Muhasabah Cinta

Muhasabah Cinta
Tantangan


__ADS_3

Mendengar cerita dari Nadia, Rita menjadi penasaran. Sebenarnya apa yang membuat Rival menjadi tempramen seperti itu. Dan Rita pun berniat untuk mencaritahu tentang Rival. Siapa tau dengan Rita tau penyebabnya, Rita dengan mudah menyembuhkan Rival.


"Lebih baik, Aku tanyakan saja sama Nadia.. kenapa Rival bisa seperti ini.. siapa tau ini menjadi petunjuk buat Aku.." Ucap Rita.


Rita pun bergegas mencari Nadia. Dan Rita mencoba mencari Nadia di kamarnya, ternyata benar bahwa Nadia sedang berada di kamarnya. Rita pun mengetuk pintu kamar Nadia. Dan Nadia mempersilahkan Rita untuk masuk.


Tok


Tok


Tok


Suara ketukan pintu terdengar oleh telinga Nadia. Nadia pun menoleh ke arah pintu. Ternyata, itu adalah Rita yang mengetuk nya.


"Eh Rita.. silahkan masuk dulu Rita.." Ujar Nadia. Rita pun masuk ke kamar Nadia atas izin dari nya.


"Terimakasih Nadia.." Ucap Rita.


"Iya sama-sama Rita.. oh Iya, ada apa kesini?" Tanya Nadia.


"Nadia, boleh Aku tanya sesuatu?" Tanya Rita.


"Boleh.. selama Aku bisa jawab, Aku pasti jawab.. Emang kamu mau tanya apa Rita?" Tanya Nadia.


"Sebelumnya Aku mau minta maaf Nadia, kalau Aku lancang dengan pertanyaan Aku.. ini tentang Rival Nadia.." Ujar Rita.


"Emang kak Rival kenapa?" Tanya Nadia.


"Maaf ya.. kalau boleh tau, memangnya Rival itu dulunya seperti apa sih?" Tanya Rita.


"Kenapa kamu tanya begitu? Naksir ya?😃" Ledek Nadia.

__ADS_1


"Bukan Nadia, Asal kamu tau.. Aku datang kesini itu atas permintaan tante Marta.. Tante Marta meminta tolong kepadaku untuk membantu menyembuhkan Rival dari sifatnya yang sekarang.." Ujar Rita.


"Terus?" Tanya Nadia.


"Ya, tujuan Aku.. siapa dengan tau cerita Rival sampai membuat dia seperti ini, bisa membantu Aku menyembuhkan Rival.." Ujar Rita menjelaskan.


"Oh.. begitu ya Nadia.. baiklah Aku akan cerita kepadamu tentang kak Rival." Ujar Nadia. Rita pun siap mendengarkan dengan seksama. Sebelum Nadia menjelaskan, terlebih dahulu Nadia menutup pintu terlebih dahulu. Kemudian, iya mulai bercerita.


"Begini Rita.. Sebelumnya kak Rival itu adalah orang baik, romantis, juga pengertian..Dia baik sama siapapun. Kak Rival memang memiliki sahabat dari waktu kecil. Kak Rival sama sahabatnya itu selalu bersama dan bermain bersama. Dia bernama Namira. Tapi, jarak, waktu dan keadaan memisahkan mereka dari kecil. Setelah 20 tahun berpisah, akhirnya kak Rival dan Namira bertemu kembali. Mereka bertemu dalam keadaan yang berbeda. Selama 20 tahun kak Rival berpisah dengan Namira, kak Rival selalu ingat dengan Namira. Kak Rival sangat merindukan sosok Namira. Tapi, Tuhan maha penyayang.. Mereka bertemu kembali. Dan mereka pun dekat kembali seperti dulu lagi. Tapi, Lama-lama perasaan sahabat itu tumbuh menjadi cinta. kak Rival dan Namira saling memiliki perasaan yang dalam. Tapi, cinta mereka adalah cinta terlarang. Karena Tuhan mereka berbeda. Meskipun begitu, Kak Rival tetap mencintai Namira. Begitu pula dengan Namira. Sehingga mama dan papa itu tau hubungan mereka. Dan papa pun juga menentang hubungan mereka. papa lebih suka terhadap Binar. Karena selain Binar itu satu keyakinan dengan kak Rival, Ayah Binar juga merupakan sahabat papa.. Maka dari itu, papa bersikeras untuk menjodohkan Binar dengan kak Rival. Kak Rival menolak perjodohan itu, karena kak Rival tau bahwa Binar bukanlah perempuan baik-baik. Singkat cerita, Binar tertangkap basah dengan sifat aslinya. Dan akhirnya Binar dan ibunya tertangkap polisi. Mereka pun dipenjara hingga sekarang. Dan singkat cerita, kaka Rival menjadi seperti ini, karena kak Rival mendengar kabar bahwa Namira itu meninggal dunia." Ujar Nadia bercerita panjang lebar.


"Apa yang menyebabkan Namira meninggal?" Tanya Rita.


"Karena ada suatu tragedi yang menyebabkan Namira meninggal. Namira meninggal karena kebakaran.. sehingga iya terjebak di dalam dan tidak dapat diselamatkan.." Ucap Nadia.


"Jadi, karena itu Rival menjadi seperti ini?" Tanya Rita lagi.


"Iya.. Kak Rival menjadi seperti ini karena kejadian itu. Kak Rival merasa bersalah terhadap Namira. Karena kak Rival tidak sempat menolong dia. Karena disaat Namira membutuhkan pertolongan, kak Rival tidak ada di sampingnya." Ujar Nadia.


Sekarang Rita menjadi paham penyebab Rival menjadi seperti itu. Ternyata ada kisah sedih dibalik sikapnya Rival. Sekarang Rita pun memiliki petunjuk untuk mempermudah melakukan rencananya.


"Aamiin.. Semoga rencana kamu berhasil ya.." Ujar Nadia.


...****************...


Rita pun menghampiri Rival yang sedang duduk Santai di depan terasnya. Rita pun juga duduk di dekat Rival sembari menikmati pemandangan yang sejuk di pagi hari. Rival yang melihat Rita duduk di sampingnya, kembali ga mood.


"Mendingan kamu jauh-jauh deh dari Aku.. kamu itu cuma ngerusak mood Aku aja!" Ujar Rival.


"Emang Aku ngapain kamu? Aku disini cuma duduk aja.. ga boleh?" Tanya Rita sembari menoleh ke arah Rival.


"Ya, boleh.. tapi jangan dekat-dekat Aku juga.. ngerti gak sih kamu?" Ucap Rival.

__ADS_1


"Oh.. gitu ya.. emang kalau dekat kamu kenapa? Kan Aku ga ganggu kamu juga.." Ucap Rita.


"Kamu memang ga ganggu Aku.. tapi, melihat wajah kamu saja aku sudah terganggu.. alergi jadinya.." Ujar Rival.


"Emang kamu pikir Aku ini kuman? sampai membuat kamu alergi seperti itu?" Tanya Rita sedikit kesal.


"Lebih tepatnya seperti itu.." Ucap Rival.


"Eh.. Rival, daripada kamu ga mood disini.. mendingan kamu ikut Aku.." Ucap Rita.


"Ogah banget.. Aku ikut kamu.." Ucap Rival.


"Udah.. ayok.. ga perlu banyak nolak.." Ujar Rita sembari menarik tangan Rival.


"Emang kamu mau ngapain sih?" Tanya Rita.


"Udah.. ikut aja, ga usah banyak cincong.." Ucap Rita sembari menarik tangan Rival sekuat tenaganya. Rival tetap bersi keras menolak ajakan Rita. Dan Rita pun juga tidak kehabisan ide untuk mengajak Rival.


"Ok sekarang gini aja.. Aku tantang kamu..kita suit dulu.. yang kalah harus menuruti keinginan yang menang. Bagaimana?" Tantang Rita.


"Maksud kamu?" Tanya Rival tidak mengerti sambil mengernyitkan dahi.


"Kalau kamu yang menang, Aku akan menuruti semua perintah kamu.. tapi, kalau kamu yang kalah.. kamu harus ikut Aku sekarang.. bagaimana?" Tantang Rita.


"Ogah banget.. ga mau ah.." Ucap Rival.


"Huh.. dasar cemen.. tantang gitu aja ga berani.. takut kalah ya?" Ucap Rita.


"Siapa yang takut? Aku ga pernah takut.." Ujar Rival.


"Kalau ga takut kenapa nolak?" Ucap Rita.

__ADS_1


"Ok.. Aku terima tantangan kamu!" Ujar Rival menerima tantangan Rita. Dan merekapun melakukan suit. Rita sebenarnya harap-harap cemas. Takut kalau dirinya kalah. Tapi, Rita tidak kehabisan akal. Iya berusaha mencari cara agar menang.


Dan Akhirnya, Rita pun menang dari Rival.


__ADS_2