Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Antara Halu dan Kenyataan


__ADS_3

"Ok.. Aku terima tantangan kamu!" Ujar Rival menerima tantangan Rita. Dan merekapun melakukan suit. Rita sebenarnya harap-harap cemas. Takut kalau dirinya kalah. Tapi, Rita tidak kehabisan akal. Iya berusaha mencari cara agar menang.


Dan Akhirnya, Rita pun menang dari Rival.


Rival merasa kesal karena iya kalah dari Rita. Karena merasa malu, akhirnya Rival pun menuruti kemauan Rita.


"Nah.. sekarang Aku menang.. sesuai peraturan ya.. kamu harus menuruti semua keinginan Aku.." Ujar Rita.


"Ok.. siapa takut.." Ucap Rival. Rita pun membawa Rival ke suatu tempat. Dan Rita pun membawa Rival ke suatu tempat. Rita membawa Rival ke taman terdekat. Rita ingin Rival menikmati suasana kesejukan yang ada di taman itu. Rita membawa jalan-jalan Rival di sekitar taman.


Rita melihat wajah Rival sangat menikmati keindahan taman itu. Dan Entah, Rival pun bisa melupakan sejenak apa yang iya pikirkan. Rita yang melihat itu, sangat senang.


"Bagaimana? Enakkan?" Tanya Rita. Rival pun memalingkan wajah. Iya merasa gengsi saat menatap wajah Rita.


"Apanya yang enak?" Tanya Rival.


"Ya, tamannya lah.. enakkan?" Ujar Rita.


"Biasa aja.." Ujar Rival.


"Em.. bilang aja enak.. iya kan? Cuma kamu aja yang gengsi.." Ujar Rita.


"Eh.. dengar ya.. kamu jangan GR. Aku kesini itu cuma mengikuti aturan permainan kamu yang konyol itu. Ngerti kamu?" Ujar Rival.


"Iya, iya.. Aku tau kok.." Ujar Rita.


Rita pun mengajak Rival dari sisi lain yang ada di taman itu. Rival dan Rita sangat menikmati indahnya taman tersebut.


Tapi, entah kenapa Rival seperti merasa nyaman ketika berjalan dengan Rita. Rival sendiri juga merasa aneh dengan apa yang dia rasakan. Rival, diam-diam memperhatikan Rita.


Sedangkan Rita yang merasa diperhatikan dari tadi, perlahan-lahan melirik Rival. Dan ternyata benar, Rival sedang memperhatikannya.


Rita mencari cara agar Rival tertangkap basah ketika Rival memperhatikannya. Agar Rival tidak bisa mengelak lagi. Dan Rita pun menemukan cara agar Rival tertangkap basah. Rita pun langsung melihat balik wajah Rival. Dan Rival pun segera memalingkan wajahnya.


"Kamu memperhatikan Aku?" Tanya Rita.


"Hah? Sejak kapan saya mau memperhatikan kamu? Dasar tukang halu.." Ujar Rival.

__ADS_1


"Ga halu kok.. emang kenyataannya gitu kan?" Ucap Rita.


"Itu cuma perasaan kamu doang.. kenapa? Naksir ya, sam Aku?" Ujar Rival.


"Sejak kapan kamu GR? Emangnya kamu mau kalau Aku naksir kamu?" Ledek Rita.


"Amit-amit.. ga sudi kalau Aku naksir kamu.." Ucap Rival.


Rival dan Rita pun saling adu debat tidak mau kalah. Mereka pun juga saling dorong-dorongan seperti anak kecil. Tiba-tiba saja Rita hampir jatuh karena Rival terlalu keras mendorongnya.


"Argh.. Rival.. tolong.." Teriak Rita. Rival juga kaget melihat Rita yang hampir jatuh ke belakang. Akhirnya, Rival pun menangkap Rita. Dan mereka pun kaget dan saling menatap. Jantung Rival mulai berdegup kencang ketika Rival menatap wajah Rita.


Begitu juga dengan Rita, entah kenapa dada Rita juga dag, dig, dug, ketika menatap wajah Rival. Rita berharap semoga saja Rival tidak mendengar degup jantungnya yang kencang.


Setelah mereka sadar, barulah Rita melepaskan pelukan Rival. Rita pun meledek Rival.


"Ngapain peluk-peluk? Jangan-jangan kamu sendiri yang naksir ya?" Ujar Rita.


"Hah? siapa yang peluk kamu? Kepedean banget jadi orang.." Sungut Rival.


"Kamu itu benar-benar menyebalkan ya.. tadi yang minta tolong hampir jatuh siapa? Kamu kan? ya Aku tangkap lah.." Ucap Rival jengkel.


" Tapi kan yang dorong kamu.. tapi, kamu perhatian juga ya.. takut ya, Aku jatuh.." Ujar Rival.


"Rita..!" Rival semakin jengkel. Rita pun menjulurkan lidahnya kepada Rival karena iya sudah merasa menang banyak hari ini.


...****************...


Di samping itu, Namira juga berada di taman. Namira juga menikmati indahnya pemandangan yang ada di taman. Namira menikmati keindahan taman bersama Malik suaminya. Malik mencari tempat duduk di taman. Akhirnya mereka pun duduk di sebuah kursi panjang yang tersedia di taman.


"Bagaimana sayang? Bagus ga pemandangannya?" Tanya Malik.


"Bagus sayang.." Jawab Namira.


"Kamu suka?" Tanya Malik.


"Iya Aku suka sayang.." Jawab Namira.

__ADS_1


"Syukurlah kalau kamu suka sayang.. ini tuh.. baik bagi kesehatan kamu sama baby.." Ucap Malik. Namira pun tersenyum mendengar penjelasan suaminya.


"Iya Pak dokter.. terimakasih ya, atas sarannya.." Ujar Namira. Malik pun mengelus kepala istrinya kemudian, iya mencium kening istrinya serta mengelus perutnya.


.


.


Di tempat yang berdekatan, Rival juga sedang asyik berdebat dengan Rita. Entah apa yang diperdebatkan oleh mereka. Ketika mereka bertemu, pasti seperti anjing dan kucing. Mereka ga pernah akur. Mereka selalu bertengkar setiap kali bersmaa.


Di waktu yang bersamaan, Secara tidak sengaja, Rival melihat sosok yang mirip dengan Namira. Rival sempat kaget karena iya melihat Namira. Rival pun mulai memperhatikan wajah Namira dari jauh. Iya ingin memastikan apakah itu benar-benar Namira atau bukan.


"Namira.." Batin Rival. Rival pun segera bergegas menghampiri Namira dan suaminya itu. Tapi sayangnya, mereka keburu pergi. Dan Rival pun mulai mengejar Namira.


"Namira.. Tunggu!" Teriak Rival sambil mengejar. Rita yang heran pun juga ikut mengejar Rival. Iya takut kalau Rival kenapa-kenapa.


"Rival.. kamu mau kemana?" Teriak Rita sambil mengejar Rival. Tapi, Rival tidak menggubris panggilan Rita.


Rival tergesa-gesa mengejar Namira dan suaminya itu. Setelah Rival berhasil mengejar Namira, Rival pun segera membalikkan badan Namira. Sontak saja, Rival langsung memeluk Namira.


"Namira.. kamu kemana aja selama ini? Kakak sangat merindukan kamu.. Kamu baik-baik aja kan?" Ujar Rival sambil memeluk Namira.


"Heh, kurang ajar kamu ya.." Ujar seorang laki-laki yang bersama perempuan yang dipeluk oleh Rival. Laki-laki itu pun akhirnya memukul Rival.


Buk!


Rival pun terkapar setelah di tonjok oleh laki-laki itu. Dan Rita, yang melihat Rival sedang terkapar, langsung menghampiri Rival.


"Rival!" Teriak Rita. Rita pun langsung membantu Rival untuk berdiri.


"Kamu ga apa-apa kan Rival?" Tanya Rita.


"Eh.. mbak.. kalau punya cowok itu dijaga.. jangan seenaknya memeluk istri orang.." Ujar Laki-laki tersebut.


"Iya Pak.. maafkan atas kekhilafan temen saya ya pak.." Ujar Rita. Rival pun melihat ke arah perempuan yang dipeluknya itu. Dan Rival terkejut, karena orang yang dipeluknya itu bukanlah Namira. Melainkan orang lain. Rival pun segera minta maaf kepada orang itu.


"Maaf, maaf mbak.. saya tidak sengaja.. saya kira kekasih saya.." Ucap permohonan maaf Rival. Orang itupun kemudian pergi meninggalkan Rival dan Rita. Rival sempat malu dibuat oleh perbuatannya sendiri

__ADS_1


__ADS_2