satu minggu yang lalu, Aku mengecek kalender bulanan Aku, Dan Aku ternyata telat dua bulan kak.. semenjak kita itu.. Dan Aku coba beli testpack, Dan ternyata hasilnya memang garis dua." Jawab Namira.
"Ya, Allah.. Kenapa kamu ga bilang?" Tanya Malik. Karena merasa ga enak dengan dokter itu, mereka pun pamit pulang.
.
.
"Namira, kenapa kamu ga bilang?" Tanya Malik.
"Aku takut kak.. Takut kak Malik marah.." Ujar Namira.
"Ngapain Aku harus marah? Kan itu memang kemauan Aku. Perbuatan Aku.." Jawab Malik.
"Iya sih.." Ujar Namira.
"Lain kali, jangan kayak gitu ya? Kalau ada apa-apa bilang ke Aku.. Aku kan suami kamu.." Ujar Malik.
__ADS_1
Namira pun mengangguk.